Nurul Mahmudati
Divisi Fisiologi Manusia, Program Studi Biologi Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

KAJIAN BIOLOGI MOLEKULER PERAN ESTROGEN /FITOESTROGEN PADA METABOLISME TULANG USIA MENOPAUSE Mahmudati, Nurul
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tahun 2015 diperkirakan jumlah wanita usia menopause di Indonesia  mencapai lebih kurang 24 juta orang. Lebih kurang 35% osteoporosis dan 50% osteopenia. Osteoporosis  merupakan salah satu penyakit degeneratif yang belakangan menjadi masalah di Indonesia sebagai efek peningkatan usia harapan hidup. Osteopororosis menurut WHO adalah penyakit metabolisme tulang dengan ciri  pengurangan kepadatan  tulang (T score < -2,5) yang mengarah pada terjadinya fragilitas tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang Metabolisme  tulang melibatkan banyak faktor, namun demikian  estrogen merupakan salah satu faktor yang cukup potensial  terhadap  pengaturan  kepadatan tulang  pada perempuan demikian juga pada laki-laki, namun demikian mekanisme peran estrogen dalam memempengaruhi kepadatan tulang belum banayak diungkap. Kajian ilmiah ini bertujuan  untuk mengungkap kejelasan mekanisme aksi biologi estrogen/fitoestrogen  pada metabolisme tulang dalam mempengaruhi kepadatan tulang atas dasar pendekatan biologi molekuler. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi informasi  tentang bagaimana peran estrogen/fitoestrogen dalam mempengaruhi kepadatan tulang pada umumnya dan menjadi tambahan wawasan untuk  menyiapkan bahan ajar  Endokrin  untuk sekolah menengah maupun perguruan tinggi.   Kata kunci: Estrogen, metabolism tulang, kepadatan tulang, osteoporosis
KAJIAN BIOLOGI MOLEKULER PERAN ESTROGEN /FITOESTROGEN PADA METABOLISME TULANG USIA MENOPAUSE Mahmudati, Nurul
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.167 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tahun 2015 diperkirakan jumlah wanita usia menopause di Indonesia  mencapai lebih kurang 24 juta orang. Lebih kurang 35% osteoporosis dan 50% osteopenia. Osteoporosis  merupakan salah satu penyakit degeneratif yang belakangan menjadi masalah di Indonesia sebagai efek peningkatan usia harapan hidup. Osteopororosis menurut WHO adalah penyakit metabolisme tulang dengan ciri  pengurangan kepadatan  tulang (T score < -2,5) yang mengarah pada terjadinya fragilitas tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang Metabolisme  tulang melibatkan banyak faktor, namun demikian  estrogen merupakan salah satu faktor yang cukup potensial  terhadap  pengaturan  kepadatan tulang  pada perempuan demikian juga pada laki-laki, namun demikian mekanisme peran estrogen dalam memempengaruhi kepadatan tulang belum banayak diungkap. Kajian ilmiah ini bertujuan  untuk mengungkap kejelasan mekanisme aksi biologi estrogen/fitoestrogen  pada metabolisme tulang dalam mempengaruhi kepadatan tulang atas dasar pendekatan biologi molekuler. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi informasi  tentang bagaimana peran estrogen/fitoestrogen dalam mempengaruhi kepadatan tulang pada umumnya dan menjadi tambahan wawasan untuk  menyiapkan bahan ajar  Endokrin  untuk sekolah menengah maupun perguruan tinggi.   Kata kunci: Estrogen, metabolism tulang, kepadatan tulang, osteoporosis
UJI CEMARAN AIR AKIBAT BAHAN KIMIA BERBAHAYA ATAS DASAR GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN IKAN Mahmudati, Nurul
Prosiding Seminar Biologi Vol 11, No 1 (2014): Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.277 KB)

Abstract

Pencemaran air merupakan fenomena pada kehidupan modern dan dapat disebabkan oleh sumber sumber pengembangan pekotaan, industri, perumahan, pertanian. Hasil pemantuan kualitas air sungai di 33 propinsi yang dilakukan oleh SARPEDAL  Kementrian Lingkungan Hidup 2011 dinyatakan bahwa 32 dari 51 sungai besar di Indonesia tercemar berat dan 16 tercemar sedang-berat dan hanya 1 yang dinyatakan masih memenuhi standar baku mutu, Beberapa Indikator untuk uji pencemaran perairan sebenarnya sudah banyak digunakan, namun demikian indikator pencemaran air oleh karena bahan kimia berbahaya atas dasar gangguan sistem endokrin ikan masih belum banyak diungkap.Pemantuan kualitas air sudah banyak dilakukan melalui indikator fisik, kimiawi, dan indikator biologis. Indikator biologis banyak mengalami perkembangan metode bila dibandinkan dengan indikator fisik dan kimiawi. Indikator biologi yang sudah sering dilakukan antara lain adalah: microorganism indicator, biodiversitas planktonya itu phyto dan zooplanktons, distribusi benthic (macrovertebrates, dsb) Perkembangan beberapa tahun  terakhir menunjukkan bahwa sistem endokrin ikan bisa digunakan sebagai bio indikator adanya pencemaran air khususnya yang diakibatkan oleh bahan kimia berbahaya. Berdasarkan hal tersebut pada artikel ini akan uraikan kajian teori terbaru tentang sistem endokrin ikan sebagai indikator cemaran air, serta studi pendahuluan peneliti tentang uji kualitas air pada beberapa perairan melaui gangguan sistem endokrin ikan yakni melaui pengujian gonadosomatik indek dan hepatosomatik indek serta kejadian interse katauovotestis pada ikan. Air dengan kualitas yang memenuhi syarat merupakan kebutuhan pokok umat manusia, sehingga pengembangan metode pemantauan terhadap kualitas air menjadi hal yang sangat penting, Kata kunci :Cemaran air, gangguan endokrin ikan, gonadosomatik indek
Wedang Jahe Berpotensi Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2 (Studi Pada Tikus Putih Betina Yang Diberi Diet Tinggi Lemak (Hfd) MAHMUDATI, NURUL
Prosiding Seminar Biologi Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi epidemiologi menunjukkan 90% penderita diabetes tipe 2 adalah kegemukan dan obesitas. Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang menjadi salah satu dari lima  faktor penyebab kematian terbesar di dunia. Berdasarkan RAKERDAS 2007, di Indonesia diabetes melitus merupakan penyebab kematian no 2, oleh karena itu mengungkap alternatif penurunan faktor risiko terjadinya diabetes  serta mekanisme kerjanya menjadi hal yang penting. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian wedang jahe dengan dosis 4 dan 6 (g/ KgBB) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih yang diberi diet tinggi lemak (HFD) dan perbandingannya dengan pemberian latihan fisik (olahraga). Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah The Posttest Only Control Group Design. Unit eksperimen pada penelitian ini adalah tikus putih betina usia lebih kurang 3 bulan.  Tikus putih dibagi menjaldi 5 kelompok yaitu 1). kelompok kontrol non HFD 2. Kontrol HFD 3) HFD + Olahraga 4.HFD+jahe 4g 4). HFD +jahe 6 g dan besar ulangan adalah 6 ekor jadi jumlah keseluruhan unit eksperimen adalah 30 ekor. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji beda dengan LSD. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian seduhan jahe pada penurunan kadar glukosa darah pada α 0,01 pada tikus yang diberi HFD. Berdasarkan uji beda dengan LSD menunjukkan bahwa pemberian jahe 6 gram berpengaruh lebih tinggi dibanding 4 gram, namun demikian masih lebih rendah bila dibandingkan dengan olah raga dengan nilai rerata kadar glukosa (control HFD = 110,84, M) Kata kunci: kadar glukosa darah, Diabetes tipe 2, obesitas, seduhan jahe
PENGARUH JUMLAH CACING TANAH (Lumbricus rubellus) DAN WAKTU PENGOMPOSAN TERHADAP KANDUNGAN NPK LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI Husain, Darwis; ., Sukarsono; Mahmudati, Nurul
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 1 (2015): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.846 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i1.2297

Abstract

PENGARUH JUMLAH CACING TANAH (Lumbricus rubellus) DAN WAKTU PENGOMPOSAN TERHADAP KANDUNGAN NPK LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR TIRAM  SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI   Darwis Husain1, Sukarsono1, Nurul Mahmudati1 1Pendidikan Biologi FKIP Universtias Muhammadiyah Malang, e-mail : drw.darwishusain@gmail.com   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui adanya pengaruh jumlah cacing tanah dan waktu pengomposan terhadap kandungan NPK limbah media tanam jamur tiram, mengetahui kandungan NPK terbaik sesuai standar yang ditetapkan pemerintah yaitu N 0,4%, P 0,1% dan K 0,2% serta mengetahui penerapan hasil penelitian sebagai bahan ajar biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah True Experimental Research yang dilakukan pada tanggal 07 Juli-07 Agustus 2014 di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial Design yang terdiri dari 2 faktor, faktor A merupakan jumlah cacing tanah (25, 30 dan 35 cacing) dan faktor B merupakan waktu pengomposan (5, 10 dan 15 hari). Analisis data menggunakan anava 2 jalan dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cacing tanah 35 cacing dan waktu pengomposan 15 hari merupakan perlakuan terbaik. Persentasi unsur hara terbaik yang dihasilkan yaitu N (3,85 %), P (0,78 %) dan K (1,45 %). Sedangkan Rasio C/N yang dihasilkan yaitu 10,51.   Kata Kunci: Limbah, Cacing Tanah, Waktu, Pengomposan, Kandungan NPK
KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DAERAH PERTANIAN APEL SEMI ORGANIK DAN PERTANIAN APEL NON ORGANIK KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI SMA Aminullah, Yusron; Mahmudati, Nurul; Zaenab, Siti
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.122 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3329

Abstract

ABSTRAKJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20-23 April 2014 dengan metode plot (kuadrat) dan menggunakan jebakan (Pittfall Trap). Penelitian dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui jenis makrofauna tanah, parameter ekologi, indeks keanekaragaman jenis, dan indeks kemerataan jenis yang terdapat pada pertanian apel semi organik dan pertanian apel  non organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makrofauna tanah yang ditemukan terdiri dari jenis Platydracus sp, Phyllophoga sp, Geophilus sp, Helicodiscus sp, Gryllus sp, Gryllotalpa gryllotalpa, Pirata piraticus, Pisaurina mira, Megascolex sp, Sigmoria trimaculata, Pachycodyla sp, Anoplolepis gracilipes, Iridomyrmex sp, Camponotus sp, dan Pheidole moerens. Parameter ekologi makrofauna tanah adalah: (1) Kepadatan berkisar antara 2,667 ind/m2 - 416,889 ind/m2, kepadatan relatif berkisar antara 0,004 - 0,487. kepadatan terendah jenis Pisaurina mira dan tertinggi jenis Irydomyrmex sp. (2) Frekuensi berkisar antara 0,063 - 0,844, frekuensi relatif berkisar antara 0,010 – 0,176 dengan nilai frekuensi terenda jenis Phyllophaga sp dan tertinggi jenis Irydomyrmex sp. (3) Indeks nilai penting tertinggi jenis Irydomyrmex sp 0,687, terendah Pisaurina mira 0,011. Indeks keanekaragaman jenis Shannon wiener (H’) 1,719 atau kategori keanekaragaman jenis rendah. Nilai evennes (E) yaitu 0,62 yang berarti populasi cenderung merata (E mendekati 1). Kelimpahan berkisar 1 - 16,63, terendah jenis Pisaurina mira dan tertinggi jenis Irydomyrmex sp.(4) Hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan ajar Biologi SMA dalam bentuk poster.  Kata kunci: Makrofauna tanah, pertanian apel, dan keanekaragaman jenis.
Steeping of ginger (Zingiber officinale Rosce) lowers blood glucose in rat model type-2 diabetes (NIDDM) as a learning resource biology Yanto, Andri Rudi; Mahmudati, Nurul; Susetyarini, Rr. Eko
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 3 (2016): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.452 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i3.3873

Abstract

Hiperglikemik merupakan salah satu gejala DM  yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi gula darah dan pengeluaran glukosa yang disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, penyakit ini masih banyak di Indonesia. Obat antidiabetes kebanyakan dapat memberikan efek samping yang tidak diinginkan, maka banyak para ahli yang meramu pengobatan tradisional untuk DM yang memberikan efek aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi keanekaragaman hayati rimpang jahe sebagai obat antidiabetes yang dalam bentuk seduhan  pada tikus yang diinduksi STZ. Jenis penelitian adalah True Experiment Design. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok positif (STZ), kelompok STZ + seduhan jahe 1g/kgBB, dan kelompok STZ + seduhan jahe 3g/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh seduhan jahe sebagai obat antidiabetes pada tikus induksi STZ. Rerata kadar glukosa darah tertinggi pada kelompok positif (STZ) dan kadar glukosa darah terendah pada kelompok STZ + seduhan jahe 1g/kgBB. Penelitian ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar berupa poster ilmiah sebagai bahan acuan untuk guru dalam pembelajaran biologi materi upaya keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenol Daun Gayam (Inocarpus fagiferus Fosb) Lestari, Dwi Marga; Mahmudati, Nurul; Sukarsono, Sukarsono; Nurwidodo, Nurwidodo; Husamah, Husamah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.1.596

Abstract

This study aims to determine the total phenolic content and antioxidant activity in gayam leaf extract (Incarpus fagiferus Fobs). The research method used is a quasi-experiment that aims to predict the situation to be achieved through actual experiments but no treatment. The sample used is old gayam leaves, with the characteristic of dark green leaf and rough leaf surface. The process of preparing simplicia, ie preparing fresh gayam leaves, dried in an oven temperature 45-50oC, and then dried to produce gayam leaf powder. Samples were extracted with methanol solvent and ethanol for 5 days. The total phenol assay method uses Folin-Ciocalteau method and antioxidant activity test using DPPH free radical retardation method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). The results showed that the total phenolic content of gayam leaf extract with ethanol and methanol solvent was 313,704 GAE (Gallic Acid Equivalent) and 273,913 GAE, respectively. Antioxidant activity as a free antidote to free radical DPPH is known to be valued with IC50 (inhibitory concentration).
Daun Mangga (Mangifera indica L): Potensi Baru Penyembuh Luka Sayat Risa, Arista Mutiara; Pantiwati, Yuni; Mahmudati, Nurul; Husamah, Husamah; Miharja, Fuad Jaya
Biota Vol 11 No 2 (2018)
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.982 KB) | DOI: 10.20414/jb.v11i2.128

Abstract

The use of antiseptics in wounds can cause long-term side effects. This study aims to determine the potential of mango leaves (Mangifera indica L) as a natural ingredient for healing wounds. This true experimental research used six treatment groups. This study used a completely randomized design of four repetitions using 24 samples of white rats (Rattus norvegicus) taken randomly. The results of the Anova statistical test showed that there was a difference in the effect of giving mango leaf extract to incisive wound healing. The results showed that a concentration of 20% showed a faster recovery time of 7.25 days with an average wound closure of 4.02 mm. This indicates that the extract of mango leaves has the potential to be used as a healing wound for the incision.