Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Accounting Analysis Journal

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (STUDI KASUS PADA LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG) Prabowo, Galang Rahadian; Mahmud, Amir; Murtini, Henny
Accounting Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): March 2014
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v3i1.3894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keterlibatan pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan pimpinan bagian, program pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pemanfaatan SIA dalam implementasi pengelolaan keuangan daerah yang transparan. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh dari jumlah populasi yaitu 46 PNS yang bekerja di bagian keuangan pemerintah daerah Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda untuk menguji pengaruh langsung variabel bebas terhadap variabel terikat secara langsung.  Hasil penelitian ini adalah: Pertama, faktor keterlibatan pemakai tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Kedua, faktor kemampuan teknik personal menunjukkan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Ketiga, faktor dukungan pimpinan bagian menunjukkan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Keempat, program pendidikan dan pelatihan menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi. This study aimed to examine the effect of user involvement, personal capabilities, head of the division support, training and education programs on the performance of Accounting Information Systems at district governments of Temanggung. This research is motivated by the use of accounting information systems in the implementation of local government financial management transparent. The results of this study are: First, the involvement of users is not positive and significant effect on the performance of Accounting Information Systems. Second, personal technical capability factor showed positive and significant effect on the performance of Accounting Information Systems. Third, leadership support factors section shows no positive and significant effect on the performance of Accounting Information Systems. Fourth, education and training programs showed positive and significant impact on the performance of Accounting Information Systems.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK Soraya, Elyana Ayu; Mahmud, Amir
Accounting Analysis Journal Vol 5 No 1 (2016): March 2016
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v5i1.9761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan SAK ETAP yaitu tingkat pendidikan pemilik, ukuran usaha, dan umur usaha. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 212 responden yang terdiri dari pelaku UMKM mitra binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Salatiga, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden. Teknik analisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian diperoleh tingkat pendidikan pemilik dan ukuran usaha berpengaruh terhadap kebutuhan SAK ETAP, sedangkan umur usaha tidak berpengaruh terhadap kebutuhan SAK ETAP. Dari hasil penelitian penulis memberikan saran bagi penelitian selanjutnya, sebaiknya menambah variabel independen dan memperluas cakupan sampel, bukan hanya dari satu wilayah saja.This study aims to examine the factors that influence the needs of SAK ETAP is the level of education owner, business size, and age of the business. The sample used in this study were 212 respondents consisting of SMEs established partners of Disperindagkop UMKM Salatiga, where data is collected through a questionnaire distributed to respondents. The results were obtained that level of education owner and the size of business influential to SAK ETAP needs, business age has no effect on the needs of SAK ETAP. From the results, the writter can give some proposition for next reseach, independent variables, not only three variables and add scope of sample not just a region.
PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN DENGAN ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Kridawan, Aji; Mahmud, Amir
Accounting Analysis Journal Vol 3 No 2 (2014): May 2014
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v3i2.4181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kejelasan sasaran anggaran terhadap senjangan anggaran dengan asimetri informasi sebagai variabel moderasi di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sukoharjo. Populasi dalam penelitian ini adalah SKPD yang terdiri dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Sekretariat Daerah dan Rumah Sakit Umum Kabupaten Sukoharjo. Metode pemilihan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 57 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel kejelasan sasaran anggaran tidak memiliki pengaruh terhadap senjangan anggaran. Secara simultan variabel kejelasan sasaran anggaran, dan interaksi kejelasan sasaran anggaran dengan asimetri informasi juga tidak berpengaruh signifikan terhadap senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Sukoharjo. SKPD di lingkungan Kabupaten Sukoharjo harus dapat mempertahankan atau bahkan harus meningkatkan transparansi dalam proses penyusunan anggaran agar tidak terjadi senjangan anggaran. This research has aimed to analyze the influence of budget goal clarity of the budgetary slack with asimetry information as moderating variable at Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sukoharjo Regency. The population in this research are SKPD in Sukoharjo consist of Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Secretariat territory and Government Hospital Sukoharjo. Sampling methode in this research with purposive sampling there are 57 respondent. The results of this research shows that partially variable budget goal clarity have not the effect on budgetary slack. Simultaneously variable budget goal clarity, and interaction budget goal clarity with asimetry information have not significant effect on budgetary slack in SKPD Sukoharjo Regency. SKPD in Sukoharjo Regency should be able to maintain or even improved the transparency in process budget composing in order to not happen budgetary slack
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN DI INTERNET OLEH PEMERINTAH DAERAH Hudoyo, Yacoeb Triandy; Mahmud, Amir
Accounting Analysis Journal Vol 3 No 4 (2014): November 2014
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v3i4.4210

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Kekayaan Daerah, Pendapatan per Kapita, dan Leverage terhadap pengungkapan laporan keuangan di internet oleh pemerintah daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 Pemerintah Kabupaten dan Kota yang mendapat predikat WTP dan WTP-DPP pada tahun 2011. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dari BPK, Pendapatan per Kapita yang didapat dari BPS pada tahun 2011. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan per kapita berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keuangan di internet oleh pemerintah daerah. Kekayaan daerah, leverage tidak berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keuangan di internet oleh pemerintah daerah di Indonesia. Bagi Pemerintah daerah diharapkan lebih memperhatikan pengungkapan laporan keuangan di internet.The purpose of this study was to examine the influence of regional wealth, per capita income, and the Leverage of financial disclosure statements on the internet by local governments. The population in this study was 50 County Government and city got the predicate WTP and WTP-DPP in 2011. This study uses secondary data in the form of local government financial reports of BPK, per capita income gained from BPS in 2011. Hypothesis testing in this study using multiple linear regression with a coefficient of determination, and t. test results showed that per capita income effect on financial disclosure statements on the internet by local governments. The wealth of the region, leverage does not affect the financial disclosure statements on the internet by local government in Indonesia. For local government is expected to pay more attention to financial disclosure statements on the internet.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KELEMAHAN PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DAERAH Saputro, Eko Adi; Mahmud, Amir
Accounting Analysis Journal Vol 4 No 3 (2015): August 2015
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v4i3.8299

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Ukuran, PAD, Kompleksitas, dan Belanja Modal terhadap kelemahan pengendalian intern pemerintah daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dan laporan hasil pemeriksaan kabupaten/kota di wilayah Indonesia Tengah yang berjumlah 141 data. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang diperoleh 104 data. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS V.21. Hasil penelitian diperoleh melalui pengujian parsial yang menunjukkan bahwa Ukuran, PAD, Kompleksitas, dan Belanja Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap Kelemahan Pengendalian Intern. Pengujian simultan menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan variabel independen terhadap variabel dependen. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan data primer, agar diperoleh informasi yang lengkap mengenai kelemahan pengendalian intern.The purposes of this research were to examine the influences of Size, PAD, Complexity, and Capital Expenditure of the local government internal control weaknesses. The populations of this research are annual report and regency’s examine reports in Central Indonesia area that amounted to 141 data. The samples in this research using purposive sampling method obtained 104 data. The hypothesises were tested by using multiple linier regression with SPSS V.21. The results of this research are Size, PAD, Complexity, and Capital Expenditure partially don’t have significant influences toward Internal Control Weakness. The simultantly there is no significant influence betwen independent variables to dependent variable. The next researches are expected to use primary data, in order to obtain complete information about internal control weaknesses.
PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM), SISTEM PENGUKURAN KINERJA DAN SISTEM PENGHARGAAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL Hernawan, Aditya; Mahmud, Amir; Agustina, Linda
Accounting Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): March 2014
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v3i1.3914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Total Quality Management (TQM), sistem pengukuran kinerja dan sistem penghargaan terhadap kinerja manajerial pada PT. Taspen (Persero) baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah manajer tingkat menengah dan bawah di PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Utama Semarang. Metode pemilihan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 34 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel Total Quality Management (TQM), sistem pengukuran kinerja dan sistem penghargaan berpengaruh terhadap pembiayaan kinerja manajerial. Secara parsial Total Quality Management (TQM) berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Sistem pengukuran kinerja berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial Dan Sistem penghargaan berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara parsial Total Quality Management (TQM) berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Sistem pengukuran kinerja berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial Dan Sistem penghargaan berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial.The purpose of this study was to determine whether there is influence of Total Quality Management (TQM), system performance measurement and reward systems on managerial performance at PT. TASPEN (Persero) either partially or simultaneously. The population in this study is a managers of mid-level and managers  of lower PT. TASPEN (Persero) at office center Semarang. The study uses purposive sampling there are 34 respondent. The results of this research indicate that simultaneously variable of Total Quality Management ( TQM ) , system performance measurement and reward systems affect the performance of managerial finance. Total Quality Management ( TQM ) has a positive effect on managerial performance. Performance measurement system has a positive effect on managerial performance and rewards system has a positive effect on managerial performance.
PERBEDAAN PEMAHAMAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (SAP) BERBASIS AKRUAL BERDASARKAN DEMOGRAFI PEGAWAI Pristiani, Pristiani; Mahmud, Amir
Accounting Analysis Journal Vol 5 No 1 (2016): March 2016
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v5i1.9755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual berdasarkan tingkat pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan dan jabatan. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai keuangan di seluruh dinas Kabupaten Pemalang. Jumlah responden sebanyak 58 orang. Metode analisis data penelitian ini menggunakan anova one way dan independent sample t-test. Pengujian hipotesis menggunakan program SPSS 21 for windows. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan pemahaman SAP berbasis akrual pegawai keuangan berdasarkan tingkat pendidikan. Terdapat perbedaan pemahaman SAP berbasis akrual pegawai keuangan berdasarkan pengalaman kerja. Terdapat perbedaan yang signifikan terkait pemahaman SAP berbasis akrual antara pegawai yang pernah mengikuti pelatihan dan tidak. Terdapat perbedaan yang signifikan terkait pemahaman SAP berbasis akrual antara pegawai yang memiliki jabatan sebagai penyusun laporan keuangan dan selain penyusun laporan keuangan. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat menindaklanjuti penelitian ini dengan memperkaya literatur dan referensi yang lebih mendalam guna mendapatkan perbaikan dan kesimpulan. This research is a population research. The population of this research are all employee of official government in the pemalang district. Respondents of this reseach are 58 people. The method of data analyisis is anova one way and independent sample t-test. The hypothesis testing used SPSS 21 program for windows. The test results show that there are different understandings of Government Accounting Standards (SAP) accrual basic of financial employee based on the level of education. There are different understandings of Government Accounting Standards (SAP) accrual basic of financial employee based on work experience. There are significant different understandings of Government Accounting Standards (SAP) accrual basic between employee has training and employee has not training. There are significant different understandings of Government Accounting Standards (SAP) accrual basic between employee has job as financial reporting and other. Suggestions for further research to enrich the literature and reference to better improvements and conclusions.
The Analysis of Factors Affecting Human Capital Disclosure Fitriyani, Thiara; Mahmud, Amir
Accounting Analysis Journal Vol 6 No 1 (2017): March 2017
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v6i1.14579

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, umur perusahaan, tipe auditor, investasi pada human capital terhadap pengungkapan human capital. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan high IC intensive menurut GICS yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)  pada tahun 2014. Pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah metode purposive sampling yang menghasilkan sampel sebanyak 134 observasi. Metode analsis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya variabel ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial yang berpengaruh positif terhadap pengungkapan human capital sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh terhadap pengungkapan human capital. Saran untuk penelitian selanjutnya bisa menggunakan populasi perusahaan High IC Intensive menurut GICS dan Low IC Intensive menurut GICS. The purpose of this study to determine the effect of size firm, profitability, age firm, type auditor, investment on human capital on human capital disclosure. The population of this study is all high ic intensive companies by GICS listed on Indonesia Stock Exchange in 2014. Selection of the sample used in this study is purposive sampling method that produces a sample of 134 observations. The method of data analysis is multiple regression analysis. The result of this study shows that only size firm and investment on human capital has positive effects on human capital disclosure while other variable has no effect on human capital disclosure. Recomendation for further study use the company's High IC Intensive population according by GICS and Low IC Intensive according by GICS.
Analysis of Capital Expenditure and Its Implications on Local Financial Independence Sarah Normalita, Ina; Mahmud, Amir
Accounting Analysis Journal Vol 6 No 2 (2017): July 2017
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v6i2.16332

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memperoleh bukti empiris pengaruh dari dana perimbangan, Dana Insentif Daerah (DID), dan aset tahun lalu terhadap belanja modal serta pengaruh belanja modal terhadap kemandirian keuangan daerah. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pemerintah daerah di Indonesia dengan sampel sebanyak 131 pemerintah daerah yang diperoleh dengan menggunakan purposive sampling. Alat analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana perimbangan dan aset tahun lalu berpengaruh positif secara parsial dan simultan terhadap belanja modal. Dana Insentif Daerah (DID) tidak berpengaruh terhadap belanja modal. Belanja modal berpengaruh positif terhadap kemandirian keuangan daerah. Simpulan pada penelitian ini adalah bahwa pemerintah daerah telah mengelola dan menggunakan dana anggaran dengan baik, sehingga memenuhi kepentingan para principal dan hal tersebut dapat didukung oleh teori agensi. Dana perimbangan mampu memberikan dorongan terhadap pelaksanaan desentralisasi fiskal yang berakibat pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, berupa peningkatan pembangunan infrastruktur dan berimplikasi pada tingginya belanja modal. Hasil tersebut dilandasi dan didukung oleh teori fiscal federalism. The aim of this research are to determine the effect of intergovernmental revenue, local incentive fund and asset on the last year on capital expenditure and the effect of capital expenditure on local financial independence. The population in this research is all of local government in Indonesia with 131 samples that got by purposive sampling. The analytical tool of data used descriptive statistical analysis and regression analysis. The result showed that the intergovernmental revenue and assets on the last year had positive effect on capital expenditure partially and simultaneously. Local incentive fund had not effect toward capital expenditure. Capital expenditures had a positive effect toward local financial independence. The conclusion in this research are local governments can manage and use budget funds well and can comply the principal?s interest and it is based by agency theory. Intergovernmental revenue can give encouragement on fiscal decentralization, that give impact on increase of economic growth, likethe building of infrastructure and can impacts on capital expenditure and it is based by fiscal federalism theory.
Determinant of Environmental Disclosure on Companies Listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) Hadiningtiyas, Sri Wahyuni; Mahmud, Amir
Accounting Analysis Journal Vol 6 No 3 (2017): November 2017
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v6i3.18898

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi environmental disclosure, yang terdiri dari kepemilikan manajerial, kinerja lingkungan, sensitivitas lingkungan, dan sektor industri.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016, yaitu sebanyak 547 perusahaan. Metode pengambilan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan diperoleh 73 perusahaan yang menjadi objek pengamatan. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan metode dokumentasi, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan datadata yang diperlukan.Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan alat analisis IBM SPSS versi 21.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja lingkungan dan sektor industri menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap environmental disclosure. Namun kepemilikan manajerial dan sensitivitas lingkungan tidak menunjukkan pengaruh secara signifikan terhadap environmental disclosure.Simpulan pada penelitian ini adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi environmental disclosure adalah variabel kinerja lingkungan dan sektor industri, sedangkan variabel kepemilikan manajerial dan sensitivitas lingkungan belum bisa dijadikan faktor yang dapat mempengaruhi environmental disclosure The purpose of this research is to analyze the factors that influence the environmental disclosure consist of managerial ownership, environmental performance, environmental sensitivity, and industry sector. The population of this study is all companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2016, which is about 547 companies. The sampling method that use in this research is purposive sampling technique that generates 73 companies of analysis as observations object. The collection of data in this research is documentation method which is carried out by collecting the necessary data. Meanwhile, the data is analysed by multiple regression analysis with IBM SPSS 21.0 version. The results showed that environmental performance and industry sector give significant positive effect on environmental disclosure partially. However, managerial ownership and environmental sensitivity do not effect on environmental disclosure significantly. The conclusion of this research is the factors that can affect the environmental disclosure are environmental performance and industry sector variables, while managerial ownership and environmental sensitivity variables can not be used as a factor that can affect environmntal disclosure.