Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

KAJIAN FOLKLOR DALAM TRADISI SURAN DI DESA TLOGO PRAGOTO KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN Mahmud, Amir
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan permasalahan yaitu: (1) Prosesi tradisi Suran di  desa Tlogo Pragoto, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, (2) Makna simbolis yang terkandung dalam ubarampe yang digunakan dalam tradisi Suran di desa Tlogo Pragoto, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, (3) Fungsi tradisi Suran di desa Tlogo Pragoto bagi masyarakat pendukungnya. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di desa Tlogo Pragoto, waktu penelitian dimulai dari bulan November 2013 sampai Maret 2014. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dengan wawancara terstruktur dan teknik catat terhadap para informan yang aktif dalam pelaksanaan tradisi Suran dan mengetahui tentang tradisi Suran. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik catatan lapangan, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu (1) prosesi tradisi Suran di desa Tlogo Pragoto yaitu: (a) tirakatan, (b) penyembelihan kerbau, (c) ziarah kubur, (d) kenduri di pasar, (e) pagelaran wayang di pasar, (f) pagelaran wayang di rumah Kepala Desa. (2) ubarampe yang mempunyai makna simbolis yaitu: (a) jenang abang, bermakna jenis penghormatan kepada Ibu (b) jenang putih, bermakna jenis penghormatan kepada Ayah, (c) jajan pasar, bermakna agar para petani mudah dalam bertani dan hasilnya melimpah, (d) ketan dan gula jawa bermakna agar hubungan orang yang sudah mati dengan orang yang masih hidup selalu dekat, (e) pisang raja, bermakna jenis penghormatan kepada Nabi, (f) nasi golong, bermakna agar masyarakat selalu bersatu, (g) nasi tumpeng, bermakna menyembah Tuhan dan menghormati antar sesama manusia, (h) ingkung, bermakna menyucikan orang yang punya hajat dan orang yang ikut tirakatan, dan (i) kembang telon, bermakna untuk mengenang leluhur. (3) fungsi tradisi Suran di Desa Tlogo Pragoto yaitu: (a) berfungsi sebagai pewaris norma sosial, (b) berfungsi sebagai sarana kerukunan hidup, (c) berfungsi sebagai pengungkap kegotong-royongan, dan (d) berfungsi sebagai pelestarian budaya. Kata Kunci: Kajian Folklor, Tradisi Suran