Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : REAKTOR

STUDI PENGGUNAAN KATALIS ABU SABUT KELAPA, ABU TANDAN SAWIT DAN K2CO3 UNTUK KONVERSI MINYAK JARAK MENJADI BIODIESEL Husin, Husni; Mahidin, Mahidin; Marwan, Marwan
Reaktor Volume 13, Nomor 4, Desember 2011
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.026 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.4.254-261

Abstract

A STUDY ON THE UTILIZATION OF OIL PALM FIBRE AND FRUIT BUNCH ASH AND K2CO3 FOR CATALYTIC CONVERSION OF JATHROPA OIL TO BIODIESEL. Study on the use of coconut fiber ash, palm bunch ash and K2CO3 as the catalysts for conversion of jatropha oil into biodiesel using methanol solvent has been done. The biodiesel is produced by converting unpurified jatropha oil over catalyst through transesterification reaction. The catalysts are burned at temperature of 500, 600, 800 and 900oC for 10 hours. Transesterification reaction is conducted in three-neck flask at constant temperature of 60oC for 3 hours. The results showed that the unburned and burned coconut fiber ashes at 800oC catalysts give the highest biodiesel yield (87.05 and 87.97%) with low soap content (0.23-0.26%). The characteristic of biodiesel produced over those catalysts met the Indonesian and international quality standards, therefore those catalysts can be used as substitute for K2CO3 commercial catalyst.Abstrak   Studi penggunaan katalis abu sabut kelapa, abu tandan sawit dan K2CO3 untuk konversi minyak jarak menjadi biodiesel dengan pelarut metanol telah dilakukan. Biodiesel dibuat melalui konversi minyak jarak yang belum dimurnikan, menggunakan katalis, melalui reaksi transesterifikasi. Katalis-katalis tersebut dipijarkan pada temperatur 500, 600, 800 dan 900oC selama 10 jam. Reaksi dilangsungkan dalam labu leher tiga pada temperatur konstan 60oC selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan katalis abu sabut kelapa tanpa pemijaran dan dengan pemijaran pada 800oC memberikan perolehan biodiesel tertinggi (87,05 dan 87,97%) dengan kadar sabun rendah (0,23-0,26%). Karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari penggunaan katalis-katalis tersebut ini telah sesuai dengan syarat mutu yang ditetapkan oleh Standar Indonesia dan Internasional, sehingga katalis-katalis tersebut layak digunakan sebagai pengganti katalis K2CO3 komersial
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BATUBARA PERINGKAT RENDAH, CANGKANG SAWIT DAN CAMPURANNYA DALAM FLUIDIZED BED BOILER Mahidin, Mahidin; Khairil, Khairil; Adisalamun, Adisalamun; Gani, Asri
Reaktor Volume 12, Nomor 4, Desember 2009
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.095 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.4.253 – 259

Abstract

Penggunaan biomassa di unit pembangkit tenaga listrik sudah banyak dilaporkan oleh banyak peneliti dan praktisi. Tetapi, data untuk pembakaran cangkang sawit baik sebagai bahan bakar utama maupun pendamping sangat terbatas. Dalam studi ini, karakteristik pembakaran batubara peringkat rendah, cangkang sawit dan campurannya dalam fluidized bed boiler sudah dipelajari. Pada pembakaran batubara/cangkang sawit parameter pembakaran seperti konsentrasi gas, temperatur unggun dan efisiensi pembakaran dikaji terhadap efek udara berlebih (rasio udara/bahan bakar) dan ukuran partikel. Dalam pembakaran campuran, parameter-parameter tersebut dikaji terhadap pengaruh udara berlebih dan komposisi bahan bakar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa efisiensi pembakaran maksimum untuk pembakaran batubara didapatkan pada udara berlebih tinggi (50%) dan ukuran partikel kecil (60+ mesh). Sedikit perbedaan teramati pada temperatur unggun dimana nilai maksimum muncul pada udara berlebih rendah (30%) tetapi ukuran partikel sama. Seperti yang diharapkan, fenomena yang sama juga terjadi untuk pembakaran cangkang sawit. Lebih lanjut, pada pembakaran campuran efisiensi pembakaran maksimum juga terjadi pada udara berlebih tinggi (50%) dan rasio bahan bakar (% berat) 50:50 untuk ukuran partikel 60+ mesh. Sama halnya dengan pembakaran batubara, temperatur unggun maksimum juga terlihat pada udara berlebih 30% dan rasio cangkang/batubara 20:80.