Articles

Found 18 Documents
Search

Kapasitas Adsorpsi Bentonit terhadap Sulfur dan Merkuri secara Simultan pada Pembakaran Batubara

Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.097 KB)

Abstract

Pemanfaatan batubara sebagai sumber energi melalui pembakaran langsung akan menghasilkan emisi gas, partikulat trace metal (logam berat) dan abu (terutama abu terbang) yang akan mencemari udara. Penanganan terhadap pencemaran tersebut merupakan hal yang sangat mendesak. Dalam studi ini ditawarkan penyelesaian secara simultan terhadap emisi SOx dan partikulat logam berat merkuri pada pembakaran batubara peringkat rendah yang ada di Aceh melalui penyerapan menggunakan bentonit alam yang juga terdapat di Aceh (juga di daerah lain di Indonesia). Penggunaan bentonit dapat mengurangi emisi gas SO2 dan partikulat trace metal Hg dalam gas buang dan abu terbang. Bentonit dapat meningkatkan afinitas atau gaya tarik menarik antara Hg dan mineral-mineral dalam bentonit dan sekaligus menurunkan afinitas Hg terhadap S atau SO2. Konsentrasi bentonit dalam kajian ini, tanpa kalsinasi dan langsung dicampur dalam batubara, adalah 0 – 16% dan temperatur pembakaran adalah 700 – 900oC. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kondisi maksimum penyerapan sulfur dan/atau SO2 serta merkuri terjadi pada kandungan bentonit 6% dan temperatur 700oC.

KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BATUBARA PERINGKAT RENDAH, CANGKANG SAWIT DAN CAMPURANNYA DALAM FLUIDIZED BED BOILER

REAKTOR Volume 12, Nomor 4, Desember 2009
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.095 KB)

Abstract

Penggunaan biomassa di unit pembangkit tenaga listrik sudah banyak dilaporkan oleh banyak peneliti dan praktisi. Tetapi, data untuk pembakaran cangkang sawit baik sebagai bahan bakar utama maupun pendamping sangat terbatas. Dalam studi ini, karakteristik pembakaran batubara peringkat rendah, cangkang sawit dan campurannya dalam fluidized bed boiler sudah dipelajari. Pada pembakaran batubara/cangkang sawit parameter pembakaran seperti konsentrasi gas, temperatur unggun dan efisiensi pembakaran dikaji terhadap efek udara berlebih (rasio udara/bahan bakar) dan ukuran partikel. Dalam pembakaran campuran, parameter-parameter tersebut dikaji terhadap pengaruh udara berlebih dan komposisi bahan bakar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa efisiensi pembakaran maksimum untuk pembakaran batubara didapatkan pada udara berlebih tinggi (50%) dan ukuran partikel kecil (60+ mesh). Sedikit perbedaan teramati pada temperatur unggun dimana nilai maksimum muncul pada udara berlebih rendah (30%) tetapi ukuran partikel sama. Seperti yang diharapkan, fenomena yang sama juga terjadi untuk pembakaran cangkang sawit. Lebih lanjut, pada pembakaran campuran efisiensi pembakaran maksimum juga terjadi pada udara berlebih tinggi (50%) dan rasio bahan bakar (% berat) 50:50 untuk ukuran partikel 60+ mesh. Sama halnya dengan pembakaran batubara, temperatur unggun maksimum juga terlihat pada udara berlebih 30% dan rasio cangkang/batubara 20:80.

STUDI PENGGUNAAN KATALIS ABU SABUT KELAPA, ABU TANDAN SAWIT DAN K2CO3 UNTUK KONVERSI MINYAK JARAK MENJADI BIODIESEL

REAKTOR Volume 13, Nomor 4, Desember 2011
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.026 KB)

Abstract

A STUDY ON THE UTILIZATION OF OIL PALM FIBRE AND FRUIT BUNCH ASH AND K2CO3 FOR CATALYTIC CONVERSION OF JATHROPA OIL TO BIODIESEL. Study on the use of coconut fiber ash, palm bunch ash and K2CO3 as the catalysts for conversion of jatropha oil into biodiesel using methanol solvent has been done. The biodiesel is produced by converting unpurified jatropha oil over catalyst through transesterification reaction. The catalysts are burned at temperature of 500, 600, 800 and 900oC for 10 hours. Transesterification reaction is conducted in three-neck flask at constant temperature of 60oC for 3 hours. The results showed that the unburned and burned coconut fiber ashes at 800oC catalysts give the highest biodiesel yield (87.05 and 87.97%) with low soap content (0.23-0.26%). The characteristic of biodiesel produced over those catalysts met the Indonesian and international quality standards, therefore those catalysts can be used as substitute for K2CO3 commercial catalyst.Abstrak   Studi penggunaan katalis abu sabut kelapa, abu tandan sawit dan K2CO3 untuk konversi minyak jarak menjadi biodiesel dengan pelarut metanol telah dilakukan. Biodiesel dibuat melalui konversi minyak jarak yang belum dimurnikan, menggunakan katalis, melalui reaksi transesterifikasi. Katalis-katalis tersebut dipijarkan pada temperatur 500, 600, 800 dan 900oC selama 10 jam. Reaksi dilangsungkan dalam labu leher tiga pada temperatur konstan 60oC selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan katalis abu sabut kelapa tanpa pemijaran dan dengan pemijaran pada 800oC memberikan perolehan biodiesel tertinggi (87,05 dan 87,97%) dengan kadar sabun rendah (0,23-0,26%). Karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari penggunaan katalis-katalis tersebut ini telah sesuai dengan syarat mutu yang ditetapkan oleh Standar Indonesia dan Internasional, sehingga katalis-katalis tersebut layak digunakan sebagai pengganti katalis K2CO3 komersial

Modeling and Simulation on NOx and N2O Formation in Co-combustion of Low-rank Coal and Palm Kernel Shell

Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.21 KB)

Abstract

NOx and N2O emissions from coal combustion are claimed as the major contributors for the acid rain, photochemical smog, green house and ozone depletion problems. Based on the facts, study on those emissions formation is interest topic in the combustion area. In this paper, theoretical study by modeling and simulation on NOx and N2O formation in co-combustion of low-rank coal and palm kernel shell has been done. Combustion model was developed by using the principle of chemical-reaction equilibrium. Simulation on the model in order to evaluate the composition of the flue gas was performed by minimization the Gibbs free energy. The results showed that by introduced of biomass in coal combustion can reduce the NOx concentration in considerably level. Maximum NO level in co-combustion of low-rank coal and palm kernel shell with fuel composition 1:1 is 2,350 ppm, low enough compared to single low-rank coal combustion up to 3,150 ppm. Moreover, N2O is less than 0.25 ppm in all cases.Keywords: low-rank coal, N2O emission, NOx emission, palm kernel shell

A Comparison of Energy Profile between Castilla Leon, Spain and Aceh, Indonesia

Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.652 KB)

Abstract

A comparative study on energy production and consumption between Aceh, Indonesia and Castilla León, Spain has been conducted. Analysis was carried out on the statistical data such as population, GDP, energy production and energy consumption. Some interesting results were obtained. An average energy production during 2001 – 2004 in Aceh is up to 28 times of the average energy production in Castilla León; however, the average energy consumption during those four years is only 16.74% of the average energy consumption of Castilla León. Aceh's average GDP from 2001 to 2004 is 3,357.16 million Euros, stands at only 8.15% of Castilla León's average GDP about 41,175.75 million Euros.Keywords: economic growth, final energy consumption, GDP, primary energy production

Pengaruh Penambahan Biji Jarak dalam Briket Campuran Batubara Peringkat Rendah dan Cangkang Sawit (Bio-Briket) terhadap Laju Pembakarannya

Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 9, No 1 (2011): Desember 2011
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.43 KB)

Abstract

Penggunaan biomassa sebagai bahan bakar pendamping, disamping untuk mereduksi emisi gas yang dihasilkan selama proses pembakaran, juga ditujukan untuk mempermudah penyulutan awal batubara. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengamati pengaruh kandungan perekat dan rasio bahan bakar terhadap laju pembakaran bio-briket yang dibuat dengan mencampurkan batubara peringkat rendah dan cangkang sawit. Perekat yang digunakan dalam riset ini adalah biji jarak pagar. Kandungan perekat dalam bio-briket adalah (% berat) 25, 20, 15, 10, dan 5. Rasio batubara terhadap cangkang sawit adalah (dalm berat) 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, dan 50:50. Laju pembakaran didefenisikan sebagai combustion weight-loss ratio (CWR). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perubahan kandungan perekat (biji jarak) tidak memberikan efek yang signifikan terhadap laju pembakaran, tetapi rasio bahan bakar memperlihatkan pengaruh yang lebih seignifikan dimana laju pembakaran meningkat dengan meningkatnya jumlah cangkang sawit dalam bio-briket.

Karakteristik Pembakaran Beberapa Jenis Biomassa dalam Fluidized Bed Boiler

Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.132 KB)

Abstract

Pembakaran biomassa dalam rangka memproduksi energi termal untuk menghasilkan utilitas lain dapat dilakukan dengan mengkonversi energi tersebut ke bentuk energi lain. Boiler dengan unggun terfluidisasi dipilih sebagai teknologi konversi energi termal menjadi energi listrik, karena kukus yang diproduksi dapat digunakan untuk menggerakkan turbin yang dikopling dengan generator listrik. Unit dimana proses pembakaran berlangsung, yaitu ruang bakar dan freeboard dipilih sebagai target pengamatan untuk mengevaluasi kinerja boiler tersebut. Hasil pengamatan terhadap pembakaran tiga jenis biomassa, serpihan kayu ketam, kulit pinang dan ranting kayu kering, memperlihatkan bahwa masing-masing jenis biomassa memiliki karakteristik pembakaran tersendiri. Temperatur pembakaran maksimum untuk serpihan kayu ketam dan ranting kayu kering didapatkan pada waktu pembakaran 30 detik, sementara untuk kulit pinang pada 20 detik. Hasil yang sangat menarik adalah ditemukan bahwa temperatur maksimum dapat ditingkatkan dengan mengubah sistem pengumpan bahan bakar. Sistem pengumpan antara memberikan temperatur maksimum yang lebih tinggi dibanding dengan sistem pengumpan biasa.

Physical Characterization and Desulfurization of Biobriquette Using Calcium-Based Adsorbent

Makara Journal of Technology Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Combustion of coal and co-combustion of their co-fuel contribute to gas emissions. Among the gas emissions are SOx, NOx, CO and CO2. Introduction of calcium based adsorbent is addressed to absorb SO2 that release to the atmosphere during the combustion process. Objective of the research is at first to observe the physical characteristics of biobriquettes as a function of briquette compositions (coal to palm kernel shell ratios) and Ca/S ratios (Ca in adsorbent and S in briquette) using a natural adsorbent (shellfish waste). The second objective is to investigate desulfurization characteristics as a function of Ca/S ratios and desulfurization temperatures at coal to palm kernel shell ratio of 90:10 (wt %). Ratios of coal to palm kernel shell in this study are 90:10, 80:20, 70:30, 60:40 and 50:50; and Ca/S ratios are 1:1, 1.25:1, 1.5:1, 1.75:1 and 2:1. Binding agent used is the mixture of Jatropha curcas seeds and starch as much as 10% (wt). It was found that introducing the palm kernel shell and adsorbents in the coal briquette affect the water resistant and compressive strength. The highest water resistance and compressive strength were 5,165 second and 34 kg/cm2, respectively. The lowest SO2 level found in this study was 1 ppm for all Ca/S ratios, except for 1:1.

CDM Potential in Palm Solid Waste Cogeneration as an Alternative Energy in Aceh Province

Makara Journal of Technology Vol 16, No 2 (2012)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empty Fruit Bunch (EFB) as a solid waste in Crude Palm Oil (CPO) industry does not utilized yet as an alternative energy source to generate electricity. It is well known that use of solid wate (biomass) as an energy source is part of the Clean Development Mechanism (CDM) scheme due to direct reduction of Green House Gases (GHGs) emission and provide a direct contribution to sustainable development. Utilization of EFB as a source of energy is very potential to be implemented in Aceh since this province has 25 CPO Mills at the moment which actively produce about 870,000 ton EFB per year. This study is subjected to evaluate the potency of electricity  from EFB theoretically by using primary data (survey data) and secondary data. Potency of EFB and number of electricity produced from that EFB are estimated using primary data and direct combustion scenario, respectively. Calculation methods for emission reduction acieved are done by AMS-I.D: Renewable electricity generation to the grid and AMS-III.E: Methane emissions avoided from dumping at a solid waste disposal site. The result of this investigation shows that energy consumption in 25 CPO Mills is 45 GW(e)h per year. Evidently, the number of energy/electricity which is potential to be produced by using 75% EFB is 1,047 GWh per year; so that the GHGs emission reduction up to 171,232.21 tCO2e per year.

KAJIAN PENAMBAHAN SELULOSA MIKROBIAL NATA DE COCO DAN ZAT ADITIF TERHADAP SIFAT FISIK KERTAS BATANG PISANG ABAKA (Study of The Addition of Microbial Cellulose Nata de Coco and Additives towards Physical Characteristics of Abaca Banana Stem Based Paper)

Jurnal Hasil Penelitian Industri Vol 29, No 2 (2016)
Publisher : Baristand Industri Banda Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of cellulose derived from wood as a raw material for pulp and paper inIndonesia increases gradually. This condition leads to deforestation in Indonesia and causes various sideeffects on the environment. The objective of this research is to study the effect of the addition of microbialcellulose nata de coco and additives towards physical characteristics of abaca banana stem paper byusing Peroxide Alkaline Pulping (APP) method. The combination of microbial cellulose pulp nata de cocoand banana stem pulp ratio of 0:100 ; 25:75 ; 50:50 ; 75:25 ; 100:0 and the addition of additives to themix the pulp with variations (b/b): without additives, tapioca (1%, 3% and 5%) and kaolin (5%, 10%, and15% used in the process of forming a sheet of paper. The results showed the addition of a bit of microbialpulp cellulose and pulp stems of the banana abaca could improve the physical strength of paper withgrammage 157.13 gr/m², a thickness of 0.0058 mm, water content of 4.48%, water absorption of 22.21%,tensile resistance 5 kN/m and elongation of 38.59%.