Articles

Found 26 Documents
Search

PERBEDAAN ABNORMAL RETURN PADA SEKTOR KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PERISTIWA PILKADA GUBERNUR DKI JAKARTA 20 SEPTEMBER 2012 Permana, Henry Tirta; Mahadwartha, Putu Anom; Sutejo, Bertha Silvia
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menguji kandungan informasi peristiwa politik pilkada Gubernur DKI Jakarta pada 20 September 2012. Adanya kandungan informasi ini diteliti dengan mengetahui perbedaan abnormal return yang terjadi antara sebelum dan sesudah peristiwa pilkada.   Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode pengujian Uji Wilcoxon signed-rank. Penelitian ini menggunakan indeks sektor keuangan. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan 100 hari periode estimasi dan 21 hari periode jendela. Jenis data yang dipakai adalah closing price harian dari indeks sektor keuangan.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan abnormal return positif yang signifikan pada hari ke 5. Hal ini menunjukkan bahwa pasar bereaksi terhadap peristiwa pilkada Gubernur DKI Jakarta.
PENGARUH PROFITABILITY, ASSET TANGIBILITY, SIZE, GROWTH TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2013 Yenny, Yenny; Mahadwartha, Putu Anom; Sutejo, Bertha Silvia
CALYPTRA Vol 4 No 1 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.694 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel : Profitability, Asset Tangibility, Size, dan Growth terhadap Struktur Modal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda dan data panel. Penelitian ini menggunakan sampel berupa perusahaan di sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2011-2013. Jumlah sampel yang digunakan adalah 75 perusahaan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pada sektor manufaktur, variabel Asset Tangibility, Size, Growth tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal (debt). Sedangkan variabel profitability berpengaruh signifikan terhadap struktur modal (debt).
CONFLICT OF INTEREST ON OWNERSHIP VERSUS FREE CASH FLOW: DIVIDEND POLICY EFFECTIVENESS Mahadwartha, Putu Anom
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 22, No 4 (2007): October
Publisher : Journal of Indonesian Economy and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mempunyai masalah keagenan yang unik. Konflik antara prinsipal denganprinsipal lebih mempengaruhi nilai perusahaan dibandingkan konflik antara prinsipaldengan manajer (agen). Kebijakan dividen memegang peranan penting dalam mengatasimasalah keagenan. Dividen dapat menjadi mekanisme pengikat (bonding) untuk mengikatkepentingan manajemen dengan kepentingan pemegang saham. Selain itu aliran kasbebas, dan aset sebagai kolateral (collateral assets) juga memegang peranan pentinguntuk mengurangi masalah keagenan antara pemegang saham dengan pemegang utang(debtholders). Aset kolateral merupakan mekanisme covenant utang untuk mengurangikonflik antara pemegang saham dengan pemegang utang (debtholders).Penelitian ini menguji hipotesis substitusi dalam teori keagenan antara dividen danstruktur kepemilikan (manajerial dan outsiders). Penelitian ini berargumen walaupunkebijakan dividen, dan struktur kepemilikan (manajerial dan outsiders) merupakanmekanisme untuk mengurangi konflik keagenan namun semua mekanisme yang ada selalusaling meniadakan, karena manajemen sangat memperhatikan biaya keagenan dariadanya pengendalian konflik keagenan. Sedangkan kaitan antara struktur kepemilikan,aliran kas bebas, dan aset kolateral juga mempunyai efek yang berbeda terhadap dividen.Penelitian ini menguji lima hipotesis yaitu hipotesis mengenai efek substitusi, asetkolateral, dan hipotesis pengaruh aliran kas bebas dalam menpengaruhi dividendibandingkan dengan struktur kepemilikan. Sampel adalah perusahaan non-keuanganyang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) selama perioda1995 sampai dengan 2004. Penelitian ini menggunakan model Logit dengan Andrew danHosmer-Lemeshow Goodness-of-Fit Tests, dan Wald test untuk menguji hipotesis. Hasilpenelitian mendukung hipotesis substitusi, dan aset kolateral sebagai debt covenant.Hipotesis mengenai aliran kas bebas tidak terdukung. Hal ini mengindikasikan bahwamanajer tidak bersedia mengorbankan aliran kas bebas untuk pemegang saham, sehinggakebijakan dividen dalam mengendalikan konflik keagenan kurang efektif di Indonesia.Masalah keagenan melalui ekspropriasi aliran kas bebas oleh manajer tidak berdampakbesar pada nilai perusahaan dibandingkan dengan ekspropriasi aliran kas bebas olehpemegang saham mayoritas.Keywords: Ownership Structures, Free Cash Flow, Dividend Policy, Agency Theory
PREDICTABILITY POWER OF DIVIDEND POLICY AND LEVERAGE POLICY TO MANAGERIAL OWNERSHIP: AN AGENCY THEORY PERSPECTIVE Mahadwartha, Putu Anom
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 18, No 3 (2003): July
Publisher : Journal of Indonesian Economy and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.189 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan dari Mahadwartha (2002b) yang mengguna-kan Logit model untuk mengetahui kemampuan prediksi kebijakan leverage dan dividen terhadap kepemilikan manajerial. Variabel leverage dan dividen sudah memisahkan antara kepentingan manajemen dan inside shareholders dengan outside shareholders. Penelitian ini juga menggunakan logit model, dengan modifikasi utama yaitu variabel kepemilikan manajerial menggunakan lead satu tahun kedepan (t+1), penambahan variabel kontrol aktiva lancar untuk meningkatkan kemampuan prediksi model dan periode sampel dari tahun 1993 sampai dengan 2001.Penelitian-penelitian sebelumnya hanya menggunakan variabel kepemilikan manajerial tanpa lead satu tahun kedepan (t+1). Penelitian ini berargumentasi bahwa kebijakan utang dan dividen mempunyai dampak yang lebih besar pada kepemilikan manajerial satu tahun kedepan (t+1) dibandingkan tahun yang berjalan (t0).Hasil penelitian menunjukkan konsistensi kemampuan prediksi kebijakan leverage serta dividen terhadap kepemilikan manajerial, dan kemampuan prediksi leverage dan dividen semakin meningkat dibandingkan penelitian Mahadwartha (2002b) yang hanya mengguna-kan kepemilikan manajerial tanpa lead (t0). Hubungan variabel leverage dan dividen dengan kepemilikan manajerial adalah negatif dengan besaran yang semakin meningkat. Hal ini sesuai dengan prediksi oleh teori keagenan bahwa terdapat efek substitusi antara kepemilikan manajerial dengan kebijakan utang dan dividen dalam mekanisme pengawasan (monitoring) dan pengikatan (bonding). Hasil ini juga menunjukkan bahwa kebijakan utang dan dividen lebih baik dalam menjelaskan program kepemilikan manajerial satu tahun kedepan.Kata Kunci: agency theory; lead; managerial ownership; leverage; dividend.
PENGARUH PROFITABILITY, ASSET TANGIBILITY, SIZE, GROWTH TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2013 Yenny, .; Mahadwartha, Putu Anom; Sutejo, Bertha Silvia
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 4, No 1 (2015): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel : Profitability, Asset Tangibility, Size, dan Growth terhadap Struktur Modal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda dan data panel. Penelitian ini menggunakan sampel berupa perusahaan di sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2011-2013. Jumlah sampel yang digunakan adalah 75 perusahaan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pada sektor manufaktur, variabel Asset Tangibility, Size, Growth tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal (debt). Sedangkan variabel profitability berpengaruh signifikan terhadap struktur modal (debt).
PENGUJIAN DEBT FINANCED DIVIDEND PADA PENGARUH KEBIJAKAN UTANG TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DAN KEPUTUSAN INVESTASI Kurnia, Stevani Putri; Mahadwartha, Putu Anom; Utami, Mudji
Jurnal Manajemen Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.384 KB)

Abstract

This study analyzes the effect of debt policy on dividend policy and investment decision on corporate manufacturing industry sector in IDX the period of 2009-2013. This study uses a quantitative approach to multiple linear regression analysis model. This study uses a sample of firms / companies who are in the manufacturing industry sectors in IDX period of 2009-2013. This study finds that debt policy doesn’t have significant effect on dividend policy, while control variable, MBVE has negative significant effect on dividend policy. Debt policy has positive significant effect on investment decision while MBVE doesn’t have significant effect on investment decision on manufacturing industry sector in IDX the period of 2009-2013.Keywords: Kebijakan Utang, Dividen, Investasi, Teori Keagenan
Uji Model Keseimbangan Teori Keagenan: Pengaruh Kebijakan Utang dan Kebijakan Dividen Terhadap Kepemilikan Manajerial [Testing a Model of Balance Agency Theory: The Influence of Policy Liabilities and Dividend Policy towards Managerial Ownership] Liviani, Shiela; Mahadwartha, Putu Anom; Wijaya, Liliana Inggrit
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 11, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v11i1.191

Abstract

This study aims to analyze the balancing model of agency theory in the effect of debt policy and dividend policy to managerial ownership in manufacture sector companies, which are listed in Indonesia Stock Exchange. Companies in Indonesia tend to have concentrated ownership structure. This condition is contradictory to the previous studies which mostly done in the widely ownership-dispersed countries. Balancing model argues that there is a trade-off between each monitoring and controlling mechanism, i.e. the effect of debt policy to managerial ownership and dividend policy to managerial ownership. This study uses a quantitative approach with fixed effect logistic regression model to analyze the data. Total sample of this study is 1,060 observations of 106 listed Indonesian manufacture firms during the period of 2004-2014. This study found debt policy to be a significant and negative determinant of the level of managerial ownership, as predicted by balancing model of agency theory. This study also found dividend policy has an insignificant positive effect to the level of managerial ownership, which rejected the balancing model of agency theory in the effect of dividend policy to managerial ownership.Penelitian ini bertujuan untuk menguji model keseimbangan teori keagenan pada pengaruh kebijakan utang dan kebijakan dividen terhadap kepemilikan manajerial dalam perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Struktur kepemilikan dalam perusahaan-perusahaan di Indonesia cenderung terkonsentrasi. Kondisi ini berbeda dengan penelitian terdahulu yang banyak dilakukan di negara yang struktur kepemilikannya cenderung tersebar. Model keseimbangan menyatakan bahwa terdapat trade-off antar suatu mekanisme pengawasan dan pengendalian dengan mekanisme lainnya, yaitu pengaruh kebijakan utang terhadap kepemilikan manajerial dan kebijakan dividen terhadap kepemilikan manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan fixed effect logistic regression model untuk menganalisis data. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1.060 observasi dari 106 perusahaan sektor manufaktur di Indonesia selama periode 2004-2014. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan utang berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kepemilikan manajerial, seperti yang diprediksi oleh model keseimbangan teori keagenan. Penelitian ini juga menemukan bahwa kebijakan dividen memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap tingkat kepemilikan manajerial, yang mana menolak model keseimbangan teori keagenan dalam pengaruh kebijakan dividen terhadap kepemilikan manajerial.
Uji Empiris Nisbah Keuangan Leverage, Indebtedness dan Produktivitas sebagai Pembeda Pertumbuhan Earning di Masa Krisis Mahadwartha, Putu Anom
Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi Vol 2, No 2 (2002)
Publisher : Fakutas Ekonomi Unika Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5595.136 KB)

Abstract

The research focused on the investigation of two variables: interest rate cost and sales, one of them is able to differentiate positive and negative earnings among firms. Sales level proxies by productivity ratio and interest rate cost proxies by leverage and indebtedness ratio. Discriminant analysis was used and the result supported the null hypothesis that indebtedness ratio (proxy for interest rate cost) dominantly differentiates firm with positive earnings from firms with negative earnings in the period of crisis.
PENGUJIAN BIAS PERILAKU: GAMBLER’S FALLACY, HALO EFFECT, DAN FAMILIARITY EFFECT DI PASAR MODAL INDONESIA Djojopranoto, Riana Rahmawati; Mahadwartha, Putu Anom
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.841 KB) | DOI: 10.21002/jaki.2016.08

Abstract

This study aims to examine the biased behavior of investor in uptrend and/or downtrend market in Indonesian stock exchange. Behavioral bias is indicated by three variables: gambler’s fallacy, halo effect, and familiarity effect. Data were collected using questionnaire and distributed to 384 respondents. First, questionnaires were analyzed using frequency distribution. Second, questionnaires were assessed using Likert scale and analyzed using one sample t-test and paired t-test to answer the hypothesis and research questions. The result shows that gambler’s fallacy exists in investors when they trade in uptrend stock market, but does not exist in downtrend stock market. Halo effect does not exist when they trade in uptrend and downtrend stock market. Meanwhile, familiarity effect exists when they trade in uptrend and downtrend stock market. In uptrend stock market, familiarity effect was greater than that of the downtrend stock market. Based on the result, this research concluded that in general, investors in Indonesian stock market are irrational in decision making process. In the uptrend market, behavioral bias is potentially greater than that in the downtrend market as indicated by the occurrence of gambler’s fallacy and familiarity effect. Meanwhile, in the downtrend market, the behavioral bias is indicated by familiarity effect.---Penelitian ini bertujuan untuk menguji bias perilaku yang terjadi pada investor saat kondisi uptrend dan downtrend di pasar modal Indonesia. Bias perilaku diteliti melalui 3 variabel: gambler’s fallacy, halo effect, dan familiarity effect. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 384 responden. Pertama, kuesioner dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Kedua, kuesioner diberikan nilai menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan one sample t-test dan paired t-test untuk menjawab hipotesis dan pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambler’s fallacy terjadi pada investor saat kondisi uptrend, tetapi tidak terjadi saat kondisi downtrend. Halo effect tidak terjadi pada investor, baik ketika kondisi uptrend dan downtrend. Sementara itu, familiarity effect terjadi pada investor saat kondisi uptrend dan downtrend. Familiarity effect terjadi lebih besar saat kondisi pasar modal mengalami uptrend. Berdasarkan hasil penelitian ini, secara umum, investor di pasar modal Indonesia mengambil keputusan secara irasional. Saat kondisi uptrend, perilaku bias berpeluang lebih besar terjadi dibandingkan saat kondisi downtrend, yang diindikasikan dengan terjadinya gambler’s fallacy dan familiarity effect. Sementara itu, saat kondisi downtrend, perilaku bias diindikasikan dengan terjadinya familiarity effect.
PEMBENTUKAN DAN PENGUJIAN PORTFOLIO SAHAM-SAHAM OPTIMAL: PENDEKATAN SINGLE INDEX MODEL Mahadwartha, Putu Anom; Gunawan, Pranata Yandi
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 20, No 4 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2016.v20.i4.62

Abstract

Buying stock is one of the way investors do to obtain profit from their money. Every investor should consider two important things, return and risk. To minimize the risk, one can diversify their investment by creating optimal portfolio, which consists of different stocks with optimal return and certain degree of risk. The aim of this research was to establish and determine the optimization of optimal portfolio composed by LQ45 stocks over the period of February 2011 to January 2015. The research was trying to create optimal portfolio from thirty-eight non-financial companies stocks listed in LQ45 using single index model. From the research, the optimal portfolio is composed of TLKM (PT Telkom Indonesia Tbk), BMTR (PT Global Mediacom Tbk), JSMR (PT Jasa Marga Tbk), SSIA (PT. Surya Semesta Internusa Tbk), AKRA (PT AKR Tbk), MNCN (PT Media Nusantara Citra Tbk), WIKA (PT Wijaya Karya Tbk), ASII (PT Astra International Tbk), KLBF (PT Kalbe Farma Tbk), ASRI (PT Alam Sutera Realty Tbk), UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk), ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk), SMGR (PT Semen Indonesia Tbk), and only able to be used for six months. The optimal portfolio gives 0.242% returns for a week with 1.122 value of beta. Majority of the aggressive portfolio have higher return toward risk then portfolio moderate and conservative.