Articles
63
Documents
MANAJEMEN TATA RUANG (PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU) DI KABUPATEN KENDAL

Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan penduduk yang pesat memberikan implikasi pada tekanan terhadap pemanfaatan lahan. Menurunnya kualitas dan kuantitas ruang terbuka publik yang telah mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan. Untuk membangun lingkungan masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan serta mengajak semua pihak berpartisipasi menjaga sumber daya alam yang ada dengan melakukan penataan ruang terbuk hijau.Untuk mendukung Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kendal maka pemerintah Kabupaten Kendal menyediakan lahan pertanian lestari seluas 22 ribu hektar. Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau mengamanatkan luas minimal sebesar 30 % dari total luas wilayah kota yang terdiri dari 20 % RTH Publik dan 10 % RTH Privat. Kabupaten Kendal sendiri baru berhasil melakukan penataan RTH seluas 121.914,53m² dari total luas wilayah, yaitu 1.002, 23km². Dari data tersebut diketahui bahwa jumlah ruang terbuka hijau di Kabupaten Kendal masih kurang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen dalam penataan ruang terbuka hijau serta untuk mengetahui peluang dan hambatan penataan ruang terbuka hijau di Kabupaten Kendal.Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen penataan ruang terbuka hijau belum menunjukan hasil yang baik, dimana pada tahap perencanaan pemkab Kendal belum memiliki perda sendiri sebagai pedoman penataan ruang terbuka hijau, pada tahap pengarahan Standard Operating Procedure belum terlaksana dengan baik. Kemudian pada tahap pengawasan pun, untuk pemberian insentif dan disinsentif belum berjalan seperti sebagaimana mestinya. Hambatan seperti minimnya dana, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia menyebabkan penataan ruang terbuka hijau menjadi kurang maksimal.Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah pembuatan perda sebagai pedoman dan payung hukum penataan ruang terbuka hijau di Kabupaten Kendal, pemenuhan Standard Operating Procedure, menambah jumlah tenaga ahli dalampenataan ruang terbuka hijau, pemberian insentif dan disinsentif, pemenuhan sarana serta prasarana untuk mendukung penataan ruang terbuka hijau di Kabupaten Kendal.

STUDI KINERJA ORGANISASI DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN SUKOHARJO

Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Land Office of Sukoharjo district is a vertical institution of the National Land Agency (BPN), which was and is directly responsible to the Head of BPN Regional Office of Central Java Province that serving community activities in soil sertification in Sukoharjo District. Land Office of Sukoharjo district is a land office by the number of applicants the second largest land title services in Central Java Province.This study aims to identify and analyze the support factors and hinder organizational performance in Land Office of Sukoharjo District, so as to know what needs to be improved and sustained performance.The supporting factors and inhibiting factors are identified and analyzed from the organizational structure, policies, management, human resource management, technology, environment, organizational culture and leadership.In this study, researchers used a purposive technique. Data collection methods used were in-depth interviews and documentation techniques. This study shows that the supporting factors of the organizations performance at the Land Office of Sukoharjo District, among other things, policies related to the vision and mission management, human resource management through the aspects of compensation, incentives, and education and training, appropriate technology, environmental organizations, cultural organizations, and leadership. Limiting factor is the organizational structure in the aspect of unit size that shows the number of employees that are not balanced by a large request and sentraisasi decision making which is often prolonged vacancy, then from their own community who do not understand the procedures and delay in completing service file so that it becomes hampered the process.

EVALUASI KEBIJAKAN ALOKASI APBD DALAM PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2006-2010

Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reformasi sektor publik yang disertai adanya tuntutan demokratisasi menjadi suatu fenomena global termasuk di Indonesia. Salah satu output dari reformasi sektor publik khususnya dalam bidang pengelolaan keuangan daerah adalah alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah. Dengan adanya reformasi ini daerah diberi kebebasan untuk mengelola kekayaan daerahnya seoptimal mungkin untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga muncullah kebijakan otonomi daerah. Salah satu tujuan otonomi daerah adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Masalah yang muncul adalah terjadi ketimpangan yang cukup signifikan dalam pengalokasian anggaran pendapatan daerah terhadap anggaran belanja pegawai dan anggaran belanja pembangunan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji seberapa besar alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah terkait dengan ekonomi makro dalam hal ini pertumbuhan ekonomi dan terkait dengan pembangunan daerah. Upaya menjawab permasalahan ini dengan menggunakan teori evaluasi oleh Dunn yang digunakan untuk menarik kesimpulan. Dengan desain penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang positif antara alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah dengan ekonomi makro, khususnya pertumbuhan ekonomi. Dimana pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari pembangunan daerah, dalam hal ini pembangunan manusianya yang dapat dilihat dari kemampuan daya beli masyarakat yang dapat diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Laju Inflasi. Disarankan perlu adanya keseimbangan dalam penyusunan proporsi alokasi anggaran untuk belanja pegawai dan belanja pembangunan.

ANALISIS PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT DI KABUPATEN PATI

Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

secara maksimal telah mendorong penulis untuk melakukan penelitian denganjudul “Analisis Penerapan Electronic Government di Kabupaten Pati”.Permasalahan utama di dalam penelitian ini ialah : Bagaimana penerapanelectronic government di Kabupaten Pati? Apakah faktor-faktor yang mendorongdan menghambat pengembangan electronic government di Kabupaten Pati?Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan electronicgovernment di Kabupaten Pati dan untuk mengetahui faktor-faktor yangmendorong dan menghambat penerapan tersebut. Upaya menjawab permasalahandan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan elemen suksespengembangan e-Government menurut Harvard JFK School of Governmentantara lain support, capacity, dan value. Selain itu, juga menggunakan elemensukses pengembangan e-Government menurut Moon dalam Sistem InformasiManajemen yang terdiri dari willingness dan local culture. Data di dalampenelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dandokumentasi yang berkaitan dengan penerapan electronic government diKabupaten Pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Government diKabupaten Pati belum dapat berjalan secara maksimal karena terdapat faktorfaktorpenghambat yang mempengaruhi perkembangannya. Belum ada support didalam penerapan e-Government dengan tidak adanya political will daripemerintah. Capacity yang sangat terbatas dengan sumber daya finansial,infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia yang kurangmemadai. Tidak adanya willingness masyarakat Kabupaten Pati di dalammemanfaatkan fasilitas e-Gov serta adanya local culture dari masyarakat yanglebih menyukai cara manual daripada menggunakan media elektronik di dalammelakukan berbagai pekerjaan. Saran yang dapat diberikan guna meningkatankualitas pengembangan e-Government di Kabupaten Pati antara lain denganmengadaan sosialisasi pemanfaatan IT di lingkungan pemerintahan secara berkala,mengadakan kerjasama yang lebih luas dengan sektor swasta, peningkatan jumlahsarana prasarana infrastruktur, peningkatan SDM pegawai melalui pelatihan, serta sosialisasi secara kontinyu kepada masyarakat tentang keberadaan e-Governmentdan pemanfaatannya.

PERENCANAAN STRATEGIS DALAM PENYELENGGARAAN RUANG TERBUKA HIJAU ( RTH ) DI KOTA SEMARANG

Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategic planning is an effort that didisplikan to make important decisions and actions that shape and guide how to be an organization, what the organization is doing and why doing anything like that. with strategic planning to identify strategies that can be used in the implementation of green open space (RTH) in Semarang City by using the eight step strategic planning process by using SWOT analysis tool, as well as the litmus test processing basic. In the implementation green open space (RTH) in Semarang City can be created properly as mandated by Act - Act No. 26 Year 2007 About Spatial Planning.

PERENCANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KARATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT

Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is do the analysis afterwards the condition of tourism karaton surakarta hadiningrat, do the analysis afterwards environment both internally and externally to know a factor and supporter of the development of tourism, the economy and formulate a strategy to develop tourism. Used in the analysis method of analysis training strategic environment that exists in the development of tourism. This research using a descriptive qualitative research with the use of an informant who is derived from karaton surakarta hadiningrat as the management of tourist attractions museum karaton surakarta hadiningrat, the hotels and travel bureau of tourism as well as visitors karaton surakarta hadiningrat tourist attractions.The results of research that in tourism development strategy karaton surakarta indicated that during this condition has not been maintained, tourism potential optimally the environmental condition internal and external also is good but there are still deficient, the excess there are still on the weak quality of its human resources, the absence of education for employee dept. of tourism in the region, as well as several other supporting facilities and its appendages are lacking. To do the analysis afterwards environment internal and external then obtained a factor of the economy and supporters that affects in formulating strategies which will then tested using litmus test for measuring the degree of kestrategisan program by virtue of the score that exist.Of this research, advised to strategic programs that have been formulated carried out consistently and further improved with opens up the possibility for the emergence of inovasi-inovasi positive in its implementation.

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO KECIL MENENGAH, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DI KOTA TEGAL

Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Strategi Pengembangan Industri Kecil Menengah di DinasKoperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan KotaTegal bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Dinas Koperasi, UMKM,Perindustrian dan Perdagangan di Kota Tegal, menganalisis faktor pendorong danpenghambat dalam pengembangan industri kecil menengah, menilai ataumengevaluasi strategi yang telah ditetapkan oleh Dinas Koperasi, UMKM,Perindustrian dan Perdagangan Kota Tegal dalam mengembangkan industri kecilmenengah, serta untuk memberikan saran dan masukan terhadap strategi yang telahditerapkan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tegalagar lebih optimal.Fokus penelitian ini mengenai strategi pengembangan industri kecilmenengah di Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tegal.Informan yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu pihak Dinas Koperasi,UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tegal, pelaku dan tenaga kerja industrikecil menengah, serta masyarakat sekitar daerah industri kecil menengah. Penentuaninforman tersebut menggunakan teknik snowballing.Proses analisis yang dilakukan diawali dengan identifikasi lingkungan internaldan eksternal berdasarkan Renstra Dinas Koperasi, UMKM, Perindag Kota Tegal danhasil wawancara untuk melihat kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman dalampengembangan industri kecil menengah di Kota Tegal. Dari identifikasi lingkunganstrategis itu ditemukanlah isu-isu strategi yang selanjutnya disebut sebagai SO, ST,WO, dan WT. Langkah selanjutnya yaitu mengevaluasi atau menilai program ataustrategi yang telah disusun oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindag Kota Tegalberdasarkan hasil wawancara di lapangan dengan menggunakan tes litmus untukmenentukan tingkat kestrategisan program yang telah disusun. Sehingga diperolehpenetapan strategi pengembangan industri kecil menengah sebagai usaha intensifikasipelaksanaan program Renstra yang dapat diterapkan di Kota Tegal.

KAJIAN MOTIVASI DAN DISIPLIN PEGAWAI DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA SEMARANG

Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lack of motivation and discipline in the Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang has prompted the author to undertake the study, entitled Study of Motivation and Discipline Employees at the Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.This study aims to describe and analyze the motivation and discipline in the Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. The data was collected through the distribution of questionnaires to a sample population of 64 people and a number of 32 employees in the Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Type of research is descriptive research. The method of data analysis in this study using qualitative data analysis methods using frequency distribution table to find out the average results.The analysis showed that motivation and discipline in the Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang quite good, with a summary score of 2.88 and the motivation variable summary score variable discipline of 3.09.Recommendations from this study were (i) giving compliments to employees who successfully perform the job well, (ii) in accordance with tupoksi staffing, educational background, and experience of employees, (iii) enhance the relationship between subordinates with leadership, (iv ) the need for supervision and sanctions attached to a firm such as payroll deductions for employees who arrive late, (v) conducted similar research outside variables motivation and discipline.

Relations Work Ability, Discipline, and Job Satisfaction Work With Employee Performance Sub District Kedungwuni Pekalongan

Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every organization wants its employees to perform optimally. Theperformance results achieved are a person in carrying out the tasks assigned toemployees based on skills, experience, determination and time. One important aspectin realizing the success of employee performance is its ability of government officialswho work professionally. In addition to increased job satisfaction and workdiscipline. The study aims were to determine the relationship of work ability, jobsatisfaction and work discipline to the performance of district employees KedungwuniPekalongan district.This study uses a design or explanatory research design. The population inthis study were all employees of the District Kedungwuni Pekalongan district,amounting to 55 people. the unit of analysis in the form of an employee. Sampleswere taken by census sampling technique, in which all employees were targetedsampling. Techniques of data analysis using the Kendall rank correlation andKendall rank correlation W.Research findings indicate that there is a significant relationship between theability to work with employee performance, there is a significant relationshipbetween job satisfaction with the performance of employees, there is a significantrelationship between the discipline of working with employee performance, there is asignificant relationship between work ability, job satisfaction and disciplineperformance of work by employees in the District Kedungwuni Pekalongan district.Advice can be given to improve the performance of employees, by making theprocedures or standards of work that can be understood and implemented by allemployees. In addition to increasing the available facilities office supplies. Toimprove labor discipline by priventif approach.

KINERJA PELAKSANA GERDU KEMPLING DI KELURAHAN BULU LOR DAN PEKUNDEN KOTA SEMARANG

Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Journal of Public Policy and Management Review

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of the research is the effort of Semarang state Govermentto overcome the poverty and unemployment citizen in Semarang, named “GerduKempling, the acronym of Gerakan Terpadu bidang Kesehatan, Ekonomi,Pendidikan, Infrastruktur dan Lingkungan. The focus of this research is theperformance of operators Gerdu Kempling programme, especially theimplementation programme in Bulu Lor and Pekunden District, the threat andpromoter of the programme and how to increase the performance of implementorsprogramme. The method of the research and analysing data used qualitativeresearch with intensify interview to many respondens of distinguish status in theimplementation programme and also collect the secondary data of expert’scomments form some medias in Semarang.The result of collecting datas from some interviews and secondary datasshows according by the process, the performance of operators has fulfill GerduKempling’s schedule programme. But on the other side, the outcome of operatorsprogramme are not yet reach Gerdu Kempling’s aim, that is to change thebehavior and mental attitude of citizen target. It caused of lack guidance,less ofsocialization programme and limited of fund. Some respondens suggested toincrease the fund programme, and also to expand stakeholders participation.Last, the conclution of the research are first, the performance of operators GerduKempling’s programme the implementation programme in Bulu Lor and Pekunden District bythe process, they has fulfill Gerdu Kempling’s schedule programme. But the outcome ofoperator’s performance programme are not yet reach Gerdu Kempling’s aim, that is tochange the behavior and mental attitude of citizen target. Secondly, the threat of theprogramme are lack guidance,less of socialization programme and limited of fund. Thesuggestion to promoter of the programme are increase the fund programme, and also toexpand stakeholders participation.

Co-Authors A. Mesa Ramawinata Adam Setiawan, Adam Adika Kusuma Afit Yuniarti Agung Herlambang Luthfi Rahman Ailsa Rachma Diar, Ailsa Rachma Akor Sitepu Aloysius Rengga Ananda Rifqi Abdurrahman, Ananda Rifqi Anissa Ratna Widuri, Anissa Ratna Ari Subowo Arsyad Fathon, Arsyad Artika Bina Perdana Asilya, Sella Rizky Aufarol Marom Balqis Balqis Bekti Rahayu Bhanu Prawirasworo Dewi Rostyaningsih Dipika Fatma Nudiana Diyah Tri Mumpuni Djaja Rusmana Dyah Hariani Dyah Lituhayu Eka Yulia Rahmawati Ningsih, Eka Yulia Rahmawati Elisabeth, Mariska Endah Kusumaningjati Ferry Sandra Gabriella Constantia, Gabriella Habibah Faladinta, Habibah Hadi Dewanto HANA RATNAWATI Herbasuki Nurcahyanto Hesti Lestari I Dewa Gde Sathya Deva, I Dewa Gde Sathya Iklima Rahmoona Ilma Navik Irmawati Irmawati Kismartini Kismartini Marta Dinata Mei Praharani Meitisa Vanya Simanjuntak Mochammad Mustam Muhammad Tofan Nilam Adini Rakhma Nilam Yuniar Puspitasari Nina Widowati Nita Andelia Mandasari, Nita Andelia Nona Fitriana Nur Farida Sulsiah Nurul Fauziah Pande Putu Erawijantari, Pande Putu Priska Lamella Cahya Arsa Putri Widyanti R. Slamet Santoso Raga Syaikhu Akhmad, Raga Syaikhu Rahayu Ningtyas Ratri Mardikowati Regina Dhinna Mahardika Retno Setyaningsih Reynaldi Rizqi M Rezha Mehdi Bazargan, Rezha Mehdi Rihandoyo Rihandoyo Rike Dewi Puspitasari Riska Rahmawati Romansyah arindra Adhana, Romansyah arindra Roro Wahyudianingsih, Roro Slamet Santoso Sri Purwandani Sri Suwitri Susi Sulandari Sylvia Ayu Zuhaidha Tati Herlina Titik Djumiarti Tri Yuningsih Tri Yuniningsih Veronica Nimas Vika Restu Dian Saputri Wahyu Susihono WAHYU WIDOWATI Wendi Efri Saputro Widia Sari Dewi, Widia Sari Yayan Harry Yadi Yuanti, Yocky Yudha Bhakti Persada, Yudha Bhakti Yulia Frissari Sinaga Yusri Kurniawati, Yusri Yustianingsih Yustianingsih Zaenal Hidayat