Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS FINANSIAL USAHA SOMA PAJEKO (SMALL PURSE SEINE) KELURAHAN MANADO TUA I KOTA MANADO (Business Financial Analysis Soma Pajeko (Small Purse Seine) in Manado Tua I Village Manado City) Palit, Olyvie M.T; Tambani, Grace O.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) Vol 1, No 1 (2013): April 2013
Publisher : AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.536 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang analisis finansial usaha soma pajeko di kelurahan manado tua 1 kota manado. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha soma pajeko dan mempelajari analisis finansial usaha soma pajeko di kelurahan manado tua I kota manado. modal investasi yang diperlukan untuk memulai usaha dengan Small Purse Seine atau soma pajeko yaitu Rp. 544.000.000, sedangkan jangka waktu pengembalian Investasi selama 1 tahun 6 bulan. System bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Tenaga kerja dibutuhkan 15 – 20 orang pekerja. Kata Kunci : Analisis Finansial, Soma Pajeko, Manado Tua I
MANAJEMEN USAHA PERIKANAN JARING INSANG DASAR DI KELURAHAN MANADO TUA 1 KOTA MANADO Lanes, Stela; Pontoh, Otniel; Lumenta, Vonne
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) Vol 1, No 1 (2013): April 2013
Publisher : AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.536 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang manajemen usaha perikanan jaring insang dasar di Kelurahan Manado Tua 1. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji manajemen usaha perikanan yang mencakup modal usaha, hasil tangkapan, sistem pemasaran, sistem bagi hasil dan sistem tenaga kerja, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Berdasarkan hasil penelitian, modal yang dibutuhkan sebesar Rp.4.100.000. Hasil tangkapan ialah ikan yang tergolong demersal, sistem pemasaran dari nelayan, pedagang besar, pedagang pengecer, konsumen. Tetapi jika hasil tangkapan sedikit, sistem pemasaran yang dilakukan dari nelayan langsung kepada konsumen. Sistem bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Tenaga kerja yang dibutuhkan 3-4 orang. Kata Kunci: Manajemen Usaha, Jaring Insang Dasar, Manado Tua 1
KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN SOMA GIOP DI DESA LELEOTO KECAMATAN TOBELO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA Atihuta, Velsia Marlen D.; Aling, Djuwita R. R.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) Vol 1, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.536 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang keadaan sosial ekonomi nelayan pemilik alat tangkap soma giop di desa leleoto, Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara sensus terhadap obyek yang menjadi tujuan penelitian, yaitu semua nelayan pemilik alat tangkap soma giop yang berjumlah 5 orang. Rata-rata umur nelayan 31 tahun, dan nelayan soma giop yang memiliki pengalaman kerja, yaitu 35 tahun sampai 40 tahun. Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat kegiatan gotong royong dan masih adanya kebiasaan nelayan, yaitu minum minuman beralkohol. Hasil tangkapan tertinggi 7.403,33 kg dan terendah 33,33 kg. Sistem bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Kata Kunci: sosial ekonomi, soma giop, nelayan, rumah tangga, system bagi hasil
KONTRIBUSI WANITA PENJUAL IKAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI PASAR BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Musa, Wanda Ester Tika; Pontoh, Otniel; Lumenta, Vonne
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) Vol 3, No 5 (2015): (April 2015)
Publisher : AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.536 KB)

Abstract

Abstract The Woman’s participation in working is not only for equality of rights but generally the reason why the woman is looking for a job is family need. This Research aims to know social economy condition of woman who sells fish depend on their age, education, experiences, and kinds of fish, fish handling, marketing, venture capital for woman income level, husband income level and how far influence the woman income for the family. This research has done in Bahu market, Malalayang District Manado City. The Researcher used study case and for the collecting data by survey and the data has taken by purposive sampling method. The result refers to social aspect of the woman who has dominant age around 25-50 and the highest formal education in senior high school are 7 people and the lowest formal education is elementary school are 7 people. The experience of working is 2-45 years old and skilled. Their houses are semi permanent. The sources of fish are bersehati market, Karombasan market, TPI Jati, Pantai Bahu, Pantai Malalayang, and Pantai Tanawangko with 9 kinds of fish and non fish. They use ice and salt for fish handling. For the capital they need Rp. 300,000-500,000 a day, Income for the woman who sells the fish is around Rp. 5,257,955 a month, whereas husband’s income is around Rp. 2,862,727 a month. Contribution of the woman who sells fish is 64.75% and the husband’s contribution is 35.25%   Key words: contribution, woman, sells the fish, income Abstrak Partisipasi wanita tidak hanya menuntut persamaan hak, akan tetapi secara umum alasan perempuan bekerja adalah untuk membantu ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui sosial ekonomi wanita penjual ikan seperti umur, pendidikan, pengalaman, perumahan, sumber dan jenis ikan, penanganan ikan, pemasaran, modal usaha, tingkat pendapatan wanita penjual ikan dan tingkat pendapatan suami serta berapa besar kontribusi wanita penjual ikan terhadap pendapatan rumah tangga. Penelitian dilaksanakan di Pasar Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan dengan dasar studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan cara survei dan data diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dilihat dari aspek sosial wanita penjual ikan memiliki umur dominan 25 - 50 tahun dengan pendidikan tertinggi yaitu SMA berjumlah 7 orang dan terendah yaitu SD berjumlah 7 orang. Pengalaman kerja 2 - 45 tahun dan cukup terampil, tipe rumah dominan semi permanen. Sumber ikan dari beberapa tempat yaitu Pasar Bersehati, Pasar Karombasan, TPI Jati, Pantai Bahu, Pantai Malalayang, dan Pantai Tanawangko dengan 9 jenis ikan dan non ikan. penanganan ikan menggunakan es dan garam. Dalam menjual ikan modal yang diperlukan Rp.300.000 - Rp.5.000.000 per hari, hasil pendapatan keseluruhan wanita penjual ikan rata-rata Rp.5.257.955 per bulan, sedangkan pendapatan suami rata-rata Rp.2.862.727 per bulan. Kontribusi wanita penjual ikan terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 64,75% sedangkan kontribusi suami terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 35,25%. Kata Kunci : kontribusi, wanita, penjual ikan, pendapatan
ANALISIS PENDAPATAN DAN SISTEM BAGI HASIL NELAYAN JARING INSANG (GILL NET) MALOS 3 DI KELURAHAN MALALAYANG SATU TIMUR KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Dauhan, Rolandow L.; Andaki, Jardie A.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.588 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan : 1) menganalisis pendapatan nelayan jaring insang dalam kelompok penangkap ikan Malos 3 di Kelurahan Malalayang Satu Timur Kecamatan Malalayang Kota Manado dan 2) mengetahui sistem bagi hasil nelayan jaring insang dalam kelompok penangkap ikan Malos 3 di Kel. Malalayang Satu Timur Kec. Malalayang Kota Manado. Dasar penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu bentuk penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari suatu kasus tertentu pada obyek yang terbatas (Widi, 2010). Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif. Menurut Sugiyono (2008), metode analisis deskriptif merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan : 1) Kelompok nelayan Malos 3 merupakan kelompok nelayan yang memiliki aktivitas menangkap ikan dengan bebagai jenis alat tangkap, jaring dan pancing; 2) Aktivitas kelompok nelayan malos 3, tidak hanya melibatkan sesama anggota kelompok saja, hal ini terlihat dalam aktivitas pemasaran hasil tangkapan dijual ke pasar Bahu; 3)      Pendapatan kelompok nelayan didasarkan pada harga yang berlaku dengan menerapkan perhitungan harga yang berlaku terhadap jumlah ekor ikan maupun berdasarkan satuan ember ikan; dan 4) sistem bagi hasil kelompok nelayan menganut sistem sama rata sama rasa. Anggota kelompok yang melakukan aktivitas melaut akan mendapat bagian yang sama atas ikan hasil tangkapan maupun jumlah rupiah yang sama untuk ikan hasil penjualan. Kata kunci : Malos 3, nelayan, pendpaatan, system bagi hasil
KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN SOMA GIOP DI DESA LELEOTO KECAMATAN TOBELO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA Atihuta, Velsia Marle D.; Aling, Djuwitha R.R.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) Vol 2, No 3 (2014): (April 2014)
Publisher : AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.513 KB)

Abstract

Abstract The study was conducted aim to analyze the socio-economic condition of soma giop fishermen who’s Living in Leleoto fishing community, South Tobelo District, North Halmahera Regency, North Moluccas Province. Data was collected based in census method that is gathering data from all 5 owners of soma giop fishing gear. The result of study indicated that averagely the ages of fishermen are 31 years old with 35 to 40 years experiences working on this kind of livelihood. The study also found still there are mutual works among community members however, there are also bad custom to drink alcoholic beverages. The reset of study also found the maximum catch are 7,403.33 kg while minimum catch is 33.33 kg. The distribution system of catch is 50% for owners and 50% for vessel crews. Keywords: socio-economic, soma giop, fishermen, livelihood, distribution system of catch   Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang keadaan sosial ekonomi nelayan pemilik alat tangkap soma giop di desa leleoto, Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara sensus terhadap obyek yang menjadi tujuan penelitian, yaitu semua nelayan pemilik alat tangkap soma giop yang berjumlah 5 orang. Rata-rata umur nelayan 31 tahun, dan nelayan soma giop yang memiliki pengalaman kerja, yaitu 35 tahun sampai 40 tahun. Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat kegiatan gotong royong dan masih adanya kebiasaan nelayan, yaitu minum minuman beralkohol. Hasil tangkapan tertinggi 7.403,33 kg dan terendah 33,33 kg. Sistem bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Kata Kunci: sosial ekonomi, soma giop, nelayan, rumah tangga, system bagi hasil
KONTRIBUSI WANITA PENJUAL IKAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI PASAR BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Musa, Wanda Ester Tika; Pontoh, Otniel; Lumenta, Vonne
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) Vol 3, No 5 (2015): (April 2015)
Publisher : AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.946 KB)

Abstract

Abstract The Woman’s participation in working is not only for equality of rights but generally the reason why the woman is looking for a job is family need. This Research aims to know social economy condition of woman who sells fish depend on their age, education, experiences, and kinds of fish, fish handling, marketing, venture capital for woman income level, husband income level and how far influence the woman income for the family. This research has done in Bahu market, Malalayang District Manado City. The Researcher used study case and for the collecting data by survey and the data has taken by purposive sampling method. The result refers to social aspect of the woman who has dominant age around 25-50 and the highest formal education in senior high school are 7 people and the lowest formal education is elementary school are 7 people. The experience of working is 2-45 years old and skilled. Their houses are semi permanent. The sources of fish are bersehati market, Karombasan market, TPI Jati, Pantai Bahu, Pantai Malalayang, and Pantai Tanawangko with 9 kinds of fish and non fish. They use ice and salt for fish handling. For the capital they need Rp. 300,000-500,000 a day, Income for the woman who sells the fish is around Rp. 5,257,955 a month, whereas husband’s income is around Rp. 2,862,727 a month. Contribution of the woman who sells fish is 64.75% and the husband’s contribution is 35.25% Key words: contribution, woman, sells the fish, income Abstrak Partisipasi wanita tidak hanya menuntut persamaan hak, akan tetapi secara umum alasan perempuan bekerja adalah untuk membantu ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui sosial ekonomi wanita penjual ikan seperti umur, pendidikan, pengalaman, perumahan, sumber dan jenis ikan, penanganan ikan, pemasaran, modal usaha, tingkat pendapatan wanita penjual ikan dan tingkat pendapatan suami serta berapa besar kontribusi wanita penjual ikan terhadap pendapatan rumah tangga. Penelitian dilaksanakan di Pasar Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan dengan dasar studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan cara survei dan data diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dilihat dari aspek sosial wanita penjual ikan memiliki umur dominan 25 - 50 tahun dengan pendidikan tertinggi yaitu SMA berjumlah 7 orang dan terendah yaitu SD berjumlah 7 orang. Pengalaman kerja 2 - 45 tahun dan cukup terampil, tipe rumah dominan semi permanen. Sumber ikan dari beberapa tempat yaitu Pasar Bersehati, Pasar Karombasan, TPI Jati, Pantai Bahu, Pantai Malalayang, dan Pantai Tanawangko dengan 9 jenis ikan dan non ikan. penanganan ikan menggunakan es dan garam. Dalam menjual ikan modal yang diperlukan Rp.300.000 - Rp.5.000.000 per hari, hasil pendapatan keseluruhan wanita penjual ikan rata-rata Rp.5.257.955 per bulan, sedangkan pendapatan suami rata-rata Rp.2.862.727 per bulan. Kontribusi wanita penjual ikan terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 64,75% sedangkan kontribusi suami terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 35,25%. Kata Kunci : kontribusi, wanita, penjual ikan, pendapatan
KONDISI PERUSAHAAN PERIKANAN DI KOTA BITUNG PASCA MORATORIUM 2014 Sarempaa, Evan Sparta; Mantjoro, Eddy; Lumenta, Vonne
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.894 KB)

Abstract

AbstractNorth Sulawesi is one of the provinces in Indonesia which have large fisheries potential. The province has made the results of operations and marine fisheries as one of the featured products to spur increase revenue. Then formulated some questions that become problems in this study 1). How is the post-moratorium fishing company in Bitung 2). Is this moratorium policy implementation can enhance the progress of the fishing company in Bitung 3). How do enterprise solutions to meet the needs of the company, when applied moratorium on fishing in Bitung.This study aims to 1) .To obtain scientific data about the condition of the fishing company Post moratorium on fishing in Bitung 2) .To determine the effect of the implementation of the moratorium policy of the condition of the fishing company in Bitung. The method used in this research case study approach. Retrieval of data taken in two fishing companies, namely PT. Sari Tuna Makmur and PT. Blue Ocean Grace International in Bitung City District of Aertembaga, data collection is done by observation and in-depth interviews. 1.Conditions fishing company in Bitung post-moratorium by the Minister of Marine and Fisheries in November 2014 are as follows: a) The number of vessels decreased from 3,213 in 2014 to 2,222 in 2015 and then rose to 3,165 in 2016. b) Production of fish reduced from 111,315.53 in 2014 to 45208.52 in 2015 then production rises, namely 46522.77 2016. c) The increase in the market price of skipjack Winenet, Girian and TPI of the normal price 12500-14000, in 2014 rose to 17000-20000 in 2015 and 2016. As for the Tuna from the standard price of 32000-35000 in 2014 and rose to 50000-55000 in 2015 and 2016. Then for the fish Deho from 5000-8000 at the normal price in 2014, rose to 9000-12000 in 2015, and rose to 12,000-15,000 in 2016. d) Increased export of fishery company PT. STM of 196,034.50 in 2014 to 294,911.4 in 2015 and falling back to 200,403.95 in 2016. e) The increase in exports of fishery company PT. Bogi of 116,196.20 in 2015 to 285,797.3 in 2016. 2. Moratorium Policy turn out to be a positive impact on the companys progress fishery indicated by the decline in the economic sector in Bitung. 3. It was not able to improve the progress of the fishing company in the city of Bitung in general and in particular. 1. moratorium greatly affect the fishing company therefore Policy Minister about the moratorium should be revoked. 2. This study still needs further research is therefore suggested that interested readers can conduct advanced research.Keywords: fisheries, companies, moratorium, conditions
A study on management of mangrove and the knowledge of local community in Bahoi of West Likupang Subdistrict of North Minahasa District Lumenta, Vonne; Mandagi, Stephanus V.; Lasut, Markus T.
JURNAL ILMIAH PLATAX Vol 5, No 1 (2017): EDISI JANUARI - JUNI 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.381 KB)

Abstract

A study on community based mangrove management was conducted in Bahoi of North Minahasa District of North Sulawesi Province of Indonesia. This aims of the study were to examine the management of mangrove including community involvement in the whole processes as well as the institutional settings; to examine knowledge and atitute of the community of Bahoi toward the management processes; to find out its impacts to the community and marine ecosystems.   Methods used in this study were interviews and surveys. For the former, all key persons involving in the management including representative of government were interviewed. With the latter, 30 community members or around 10% of total population were randomly selected and requested to fill in questionnaries containing multiple choices questions to meet the objectives of the study. This study revealed that the management of mangrove has been projects driven activities since year 2000. Yet communities were partly involved in the management including during the establishment of organization and village Ordinance, the survey shows that only 30% of respondents actively involved. That is why 63% of respondent argue that the management processes is lacking and 23% recon that it should be improved. Moreover, 100% of respondents claim that they strongly support conservation of mangrove and other coastal resources; 90% of the respondent answer that cultural background (Sangiran ethnicity) drives their attitude about preserving the coastal resources. In terms of implication of the management mangrove and other coastal resources in Bahoi, they argue that it has resulted in improvement of income and a healthy mangrove ecosystem. Keywords: Mangrove, Management, Bahoi     Abstract Penelitian ini tentang pengelolaan mangrove berbasis masyarakat telah dilakukan di Desa Bahoi di Kabupaten Minahasa Utara Propinsi Sulawesi Utara Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses dan dinamika pengelolaan mangrove berbasis masyarakat khususnya tentang keterlibatan masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan terutama pengetahuan dan sikap masyarakat, serta dampak pengelolaan terhadap masyarakat dan ekosistem pesisir lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara (interview) dan survei. Wawanara telah dilakukan terhadap semua tokoh kunci yang terlibat dan mempengaruhi pengelolaan, sedangkan untuk survei dengan menggunakan kuisioner, sejumlah 30 responden atau sekitar 10% dari jumlah penduduk telah dipilih secara random bersedia memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pilihan berganda (multiple choises). Penelitian ini mengdapatkan bahwa pengelolaan mangrove di Desa Bahoi didorong oleh proyek pemerintah sejak tahun 2000. Namun masyarakat belum seluruhnya dalam proses pengelolaan mangrove termasuk dalam pembuatan lembaga dan Peraturan Desa tentang pengelolaan sumberdaya pesisir. Makanya 63% responden mengakui kalau pengelolaan yang ada kurang baik dan 23 % menyarankan perlu perbaikan. Selanjutnya 100% menyatakan mendukung sepenuhnya usaha konservasi mangrove dan sumberdaya pesisir lain. 90 % dari mereka percaya bahwa factor budaya Sangir yang mendorong sikap mereka untuk menjaga lingkungan pesisir. Mengenai dampak pengelolaan ekosistem mangrove, masyarakat dan pemerintah menjawab bahwa telah membantu meningkatkan pendapatan atau ekonomi masyarakat dan ekosistem mangrove semakin sehat. Kata kunci: Mangrove, Managemen, Bahoi
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDI DAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SISTEM KARAMBA JARING TANCAP DI DESA PASLATEN KECAMATAN REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA Wowor, Injili V.; Pangemanan, Jeannette F.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.815 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha budi daya ikan Nila sistem karamba jaring tancap di Desa Paslaten Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa berdasarkan analisis kelayakan usaha karamba jaring tancap untuk menentukan operating profit (OP), net profit (π), profit rate (PR), benefit cost ratio (BCR), rentabilitas, break even point (BEP) dan payback period (PP). Hasil analisis usaha budi daya ikan sistem karamba jaring tancap di Desa Paslaten Kecamatan Remboken layak untuk dijalankan karena Nilai operating profit (OP) yaitu Rp. 73.564.000. Nilai net profit atau keuntungan absolut Rp. 65.994.296. Profit rate (PR) sebesar 98,45%. Nilai benefit cost ratio (BCR) lebih dari 1 yaitu 1,98. Rentabilitas usaha masuk dalam kategori baik sekali karena lebih dari 100% yaitu 166%. Break even point penjualan sebesar Rp. 13.517.328 dan BEP satuan 540 kg dengan jangka waktu pengembalian 7,2 bulan atau tujuh bulan enam hari. Berdasarkan perhitungan tersebut maka usaha budi daya ikan Nila sistem karamba jaring tancap di Desa Paslaten Kecamatan Remboken layak untuk dijalankan.Kata Kunci : budidaya, jaring tancap, kelayakan, finansial