Lulusi Lulusi
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Feasibility of on-Street Parking Based on Degree of Saturation Mutiawati, Cut; Lulusi, Lulusi; Suryani, Fitrika Mita; Sugiarto, Sugiarto
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Graduate School of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.681 KB) | DOI: 10.13170/aijst.7.1.5825

Abstract

On-street parking leads to reduced road capacity and decreased traffic performance of the certain road. Therefore, this study was conducted to evaluate the feasibility of on-street parking based on road performance. The study was conducted at Central Business District namely Peunayong, Banda Aceh. Based on the Indonesian Highway Capacity Manual (IHCM) one of the performance parameter values is Degree of Saturation (DS). The data needed for calculation of DS are the geometric conditions, traffic volume and the side frictions. The results indicate that on-street parking facilities on segment 2 of Khairil Anwar Street should be evaluated, as the DS value is greater than 0.75 (unstable road condition), by changing parking patterns into a parallel configuration or eliminating parking facilities. Furthermore, the parking configuration of R.A. Kartini Street also needs to be rearranged. Despite the stable road performance, this road is uncomfortable to pass because there is only one lane remained due to unfeasible parking patterns and existence of street market along the segment. The road performance of Khairil Anwar Street (segment 1), Ahmad Yani Street, W.R Supratman Street, T.P. Polem Street, Twk. Daudsyah Street and Ratu Safiatuddin Street is in stable condition, with DS < 0.75. This indicating that on-street parking facilities can be maintained. While as for the W.R. Supratman and Ahmad Yani Street should be evaluated in year of 2019 to avoid traffic jam along this corridors. 
MODEL TARIKAN PERJALANAN KE KAMPUS UNIVERSITAS MALIKUSSALEH BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENGGUNA MODA TRANSPORTASI Isya, Muhammad; Lulusi, Lulusi; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.726 KB)

Abstract

Abstract: University of Malikussaleh located in the Reuleut Village within approximately 20 kilometers from the town of Lhokseumawe. For students, lecturer and university staff to go to this campus location can use some oftransportation mode, they are: public transport, private cars, and motorcycles. Selection of these modes depend on several factors. For that reason, it is necessary to study of the factors that influence the amount of trip attraction to the campus and create model based user characteristics. The objective this study is to determine the factors that influence the trip attraction to the campus of the University of Malikussaleh and create the transportation model of the trip for each mode. Data sample was collected by using a questionnaire to 349 respondents to construct linear regression model. Trip attraction models obtained are: public transport modes Y1 = -0.19 + 0.14 X1 + 0.54 X5; private car trip attraction models Y2 = 0.10 + 0.20 X1 + 0.01 X4;  motorcycle trip attraction model is Y3 = 4.502 + 0.161 X1 + 0.011 X5, where X1 is the distance of residence, X4 is the age, and X5isthe family income.Keywords : Trip Attraction Model, Public Transport, Private Cars, MotorcyclesAbstrak: Universitas Malikussaleh berlokasi di Desa Reuleut berjarak lebih kurang 20 kilometer dari kota Lhokseumawe. Bagi mahasiswa, dosen dan pegawai untuk mencapai lokasi kampus inidapat menggunakan beberapa moda transportasi, yaitu:angkutan umum, mobil pribadi, dan sepeda motor. Untuk itu perlu dilakukan kajian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah tarikan ke kampus ini berdasarkan karakteristik pengguna moda transportasi yang digunakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan ke kampus Universitas Malikussaleh dan membuat suatu  model tarikan perjalanan untuk setiap moda yang ditinjau. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner terhadap 349 responden untuk membangun model regresi linier. Model tarikan perjalanan yang diperoleh adalah: moda angkutan umum Y1 = -0,19 + 0,14 X1 + 0,54 X5; model tarikan perjalanan mobil pribadi Y2 = 0,10 + 0,20X1 + 0,01 X4; model tarikan perjalanan sepeda motor  yaitu Y3 = 4,502 + 0,161 X1 +0,011 X5, dimana X1adalah jarak tempat tinggal, X4 adalah umurdan X5pendapatan keluarga.Kata kunci : Model Tarikan Perjalanan, Angkutan Umum, Mobil Pribadi, Sepeda Motor.
STUDI KARAKTERISTIK PEMILIHAN MODA ANGKUTAN MAHASISWA MENUJU UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH Lulusi, Lulusi; Suryani, Fitrika Mita; Mutiawati, Cut; Waqas, Teuku Mustaqim
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.525 KB)

Abstract

Abstract : Transportation or transport can be defined as a process of movement or displacement of people/goods from one place to another with the intent and purpose, including for education. To fulfill the need of education there is a movement to reach the school or campus based on the level of satisfaction offered by each transportation modes. This study aimed to analyze the characteristics of users, the characteristics of the movement, and the characteristics of the students’ mode of transport facilities to campus between motor cycles and public transport. This research is located at University of Syiah Kuala in Darussalam, Banda Aceh. The method used was interview by distributing questionnaires to students. Data analysis used is descriptive statistics with SPSS.Results from 285  questionnaires, 83% chose motorcycles for their transportation mode to campus, 17% chose public transport. The numbers of students who use motorcycle are 237 students (83% of all respondents), there were 74%  already have SIM C and 25% of them do not have it. Based on the amount of allowances, there were 86% having up Rp. 500.000 and 14% of them having less than Rp. 500,000. Based on the distribution, the student having allowance up Rp.500,000, 72% of them select motorcycles, while the students who choose labi-labi with an allowance of up to Rp.500,000 had the least percentage of 3%.Keywords : students, motorcycles, public transportAbstrak : Transportasi atau pengangkutan dapat di definisikan sebagai suatu proses pergerakan atau perpindahan orang/barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan maksud dan tujuan tertentu termasuk dalam hal pendidikan. Dalam pemenuhan kebutuhan akan pendidikanterjadilah suatu pergerakan untuk mencapai sekolah atau kampus berdasarkan tingkat kepuasan yang ditawarkan tiap moda angkutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengguna, karakteristik pergerakan, dan karakteristik fasilitas moda angkutan mahasiswa menuju kampus antara sepeda motor dan angkutan umum. Lokasi penelitian yaitu Universitas Syiah Kuala yang terletak di kawasan Darussalam, Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dalam bentuk kuisioner yang disebarkan kepada mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan bantuan software SPSS. Hasil data kuesioner terhadap 285 sampel diperoleh mahasiswa yang memilih sepeda motor sebesar 83% dan 17% yang memilih angkutan umum. Jumlah mahasiswa yang menggunakan sepeda motor yaitu 237 pelajar (83%) didapat sebanyak 74% mahasiswa sudah memiliki SIM C dan 25% mahasiswa tidak memiliki SIM C. Berdasarkan besarnya uang saku, mahasiswa dengan uang saku > Rp 500.000 sebanyak 86% dan 14% untuk mahasiswa yang memiliki uang saku sampai dengan Rp 500.000. Berdasarkan pendistribusian diketahui mayoritas mahasiswa dengan uang saku > Rp 500.000 memilih sepeda motor sebesar 72%, sedangkan mahasiswa yang memilih labi-labi dengan uang saku sampai dengan Rp 500.000 memiliki persentase terkecil yaitu 3%.Kata kunci : mahasiswa, sepeda motor, angkutan umum
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN KONSUMEN JASA ANGKUTAN UMUM BUS DAMRI DI KOTA BANDA ACEH Mutiawati, Cut; Lulusi, Lulusi
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1947.226 KB) | DOI: 10.30811/portal.v6i1.946

Abstract

Kondisi angkutan umum yang tidak sesuai tuntutan pelayanan dan orientasi pengoperasiannya yang cenderung menjurus pada aspek finansial dibandingkan dengan aspek pelayanan masyarakat, menyebabkan angkutan umum ditinggalkan dan beralih ke kendaraan pribadi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kualitas pelayanan yang diberikan penyedia angkutan umumbus DAMRI pada rute Banda Aceh - Darussalam dan rute Banda Aceh-Bandara Sultan Iskandar Muda. Pengumpulan data dilakukan dengan survei menggunakan kuesioner kepada pengguna angkutan umum bus DAMRI pada kedua rute tersebut. Kualitas pelayanan dianalisis berdasarkannilai rerata (mean) masing-masing skor variabel yang diperoleh dari responden. Penilaian dilakukan dalam 5 skala pengukuran dari 1(sangat tidak baik), 2(tidak baik), 3(kurang baik), 4(baik) dan 5(sangat baik). Hasilnya diperoleh kualitas pelayanan angkutan DAMRI rute Banda Aceh menuju Darussalam termasuk kategori "kurang baik pada variabel aksesibilitas dengan mean jawaban responden sebesar 3,0. Pada variabel keamanan dan kenyamanan diperolehmean jawaban responden masing-masing 3,8 dan 3,6 termasuk kategori kualitas pelayanan baik". Pada rute Banda Aceh menuju Bandara kualitas pelayanan termasuk kategori "sangat baik* pada variabel keamanan dengan mean 4,3, sedangkan pada variabel aksesibilitas dan kenyamanan termasuk kategori baik dengan mean masing-masing 3,7 dan 4.1. Hasil korelasi menunjukkan kualitas pelayanan, kepemilikan kendaraan dan biaya tansportasi terhadap jumlah permintaan jasa angkutan DAMRI memiliki hubungan positif namun tingkat hubungannya sangat rendah* untuk rute menuju Darussalam dan hubungan *sedang" dan "kuat" untuk rute menuju bandara.