Articles

Found 36 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP IBADAH GHAIRU MAGHDAH DENGAN MENERAPKAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING

Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study to analyze: (1) learning plan design, (2) the learning process, (3) evaluation system, and (4) increase comprehension of the worship ghairu maghdah concept. The method used is studied through three cycles of action. Cycle begins from a step-by-step of the experiential learning model  from the first step suggests the experience (experience) to share experiences in a  second  step (share) or  convey personal experiences. Cycle II starting from the third step is to analyze the experience (pross) to connect the experience to real situations (generalize). Cycle III, concluding the analysis of the experience through the application of a similar situation, but clearer (apply). Technical data retrieval is done by testing and observation. Quantitative data were analyzed deductively. The research concludes (1) SAP design prepared by the syntax: the Introduction, Presentation by applying of the experiential learning model begins with analyzing direct experience in accordance with the steps of learning experiential learning consisting of five steps starting from the experience (experience), sharing ( share), the analysis of the experience (pross), take lessons or concludes the analysis and linking of experience with real situations (generalize), and the last implement (apply) experience a similar situation, but more clearly or correctly in accordance with Islamic law , Cover end with tests and reporting results. (2) The process of learning is done for the student increase  activity  learning of worship ghairu maghdah concept  of the xperiential learning modelKata kunci : model experiential learning, ibadah ghairu maghdah, keaktifan dan pemahaman.

PENINGKATAN KECERDASAN VISUAL-SPASIAL SISWA KELAS IV MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING

Jurnal Pedagogik Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the low prominent of student’s visual-spasial intelligence which was known from the observation result. The purpose of this research is to upgrade the activity of student’s visual-spasial intelligence class IVE use the Mind Mapping learning model with theme "Tempat Tinggalku". The kind of this research is Classroom Action Research (CAR) with planning, acting, observing, and reflecting steps. Data collection used observation sheet. Data of student’s visual-spasial intelligence is analyzed with quantitative qualitative analysis technique. The result of this research showed that the implementation of the Mind Mapping studying model can upgrade the student’s visual-spasial intelligence. This case can be proven with upgrading of visual-spasial intelligence are 47% in adequate category before cycle one, 72% in good category at cycle one, 83 % in very good category at cycle twoPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kecerdasan visual-spasial yang kurang dimiliki siswa diketahui dari hasil observasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja kecerdasan visual-spasial siswa kelas IVE melalui model pembelajaran Mind Mapping dengan tema tempat tinggalku. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan tahapan perencanaan, pelakasanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data kecerdasan visual-spasial siswa dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan kecerdasan visual-spasial siswa. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya persentase rata-rata kecerdasan visual-spasial siswa pada prasiklus adalah 47% dengan kategori cukup baik, siklus 1 sebesar 72% dengan kategori baik, dan siklus 2 sebesar 83% dengan kategori sangat baik.Kata kunci: kecerdasan, kecerdasan visual-spasial, model pembelajaran mind mapping.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

Jurnal Pedagogik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research is the low of student learning outcomes. The issue is the model of cooperative group investigation can improve student learning outcomes on the theme of Cita-citaku. The purpose of this research is to determine the effectiveness of  cooperative group investigation model in improving student learning outcomes on the theme of Cita-citaku and Hebatnya Cita-citaku sub theme and for know the increase of the teacher performance. This  research uses classroom action research. the model used in this research is the GI with the stages according to Slavin. The research conducted on the theme of Cita-citaku, that were analyzed using descriptive qualitative research. The result on the first cycle with a mean value of 2.7 affective spiritual; Social 2.26; cognitive 69.677; psychomotor 1.96. On the second cycle the average value of affective spiritual premises of 2.76; Social 2.50; cognitive 90.645; psychomotor 2.52. Whereas the third cycle of spiritual affective value of 3.13; Social 3.06; cognitive 91.333; psychomotor 3.32.Masalah dalam penelitian ini rendahnya hasil belajar Siswa.Permasalahannya adalah apakah model kooperatif tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tema cita-citaku.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas model kooperatif tipe Group Investigation  (GI) dalam meningkatkan hasil belajar siswa tema “Cita-citaku”, sub tema “Hebatnya Cita-citaku”  dan  mengetahui peningkatan kinerja guru.Penelitian yangdigunakan adalah penelitian tindakan kelas. Model yang digunakan yaitu model kooperatif  tipeGIdengan tahapan menurut Slavin. Penelitian dilaksanakan pada kegiatan belajar tema “Cita-citaku”.Penelitian dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif.Hasil penelitian pada sikus Idengan rerata nilai afektifspiritual 2.7; sosial 2.26; kognitif 69,677; dan psikomotor 1.96. Siklus II dengan rerata nilai: afektif spiritual 2.76; sosial 2,50; kognitif 90,645; psikomotor 2.52. Sedangkan pada siklus III didapatkan rerata nilai: afektif spiritual 3.13; sosial 3.06; kognitif 91,333; dan psikomotor 3.32.Kata kunci: group investigation, hasil belajar, model kooperatif.

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS

Jurnal Pedagogik Vol 2, No 7 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study was the low achievement of social studies  subject of the student, family and school environments that lack support in the learning process of students of class V SD Negeri 1 Kali Balau Kencana Bandarlampung. This study aimed to determine the correlation between the family and school environment and social studies learning achievement of students of class V SD Negeri 1 Kali Balau Kencana Bandarlampung, and the data was analyzed using Product Moment Correlation formula. The results of data analysis showed that (1) there was a significant correlation between family environment and social studies learning achievement with correlation coefficient of 0.640, (2) there was a significant correlation between the school environment and social studies learning achievement with correlation coefficient of 0.837, (3) there was a significant correlation between family environment and school environment and social studies learning achievement with coefficient of 0.897.Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar IPS siswa, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah yang kurang mendukungnya proses pembelajaran pada siswa kelas V SD Negeri 1 Kali Balau Kencana Kota Bandarlampung Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan prestasi belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 1 Kali Balau Kencana Kota Bandarlampung, serta analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukan bahwa (1) terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan keluarga dengan prestasi belajar IPS dengan koefisiensi korelasi sebesar 0,640, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan sekolah dengan prestasi belajar IPS dengan koefisiensi korelasi sebesar 0,837, (3) terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan prestasi belajar IPS dengan koefisiensi sebesar 0,897.Kata kunci : lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, prestasi belajar IPS.   

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA SISWA

Jurnal Pedagogik Vol 3, No 4 (2015): jurnal pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to describe the application of problem-based learning model based curriculum 2013 in SD Negeri 2 Labuhan Ratu. The results showed that: 1) The concept of problem-based learning model in SD Negeri 2 Labuhan Ratu already well meaning teachers was sufficient to understand that the model was aimed in encouraging students to actively looked for problems in the real world, 2) The application has been implemented based on the demands of the curriculum in 2013 through objectives, materials, learning resources, measures, evaluation and the role of the teacher in the learning process, 3) The results could be seen by students achievement, learning environment and student response has been quite good, 4) Supported factors included teachers, media and students active and inhibiting factors included the persistence of the teacher who gave lessons were not in accordance with the demands of the curriculum in 2013, media and learning resources were lacking as well as student laziness factor.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran berbasis masalah berdasarkan kurikulum 2013 di SD Negeri 2 Labuhan Ratu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Konsep model pembelajaran berbasis masalah di SD Negeri 2 Labuhan Ratu sudah baik artinya guru sudah cukup memahami bahwa model tersebut bertujuan mendorong siswa aktif untuk mencari permasalahan dalam dunia nyata, 2) Penerapannya telah dilaksanakan berdasarkan tuntutan kurikulum 2013 melalui tujuan, materi, sumber belajar , langkah-langkah , evaluasi serta peran guru dalam proses pembelajaran, 3) Hasil penggunaannya terlihat dari prestasi akademik siswa, suasana pembelajaran serta tanggapan siswa yang sudah cukup baik, 4) Faktor pendukung meliputi guru, media serta siswa yang aktif dan faktor penghambatnya meliputi masih adanya guru yang memberikan pelajaran tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, media dan sumber belajar yang kurang serta faktor kemalasan siswa.Kata kunci: model pembelajaran, pembelajaran berbasis masalah, kurikulum 2013

PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN NHT DENGAN METODE CERAMAH TERHADAP AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR

Jurnal Pedagogik Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research was the low learning outcomes of students social studies and the teachers have not implemented the cooperative learning model of Numbered Head Together in IPS students in learning activities. This study aimed to determine the differences in the use of cooperative learning model Numbered Head Together with a lecture method on the activities and results of students social studies. This research method was a quasi-experimental design with Nonequivalent control group design method that see the effect of a treatment (treatment) on an object (experimental group) and see the great influence of the treatment. The study population was fifth grade students as many as 54 students. The main instruments used were a test. Data were analyzed by using T test formula of polled variants. There are significant differences of learning activities and learning outcomes of IPS between the use of cooperative learning model NHT using lecture method in class V.Masalah dalam penelitian adalah masih rendahnya hasil belajar IPS siswa dan guru belum menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dalam kegiatan pembelajaran IPS siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dengan metode ceramah terhadap aktifitas dan hasil belajar IPS siswa. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent control group design yaitu metode yang melihat pengaruh pemberian suatu perlakuan (treatment) pada suatu objek (kelompok eksperimen) serta melihat besar pengaruh perlakuannya. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 54 siswa. Instrumen utama yang digunakan adalah tes. Data dianalisis dengan menggunakan rumus uji T test polled varian. Terdapat perbedaan yang signifikan aktifitas belajar dan hasil belajar IPS antara penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan menggunakan metode ceramah pada siswa kelas V.Kata kunci : perbedaan aktifitas dan hasil belajar, model pembelajaran tipe NHT, metode ceramah  

HUBUNGAN DISIPLIN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS

Jurnal Pedagogik Vol 4, No 1 (2016): jurnal pedagogik
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to find out the correlation between discipline of learning with social science learning achievement. The method used in this research was the method of correlation. The sample of the research consisted of 104 students. A correlational test was performed to analyze the data. The results of data analysis concluded that there is a correlation between discipline of learning with social science learning achievement.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan disiplin belajar, dan prestasi belajar IPS siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 104 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil analisis data diperoleh simpulan bahwa terdapat hubungan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar IPS .Kata kunci: disiplin belajar, prestasi belajar, IPS.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV

Jurnal Pedagogik Vol 5, No 8 (2017): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main issue of this research was the low achievement of 4th grade students in science subject at SD Negeri 2 Kampung Baru Bandarlampung academic year 2014/2015. This research was aimed to determine the effect of inquiry learning model towards 4thgrade students achievement in science subject. This research was a quasi experiment. The subject of this research was 50 students that divided into two classes. The main instrument that used was test and observation. Data were analyzed using simple linear regression test. The result showed that correlation value (R) was 0,405. The amount which determination coefficient (R2) was 0,164. Which mean that free variable influence toward fixed variable as big as 16,4% and the rest was affected by another variable. Based on these results, it can be concluded that the inquiry learning model affects the achievement of 4th grade students in science subject at SD Negeri 2 Kampung Baru Bandarlampung.Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Kampung Baru Bandarlampung tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembalajaran Inkuiri terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Subjek penelitian sebanyak 50 siswa yang terbagi atas 2 kelas. Instrumen utama yang digunakan adalah tes. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Regresi Linier Sederhana. Hasil perhitungan menunjukkan nilai korelasi pengaruh (R) yaitu sebesar 0,405. Besarnya koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,164 yang berarti bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 16,4 % sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran Inkuiri berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Kampung Baru Bandarlampung.Kata kunci: Hasil Belajar IPA, Model Pembelajaran Inkuiri

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Tematik

Jurnal Pedagogik Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this research was the students result of thematic learning was still low. This study aims to find out the effect of discovery learning implementation to the students result of thematic learning and the difference between the use of Discovery learning and conventional learning. The method of this research was experimental research which used nonequivalent control group design. The design used was Nonequivalent Control Group Design.This method was to find out the effect of giving the treatment of the object (experimental group) and also to find out how big the effect of the treatment was. The data analyzed by using simple regression formula and t-test. The result shows there is a significant effect of the discovery learning implementation to the students result of thematic learning and there is difference of students result of thematic learning by using discovery learning and conventional learning student.Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar siswa di SD Negeri 2 Labuhan Ratu. Tujuan penelitianuntuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Discovery Learning dan perbedaan penggunaan pembelajaran Discovery Learning dengan pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan design nonequivalent control group design. Dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Instrumen utama yang digunakan adalah tes dan lembar observasi. Metode ini melihat pengaruh pemberian suatu perlakuan (treatment) pada suatu objek (kelompok eksperimen) serta melihat besar pengaruh perlakuannya. Data di analisis dengan menggunakan rumus regresi sederhana dan t-test. Hasil Penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar tematik serta terdapat perbedaan sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar tematik pada siswa. Kata kunci : model pembelajaran discovery learning, hasil belajar.

Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS pada Pembelajaran Terpadu

Jurnal Pedagogik Vol 7, No 6 (2018): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this research is the low of IPS learning result of fourth grader of the fourth class students at SD Negeri 1 Tanjung Raya. The research has purpose to know the influence of using the model of inquiry learning towards social science learning result.  the research method uses quasi experiment method with nonequivalent control group design. the sample of this research was the fourth class student at SD Negeri 1 Tanjung Raya Bandar Lampung in 2017/208. The sample was took by using simple random sampling and got IVB  class as experimental class with the students total is 32 student and IVA as control class with the students total is 32 students. The data analysis was used linear regression test and t-test. The result of research indicated any positive. Influence of using the model of inquiry learning towards social science learning result in integrated learning of the student of the fourth class at SD Negeri 1 Tanjung Raya Bandar Lampung in 2017/2018.  Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 1 Tanjung Raya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar IPS. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVB sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa dan IVA sebagai kelas kontrol dengan jumlah 32 siswa dengan teknik pengambilan simple random sampling. Analisis data menggunakan Uji Regresi Linear dan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Inkuiri terhadap hasil belajar IPS pada pembelajaran terpadu siswa kelas IV SD Negeri 1 Tanjung Raya Bandar Lampung Tahun Ajaran 2017/2018. Kata kunci: model pembelajaran inkuiri, hasil belajar ips, pembelajaran terpadu