Umi Listyaningsih
Fakultas Geografi UGM

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM FISIK PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN DI KECAMATAN NANGGULAN KABUPATEN KULONPROGO, YOGYAKARTA Nurkatamso, Agus; Listyaningsih, Umi
Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan karakteristik masyarakat pada suatu wilayah akan mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam program fisik PNPM Mandiri Pedesaan.. Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama, mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam program Fisik PNPM MP, kedua mengetahui perbedaan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program fisik PNPM MP, dan ketiga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat.Penelitian menggunakan metode survei, dengan mengambil sampel penelitian di Kecamatan Nanggulan. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskriptif frekuensi untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dan faktor yang mempengaruhi, dan analisis chi square untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat partisipasi antara Desa Kaya dan Desa Miskin.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu; pertama, tingkat partisipasi masyarakat pada pada Desa Miskin lebih tinggi daripada Desa Kaya. Kedua, terdapat perbedaan tingkat partisipasi masyarakat pada Desa Kaya dan Desa Miskin. Ketiga, faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi rendah pada Desa Kaya yaitu usia produktif, tingkat pendidikan SMA keatas dan pekerjaan sebagai pegawai. Sedangkan faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi tinggi pada Desa Miskin yaitu usia produktif, tingkat pendidikan SD dan pekerjaan sebagai petani.Kata kunci : PNPM MP, partisipasi, Desa Kaya dan Desa Miskin
AGAMA, KESEHATAN REPRODUKSI DAN PERILAKU SEKSUAL PELAJAR: PERBANDINGAN DESA DENGAN KOTA DI PULAU LOMBOK Timor, Andika Arya; Listyaningsih, Umi
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku reproduksi remaja di Pulau Lombok sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikapterkait kesehatan reproduksi dan seksual. Penelitian ini secara umum bertujuan inginmengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksiberdasarkan intensitas pendidikan agama dan lokasi sekolah remaja di Pulau Lombok. Datamengenai sikap dan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi diperoleh melalui sebuahsurvei pada bulan Mei-Agustus 2009 dengan menggunakan kuesioner (self-administeredquestionnaire). Uji ANOVA dua arah dilakukan untuk menganalisis data dalam penelitian ini.Hasil uji ANOVA dua arah menunjukkan bahwa lokasi sekolah memiliki efek lebih besarterhadap sikap dan pengetahuan remaja terkait dengan kesehatan reproduksi, daripadapendidikan agama. Namun demikian, pendidikan agama di perkotaan lebih berpengaruh terhadapsikap responden terkait kesehatan reproduksi dibandingkan di perdesaan. Oleh karena itu,lembaga pendidikan agama di perdesaan di Pulau Lombok perlu untuk lebih memperkuatpemahaman agama dan pengetahuan reproduksi remaja, agar mereka dapat menghindari perilakuyang berisiko.Kata kunci: kesehatan reproduksi, perilaku seksual, remaja, agama, sekolah
PENGETAHUAN HIV/AIDS DAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN PADA RUMAH TAHANAN NEGARA WATES Marwiyah, Sri; Listyaningsih, Umi
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS dan Penyakit Menular Seksual menjadi isu penting secara nasional maupuninternasional karena jumlah penderita HIV/AIDS dan penyakit menular seksual yang semakinbertambah dari tahun ke tahun.Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui sejauh mana pengetahuan HIV/AIDS dan PenyakitMenular Seksual Warga Binaan Pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Wates, (2) Mengetahuikarakteristik demografi (umur), ekonomi sosial (pekerjaan utama dan pendidikan), wilayah (Daerahasal) dan lama tinggal di Rumah Tahanan Negara yang membedakan Pengetahuan HIV/AIDS danPenyakit Menular Seksual (PMS)Pengetahuan HIV/AIDS dan Penyakit Menular Seksual warga Binaan Rumah Tahanan Negarawates adalah tinggi (14,99). Faktor yang membedakan pengetahuan HIV/AIDS dan penyakit MenularSeksual Warga Binaan Pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Wates adalah umur, tingkatpendidikan, pekerjaan utama. Warga Binaan Pemasyarakatan yang berumur muda, memiliki tingkatpendidikan yang tinggi dan bekerja disektor non pertanian memiliki tingkat pengetahuan HIV/AIDSdan Penyakit menular seksual yang lebih tinggiKata Kunci : pengetahuan, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan utama
TINGKAT MORBIDITAS PEKERJA ANAK JALANAN DI PERBATASAN KOTA BEKASI DAN KOTA JAKARTA TIMUR Deffinika, Ifan; Listyaningsih, Umi
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu implikasi anak masuk ke dalam dunia kerja adalah berkurangnya waktu istirahatyang berdampak pada kesehatan anak. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui morbiditaspekerja anak jalanan di perbatasan Kota Bekasi dengan Kota Jakarta Timur dan mengetahuihubungan morbiditas pekerja anak jalanan dengan karakteristik keluarga dan karakteristikanak jalanan. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatifdan statistik inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji komparasi menggunakanChi-Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar morbiditas pekerjaanak jalanan di perbatasan Kota Bekasi dengan Kota Jakarta Timur tergolong rendah.Karakteristik anak memiliki hubungan dengan morbiditas pekerja anak jalanan di perbatasanKota Bekasi dengan Kota Jakara Timur sedangkan karakteristik keluarga tidak memilikihubungan. Dalam penelitian ini tidak terbukti, bahwa morbiditas pekerja anak jalanantergolong tinggi dan juga tidak terbukti bahwa terdapat perbedaan perilaku anak dari tingkatpendidikan orangtua.Kata kunci : pekerja anak jalanan, tingkat morbiditas, perilaku anak
PEMETAAN POTENSI PENDUDUK MISKIN KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA Ernawati, Niken; Listyaningsih, Umi
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang telah lama dan tengah menghadapi permasalahan kemiskinan. Berbagai kebijakan dan program-program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan belum dapat mengatasi permasalahan kemiskinan. Berbagai program penanggulangan kemiskinan yang telah dilakukan adalah bersifat memberi (top down) dalam kenyataannya tidak cukup untuk menurunkan angka kemiskinan. Program penanggulangan kemiskinan seharusnya bersifat (bottom up) dengan memanfaatkan potensi penduduk untuk keluar dari kemiskinan. Oleh karena itu, mengetahui potensi penduduk miskin sangat penting untuk membantu program pengentasan kemiskinan dengan memanfaatkan potensi diri berupa keterampilan dan potensi wilayah dari penduduk miskin.Kata kunci: potensi penduduk miskin, potensi wilayah
KEMISKINAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN MAKARTI JAYA KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Baiti, Mita; Baiquni, M; Listyaningsih, Umi
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 2 No 1 (2014): Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.025 KB)

Abstract

Kemiskinan yaitu suatu kondisi dimana tidak terpenuhinya hak-hak dasar seperti kebutuhan dasar akan sandang, pangan, dan papan. Selain itu kemungkinan juga bisa diartikan sebagai rendahnya akses dalam sumber daya dan aset produktif untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan hidup antara lain ilmu pengetahuan, informasi, teknologi, dan modal. Saat ini, kemiskinan menjadi perhatian yang sangat besar dan pemecahan masalahnya menjadi agenda utama dalam pembangunan di Indonesia. Menurut Chambers (1983:109) mengemukakan lima karakteristik penyebab kemiskinan adalah kemiskinan (poverty), Masalah Kerentanan (vulnerability), Masalah ketidakberdayaan, Lemahnya ketahan fisik, dan Masalah keterisolasian. Keterisolasian wilayah yang jauh dari jangkauan membuat wilayah itu masih tertinggal dan masyarakat berada dalam kemiskinan, isolasi wilayah berhubungan dengan aksesibilitas. Sementara itu akses menjadi bagian penting dalam kegiatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tingkat kemiskinan rumahtangga petani miskin di Kecamatan MakartiJaya Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Teknik analisis data menggunakan metode tabulasi silang kemudian dianalisis dengan Independent Sampel T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran Kepala keluarga rumah tangga petani miskin di dua desa masih sangat rendah dapat dibuktikan dengan banyaknya pengeluaran rumah tangga di bawah Rp 1.000.000. Faktor yang dominan mempengaruhi tingkat kemiskinan rumahtangga petani miskin yaitu luas lahan yang rendah, keadaan kondisi wilayah yang pasang surut serta dikelilingi oleh lahan gambut, akses yang terbatas serat minimnya transfortasi pendistribusian hasil pertanian, dan harga jual hasil pertanian yang rendah.
PERUBAHAN STRATEGI BERTAHAN HIDUP WANITA KEPALA RUMAH TANGGA DI AMSA KRISIS (STUDI KASUS KECAMATAN UMBULHARJO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) Harini, Rika; Listyaningsih, Umi
Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.634 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13205

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi wanita kepala rumah tangga (WKRT) dan strategi yang diterapkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup rumah tangganya pada saat terjadi krisis terutama pada daerah pinggiran kota dan daerah perkotaan di Kecamatan Umbulharjo. Daerah perkotaan diwakili oleh Kelurahan Muja-Muju, Semaki, Tahunan, dan Warungboto, sedangkan pinggiran kota diwakili oleh Kelurahan Pandeyan dan Giwangan dengan pertimbangan wilayah yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan menggunakan kuesioner sebagai alat abntu dalam pengumpulan data primer. Jumlah responden ditentukan secara quota dan dipilih secara acak yaitu 100 orang untuk daerah pinggiran kota dan 100 orang daerah perkotaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik di daerah pinggiran maupun perkotaan umur WKRT rata-rata 60 tahun dan sebagian besar ditinggal mati oleh suami. Berdasarkan kondisi sosial ekonomi yang diperoleh secara kompasit subyektif maupun obyektif untuk daerah perkotaan termasuk sedang dan untuk di daerah pinggiran kota termasuk rendah. Strategi yang dilakukan oleh wanita kepala rumah tangga pada saat krisis maupun setelah krisis sebagian besar hamper sama atau sedikit terjadi perubahan. Alasan yang mereka kemukakan mengenai suatu strategi yang diterapkan sama adalah usia yang sudha tua, keterbatasan modal, tidak mempunyai ketrampilan lain dan yang paling utama karena mereka takut rugi karena banyak saingannya. Masyarakat di perkotaan banyak mengembangkan usaha buka warung sedangkan di daerah pinggiran kota usaha wiraswasta yaitu usaha kost, menjahit, buka salon, mendirikan wartel, dan menjadi tukang pijat. Beberapa wanita kepala rumah tangga di daerah pinggiran kota maupun daerah perkotaan juga menggantungkan bantuan keluarga dan juga dari pihak lain. Pengaruh krisis terhadap kehidupan sangat dirasakan oleh wanita kepala rumah tangga terutama dalam sektor industri. Pada saat krisis banyak wanita kepala rumah tangga yang tidak bias meneruskan usahanya (berwiraswasta), dan lebih baik berdiam diri tanpa melakukan kegiatan ekonomi apa pun. Hal ini menggambarkan ketidakberdayaan dan rentannya ekonomi WKRT, dengan krisis telah melumpuhkan sendi ekonomi rumah tangga, dan karena keterbatasannya tidak mampu lagi mengembangkan usaha yang lain. 
Niat Migrasi dan Penyesuaian Diri Migran Sirkuler Asal Jawa di Kecamatan Kuta Selatan – Bali Sarmita, I Made; Giyarsih, Sri Rum; Listyaningsih, Umi
Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.13060

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik migran sirkuler asal jawa dengan fokus; (1) niat migrasinya di masa mendatang yang diprediksi menggunakan variabel upah, umur, lama tinggal, dan tingkat pendidikan; (2) penyesuaian diri mereka dalam dimensi ekonomi, serta fisik dan lingkungan tempat tinggal. Analisis dilakukan dengan teknik regresi model binary logistic untuk tujuan penelitian pertama, dan teknik statistik deskriptif (mean) yang diperkuat dengan teknik uji beda untuk tujuan penelitian yang kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) variabel upah, umur, lama tinggal, dan tingkat pendidikan secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat migrasi dari para migran sirkuler asal Jawa; (2) penyesuaian diri migran sirkuler asal jawa menunjukkan pola yang berfluktuasi dengan semakin lamanya migran tinggal di Kuta Selatan dalam dimensi ekonomi, dan penyesuaian dirinya semakin berhasil dengan semakin lamanya mereka sudah tinggal di Kuta Selatan dalam dimensi fisik dan lingkungan tempat tinggal. ABSTRACT This study aims to reveal the characteristics of circular migrant from Java with focus: (1) migration intentions in the future are predicted by use a wage, age, length of stay, and level of education variable, (2) their adjustment in the economic, and physical and living environment dimension. Analysis was done by using binary logistic regression models for the purpose of the first study, and techniques of descriptive statistics (mean) reinforced with different test techniques for the purpose of the second study. The results showed: (1) wage, age, length of stay, and level of education variable, together have a significant effect on the migration intentions of circular migrants from Java, (2) adjustment circular migrant from Java showed a fluctuating pattern with increasing duration of migrants living in South Kuta in the economic dimension, and his adjustment is more successful with increasing duration of migrants living in South Kuta in physical and living environment dimensions.
Strategi Penghidupan Rumah Tangga di Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman Pasca Gempa Bumi Tahun 2009 Rukayah, Siti; Yunus, Hadi Sabari; Listyaningsih, Umi
Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.13078

Abstract

ABSTRAK Penelitian strategi penghidupan rumah tangga Kecamatan Patamuan pasca gempa bumi Sumatera Barat ini dilatarbelakangi oleh perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Patamuan pasca terjadinya gempa bumi. Gempa bumi Sumatera Barat tahun 2009 menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa serta kehancuran lingkungan fisik, termasuk rumah dan fasilitas umum yang berdampak pada kerugian sosial dan ekonomi yang menyebabkan masyarakat perlu mengatur strategi penghidupan untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kerentanan rumah tangga pasca gempa bumi Sumatera Barat tahun 2009 serta menganalisis strategi penghidupan rumah tangga di Kecamatan Patamuan pasca gempa bumi Sumatera Barat tahun 2009. Metode penelitian yang digunakan untuk sampling adalah survey dan untuk analisisnya menggunakan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kerentanan rumah tangga terbesar disebabkan oleh pendapatan rendah sebanyak 61 rumah tangga (40,67%), kerusakan rumah sebanyak 32 rumah tangga (21,33%), pendapatan berkurang sebanyak 17 rumah tangga (11,33%), anggota rumah tangga meninggal sebanyak 4 rumah tangga (2,67%), kehilangan pekerjaan sebanyak 3 rumah tangga (2,00%), kegagalan panen dan kegagalan usaha masing-masing sebanyak 25 orang (16,67%) dan 8 orang (5,33%). Strategi bertahan hidup yang umumnya dilakukan rumah tangga di antaranya strategi survival dengan cara membeli beras berkualitas rendah sebanyak 50 rumah tangga (33,33%), membeli padi yang belum ditumbuk menjadi beras sebanyak 14 rumah tangga (9,33%), dan 25 rumah tangga (16,67%) berhutang. Selanjutnya strategi konsolidasi dengan cara menanam sendiri ketela dan sayur-sayuran untuk dikonsumsi sehari-hari sebanyak 29 rumah tangga (19,34%), menanam padi ladang sebanyak 18 rumah tangga (12%), berjualan kecil-kecilan sebanyak 6 rumah tangga (4%), serta strategi akumulasi dengan cara beternak ayam sebanyak 8 rumah tangga (5,33%). ABSTRACT The Research of household livelihood strategies of Patamuan District after West Sumatra earthquake is motivated by changes in socio-economic conditions of the District Patamuan due to the earthquake. West Sumatra earthquake in 2009 caused the loss of life and destruction of the physical environment including homes and public facilities that have an impact on social and economic losses caused people need to adjust livelihood strategies to maintain their live survival. This research aims to get an overview of the vulnerability of the household after the West Sumatra earthquake in 2009 and analyzing household livelihood strategies in Patamuan District of West Sumatra post earthquake in 2009. The research method used in this is to survey sampling using quantitative for analysis. The results of this study indicate that the largest household vulnerability caused by as many as 61 low-income households (40.67%), damage to house a total of 32 households (21.33%), revenues decreased by 17 households (11.33%), household member dies by 4 households (2.67%), loss of employment as much as 3 households (2.00%), crop failure and the failure of their respective businesses as many as 25 people (16.67%) and 8 (5.33%). Livelihood strategy is generally made them household is survival strategy by buying low-quality rice by 50 households (33.33%), buy paddy that has not been ground into rice a total of 14 households (9.33%), and 25 households (16.67 %) in debt. Further consolidation strategy alone by planting cassava and vegetables consumed daily for a total of 29 households (19.34%), plant rice fields a total of 18 households (12%), selling small as 6 households (4%), and accumulation strategies in how to raise chickens as much as 8 households (5.33%).
BANTUAN LANGSUNG TUNAI MENGATASI MASALAH DENGAN MASALAH Listyaningsih, Umi; Kiswanto, Eddy
Populasi Vol 20, No 1 (2009): Juni
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp12295

Abstract

The government has been conducting the effort to eliminate poverty by performing several programs. One of them is Program Kompensasi Pengurangan Subsidi BBM (PKPS-BBM/Oil Subsidy Compensation Program) by giving direct cash transfer (Bantuan Langsung Tunai/BLT). BLTaims at reducing the proportion of poor people significantly. During the implementation, many problems accrured. The obstructed of information to the people during the implementation of BLT has caused the misunderstanding among the people. This eventually caused protests. The data of poor people did not reflect the real condition in the field since the limitation of village elites during the process of data collecting. The indicators to decide which people are poor were also not reflected the real condition which procured conflicts. Another impact from this miscollecting of data was that inaccuracy of target group who supposed to received BLT.