Articles

Found 24 Documents
Search

KONSEPSI ALTERNATIF MAHASISWA CALON GURU FISIKA TENTANG GAYA-GAYA YANG BEKERJA PADA BALOK

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 1 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.57 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian kualitatif keberadaan konsepsi alternatif pada mahasiswa pendidikan fisika tentang gaya-gaya yang bekerja pada balok. Sejumlah besar mahasiswa pendidikan fisika disodori dua soal, satu soal tentang konteks gaya-gaya yang bekerja pada balok yang terletak di atas lantai kasar, dan satu soal tentang gaya-gaya pada balok yang didorong namun balok tetap diam. Hasil analisis jawaban tes tertulis mengindikasikan adanya kosepsi alternatif mahasiswa pendidikan fisika, sehingga perlu dilakukan wawancara lebih lanjut terhadap 48 mahasiswa. Penentuan responden yang diwawancarai didasarkan atas sampel yang mempunyai informasi data konsepsi paralel paling banyak (opportunistic sampling). Berdasarkan hasil analisis kualitatif terhadap jawaban siswa saat tes tertulis maupun tes wawancara didapatkan kesimpulan: (1) ada konsepsi alternatif yang terjadi pada mahasiswa dengan berbagai tingkat semester dengan kualitas berpikir yang semakin baik pada semester lebih tinggi, namun ada juga konsepsi paralel yang terjadi pada semua tingkat semester dengan ciri yang sama,(2) beberapa latar belakang penyebab konsepsi alternatif ialah faktor intuisi, fragmentasi, pembelajaran, apresiasi konseptual dan faktor kerangka teori spesifikKata kunci: konsepsi, konsepsi alternatif, dinamika gaya

PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN BERTINGKAT BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM UNTUK MENGETAHUI KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA PADA TEMA CAHAYA

Unnes Science Education Journal Vol 3 No 1 (2014): February 2014
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahapan terpenting dalam proses pembelajaran adalah evaluasi. Untuk itu diperlukan adanya pengembangan alat evaluasi yang dapat mengukur ketercapaian dari tujuan pembelajaran tersebut. Rumusan masalah yang ada pada skripsi ini meliputi bagaimana bentuk tes untuk dapat mengetahui kemampuan berpikir siswa dan uji kelayakannya menurut penilaian pakar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat evaluasi berdasarkan taksonomi bloom pada materi cahaya dan mengetahui kelayakannya menurut pakar dan hasil ujicoba. Untuk itu peneliti melakukan pengembangan alat evaluasi bertingkat berdasarkan taksonomi bloom. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R & D) yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk tertentu dan diuji keefektifannya. Analisis data yang digunakan adalah data hasil validasi produk oleh ahli, angket tanggapan guru dan siswa serta nilai hasil belajar siswa The most important phase in learning process is the evaluation. The benefits of the evaluation is to find out achievement of learning objectives and learning objectives instead a reference in implemented an evaluation. For that we need the development of an evaluation tool that can measure the achievement of learning objectives. The problem in this paper include how the test form can measure the thinking ability of students and trials their feasibility according to expert assessment and resut of trials. Then, researcher do development an evaluation tool based multilevel taxonomy bloom. Design research is Research and Development (R & D) is a research method that is used to produce a particular product tested its effectiveness. Analysis of the data used the result of a data product validation by expert, questionnaire responses of teachers and students and the value of student learning.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA KETERAMPILAN BERPIKIR DAN KEMAHIRAN GENERIK SAINS

Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : unnes press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS LEARNING CYCLE “4E” TEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MEMBEKALI KETERAMPILAN GENERIK INFERENSI LOGIKA SISWA

Unnes Science Education Journal Vol 3 No 3 (2014): December 2014
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Observasi di MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Kudusditemukan bahwa pembelajaran IPA sudah diterapkan secara terpadu, namun perangkat penunjang pembelajaran (LKS) belum terpadu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan LKS IPA terpadu berbasis learning cycle “4E” dan  pengaruh penggunaan LKS terhadap hasil belajar dan keterampilan inferensi logika siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R and D).Pada penelitian ini, produk yang telah dikembangkan divalidasi oleh pakar desain LKS dan pakar materi kemudian dilakukan pengujian skala kecil, skala besar dan penerapan.Analisis data yang digunakan adalah data hasil validasi produk oleh pakar, angket respon siswa, observasi keterampilan siswa, dan data hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS IPA berbasis learning cycle “4E”termasuk dalam kriteria layak dengan persentase rata-rata skor ≥ 81% pada penilaian kelayakan desain dan materi.Pada uji keefektifan menunjukkan bahwa LKS IPA efektif digunakan dalam pembelajaran dengan perolehanN-gain 0,67 dan persentase ketuntasan belajar siswa adalah 100% dengan KKM ≥ 70. LKS IPA juga mampu membekali keterampilan inferensi logika siswa dengan perolehan N-gain 0,65 pada indikator 1, 0,6 pada indikator 2, dan 0,7 pada indikator 3 dengan kriteria keterampilan mudah terkembang. Hasil penelitian disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis LC “4E”terbukti layak dan berpengaruh positif terhadap hasil belajar serta mampu membekali keterampilan inferensi logika siswa sehingga LKS IPA dapat digunakan dalam pembelajaran. Observation result in MTs Hasyim As’ari 03 Kudus showed that already implemented in an integrated manner , but the learning support ( worksheet ) have not been integrated . This study aims to determine the feasibility of integrated science worksheet  theme of environmental pollution and its impact on learning outcomes and skills of logical inference . The method used wasResearch &Development ( R and D ). In this study , the products that have been validated by experts developed worksheet design and materials experts then testing a small -scale , large scale and implementation . Data analysis used is the result of a data product validation by experts , student questionnaire responses , students observation skills , and student learning outcomes . Theresults of study showed that Integrated Science Worksheets Based on Learning Cycle " 4E " implied in the criteria feasible with an average percentage score of ≥ 81 % on the assessment of the feasibility of the design and material . In testing the effectiveness suggests that integrative science worksheets effective used in the learning acquisition N-gains of 0.67 and percentage of student’s the classical learning mastery was 100 % with ≥ 70 KKM . integrated science worksheet also able to equip students with the skills of inference logic acquisition N-gain of 0.65 on indicator 1 , 0.6 on indicator 2 , 3 and 0.7 on the indicator criteria easily undeveloped skills . It can be concluded that the integrated science worksheets based learning cycle “4E”  has been proven feasible and positive effect on learning outcomes and logic inference skills to equip students so that integrated science worksheet can be used in learning activities. 

THE DEVELOPMENT OF M-DIAGNOSTIC TEST TO IDENTIFY THE UNDERSTANDING LEVEL OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN TEMPERATURE SUBJECT

Unnes Science Education Journal Vol 6 No 1 (2017): February 2017
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   ___________________________________________________________________   The purpose of this research was develop a mobile phone diagnostic test product which use to identify student’s concept understanding in the temperature and heat material. This result indicated the level of student’s concept understanding in the temperature and heat material. This research has three steps for trial product. The steps were limited-scale, wide-scale, and implementation. The validation result by proffesional of instrument test, proffesional of  media, and the questionnaire responses of students has been showed that the m-diagnostic test worthy to used because the product has fulfilled contents aspect, language aspect, construct aspect, software technology aspect, and visual communication aspect. The result of diagnostic test in implementation step are showed 6 students from 18 students that achieves a minimum completeness criteria.The result of student’s concept understanding that included in the relational understanding criteria for each indicator was 50% relational understanding for indicator 1 (knowing the definition of temperature and heat), 55% relational understanding for indicator 2 (understand the scale of the temperature on the thermometer. The results from this research indicated that the m-diagnostic test worthy to use for diagnose the level of student’s concept understanding.

Analisis Seismisitas Dari Kepualuan Mentawai Pada Periode 2010-2016

INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 8, No 1 (2018) : IJAP Volume 8 ISSUE 01 YEAR 2018
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari Pulau Sumatera yang terdapat dua lempeng tektonik yang aktif. Kedua lempeng tektonik tersebut yaitu lempeng Indo-Australi menunjam ke arah lempeng Eurasia dan menimbulkan zona subduksi Sumatera yang banyak menimbulkan kejadian gempabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sesar gempa ditinjau dari besarnya magnitudo dengan menggunakan metode focal mechanism studi kasus gempa pada Kepulauan Mentawai periode tahun 2010-2016. Metode focal mechanism merupakan metode untuk menentukan bidang sesar yang dihasilkan oleh kejadian gempa dengan memanfaatkan gerak awal gelombang P. Gerak awal gelombang P berupa gaya kompresi ataupun dilatasi. Selain dengan metode focal mechanism, dalam penelitian ini juga dibuat cross section gempa dengan luasan daerah tertentu yang bertujuan untuk mengetahui indikasi gempa yang terjadi merupakan gempa pada daerah lempeng tektonik. Hasil solusi focal mechanism untuk data gempa bermagnitudo ≥ 6.0 Mw rata-rata gempa menghasilkan sesar naik (thrust/reverse) dengan beberapa nilai kemiringan (dip) tertentu. Sedangkan hasil dari cross section gempa menunjukkan sebaran hiposenter gempa yang cenderung menunjam. Kejadian ini adalah indikasi bahwa lokasi gempa-gempa tersebut merupakan tempat lempeng yang menunjam dan ketika dihubungkan dengan hasil focal mechanism juga menunjukkan kecenderungan sesarnya adalah sesar naik dengan beberapa nilai kemiringan (dip) tertentu

Identifikasi Mineral Mangan Menggunakan Metode Polarisasi Terinduksi di Desa Pucung Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri

Dinamika Rekayasa Vol 14, No 2 (2018): Dinamika Rekayasa - Agustus 2018
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.873 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan sumber daya mineral logam. Pegunungan Selatan Jawa Timur sampai Jawa Barat merupakan daerah yang berpotensi sebagai tempat pembentukan bahan galian mineral. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi mineral mangan di Desa Pucung Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan menggunakan metode polarisasi terinduksi. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat Syscal dengan konfigurasi dipole-dipole. Pengukuran dilakukan pada 2 lintasan dengan panjang lintasan 150 meter dan spasi eletroda 10 meter. Struktur bawah permukaan di daerah penelitian berdasarkan nilai resistivitas diindikasikan dari batulanau, batupasir tufan, batugamping napalan-tufan, dan batugamping. Mineral mangan diduga berasosiasi dengan batugamping mempunyai nilai resistivitas >10 Ωm dan nilai chargeabilitas >20 msec.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BERBASIS LITERASI SAINS BERTEMA PERPINDAHAN KALOR DALAM KEHIDUPAN

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.381 KB)

Abstract

Bahan ajar sains yang seimbang adalah bahan ajar yang memiliki muatan literasi sains. Muatan literasi sains meliputi sains sebagai batang tubuh pengetahuan, sains sebagai cara menyelidiki, sains sebagai cara berpikir, dan interaksi antara sains teknologi dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar IPA terpadu yang muatan literasi sainsnya seimbang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh perbandingan muatan literasi sains dalam bahan ajar adalah 40,4%:21,5%:19,01%:19,09% untuk masing-masing muatan literasi sainsnya. Bahan ajar dinyatakan layak digunakan dengan skor rata-rata kelayakan isi 87,5%, kelayakan penyajian 90,5%, kelayakan bahasa 87,5%, kelayakan grafis 91,7%, dan kelayakan literasi sains 88,9%. Bahan ajar yang dikembangkan juga memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi dengan skor rata-rata 72,43%. Kemampuan literasi sains siswa terjadi peningkatan sebesar 0,6 untuk siswa yang menggunakan bahan ajar berbasis literasi sains dan 0,3 untuk siswa yang menggunakan bahan ajar di sekolah. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis literasi sains dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. The best textbook are the book that have scientific literacy component. The scientific literacy component include science as a body of knowledge, science as a way of investigating, science as a way of investigation, and interaction between science, technology and society. The aim of this research is to develope the balance textbook based on scientific literacy. Based on the result, the ratio of scientific literacy textboox are 40,4%:21,5%:19,01%:19,09% for each aspect scientific literacy, show that the ratio of integrated science texboox is balance. The validity of integrated science textbook gained an average of 87.5% contents validity; 90.5% presentation validity; 87.5% language validity; 91.7% of graphic validity; and 88.9% content of scientific literacy validity. The textbook is easy understand for students with an average of 72.43% readability test. The score of student who use scientific literacy texbook can improve their scientific literacy capability is 0.6 and the score of student who use school textbook can improve their scientific literacy capability is 0,3.

Pengembangan Media Pembelajaran Alat Ukur Panjang Mikrometer Sekrup dan Jangka Sorong untuk Siswa SMA dengan Perangkat Lunak Construct 2

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.31 KB)

Abstract

Measurements with using  micrometer and vernier caliper is one of the subject taught in high school level. The problem faced is the small size of the tool making it difficult for students when the teacher demonstrates the tools. The solution to solve this problem is by develop a learning media with the use of Construct 2 software. The development of this media follows the 4D model which consists of 4 stages of development that is defining, designing, developing, and disseminating. Validation test by experts and feasibility questionnaires by users of teachers and students have been done to determine the feasibility of the learning media. Aspects assessed by the expert is the aspect of media feasibility in terms of visual communication design, software engineering aspects and aspect in term of learning contents. The media feasibility test by users is done in SMA Muhammadiyah 2 Magelang and SMAN 1 Pecangaan Jepara. The data obtained show that the media created have very good categories in terms of visual communication design and learning contens, as well as good categories in terms of software engineering aspects. The media created are also rated very well by students and teachers.

Analisis Peta Konsep dan Konsepsi Paralel Fisika Gelombang Calon Guru Fisika

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.514 KB)

Abstract

Penelitian ini mengungkap gambaran pemahaman mahasiswa pada konsep fisika gelombang melalui analisis peta konsep dan konsepsi paralel. Subjek penelitian terdiri atas 5 orang mahasiswa semester 3 dan 6 orang mahasiswa semester 5  prodi pendidikan fisika. Data dikumpulkan dengan menggunakan  instrumen peta konsep dan tes tertulis konsepsi paralel dengan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif persentase untuk data kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif yaitu analisis satuan konsep dan analisis konsepsi paralel. Penelitian menyimpulkan bahwa (1) hasil analisis peta konsep menunjukkan rendahnya persentase pemahaman mahasiswa mengenai keterkaitan konsep getaran-gelombang-energi, hal itu disebabkan karena ketidaklengkapan konsep-konsep yang tercantum dalam peta konsep buatan mahasiswa dan kurangnya kemampuan bahasa mahasiswa dalam menggunakan kata penghubung yang tepat dalam membentuk proporsi, (2) ditemukan adanya konsepsi paralel pada topik penjalaran gelombang bunyi di udara dan sifat penjalaran gelombang elektromagnetik. Konsepsi paralel cenderung terjadi pada mahasiswa dengan tingkat semester yang lebih tinggi. Intuisi yang muncul dari pengalaman akademik yang lebih luas serta pemahaman konsep fisika gelombang yang tidak tepat berpotensi memunculkan konsepsi paralel pada pemikiran mahasiswa.   This research reveals description of the student’s understanding  upon waves concept of physics by concept map analysis and parallel conception. Subjects of research consisted of 5 students in third semester and 6 students in fifth semester of physics education study program. Data collected by  using concept map instrumen and written test of parallel conception with triangulation technique. The data analysis technique was descriptive percentage for quantitative data, while for qualitative data was unit concept analysis and parallel conception analysis. The study concluded that (1) the analysis results of concept map showed low percentage of student’s understanding at the linkages of vibration-waves-energy, it’s caused by the uncomplete concepts that listed in student’s concept map and the lack of  students’ languange abilities in used of liaison word when forming a proportion, (2) parallel conceptions were founded at the propagation of sounds waves in the air and the propagation of electromagnetic waves. Parallel conceptions were tend to accur at students with higher semester level. The appeared intuition from the larger of academic experiences and the uncorrect understanding of waves concept of physics potentially bring up parallel conception at student’s thought.