Endang Widjayanti LFX
FMIPA UNY

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

APLIKASI NANOPARTIKEL PRODUK HILIR TIMAH PUTIH SEBAGAI MIKROSENSOR ETANOL Utomo, M. Pranjoto; LFX, Endang Widjayanti; Prodjosantoso, Anti Kolonial; Wulandari, Rini
Jurnal Penelitian Saintek Vol 18, No 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui  karakter  SnOz, kemampuan  adsorpsi  dan kepekaan  mikrosensor  timah oksida terhadap  etanol. Timah  oksida (SnOz) disintesis melalui  metode  sol-gel.  Terbentuknya  Sn02  dipelajari  dengan  cara membandingkan difraktrogram  Sn02 hasil sintesis dengan difraktogram  standar JCPDS. Adsorpsi etanol pada permukaan  SnOz dipelajari  berdasar  spektra FTIR sebelum dan sesudah proses adsorpsi. Daya adsorpsi Sn02 terhadap etanol pada berbagai waktu pemaparan ditentukan dengan  menggunakan  metode  Micro Conway Diffusion. Konduktivitas  listrik  Sn02 sebelum dan sesudah adsorpsi pada berbagai waktu pemaparan  ditentukan berdasarkan resistansi Sn02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Sn02  berhasil  disintesis berdasarkan kemiripan  puncak  pada difraktogram  hasil sintesis  dengan puncak  pada  difraktogram standar, yaitu pada 29: 26,48; 33,87; 51,72. Adsorbsi Sn02 terhadap etanol ditunjukkan dengan adanya serapan baru pada 1300-1000 em" (serapan khas gugus -CO). Daya adsorpsi per gram Sn02 pada waktu pemaparan 3, 10, dan 30 menit masing-masing adalah 0,0222 g, 0,0224 g, dan 0,0226 g. Konduktivitas  listrik Sn02 sebelum proses adsorpsi adalah 2,042x10-5 S/cm. Konduktivitas  SnOz sesudah proses adsorpsi terhadap etanol cair pada waktu pemaparan  3, 5, 10, 20, dan 30 menit secara berurutan  adalah 94,783x10-5 , 82,935x10-5 , 66,348x10-5 , 64,730x10-5 dan  63,189x10-5 S/cm. Konduktivitas SnOz terhadap gas etanol pada waktu pemaparan 3, 5 dan 10 menit secara berurutan adalah 0,332xlO-5, 0,295x10-5 dan 0,265x10-5 S/cm.
PENGARUH MORDAN SINTESIS DARI LIMBAH KALENG TERHADAP DAYA IKAT DAN LAJU LEPAS ZAT WARNA METHYL VIOLET OLEH SERAT KAIN Ikhsan, Jaslin; LFX, Endang Widjayanti; Sunarto, Sunarto
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: daya ikat atau kemampuan maksimal kain untuk mengikat zat warna methyl violet (MV), laju lepas zat warna methyl violet oleh kain karena pencucian, dan pengaruh penambahan mordan hasil sintesis terhadap daya ikat dan laju lepas tersebut. Kondisi optimum pewarnaan yaitu suhu, pH dan waktu kesetimbangan reaksi (waktu kontak) selalu dikendalikan. Data daya ikat dikumpulkan melalui eksperimen isotherm, dan data laju lepas diperoleh dari eksperimen pelepasan. Eksperimen isotherm dilakukan dengan mengukur konsentrasi methyl violet yang terikat oleh kain pada berbagai konsentrasi methyl violet yang ditambahkan, pada kondisi optimum, yaitu suhu 30 oC,  pH 10 dan waktu kontak 10 menit. Eksperimen pelepasan dilakukan dengan mengukur konsentrasi methyl violet yang terlepas dari ikatan kain karena pencucian. Data daya ikat dianalisis dengan persamaan Isotherm Langmuir dan Freundlich, sedangkan data laju lepas dianalisis dengan menggunakan persamaan laju reaksi Lagergren. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikatan terjadi melalui ikatan hidrogen, dan dengan melepaskan proton. Daya ikat direpresentasikan oleh persamaan isotherm Freundlich, dimana penambahan mordan mempengaruhi daya ikat, dengan tetapan daya ikat k1 sebesar masing-masing 2,45 x 10-8 dan 1,75 x 10-8 M MV/g kain untuk ikatan tanpa dan dengan mordan. Penambahan mordan juga berpengaruh nyata terhadap laju lepas, dimana pelepasan menjadi 2 kali lebih lambat.  Ini  ditunjukkan  oleh  besarnya  tetapan  laju  reaksi  pelepasan  yang  keduanya berorder dua pseudo dengan harga tetapan laju k2  masing-masing 2103,039 dan 1013,958 g mmol-1 menit-1