Articles
7
Documents
Antioxidant-Free Radical Scavenging of Some Euphorbiaceae Herbs

Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to screen natural antioxidant, the research about antioxidant of some Euphobiaceae herbs,have been conducted.The air-dried herbs of Euphorbia heterophyllaL,Phyllanthus  acidus  (L.) Skeels, and Phyllanthus  buxifolius  Muell Arg were extracted with metanol.The obtained extract was concentratedand then suspended to producen-hexane, ethyl acetat and aqueous fractions. Free radical scavenger activity against DPPH (1,1diphenyl2pycrylhydrazyl) measured by spectrophotometric method and the IC50 value was determined.The compounds of active fraction had been identified by TLC method. All of theherbs showed activity as DPPH scavenger.Among these herbs,Euphorbia heterophylla L. and Phyllanthus buxifolius Muell, Arg. exhibited a strong free radical scavenging of ethyl acetatfraction with IC50 value 5,883g/ml and 4,643g/ml.The result ofTLC by mobile phase n-buthanol acetic acid water(4:1:5) andacetic acid 15% showed flavonoid compound.

Uji Keamanan Dan Uji Aktifitas Sitotoksik Minyak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) untuk Menghasilkan Fitofarmaka Antikanker

Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker adalah penyakit mematikan dan angka kejadiannya di Indonesia sangat tinggi. Data di Departemen Kesehatan didapati angka 1,8 per 100 ribu penduduk. Ironisnya saat ini belum ditemukan antikanker yang efektif dan aman. Minyak kayu manisyang diperoleh dari tanaman kayu manis (Cinnamomum burmannii) diduga memiliki aktivitas antikanker. Penelitian sebelumnya  bertujuan untuk isolasi, standarisasi minyak kayu manis sudah dilakukan. Saat ini penelitian dilanjutkan terhadap uji aktifitas serta keamanan minyak kayu manis untuk  mendapatkan fitofarmaka antikanker. Pengujian aktivitas antikanker  dengan menguji kemampuan penghambatan sel kanker terhadap sel line kanker WiDr (kanker kolon). Keamanan minyak kayu manisditentukan dengan melakukan uji toksisitas sub kronis terhadap mencit putih jantan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak kayu manis memiliki aktifitas sitotoksik terhadap kultur sel WiDr dengan IC50=13,70µg/ml.  Pemberian minyak kayu manis kepada hewan uji Tikus selama 1 bulan tidak memberikan perubahan biokimia darah BUN kreatinin, SGPT dan SGOT, serta hematologi Darah. Hasil histopatologi terhadap hepar dan ginjal juga tidak memberikan kerusakan sel kecuali pada dosis 0,04ml/200 g BB. Kata kunci:Minyak kayu manis, antikanker, WiDr, toksisitas

Pengaruh Cairan Penyari terhadap Rendemen dan Kadar Tanin Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.)

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7 No 2 (2010): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.948 KB)

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) telah digunakan masyarakat dan diproduksi oleh industri sebagai antidiare. Zat aktif yang berperan sebagai antidiare dalam daun jambu biji adalah tanin. Tanin merupakan senyawa fenol yang larut dalam air, etanol atau campuran air-etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cairan penyari terhadap rendemen dan kadar tanin dalam ekstrak pada daun jambu biji dan untuk mengetahui cairan penyari yang paling optimal untuk pembuatan ekstrak daun jambu biji dengan kadar tanin yang paling maksimal. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi daun jambu biji (Psidium guajava L.) secara maserasi dengan cairan penyari etanol 50%, 70%, 90%. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian dihitung rendemennya dan dianalisis kandungan taninnya. Analisis kuantitatif tanin dilakukan dengan metode titrasi permanganometri. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa secara kualitatif ekstrak etanol daun jambu biji mengandung tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan penyari mempengaruhi rendemen dan kadar tanin ekstrak daun jambu biji. Rendemen ekstrak untuk masing-masing ekstrak etanol 50%, 70%, 90% adalah 22,07%; 31,87%; 25,13%. Kadar tanin dalam ekstrak yang diperoleh dari masingmasing ekstrak etanol 50%, 70%, 90% adalah 23,37%; 14,28%; 10,96%. Cairan penyari yang paling optimal untuk pembuatan ekstrak daun jambu biji dengan kadar tanin paling banyak adalah etanol 50%.

Uji Aktivitas Diuretik Ekstrak Etanol Kombinasi Daun Putri Malu (Mimosa pudica L.) dan Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis L.) pada Tikus Jantan Galur Wistar

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11 No 2 (2014): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.749 KB)

Abstract

Daun putri malu (Mimosa pudica L.) dan pacar kuku (Lawsonia inermis L.) dapat digunakan sebagai peluruh kencing (diuretik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek diuretik kombinasi ekstrak etanol daun putri malu dan daun pacar kuku serta dosis efektifnya pada tikusjantan galur wistar. Sebanyak 35 ekor tikus dibagi menjadi 7 kelompok: kontrol positif furosemida (1,44 mg/200 g BB), kontrol negatif CMC 0,5%, ekstrak putri malu (20 mg/200 g BB), ekstrak pacar kuku (50 mg/200 g BB), kombinasi ekstrak etanol putri malu dan pacar kuku (10 : 25 mg/200 g BB; 5 : 37,5 mg/200 g BB; dan 15 : 12,5 mg/200 g BB). Pengamatan dilakukan pada tiap jam selama 6 jam, kemudian jam ke 12 dan 24. Efek diuretik diperoleh dengan menghitung volume urin kumulatif dan AUC. Data diolah dengan ANAVA kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol daun putri malu dan pacar kuku memiliki efek diuretik. Kombinasi ekstrak memiliki efek diuretik lebih besar dibanding ekstrak tunggal. Kombinasi ekstrak etanol putri malu dan pacar kuku dengan dosis (5 mg/200 g BB : 37,5 mg/200 g BB) dan dosis (15 mg/200 g BB : 12,5 mg/200 g BB) memiliki aktivitas diuretik yang sebanding dengan kontrol positif.

Identifikasi Minyak Atsiri dalam Kalus Daun Lavender (Lavandula officinalis Chaix) dengan Perlakuan Penambahan Zat Pengatur Tumbuh NAA pada Medium MS

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7 No 1 (2010): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.449 KB)

Abstract

Tanaman lavender (Lavandula officinalis Chaix) mengandung metabolit sekunder salah satunya yaitu minyak atsiri. Minyak lavender dapat digunakan sebagai antiseptik, anti radang, penolak serangga (repellant dan antifeedent). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon NAA dalam menginduksi kalus daun lavender dan merangsang pembentukan minyak atsiri dalam kalus daun lavender. Percobaan ini dilakukan dengan teknik kultur jaringan tanaman. Penanaman eksplan pada media MS dengan kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA yaitu 1 mg/L, 2 mg/L, 3 mg/L. Kalus dilakukan pengamatan pertumbuhannya setiap hari dan dilakukan evaluasi keberhasilan pembentukan kalus, waktu induksi kalus dan berat kalus, selanjutnya dilakukan analisis minyak atsiri dengan reaksi warna dan KLT menggunakan fase gerak hesana-etil asetat (96:4) dan fase diam silika gel 60F254 dan diamati bercak dengan disemprot anisaldehid-H2SO4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat pengatur tumbuh NAA dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh dalam keberhasilan pembentukan kalus, mempercepat waktu induksi kalus dan berat kalus daun lavender. Penambahan zat pengatur tumbuh NAA 2,0 mg/l mempunyai keberhasilan pembentukan kalus 86,67%, waktu induksi kalus tercepat 5,69 hari dan rata-rata berat kalus kering terbesar 0,070gram. Kalus hasil kultur jaringan dengan penambahan zat pengatur tumbuh NAA mengandung komponen minyak atsiri yang sama dengan tanaman asal.

Aktivitas Antioksidan Herba Kate Mas (Euphorbia heterophylla L.) terhadap Radikal DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil)

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7 No 2 (2010): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.089 KB)

Abstract

Antioksidan sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia karena mampu meredam radikal bebas. Flavonoid merupakan antioksidan alami yang umum terdapat pada tumbuhan. Euphorbia heterophylla L. oleh masyarakat digunakan sebagai obat tradisional dengan nama daerah kate mas diketahui mengandung flavonoid, tanin dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi n-heksan, etil asetat, dan air dari ekstrak metanolik herba kate mas terhadap radikal DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan parameter IC50. Herba kate mas diekstraksi secara maserasi menggunakan metanol. Ekstrak yang diperoleh kemudian disuspensi dengan air selanjutnya difraksinasi dengan heksan dan etil asetat. Ekstrak herba kate mas beserta fraksi yang didapatkan diuji aktivitas antioksidannya terhadap radikal DPPH. Pengujian dilakukan dalam 4 seri konsentrasi dengan cara menambahkan 4,0 ml larutan uji dengan 1,0 ml DPPH 0,45 mM. Aktivitas terhadap radikal bebas diukur dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 515 nm dan ditentukan harga IC50 dengan menggunakan analisis probit. Rutin digunakan sebagai kontrol positif. Hasil menunjukkan bahwa herba kate mas memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 ekstrak metanolik, fraksi air, fraksi heksan, dan fraksi etil asetat berturut-turut sebesar 44,43 ppm, 130,63 ppm, 212,81 ppm, dan 5,88 ppm, Fraksi etil asetat memiliki aktivitas paling kuat dibandingkan lainnya dengan nilai IC50 yang mendekati IC50 rutin yaitu 5,11 ppm sebagai kontrol positif.

Aktivitas Ekstrak Etanolik Daun Seligi (Phyllanthus buxifolius (BI.) M.A.) terhadap Kadar HDL dan LDL pada Serum Darah Tikus

Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11 No 1 (2014): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.818 KB)

Abstract

Daun seligi (Phyllanthus buxifolus (BI.) M.A.) memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid, polifenol dan saponin yang memiliki aktivitas antioksidan dan diduga berpotensi sebagai antihiperlipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun seligiterhadap peningkatan kadar HDL dan penurunan kadar LDL tikus putih jantan. Subjek dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan sebanyak 30 ekor dengan berat antara 150-200 gram berumur 2-3 bulan. Semua tikus dibagi menjadi 6 kelompok secara acak kemudian diberi BR II danair setiap harinya. Kelompok I, II, III berturut-turut adalah kelompok normal, kelompok kontrol positif (simvastatin), dan kelompok kontrol negatif. Kelompok perlakuan ekstrak masing-masing diberikan ekstrak daun seligi dosis 75 mg/kg bb/hari; 150 mg/kg bb/hari dan 300 mg/kg bb/hari. Hewan uji diberi lemak sapi dan kuning telur selama dua minggu sampai keadaan hiperlipidemia, hari ke-14 diberi sediaan uji sampai hari ke-28. Kadar HDL dan LDL diukur pada hari ke-0, ke-14 dan ke-28 dengan metode CHOD-PAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun seligi yang diberikan secara oral dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL serum darah. Ekstrak etanol daun seligi dosis 300 mg/kg bb/hari memiliki efektifitas setara dengan simvastatin.