Articles

Kemampuan Bakteri Pelarut Fosfat Isolat Asal Sei Garo dalam Penyediaan Fosfat Terlarut dan Serapannya pada Tanaman Kedelai Lestari, Wahyu; Linda, Tetty M.; Martina, Atria
Biospecies Vol 4, No 2: Biospecies
Publisher : Biospecies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.638 KB)

Abstract

Bakteri pelarut fosfat dari tanah gambut asal Sei. Garo telah diuji potensinya padamedium Pikovskaya dan tanah PMK. Delapan isolat berhasil didapatkan, 3 diantaranya memilikikriteria tinggi melarutkan fosfat. Isolat dengan kriteria tinggi dan campurannya diuji potensinya dalampenyediaan fosfat pada medium Pikovskaya cair dan tanah PMK. Kemampuan tertinggi melarutkanfosfat pada medium Pikovskaya cair adalah isolat GGO1 (I1) yaitu 0,4736%. Secara keseluruhan adakecenderungan bahwa inokulum memiliki kemampuan dalam penyediaan fosfat pada tanah PMKnamun hasil menunjukkan tidak ada interaksi antara tanah dan inokulum terhadap kandungan fosfattersedia tanah dan serapannya pada tanaman. Perlakuan tanah tanpa sterilisasi berpengaruh nyataterhadap kandungan fosfat tersedia tanah.
Treatment with Pulse Doses Azitromycin on Severe Acne Vulgaris Yenny, Satya Wydya; Lestari, Wahyu
Journal of the Indonesian Medical Association Vol. 61 No. 4 April 2011
Publisher : Journal of the Indonesian Medical Association

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne vulgaris is a self-limited disorder of the pilosebaceous unit that is seen primarily in adolescents. Most cases of acne present with pleomorphic variety of lesions, consisting of comedones, papules, pustules, nodules and the sequelae can be lifelong, with pitted or hypertrophic scar formation. The antibiotic treatment in acne vulgaris needs long time periods nevertheless, requires high patient’s compliance. Azithromycin is alternative antibiotic that can be well tolerance, effective and can be used to treat acne vulgaris in pulse dose. Azithromycin with pulse dose regimen is one of alternative treatment for acne treatment. We reported a case of severe acne vulgaris in women, 27 years old. Diagnosis was based on anamnesis, physical examination consist of comedo, erythematous papules, pustules and nodule. Patient received 500 mg of azytromycin once daily per oral, in the first day 250 mg of azitromycin once daily per oral, for the 2nd-5th day repeated monthly until four months. A pulse dose of azithromycin for 4 months, would give satisfactory result.Key words: severe acne vulgaris, azitromycyn
SENI PEMBEBASAN : ESTETIKA SEBAGAI MEDIA PENYADARAN Zaenuri, Ahmad; Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.472 KB)

Abstract

Aesthetic is not only presents beauty that give pleasure without any interest of thesense, but also gives an recognition for people in terms of developing social,economic, politic, and culture phenomenon. Aesthetic which gives beauty has essenceof recognition social and culture phenomenon changes system and culture, changesvalue system in society. Reality life is imagination, fantasy, and absurd dreams,whereas the truth and kindness of beauty only occur in ideas which create beauty of lifemanagement and the value of culture system itself. Art as a media of freedom is aneffective alternative as a means of massage delivery about situation of social life thatgrow attempts of policies of decision maker and global capitalism who create system ofculture value in society for capitalist interest.Kata Kunci : estetika, penyadaran, seni, pembebasan
PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAGI WANITA UNTUK MENJADI  PEMAIN WAYANG (Studi Peranan Wanita Pada Kelompok Wayang Orang  di Jawa Tengah)  Decision making of the Woman to Become Puppet Player (Study of Woman Role of Wayang Wong Groups in Central Java) Ratih, Endang; Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.203 KB)

Abstract

Pengambilan keputusan terhadap segala sesuatu baik dalam kehidupan rumah  tangga maupun dalam hal pekerjaan dewasa ini bukan lagi menjadi monopoli laki­laki melainkan juga dapat dilakukan oleh kaum wanita. Masalah sentral dalam penelitian adalah fakta yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk  mendapatkan faktor dalam atau motivasi para wanita dalam pengambilan keputusan  untuk menjadi pemain wayang. Penelitian peranan wanita pemain wayang,  menggunakan pendekatan kualitatif guna mengungkap permasalahan secara  holistik, lokasi penelitian di perkumpulan wayang orang terkenal di wilayah Jawa  Tengah. Subyek penelitian adalah perempuan pemain wayang yang telah bekerja selama minimal lima tahun dan masih aktif bekerja sebagai pemain wayang. Teknik  pengumpulan data digunakan, wawancara dan observasi, dianalisis melalui reduksi,  verifikasi dan penyajian data. Hasil penelitian mewujudkan bahwa secara umum semua subyek dalam mengambil keputusan untuk menjadi pemain wayang dipengaruhi oleh bakat,  keturunan selanjutnya menjadi hobi yang sekaligus dapat dimanfaatkan menjadi  pekerjaan, untuk menambah kebutuhan ekonomi keluarga. Keberhasilan lain juga ditunjukkan dalam peran gandanya yaitu perempuan sebagai pekerja dan pendidik  anak­anaknya meraih sukses kehidupan. Penelitian dapat merekomendasikan  beberapa hal antara lain agar para wanita tidak ragu­ ragu tetap menekuni  pekerjaannya secara profesional, tanpa harus melalaikan kewajiban sebagai ibu  rumah tangga. Profesi pada bidang seni tidak hanya sebagai pemain wayang saja,  melainkan pada bidang lain, seperti pesinden atau penyanyi, untuk membantu  memperoleh penghasilan tambahan.Kata kunci: pengambilan keputusan, pemain wayang, wanita.
NILAI BUDI PEKERTI DALAM TARI TRADISIONAL KLASIK GAYA YOGYAKARTA (Mores Values in The Clasical Tradisional Dances of Yogyakarta) Wahyu Lestari, Hartono &; Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.665 KB)

Abstract

Tari Tradisional Klasik Gaya Yogyakarta disamping sebagai hiburan juga berfungsi sebagai wahana penanaman nilai-nilai budi pekerti bagi yang mempelajarinya, yang masih memiliki misteri kehidupan. Simbol yang terkandung dalam ragam gerak memunculkan makna. Tari Tradisional Klasik Gaya Yogyakarta dan segi koreografinya baik bentuk tari putri maupun tari putra dapat dianalisis maknanya dan perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Dalam pengumpulan datanya digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Digunakan analisis data kualitatif yaitu dengan cara Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Traaisional Klasik Gaya Yogyakarta dapat digunakan sebagai jembatan wanita dan pria Jawa. Ada 4 hal yang dapat dilakukan apabila seseorang ingin selamat yaitu: (1) Tawakal (berserah diri pada Tuhan), (2) Ikhlas, (3) Lahudri (yaqin), dan (4) Hunafa (Tuhan akan mengabulkan). Kata kunci: Budi pekerti, tari tradisional klasik, nilai.
CITRA WANITA DALAM PERTUNJUKAN KESENIAN TAYUB (THE WOMAN IMAGE IN THE TAYUB ART PERFORMANCE) Ratih E.W., Endang; Malarsih, -; Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.342 KB)

Abstract

Kesenian tayub merupakan seni tari tradisional yang sampai sekarang masih banyak diminati oleh masyarakat di Kabupaten Blora. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana citra wanita dalam pertunjukan kesenian tayub serta upaya apa sajakah yang bisa dilakukan untuk mengangkat kedudukan citra wanita dalam pertunjukan kesenian tayub. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian di desa Padaan kecamatan Japah dan di kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi serta dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis gender Hasil penelitian menunjukkan Citra wanita dalam pertunjukan kesenian tayub adalah wanita dianggap sebagai pemuas laki-laki. Kedudukan seorang penari atau joged dalam pertunjukan tayub merupakan daya tarik yang sangat kuat, karena bagi masyarakat sebagai penonton dan sekaligus sebagai penayub dan pengjuyub, menganggap seorang joged merupakan obyek penghibur dan pemuas serta sebagai obat pelepas lelah setelah seharian bekerja. Upaya-upaya yang ditempuh untuk mengangkat citra wanita dalam pertunjukkan kesenian tayub adalah: misalnya dengan dikeluarkan kebijakan baru dari Pemda bahwa: (a) ada aturan yang mengatur tentang pembatasan jam. (b) Pengatur jarak antara joged dan penayub. (c) tidak diperbolehkan memakai minum-minuman keras yang beralkohol. (d) bagi penayub harus bertindak sopan terhadap jogednya Upaya-upaya yang yang lain adalah dari diri si joged itu sendiri,yaitu dengan membentengi dirinya sendiri dari hal-hal yang berakibat negatif, misalnya selalu berhati-hati dalam bertindak. Selalu waspada dan membatasi diri, dan yang lebih penting adalah mempertebal rasa keimanan. Sedangkan dalam hal berbusana (memakai kostum) hendaknya yang sopan dan tertutup.Kata Kunci: Citra Wanita, Pertunjukan, Kesenian Tayub.
Ruwatan (Merti Desa) Masyarakat Gunungkidul Pasca Gempa Bumi Tektonik di Daerah Istimewa Yogyakarta (Ruwatan of Gunungkidul Society After Tectonic Earthquake In Special Province of Yogyakarta Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 3 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.989 KB)

Abstract

  Merti Desa merupakan salah satu upacara ritual yang sudah mentradisi pada masyarakat Jawa khususnya. Merti Desa sebagai bentuk upacara ritual oleh masyarakat Gunungkidul dilaksanakan pada setiap tahun sekali, sebagai tradisi dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Merti Desa juga merupakan ritual untuk mengucapkan terimakasih atas hasil panen yang telah diterimanya, serta sebagai wahana melestarikan budaya nenek moyang yang dilaksanakan secara turun temurun kepada generasi selanjutnya kepada nenek yang berujud ritus sosial masyarakat. Merti Desa dilaksanakan dalam berbagai rangkaian acara seperti upacara yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dipimpin oleh Pemerintah daerah pada wilayah desa tertentu, diikuti oleh warga masyarakat setempat, oleh pemerintah atau pamong Desa upacara Merti Desa juga sekaligus dapat digunakan sebagai wahana mengajak masyarakat melestarikan dan nguri-uri tradisi warisan nenek moyang serta mengajak masyarakat mengambil hikmah dan nilai-nilai yang terkandung dalam upacara tradisi Merti Desa. Diharapkan masyarakat dapat menikmati hiburan atau tontonan serta mendapat tuntunan dan mengambil nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, diantaranya manusia harus selalu eling lan waspodho, mengingat dan mengucapkan terimakasih kepada Bumi yang telah memberi segalanya untuk kebutuhan kehidupan manusia. Gempa Bumi yang telah terjadi tidak menghalangi warga masyarakat Gunungkidul untuk menyelenggarakan Upacara Ruwatan Desa. Ruwatan Desa dilaksanakan dengan pertunjukan wayang kulit purwa sebagai upacara tradisi masyarakat yang perlu dilestarikan, terutama konsep Merti Desa.   Kata kunci: ruwatan, ritus, wayang kulit purwa
Efektivitas Pergelaran Tari bagi Mahasiswa Sendratasik Unnes (Performance Effectiveness of Dance for Sendratasik Students of Unnes) Usrek Tani Utina dan Wahyu Lestari Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Sendratasik FBS, Universitas Negeri Semarang Utina, Usrek Tani; Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.259 KB)

Abstract

Banyak problem yang dihadapi mahasiswa Sendratasik Unnes dalam matakuliah Pergelaran Tari, misalnya waktu yang sangat sempit, pengalaman mahasiswayang masih terbatas, dan materi yang harus di-garap. Dalam penelitian ini masalah yangdiangkat adalah “Efektifkah Pergelaran Tari bagi Mahasiswa Jurusan Seni Tari, danFaktor-faktor apakah yang menjadi pendukung atau penghambat Pergelaran Taritersebut”?Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif meskipun jugamengambil jasa kualitatif guna lebih menjelaskan fenomena-fenomena yang ditemukandi lapangan. Data dijaring secara observasi partisipasi, wawacara, dokumentasi, angket,dan tes. Data dianalisis secara deskriptif persentase dan rumus korelasi product’s moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih banyak mengalamikesulitan dalam menghasilkan karya tari yang disebabkan oleh beberapa faktorpenghambat antara lain kemampuan mahasiswa, kurangnya apresiasi, terbatasnyasarana dan prasarana, serta terbatasnya penari pendudukung karya. Analisis datamenunjukkan hasil r xy = -0,005, r tabel untuk N = 18 diketahui 0,468. Ternyata rhitung < dari r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yangsignifikan antara profil dosen pemberi matakuliah pergelaran terhadap hasil nilaipergelaran.Saran yang dapat direkomendasikan adalah agar para mahasiswa SendratasikUnnes banyak diberikan apresiasi berupa melihat pertunjukan tari, atau karya-karya tarisebagai bahan inspirasi. Kemudahan-kemudahan lain seperti pemilihan penari.Kata kunci: Efektivitas, Pergelaran Tari
PERAN LOKAL GENIUS DALAM KESENIAN LOKAL (The Role of Local Genius in The Local Art) Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 2 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.863 KB)

Abstract

Lokal genius yang sangat beragam dan dimiliki oleh suku-suku yang adadi setiap kawasan Nusantara merupakan tolok ukur peradaban diIndonesia. Lokal genius menjadi berarti jika dapat dipahami dan dihargaioleh orang-orang yang menggelutinya, sehingga menjadi suatukebanggaan masyarakat pendukung maupun pelestarinya. Jika LokalGenius masyarakat kuat, tak perlu ada yang dikhawatirkan akanmasuknya unsur budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadianbangsa Indonesia. Bahkan, lokal genius dari budaya luar dapatdimanfaatkan sebagai pengendali ataupun pemacu kualitas lokal geniusyang ada di Indonesia.Kata kunci : lokal genius, kebudayaan, kesenian, masyarakat
USAHA MENUJU INTERNALISASI SENI TARI MELALUI KETEPATAN ALAT UKUR KETRAMPILAN SENI TARI (Efforts to Internalise Dancing Througt the Creation of Appropriate/Valitd Dancing Skills Measuring/Evaluation Instruments ) Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 3 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.738 KB)

Abstract

Setiap proses pembelajaran akan menyiapkan anak dalam proses peningkatan intelektual (kognitif) sikap serta nilai (afektif), dan ketrampilan (psikomotor). Ketiganya sangat diperlukan dalam penilaian ketrampilan seni tari, sesuai tujuan pembelajarannya, yaitu agar anak tidak saja bisa menari, tetapi bisa mengetahui bagaimana menari. Bagaimana menari memerlukan pemahaman mendalam serta kecerdasan mendemonstrasikan ketrampilan tari. Siswa yang trampil menari, berarti dapat memainkan kaidah-kaidah seni tari, sehingga diharapkan tercapai internalisasi seni tarinya. Perubahan sikap, kepekaan rasa akan muncul dengan sendirinya apabila tujuan pembelajaran ketrampilan seni tari dipenuhi. Alat ukuryang baik adalah yang dapat mengukur apa yang akan diukur, menghindari subjetivitas, menegagkan objectivitas. Mengukur ketrampilan seni tari ditentukan oleh beberapa indikator antara lain pengambil/petugas pengukur, waktu, tempat (apakah memenuhi syarat) serta alat yang dipergunakan untuk pengukuran. Internalisasi seni tari tercapai apabila usaha menanamkan sikap kepada siswa dilaksanakan, yaitu dengan menggunakan alat ukur yang valid dan realibel. Kata Kunci:      Internalisasi, Seni Tari, Alat Ukur, Ketrampilan.