Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

KAJIAN INTERAKSI ION Co2+ DENGANSELULOSA DARI SERBUK GERGAJIKAYU Mohadi, Risfidian; Hidayati, Nurlisa; Saputra, Adi; Lesbani, Aldes
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Volume 1, No. 2, 2013
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pemisahan selulosa dari serbuk gergaji kayu dengan menggunakan metanol dan HCldengan konsentrasi1%, 3%, 7%, dan 11%(v/v) dalam waktu 3 jam. Selulosa hasil pemisahan dikarakterisasi dengan spektroskopi FT-IR untuk selanjutnya digunakan sebagai adsorben ion logam Co2+ dalam medium air. Proses adsorpsi dipelajari melalui berbagai waktu interaksi, variasi konsentrasi, dan desorpsi terpisah. Spektrum infra merah menunjukan bahwa selulosa hasil pemisahan dari serbuk gergaji kayu dengan konsentrasi asam 5% memiliki kemiripan dengan spektrum inframerah selulosa standar. Konstanta laju adsorpsi ion logam Co2+ pada selulosa hasil pemisahan sebesar2.10-4 denganenergy adsorpsi sebesar 31,54 kJ/molserta pada serbuk gergaji kayu sebesar 4.10-4 dengan energy adsorpsi31,00kJ/mol. Kapasitas adsorpsi ion logam Co2+pada selulosa hasil pemisahan sebesar 0,55 x10-4 mol/g dan 0,09 x10-4mol/g untuk serbuk gergaji kayu. Desorpsi terpisah ion logam Co2+ menggunakan H2O, Na-EDTA, Amonium asetat, dan HCl menunjukan interaksi yang kuat ion logam Co2+ pada selulosa dan serbuk kayu. Separation of cellulosefrom wood sawdust using methanol and hydrocloric acid in acid concentrations of 1%, 3%, 7%, dan 11%(v/v) for 3 hours has been carried out. The cellulose was characterized using FT-IR spectroscopy and used as adsorbent for Co2+ metal ion in aqueous medium. Adsorption process was studied by varying the interaction time, concentration of solution, and desorption. The FT-IR spectrum of cellulose obtained from wood using 5% HCl has similarity withFT-IR spectrum of the standardcellulose. The adsorption rate constant and adsorption energy ofCo2+on cellulose obtained from wood sawdustare 2.10-4 and31,54 kJ/mol respectively,meanwhile those values are4.10-4  and 31.00 kJ/mol respectively on raw wood sawdust.The adsorption capacity  of cellulose andof wood sawdust are 0,55 x10-4 mol/g and 0,09 x10-4mol/g, respectively.The separated desorption of Co2+ metal ion using H2O, Na-EDTA, Amonium acetic, and HCl showedthat Co2+wasstrongly bound to cellulose and wood sawdust.
PRODUKSI BIODIESEL MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa) HASIL DEKOMPOSISI Lesbani, Aldes; Kurniawati M, Risma; Mohadi, Risfidian
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Volume 1, No. 2, 2013
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodisel telah diproduksi dari minyak jelantah melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis hasil dekomposisi kerang darah. Kerang darah didekomposisi pada berbagai temperatur dimulai dari 600-1100oC pada kondisi udara terbuka menggunakan furnace.Produk dekomposisi dianalisa menggunakan difraktometer X-Ray.Hasil penelitian menunjukkan temperatur optimum dekomposisi kerang darah terjadi pada temperatur 900oC.Pola XRD produk dekomposisi pada 900 oC mirip dengan pola XRD kalsium oksida standar. Penggunaan katalis hasil dekomposisi untuk produksi biodiesel menghasilkan viskositas dan densitas biodiesel sebesar 5,81 mm2/s dan 0,87 g/cm3. Hasil ini sesuai dengan standar biodiesel dari SNI yakni viskositas dan densitas yang disyaratkan SNI sebesar 2,3-6,0 mm2/s dan 0,85-0,89 g/cm3. Biodiesel was produced from waste cooking oil by transestrification reaction using decomposed cockle shell as catalyst. Cockle shell was decomposed at various temperatures ranging from 600-1100oC in open air condition using furnace. The decomposed product was analyzed using X-Ray diffractometer. The results showed that the optimum temperature for decomposition of cockle shell was at 900 oC. The XRD pattern of decomposed product at 900oC was similar with XRD pattern of calcium oxide standard. The use of decomposed shell to produce biodiesel resulted viscosity and density of biodiesel 5.81 mm2/s and 0.87 g/cm3, respectively. These results are appropriate with biodiesel standard form SNI where the viscosity and density of biodiesel from SNI value were 0.85-0.89 g/cm3 and 2.3-6.0 mm2/s.