Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH UMUR PETIK DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH ANGGUR (VITIS VINIFERA L.) Purwantiningsih, Budi; Leksono, Amin Setyo; Yanuwiadi, Bagyo
el–Hayah Vol 2, No 2 (2012): EL-Hayah (Vol 2, No 2, Maret 2012)
Publisher : Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/elha.v2i2.2209

Abstract

Anggur merupakan salah satu buah berserat yang digemari oleh banyak orang, ka-rena rasanya enak, manis, segar dan mengandung gizi tinggi terutama vitamin C dan A. Kan- dungan  vitamn  C  dipengaruhi  oleh  umur  pemetikan  dan  lama  penyimpanan.  Jenis penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Penelitian dilaku-kan pada bulan Agustus-September, untuk pengambilan sampel anggur langsung dari Wono-asih, Probolinggo dengan pemetikan 95,105, 115 hari dengan lama penyimpanan 0,3,6, dan 9 hari. Uji kadar vitamin C menggunakan metode titrasi yodium yang kemudian dianalisis menggunakan anava dua arah dan dilanjutkan dengan UJD 5%. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa ada pengaruh umur petik dan lama penyimpanan terhadap kandungan vitamin C pada buah anggur serta terdapat interaksi umur petik dengan lama penyimpanan. Vitamin C tertinggi terdapat pada umur petik 105 hari dengan lama penyimpanan 3 hari.
KAJIAN KOMPOSISI SERANGGA POLINATOR TANAMAN APEL (Malus sylvestris Mill) DI DESA PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Apituley, Frank Leonardo; Leksono, Amin Setyo; Yanuwiadi, Bagyo
el–Hayah Vol 2, No 2 (2012): EL-Hayah (Vol 2, No 2, Maret 2012)
Publisher : Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/elha.v2i2.2213

Abstract

Pohon apel merupakan salah satu jenis pohon yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri. Bunga apel tergantung pada serangga penyerbuk atau serangga polinator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi serangga kanopi yang berpotensi sebagai polinator bunga apel dan menganalisis pola kunjungannya. Pengamatan serangga dilakukan secara visual. Pengukuran faktor lingkungan (suhu, kelembaban, dan cahaya). Analisis data struktur komunitas serangga pada saat musim berbunga dan berbuah didapatkan dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon Wienner).  Pola kunjungan dan komposisi serangga polinator dilakukan dengan membandingkan saat musim berbunga dan musim berbuah. Parameter yang dibandingkan diversitas, kelimpahan dan komposisi. Diversitas dan  dan  kelimpahan dibandingkan dengan uji  anova, sedangkan komposisi dibandingkan dengan IBC (Indeks Bray Curtis). Pola kunjungan harian serangga polinator bunga apel dianalisis dengan membandingkan rata-rata kunjungan pada periode I, II, III, IV, dan V. Serangga polinator yang dikoleksi pada perkebunan apel musim bunga lebih tinggi yakni (363 individu) dari pada musim buah (151 individu). Nilai indeks keanekaragaman serangga polinator pada saat musim berbunga lebih tinggi (2,08) dibandingkan musim buah (1,27). Kelimpahan serangga polinator antara musim bunga dan buah signifikan P < 0,001. Kesamaan serangga polinator antara musim bunga dan buah denga indeks Bray Curtis sebesar 0,76 untuk musim bunga (AC, yaitu jam 07.00-08.15 dengan 12.00-13.15) dan 0,74 untuk musim buah (AB, yaitu jam 07.00-08.15 dengan 09.00-10.15). Analisis faktor lingkungan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya terhadap kelimpahan serangga polinator didapatkan korelasi yang positif dengan nilai R-square yakni 43,2%.  
Keanekaragaman Arthropoda Kanopi yang Berpotensi Polinator pada Tanaman Apel (Malus sylvestris Mill.) di Lahan Apel Bumiaji jumiatin, ervin; Yanuwiadi, Bagyo; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bumiaji adalah salah satu wilayah penghasil buah apel di Jawa Timur. Namun, selama beberapa dekade terakhir produktivitas tanaman apel di Bumiaji menurun. Salah satu penyebabnya adalah aplikasi pestisida, dan penurunan komposisi Arthropoda sebagai polinator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Arthropoda polinator tanaman ape dimusim bunga dan buah, mengetahui komposisi dan struktur komunitas Arthropoda kanopi, dan mengetahui hubungan faktor lingkungan (suhu, cahaya, kelembaban) dan dilakukan pencuplikan empat hari sekali sebanyak empat kali pada bulan Juli sampai desember 2012. Pencuplikan dilakukan dengan metode jebakan ember (pan trap) warna biru dan kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jumlah keseluruhan Arthroposa kanopi yang ditemukan sebanyak 1121 individu, dari 9 odo, 33 famili. Nilai indeks diversitas (Shannon-wiener) musim bunga lebih tinggi (H’=3.1) dibanding musim buah (H’=2.7). Persentase kelimpahan Arthropoda polinator pada musim bunga lebih tinggi yaitu 25% dan 21% pada musim buah. Nilai KR dan INP paling tinggi bejana kuning musim bunga ditemukan pada famili Vespidae yaitu 6.1% dan 13%. Pada bejana biru di musim bunga kelimpahan dan INP tertinggi dari famili Formicidae yaitu sebesar 8.9% dan 18.3%. Kelimpahan dan INP pada bejana kuning musim buah tertinggi ditemukan pada famili Colletidae 4.4% dan 12%. Sedangkan pada bejana biru musim buah , kelimpahan relatif dan INP tertinggi dari ordo Formicidae sebesar  11.4% dan 19.9%. Tingkat kesamaan komposisi antar dua musim dihitung dengan indeks Bray-Curtis yaitu sebesar 0.66 pada musim bunga dan 0.83 pada musim buah. Berdasarkan uji Pearson-Correlation, kelembaban berkorelasi negatif dengan kelimpahan. Kata kunci : Faktor lingkungan, kelimpahan, komposisi, musim bunga, polinator.
Efek Blok Refugia (Ageratum conyzoides L., Ageratum houstonianum L., Commelina diffusa L.) Terhadap Pola Kunjungan Arthropoda di Perkebunan Apel Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang wardani, fevilia suksma; Leksono, Amin Setyo; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekosistem yang terganggu dan aplikasi pestisida menyebabkan penurunan diversitas Arthropoda. Keberadaan Arthropoda dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan refugia di sekitar perkebunan apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, diversitas dan komposisi Arthropoda, efek blok refugia terhadap pola kunjungan Arthropoda, pengaruh faktor abiotik dan status fungsional Arthropoda. Pengamatan Arthropoda dilakukan secara visual control.  Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu udara dan intensitas cahaya. Pengambilan data dilakukan empat kali pada musim buah dan empat kali sehari di setiap kombinasi refugia selama 15 menit setiap periode. Analisis struktur komunitas Arthropoda didapat dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon-Wienner). Pola kunjungan dan komposisi Arthropoda (IBC) dibandingkan antar blok. Kelimpahan Arthropoda berjumlah 1424 individu terdiri dari 8 ordo dengan 28 famili, 5 famili tertinggi yaitu Aleyrodidae, Syrphidae, Pieridae, Tabanidae  1 dan Formicidae 2 dengan INP tertinggi yaitu Aleyrodidae (33.95 %). Diversitas Arthropoda tinggi dengan nilai 2-3. Rata-rata kesamaan komposisi Arthropoda menunjukkan tingkat kesamaan yang sedang. Blok refugia yang digunakan memiliki pengaruh terhadap kunjungan Arhropoda. Blok 1, 2 dan 4 menunjukkan tingkat daya tarik yang tinggi untuk menarik Arthropoda sehingga dapat direkomendasikan antara blok 1 dan 2. Status fungsional Arthropoda terdiri dari herbivor (54.14 %), polinator (28.72 %) dan predator (17.13 %). Suhu dan intensitas cahaya berpengaruh pada kelimpahan Arthropoda.   Kata kunci: Arthropoda, refugia, musim buah, visual control
INTERAKSI ANTARA CAPUNG DENGAN ARTHROPODA DAN VERTEBRATA PREDATOR DI KEPANJEN, KABUPATEN MALANG Dalia, Bernadeta Putri Irma; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara capung dengan Arthropoda dan vertebrata di lahan pertanian Kepanjen, Jawa Timur. Pengamatan lapang dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2013 pada area pertanian padi di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah visual kontrol, kemudian analisis data dilakukan secara deskriptif. Capung, Athropoda, dan vertebrata yang ditemukan selama pengamatan memiliki interaksi predasi. Capung berperan sebagai predator berbagai Arthropoda di pertanian, terutama bagi ordo Lepidoptera, Hymenoptera, Hemiptera, Orthoptera, dan Diptera. Capung juga menjadi mangsa bagi Arthropoda, seperti Araneida, dan vertebrata, seperti Anura,  Mabuya sp., dan Todiramphus chloris. Kata kunci : Capung, pertanian
Diversitas Arthropoda Tanah Di Area Restorasi Ranu Pani Kabupaten Lumajang ardillah, Jr sulthan; Leksono, Amin Setyo; Hakim, Luchman
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ranu Pani is damaged areas ecosystem, so restoration activities are integrated to aspects of the ecosystem biotic and abiotic components are required. The important factor to succeed the restoration is land health. Arthropods has a very important role for the ecosystem, either directly or indirectly. The role of arthropods on ecosystems such as pollinators, decomposers, predators, parasitoids and bio-indicators. The aim of this study were to determine the type of soil arthropods found in Ranu Pani land restoration and to determine their roles in Ranu Pani and to determine the diversity index of soil arthropods in Ranu Pani. The method used in this research was Falltrap Pit (Bottle trap). Arthropods put in a bottle that has been filled with a solution of 70 % alcohol. Arthropods were identified in the laboratory. Arthropods from Ranu Pani restoration land was 916 specimens, consisting of 13 family. Three orders of arthropods with the largest number were Orthoptera (49.59 %), Amphipoda (44.17 %), Opiliones (6.23 %). Important value index (INP) of family land arthropods in the first year were Talitridae (72.658 %), Gryllidae (31.995 %), Acrididae (53.379 %) and larvae of Noctuidae (16.092 %). The dominant family in the second year were Talitridae (48.935 %), Gryllidae (73.057 %), Carabidae (23.769%) and Oxyopidae (14.147 %). The air temperature and the lower the light intensity could increased the abundance of soil arthropods. The Shannon-Wiener index of the second year location was lower (H = 1.899) compared to the first year location (H = 2.523). Key words: Arthropods, ecological indicators, community structure, restoration area.
Distribusi Spasial Nyamuk Diurnal Secara Ekologi Di Kabupaten Lamongan Johanudin, Nanang; leksono, amin setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daerah tropis seperti Indonesia merupakan daerah  yang disukai  nyamuk. Jawa Timur merupakan salah satu wilayah bagian Indonesia yang terdapat pada bagian jawa daerah timur. Akibat penyakit  yang ditularkan oleh nyamuk di Provinsi Jawa Timur masih merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat, baik di perkotaan   maupun di pedesaan, seperti:  Demam Berdarah Dengue, Malaria,  Filariasis (kaki gajah), Chikungunya dan Encephalitis. Kabupaten  Lamongan termasuk salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang perna terserang penyakit karena vektor dari nyamuk diantaranya, Demam Berdarah Dengue (DBD). Nyamuk yang aktif dan bergerak pada pagi hari hingga sore hari merupakan nyamuk diurnal, sedangkan nyamuk yang aktif  ketika malam hari merupakan nyamuk nokturnal. Penelitian ini dilakukan dengan penyaringan  jentik nyamuk, pemeliharaan, dan pengamatan ketika dewasa.  Data yang telah diperoleh dianalisis dengan  populasi rata-rata menggunakan Microsoft Excel  2007. Kemudian dilanjutkan dengan analisis statistik   uji t-test dan uji distribusi menggunakan SPSS 16.  Kemudian dilakukan pemetakan komposisi nyamuk dimasing-masing lokasi. Ditmukan tiga jenis nyamuk yang tertangkap. Anopheles, Culex, dan Culex quinquesfaciatus. Rata-rata  populasi nyamuk tertinggi yang didapatkan di lima titik merupakan nyamuk dari genus Anopheles yang terdapat didesa Dagan sebesar 15,3 populasi, dan genus Culex yang terdapat didesa kedungmegari sebesar 11,7 populasi.   Kata kunci: Anopheles, Culex, diurnal, Lamongan, nyamuk.
ATTRACTION OF ARTHROPODS IN REFUGIA BLOCKS (Ageratum conyzoides L., Capsicum frustecens L., and Tagetes erecta L.) WITH THE APPLICATION OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER AND BIOPESTICIDE IN APPLE CROPS IN PONCOKUSUMO Muhibah, Tria Irma; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to know the community structure of arthropods and to know visiting patterns of arthropods in refugia blocks. The method used in this research was Visual Encounter in fruiting season and flowering season. The observation was held four times in each season and four times a day. The observation was held on the refugia blocks that were applied a liquid organic fertilizer and biopesticide (POCB) and Control. Measurement of abiotic factors was done including temperature, humidity and light intensity. The result was analyzed using important value (INP) and Shannon-Wienner Index (HI). Overall the total abundance of arthropods was 32 family in flowering season and 33 family in fruiting season. All of the refugia blocks were dominated by family Muscidae in flowering season and dominated by family Apidae in fruiting season. The Diversity of arthropods in flowering season and fruiting season is quite high with the value was ranged from 3 to 4. Arthropods visiting patterns on the refugia block showed an increase in the abundance of arthropods in period 2 that was during 9:00 to 10:30 am.   Key word : Arthropods, Biopesticide, Flowering Season, Fruiting Season, Liquid Organic Fertilizer, Refugia Blocks, Visual Encounter
Estimation of Carbon Dioxide and Carbon Stock of Vegetation along the Sukarno-Hatta Street Sides Abobsesa, Fatma M Omar; Rachmansyach, Arief; Leksono, Amin Setyo
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpal.2018.009.02.06

Abstract

Carbon dioxide (CO2) is an essential element of the atmosphere that is the basis of photosynthesis process and the vital component of body organism processes. However, if it rises above the normal level, it becomes the most serious cause of global warming. However, the growth of CO2 in the atmosphere has been slowed by the increase in the ability of plants to absorb the gas. This study is aimed to analyze CO2 emissions and plant absorption ability to discover carbon stock and carbon balance in the atmosphere. This study used a sample of human activities that contribute to CO2 emissions along the Soekarno-Hatta Street and the number of trees that soak the emissions. Remote sensing is applied to predict the levels of carbon dioxide emissions and absorption and carbon stocks. The absorption and stock of the carbon are calculated using a specific formula for biomass. The results showed a significant amount of carbon dioxide was emitted by motor vehicles passing through Soekarno-Hatta Street. However, only a small portion was generated by human activities carried out in stores, offices, restaurants, hotels, and hospitals. In line with that, the trees in the Soekarno-Hatta area were able to absorb carbon dioxide about 6 times higher than emitted. It also proved that the Palm tree (Roystonea regia) was capable of storing more carbon dioxide in significant amounts than the other two species, the Ashoka tree (Polyalthia longifolia), and the Rain tree (Samanea saman). Therefore, increasing the number of trees such as Palm tree in the area was recommended.Keywords: Coaching strategy, Regency Adiwiyata, School management, Sintang Regency
Types of Insects in Organic and Semi-Organic Citrus Plantation Pora, Misykat Sulthana; Leksono, Amin Setyo; Afandhi, Aminudin
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Using pesticide within semi-organic plantation system results in declining number and type of insects. Within the ecosystem, insect functions as herbivore, carnivore, detrivore and pollinator. The purpose of the study is to describe the structure and function of insect composition in organic and semi-organic orange plantation. The study used the blue and yellow trap pan method. The trap pan is installed one meter above the ground. 10 settlers are needed for 5 times of replication. The findings show that there are 1910 insects that belong to 5 orders and 24 families; formicidae family from hymenopetra is the most frequently found insect in the plantation. The Shannon Diversity Index showed difference between the organic and semi-organic plantation.The findings suggested that type of insects in the organic and semi-organic plantation is related to type of technology in each of the orange plantation.Keywords:  insect, organic, type