Evita H. Legowo
Research Supervisor, Swiss German University

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Development Model of Renewable Energy Policy Based on Social Forestry for Sustainable Biomass Industry

International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

New and renewable energy development should be encouraged considering Indonesia is now a net importer of oil. The subsidy for transportation and electricity more than 300 trillion rupiahs. Presidential Decree No. 5, 2006, mandates the target energy mix by 2025 is 17% for new and renewable energy. The demand growth of energy in Indonesia around 7%, compare to developed country only 2 – 3%. This study aims to develop renewable energy policy models in particular biomass for rural electrification; to identify the factors that influence the price of feed in tariff policy, in particular wood-based biomass,; and  designing the role of social  forest for raw materials bio-pellet industry in a sustainable supply chain. Research using soft systems methodology, then it has analyzed by Interpretative Structural Modeling (ISM) and the Strategic Assumption Surfacing and Testing (SAST). The results showed key element of development policy model of renewable energy for community-based forest industry that is sustainable biomass energy tariff, competent human resources, coordination among related local government offices, community participation, funds and investment business, microfinance, community leaders, state forest lands, smallholder plantations policy, spatial regions, financial institutions, NGOs and professional associations energy field. The strategic assumptions have been identified which is sufficient supply of raw materials, industrial raw materials available, available alternative industrial biomass potential of raw materials in the local, the obvious trade system, support regulatory and local governments, inventory of land and forest, and the support of community leaders.

Development Model of Renewable Energy Policy Based On Social Forestry For Sustainable Biomass Industry

Journal of S&T Policy and R&D Management Vol 12, No 1 (2014): Journal of S&T Policy and R&D Management
Publisher : Pusat Penelitian Perkembangan Iptek, LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renewable energy development strengthened due to considering Energy Act number 30 year 2007 article 21. Presidential Decree No. 5, 2006, mandate the target energy mix by 2025 to be 17% for new and renewable energy. Companies can contribute in terms of investment as Corporate Social Responsibility for Community Development interests. This study aimed to (1) formulate the development of renewable energy policy models, in particular biomass for rural electrification, (2) formulate the factors that influence the price of feed in tariff policy, in particular wood based biomass, (3) design the role of social forestry for raw materials biopelet industry in a sustainable supply chain. Research methods used techniques of Soft Systems Methodology, in the form of case studies supported by the literature to provide an alternative approach to solve the problems faced by leaders in the Indonesian Mining Company.

KEBIJAKAN REALOKASI GAS BUMI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8295.27 KB)

Abstract

Pada tahun 2010 pemerintah merealokasi tujuan pemanfaatan gas bumi Indonesia, dari untuk memenuhi kebutuhan perolehan devisa ekspor menjadi untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri guna mendorong pertumbuhan produksi nasional dan menciptakan efek pengganda yang lebih besar pada pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini menciptakan situasi yang dilematis bagi pemerintah karena keberhasilan realokasi gas bumi belum teruji namun akan terjadi pengurangan devisa. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis perkembangan dan dinamika industri gas bumi, (2) menganalisis faktor-faktor ekonomi yang berpengaruh terhadap penawaran, dan permintaan gas bumi, dan (3) menganalisis dampak dari kebijakan ekonomi dan faktor-faktor ekonomi lainnya terhadap pemanfaatan gas bumi. Dalam rangka menjawab tujuan penelitian maka digunakan (1) analisis deskriptif untuk menjawab tujuan pertama dengan hasil berupa gambaran umum kodisi perkembangan dan dinamika pasar gas bumi Indonesia dan rencana pemanfaatan gas bumi ke depan serta kendala-kendala peraturan dan regulasi pemerintah daerah yang dirasakan sekarang, dan (2) pendekatan ekonometrika dalam bentuk persamaan simultan untuk menjawab tujuan penelitian kedua dan ketiga. Pendekatan ekonometrika menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS) dengan data runtun waktu tahun 2000-2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perilaku produksi gas bumi adalah harga gas bumi Indonesia dan harga gas bumi dunia. Respon ekspor gas bumi Indonesia terhadap produksi gas bumi yang elastis dalam jangka panjang menunjukkan potensi pengembangan sumber daya gas bumi dalam mendorong ekspor gas bumi Indonesia. Di sisi lain faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan gas bumi oleh PLN dan industri pupuk urea berbeda-beda. Namun demikian subsidi menjadi kebijakan yang berpengaruh nyata dalam meningkatkan permintaan gas bumi oleh kedua industri tersebut. Berdasarkan hasil simulasi maka kebijakan realokasi gas bumi Indonesia mampu meningkatkan permintaan gas bumi domestik dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dibandingkan kebijakan lainnya, namun demikian kondisi ini menjadi disinsentif bagi pengembangan produksi gas bumi Indonesia.