Laufried Laufried
Fakultas Teknik Universitas Palangkaraya

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

TINGKAT PELAYANAN SELASAR PEJALAN KAKI DI PASAR KAHAYAN PALANGKARAYA

Jurnal Transportasi Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.175 KB)

Abstract

Pedestrians have a weak position when mixed with vehicular traffic . Therefore, it required facilities for pedestrians , which can be a pedestrian corridor. In reality, it is often found that the pedestrian corridors are improperly used, when the carridor is used for trading places resulting reduced spaces for pedestrians. All of these in turn reduces the level of service for pedestrians. This study was conducted in the market area of Jalan Kahayan, Cilik Riwut, in the City of Palangkaraya. Observations were made at the peak and at the normal time. The level of service is measured based on the concept of Level of Service described in the US Highway Capacity Manual 1994. The results of this study are expected to be used as a reference material for designing pedestrian facilities which are not at present available in the Indonesian Highway Capacity Manual . The results indicate that the level of service in the pedestrian corridor of Pasar Kahayan is D in peak condition, C in normal conditions, and D in a combined time conditions .

TINGKAT PELAYANAN SELASAR PEJALAN KAKI DI PASAR KAHAYAN PALANGKARAYA

Jurnal Transportasi Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.175 KB)

Abstract

Pedestrians have a weak position when mixed with vehicular traffic . Therefore, it required facilities for pedestrians , which can be a pedestrian corridor. In reality, it is often found that the pedestrian corridors are improperly used, when the carridor is used for trading places resulting reduced spaces for pedestrians. All of these in turn reduces the level of service for pedestrians. This study was conducted in the market area of Jalan Kahayan, Cilik Riwut, in the City of Palangkaraya. Observations were made at the peak and at the normal time. The level of service is measured based on the concept of Level of Service described in the US Highway Capacity Manual 1994. The results of this study are expected to be used as a reference material for designing pedestrian facilities which are not at present available in the Indonesian Highway Capacity Manual . The results indicate that the level of service in the pedestrian corridor of Pasar Kahayan is D in peak condition, C in normal conditions, and D in a combined time conditions .

EVALUASI TARIF DAN MUTU PELAYANAN ANGKUTAN KOTA ANTAR PROVINSI BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (STUDI KASUS TRAVEL DAN BIS RUTE PALANGKA RAYA–BANJARMASIN)

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.892 KB)

Abstract

Biaya Operasional Kendaraan (BOK) adalah biaya yang secara ekonomis terjadi dengan dioperasikannya suatu kendaraan pada kondisi normal tertentu. Bagi perusahaan jasa angkutan, biaya merupakan suatu yang harus dikeluarkan untuk memproduksi jasa pelayanan, untuk itu perlu diperhitungkan pembebanan biaya secara objektif dan cermat agar dapat dipergunakan sebagai dasar acuan biaya yang harus dikeluarkan. Penelitian ini membahas tarif dan mutu pelayanan angkutan kota antar Provinsi berdasakan biaya operasional kendaraan (BOK) yang melayani rute Palangka Raya–Banjarmasin yang   merupakan studi kasus dengan menggunakan metode survai dan wawancara kepada supir dan penumpang, pengambilan sampel dilakukan berdasarkan asumsi peneliti dan data yang digunakan adalah data primer (langsung dari lapangan) dan data sekunder (langsung dari perusahaan travel dan bis). Dari hasil pengolahan data penelitian, besarnya tarif dari Travel dan Bis berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) rute Palangka Raya- Banjarmasin adalah rata-rata sebesar Rp. 78.218,16,- untuk Travel dan rata-rata sebesar Rp. 49.126,46,- untuk Bis. Kata Kunci:Tarif dan mutu pelayanan, Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Travel dan Bis

KAJIAN TEKNIS PERENCANAAN GEOMETRIK PADA RUAS JALAN KERENG PANGI–PUNDU (STA 24+150 s/d STA 25+450) KABUPATEN KATINGAN–KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.658 KB)

Abstract

Perencanaan geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas dan sebagai akses ke rumah-rumah. Dasar dari perencanaan geometrik adalah sifat gerakan, dan ukuran kendaraan, dan karakteristik lalu lintas. Hal-hal tersebut haruslah menjadi bahan pertimbangan perencanaan sehingga dihasilkan bentuk dan ukuran jalan, serta ruang gerak kendaraan yang memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan geometrik jalan masih banyak yang tidak memenuhi standar perencanaan seperti halnya Jalan Kereng Pangi STA 24+150 s.d. STA 25+450 Kabupaten Katingan– Kabupaten Kotawaringin Timur, masih sering terjadi kecelakaan. Karena itulah perlu dilakukan peninjauan jika terdapat kesalahan dalam geometrik jalan pada ruas jalan tersebut, untuk memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan sesuai dengan spesifikasi jalan luar kota.Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kelayakan Jalan Kereng Pangi-Pundu STA 24+150 s.d. 25+450 Kabupaten Katingan–Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan cara mengetahui kondisi eksisting jalan, mengkaji serta menangani apa yang dapat dilakukan pada ruas jalan tersebut, dengan cara menganalisis data lalu lintas, perhitungan waktu tempuh kendaraan serta  mengetahui jenis tikungan yang ada dilokasi penelitian dan parameter-parameter yang digunakan.Dari hasil perhitungan ruas jalan yang dikaji, diketahui bahwa kecepatan pengguna jalan masih sesuai dengan tuntutan kelas jalan, sehingga ruas jalan sudah sesuai dengan standar geometrik alinyemen horizontal jalan. Namun tetap menyebabkan kecelakaan pada ruas jalan tersebut. Sehingga Perlu penanganan lebih lanjut baik dari segi perencanaan horizontal dan rambu pengatur kecepatan.Kata kunci: Geometrik, Tikungan

ANALISIS TARIF ANGKUTAN BIS BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (ANGKUTAN PENUMPANG BIS RUTE PALANGKA RAYA-PANGKALAN BUN)

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.356 KB)

Abstract

Tarif  adalah  besarnya  biaya  yang  dikenakan  kepada  setiap  penumpang  kendaraan angkutan penumpang umum yang dinyatakan dalam rupiah. Penentuan besaran tarif angkutan membutuhkan penanganan dan kebijakan yang arif. Karena harus dapat menjembatani kepentingan penumpang selaku konsumen dan pengelola angkutan umum.  Biaya operasional kendaraan adalah biaya yang secara ekonomis terjadi dengan dioperasikannya suatu kendaraan pada kondisi normal untuk suatu tujuan tertentu. Bagi perusahaan jasa angkutan, biaya merupakan yang harus dikeluarkan untuk memproduksi jasa pelayanan, untuk itu perlu diperhitungkan dan pembebanan biaya secara obyektif dan cermat agar dapat dipergunakan sebagai dasar acuan biaya yang harus dikeluarkan. Dalam penelitian ini tarif berdasarkan biaya operasional kendaraan angkutan bis rute Palangka Raya-Pangkalan Bun yang diteliti hanya empat perusahaan yaitu Damri, Kaswa, Logos, dan Yesoe. Biaya operasional kendaraan angkutan bis dalam penelitian ini digolongkan menjadi dua golongan yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Besarnya biaya operasional kendaraan  bis rata-rata/rit untuk rute Palangka Raya-Pangkalan Bun Rp. 2.742.055,88 dan besarnya biaya operasional kendaraan bis rata-rata/km untuk rute Palangka Raya-Pangkalan Bun Rp.6.093,46. Dari hasil pengolahan data besarnya tarif angkutan bis berdasarkan BOK rute Palangka Raya Pangkalan Bun adalah Rp.115.000. Kata Kunci: Tarif Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan

EVALUASI KINERJA SIMPANG DI KAWASAN JALAN SETH ADJI-DAMANG BATU-NYAI UNDANG KOTA PALANGKA RAYA

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.429 KB)

Abstract

Tundaan dan kemacetan adalah salah satu permasalahan transportasi yang sering terjadi saat ini di kota besar hingga ke kota kecil. Salah satu contoh seperti yang terjadi pada persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Damang Batu dan persimpangan Jalan Seth. Adji–Jalan Nyai Undang. Geometrik persimpangan yang berdekatan tersebut berpotensi menimbulkan tundaan, karena kawasan tersebut merupakan jalur utama akses dari perumahan ke tempat kerja atau sarana pendidikan. Oleh karena itu pada persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Damang Batu dan persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Nyai Undang perlu dilakukan analisis kapasitas dan tingkat kinerja jalan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penanganan simpang saat ini serta memberikan rekomendasi untuk penanganan simpang 5 tahun mendatang. Metode penelitian ini adalah survai lapangan untuk mengetahui volume arus lalu lintas yang melewati persimpangan tersebut selama seminggu untuk periode pagi, siang dan sore. Data yang diperlukan dalam menganalisis yaitu data primer adalah hasil survai lapangan, geometrik jalan, dan data sekunder adalah jumlah penduduk dan peta lokasi penelitian. Hasil survai lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan MKJI tahun 1997. Perhitungan analisis persimpangan tidak bersinyal yang dihitung berupa tingkat kinerja persimpangan yang didasarkan pada kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (D) dan peluang antrian (QP) dengan memakai formulir USIG-I dan formulir USIG-II.Kinerja simpang untuk saat ini pada Simpang Seth Adji-Damang Batu dan Seth Adji-Nyai Undang dalam keadaan baik. Nilai derajat kejenuhan (DS) masing-masing adalah 0,589 dan 0,693 (DS<0,75). Sedangkan Indeks Tingkat Pelayanan (ITP) simpang pada nilai A untuk kedua simpang. Kinerja simpang untuk 5 (lima) tahun kedepan pada Simpang Seth Adji-Nyai Undang dan Seth Adji-Damang Batu mengalami kondisi yang buruk dengan nilai DS masing-masing adalah 0,981 dan 0,833 (DS>0,75). Tundaan simpang masing-masing sebesar 18,189 det/smp dan 13,673 det/smp. Rekomendasi penanganan simpang untuk 5 tahun mendatang adalah pemasangan rambu, pelebaran jalan dan pemasangan APILL dengan pengaturan waktu secara terkoordinasi.Kata Kunci: Kinerja, Simpang Tidak Bersinyal, Indeks Tingkat Pelayanan

ANALISIS TINGKAT PELAYANAN PERSIMPANGAN TIDAK BERSINYAL (STUDI KASUS PEREMPATAN JALAN YOS SUDARSO, JALAN YOS SUDARSO III DAN JALAN BUKIT KEMINTING, PALANGKA RAYA)

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.767 KB)

Abstract

Persimpangan Jalan Yos Sudarso, Jalan Yos Sudarso III dan Jalan Bukit Keminting merupakan salah satu persimpangan yang berada di dalam Kota Palangka Raya. Disekitar persimpangan merupakan kawasan Permukiman, kawasan Pendidikan dan kawasan Komersial yang menimbulkan tarikan dan bangkitan perjalanan. Pada saat tertentu, persimpangan ini cukup padat karena banyaknya pergerakan kendaraan yang berasal dari wilayah sekitar persimpangan maupun dari luar wilayah tersebut karena adanya berbagai fasilitas umum. Dengan kondisi persimpangan tersebut sekarang perlu analisis yang matang sehingga konflik yang terjadi pada persimpangan tersebut dapat diminimalisir.Metode penelitian ini adalah Survai lapangan untuk mengetahui arus lalu lintas  yang melewati persimpangan tersebut selama 1 minggu (Tanggal 2 Juli–8 Juli 2015) untuk periode pagi (Pukul 06.00-08.00 WIB), siang (Pukul 12.00-14.00 WIB) dan sore (Pukul 16.00-18.00 WIB) dan diambil jam puncak untuk tiap lengan simpang. Data yang diperlukan dalam menganalisis yaitu data primer adalah hasil Survai lapangan, geometrik jalan, dan data sekunder adalah jumlah penduduk dan peta lokasi penelitian. Hasil Survai lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Raya Indonesia (MKJI) tahun 1997. Perhitungan analisis persimpangan tidak bersinyal yang dihitung berupa tingkat kinerja persimpangan yang didasarkan pada kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (D) dan peluang antrian (QP) dengan memakai formulir USIG-I dan formulir USIG-II. Dari hasil perhitungan MKJI 1997 didapat volume arus lalu lintas total (QTot) jalan utama dan minor adalah 1957 smp/jam, nilai kapasitas (C) diperoleh  sebesar 3569 smp/jam, nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,548 < 0,75, peluang antrian sebesar 13%-28% dan tundaan simpang 10,03 det/smp. Dari hasil analisis Tingkat pelayanan simpang jalan Yos Sudarso, jalan Yos Sudarso III dan jalan Bukit Keminting, termasuk dalam tingkat pelayanan baik (B) di mana arus stabil dengan kecepatan sedikit terbatas oleh volume arus lalu lintas.  Kata kunci: Analisis, Kinerja, Tidak Bersinyal, MKJI 1997