Articles

Found 4 Documents
Search

Penentuan Kapasitas dan Lokasi Optimal Penempatan Kapasitor Bank Pada Penyulang Rijali Ambon Menggunakan Sistem Fuzzy Latupeirissa, Hamles Leonardo; Naba, Agus; Yudaningtyas, Erni
Jurnal EECCIS Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.032 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dan menentukan kapasitas dan lokasi optimal kapasitor pada penyulang Rijali kota Ambon menggunakan sistem fuzzy. Hasil penelitiannya sebagai berikut , pertama studi aliran daya pada penyulang Rijali, tegangan paling rendah terjadi pada bus 21 yakni 0.948 pu atau 18,96 kV.. Kedua, letak kapasitor yang optimal pada Bus 3 dengan sensitivitas bus 0,61 himpunan “tinggi”, Bus 5 dengan sensitivitas bus 0,60 himpunan “tinggi”, Bus 14 dengan sensitivitas bus 0,69 himpunan “tinggi” dan Bus 20 dengan sensitivitas bus 0,92 himpunan “sangat tinggi”. Ketiga, Berdasarkan hasil perhitungan rating kapasitor sebagai kompensasi, maka rating kapasitor yang terpasang sebesar 3 MVAR. Keempat, setelah kompensasi, profil tegangan pada semua node penyulang Rijali bertambah baik, untuk node 21 menjadi 0,960 pu atau 19,18 kV mengalami kenaikan sebesar 0,12 pu atau 1,2 %. Kelima, Besar rugi daya aktif terjadi penurunan sebesar 150,421 kW dari 821,943 kW menjadi 671,522 kW atau sebesar 18,3 %. Hasil pemasangan kapasitor pada jaringan distribusi primer penyulang Rijali kota Ambon, didapatkan jatuh tegangan sebesar ± 4%. Dengan membandingkan batas toleransi tegangan yang diijinkan yaitu ± 5 %, maka dapat diasumsikan tegangan telah dapat diperbaiki dan sesuai ketentuan.Kata Kunci—Kapasitas, Lokasi optimal, Kapasitor, dan Sistem Fuzzy.
Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Arus Netral dan Losses Daya Pada Trafo Distribusi Latupeirissa, Hamles Leonardo
JURNAL SIMETRIK Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.59 KB) | DOI: 10.31959/js.v7i2.43

Abstract

Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi dan ketidakseimbangan tersebut adalah pada beban-beban satu fasa di pelanggan jaringan tegangan rendah. Akibat ketidakseimbangan beban tersebut muncullah arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses, yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah.Penambahan beban pada gardu distribusi KP-01 di desa Hative Kecil dalam kurun waktu tahun 2014 sampai dengan 2015 yang signifikan tanpa memperhitungkan pembagian beban trafo, dampaknya begitu terasa bagi konsumen, sehingga terjadinya kerugian tegangan maupun daya yang sangat besar. Data hasil pengukuran siang hari maupun malam hari (beban puncak) yang dilakukan pada gardu distribusi KP-01di desa Hative Kecil, terlihat bahwa tegangan (V) dan arus (I), serta hasil perhitungan daya semu (S) tidak sama besar pada setiap fasa (R,S dan T).Berdasarkan hasil analisa, bahwa pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap arus netral dan losses daya pada trafo distribusi gardu kp-01 desa hative kecil diperoleh (i) losses (rugi) daya akibat adanya arus pada penghantar netral (PN) pada siang hari sebesar 5,52 % dan pada malam hari sebesar 7,12 %. (ii) losses (rugi) daya akibat arus netral yang mengalir ke tanah (PG) pada siang hari sebesar 9,36 % dan pada malam hari sebesar 12,71 %.
ANALISIS KERUGIAN TEGANGAN PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH (JTR) 380/220 VOLT GARDU DISTRIBUSI POLITEKNIK NEGERI AMBON Latupeirissa, Hamles Leonardo; Muskita, Halomon; Leihitu, Critter
JURNAL SIMETRIK Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.789 KB) | DOI: 10.31959/js.v8i1.79

Abstract

Type jaringan distribusi pada kampus Politeknik Negeri Ambon merupakan type radial, dengan 17 titik beban. Memiliki kapasitas terpasang 200 kVA dengan ukuran panjang dan luas penampang kawat yang bervariasi pada setiap titik beban.Titik-titik beban yang berjarak jauh dan ukuran luas penampang tidak ideal seperti (i) gedung aula, (ii) gedung Teknik Elektro, dan (iii) gedung Teknik Sipil. Akibat dari jauhnya titik-titik beban tersebut dan juga ukuran luas penampang, maka mengakibatkan terjadinya jatuh tegangan.Hasil analisis terhadap kualitas tegangan pada jaringan tegangan rendah gardu Politeknik Negeri Ambon, terlihat bahwa ukuran panjang dan luas penampang suatu penghantar sangat mempengaruhi besar-kecilnya presentasi jatuh tegangan atau regulasi tegangan pada saluran penghantar tersebut. Hal tersebut dikarenakan semakin panjang suatu penghantar dan semaki kecil ukuran luas penampangnya, maka akan semakin besar hambatan atau resistansi pada penghantar.Pada perhitungan regulasi tegangan (VR), terlihat bahwa load bus 16 (8,21 %) dan 17 (8,56 %) terjadi regulasi tegangan yang melewati batas maksium 4 %. Hal ini diakibatkan dari panjang penghantar dan ukuran luas penampang penghantar yang kecil (16 mm2). Namun setelah mengganti ukuran luas penampang penghantar dengan yang lebih besar (70 mm2), maka terlihat adanya perbaikan kualitas tegangan, dimana regulasi tegangan pada load bus 16 turun menjadi 2,5 % dan pada load bus 17 turun menjadi 2,6 %.
ANALISA UMUR PAKAI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 KV DI PT. PLN CABANG AMBON Latupeirissa, Hamles Leonardo
JURNAL SIMETRIK Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.376 KB) | DOI: 10.31959/js.v8i2.101

Abstract

ABSTRAKPeralatan sistem tenaga seperti transformator distribusi memiliki umur desain yang ditentukan oleh perusahaan manufaktur sehingga dapat beroperasi dalam kurun waktu tertentu. Namun sejalan dengan pemakaiannya dilapangan, umur transformator distribusi tersebut dapat berkurang atau bertambah dari umur desainnya. Umur transformator dapat berkurang akibat beberapa hal. Salah satu penyebab berkurangnya umur penggunaan transformator adalah pembebanan, pembebanan mengakibatkan peningkatan temperatur pada transformator. Panas yang timbul mengakibatkan terjadinya penguraian dari bahan-bahan transformator yang dapat mempercepat proses penuaan suatu transformator. Terjadinya panas yang terlalu tinggi akan dapat merubah sifat konstruksi bagian-bagian transformator. Setiap kenaikan sekitar 6°C dari batas yang diizinkan akan mengakibatkan berkurangnya umur. Kenaikan suhu ini harus dibatasi. Isolasi dari penghantar (conductor) pada belitan transformator akan mengakibatkan kerusakan jika dikenai suhu yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah, (i) menghitung seberapa besar presentasi sisa umur pakai transformator distribusi setelah digunakan sekian tahun. (ii) menghitung prediksi umur pakai transformator distribusi untuk setiap transformator yang digunakan.Penelitian ini di laksanakan pada penyulang/feeder Karpan I PT. PLN cab, Ambon, khususnya pada transformator distribusi yang terpasang pada penyulang/feeder Karpan I. Jenis data yang diperlukan untuk melakukan analisis perhitungan, (i) data trafo distribusi dan (ii) data pembebanan siang/malam hari (beban puncak), sedangkan variabel analisisnya, (i) beban transformator, (ii) temperatur belitan, (iii) susut umur selama 24 jam dan (iv) prediksi umur pakai transformator.Hasil analisis, maka diprediksikan umur pakai transformator distribusi yang terbebani diatas 80% dari kapasitas transformator pada penyulang Karpan I kota Ambon adalah >20 tahun. Kata kunci: umur pakai; transformator