Articles

Efikasi Beberapa Insektisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Pengisap Polong di Pertanaman Kedelai Hendrival, Hendrival; Latifah, Latifah; Nisa, Alfiatun
Jurnal Agrista Vol 17, No 1 (2013): Volume 17 Nomor 1 April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.747 KB)

Abstract

ABSTRAK. Hama pengisap polong adalah hama utama yang dapat menyebabkan kehilangan hasil tanaman kedelai baik secara kualitas maupun kuantitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas insektisida botani pada beberapa varietas kedelai terhadap serangan hama pengisap polong tanaman kedelai. Species hama pengisap polong yang dijumpai pada tanaman kedelai di lapangan adalah: Riptortus linearis dan Nezara viridula.  Ada tiga jenis N. viridula yang teridentifikasi yaitu N. viridula var. torguata, N. viridula var. aurantiaca, dan N. viridula var. smaragdula.  Insektisida botani yang digunakan pada penelitian ini memiliki kemampuan yang bervariasi dalam mengendalikan hama pengisap polong pada tanaman kedelai.  Ekstrak daun Tephrosia vogelii dan Azadirachta indica dapat menurunkan intensitas kerusakan yang lebih ringan dan berimplikasi pada meningkatnya komponen hasil dibandingkan dengan menggunakan ekstrak daun dan bunga Lantana camara.  Ada perbedaan resistensi varietas Kipas Merah dan Anjasmoro terhadap kerusakan oleh hama pengisap polong yang ditunjukkan dalam hal perbedaan intensitas kerusakan, jumlah trikoma, dan hasil.  Tingkat kerusakan polong antara varietas Kipas Merah dan Anjasmoro disebabkan karakteristik dalam hal jumlah trikoma, luas permukaan polong, and jumlah polong per cabang. Jumlah trikoma pada varitas Kipas Merah adalah 41,6 trichomes/4 mm2 dan lebih banyak dibandingkan varietas Anjasmoro yaitu sebesar 29,1 trichomes/4 mm2.  Efficacy Some Botanical Insecticides for Controlling Pest Pod Sucking in Soybean FieldsABSTRACT. Pod sucking bugs are the important pest that can causing yield loss soybean on quality and quantity. The objectives of the research were to determine effectiveness botanical insecticides and using varieties to pod sucking bugs along with presentation yield soybean.  Species pod sucking bugs that identify to soybean plants at location research it is Riptortus linearis and Nezara viridula.  There are three kinds of N. viridula that identify that is N. viridula var. torguata, N. viridula var. aurantiaca, and N. viridula var. smaragdula.  The botanical insecticide that used in research be possessed of ability have variation in controlling pod sucking soybean.  Extract leaf Tephrosia vogelii and Azadirachta indica causing intensity damage that lower more as well as increase component yield than with extract leaf and flower Lantana camara.  The are difference resistance varieties Kipas Merah and Anjasmoro to damage pod sucking bugs that showed by difference intensity damage, number of trichomes, and yield.  Level damage pod effect injury sucking to varieties Kipas Merah and Anjasmoro diverse follow characteristics morphological at pods varieties soybean as number of trichomes, wide surface pod, and number pod per nodes.  Number of trichomes at varieties Kipas Merah that is 41,6 trichomes/4 mm2 many more than with varieties Anjasmoro that is 29,1 trichomes/4 mm2. 
TOPOLOGICAL SORTING Latifah, Latifah
Majalah Ilmiah Matematika Komputer 2006: MAJALAH MATEMATIKA KOMPUTER EDISI DESEMBER
Publisher : Majalah Ilmiah Matematika Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.776 KB)

Abstract

Misalkan sebuah proyek pekerjaan dibangun dari 25 Jenis tugas yang berbeda. Beberapa tugas dapat dikerjakan bila sesudah tugas sudah diselesaikan. Bagaimana urutan tugasdapat diselesaikan ? Untuk membuat model dari persoalan ini kita dapat membangunsuatu partial order pada himpunan tugas-tugas sedemikian sehingga a< b jika dan hanya jika a dan b adalah .lIgas-tugas dan tugas b tidak dapat dimulai sampai tugas a telahdiselesaikan. Untuk membuat jadwal dan proyek tersebut, kita memerlukan suatu urutanuntuk semua 25 tugas yang disebut urutan topological (topological sorting).
Antioxidant Activity of Flavonoid from Rhizome Kaemferia galanga L. Extract Hayati, Elok Kamilah; Ningsih, Rachmawati; Latifah, Latifah
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol. 4, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v4i2.3203

Abstract

Kaemferia galanga L. rhizome is a traditional crop which is widely used for herbal medicine.  This research is started from the extraction of maceration using ethanol 80% and partition with chloroform:water. 80 % ethanol extract and chloroform fraction tested antioxidant activity with DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl), phytochemicals with reagents, separation of the active compound by TLC (thin layer chromatography) analytical and preparative TLC, the identification of compounds with sliding reagent using UV-Vis. The test results on the antioxidant activity of 80% ethanol extract of 64,93% (100 ppm) and chloroform fraction of 54,9 % (100 ppm) with indigo IC50 of 13,07 mg/mL and 81,9 mg mL. 80 % ethanol extract and chloroform fraction has potential as a source of natural antioxidants. Phytochemical test showed 80% ethanol extract contains flavonoids, alkaloids and tannins. At the chloroform fraction extract containing flavonoids. The separation of the active compounds with analytical TLC using eluent PE: ethyl acetate (5: 1) resulted in 7 stain (Rf 0,06 to 0,96) and preparative TLC produce 8 spots (Rf from 0,19 to 0,83). Results from UV-Vis spectrum can be presumed that such a class of flavonoid compounds flavanones or dihidroflavonol. It can be seen from the wavelength range 210-285 nm in the bands I and 300-550 nm in band II. The addition of the reagent slide showed the presence of hydroxyl groups in ring A, B and C and O-hydroxy on ring A. Keywords: antioxidant activity, Kaemferia galanga rizhome, sliding reagent, Thin Layer Chromatography, 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl 
PENGARUH PEMUPUKAN KALIUM TERHADAP PERKEMBANGAN POPULASI KUTU DAUN (Aphis glycines Matsumura) DAN HASIL KEDELAI Hendrival, Hendrival; Latifah, Latifah; Idawati, Idawati
Jurnal Floratek Vol 9, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.827 KB) | DOI: 10.24815/floratek.v9i2.2005

Abstract

The research was aimed at studying effects of potassium on the development of Aphis glycines populations and soybean yield. The experiment was conducted in Village Rayeuk Naleung, Sub district Tanah Luas, District North Aceh from July to September 2013. The experiment was arranged in a randomized complete block design (RCBD) with 3 replicates. The treatment was without fertilizer, potassium fertilizer at a dose of 25 kg/ha K2O, 50 kg K2O/ha and 75 kg K2O/ha. The variables observed were populations of A. glycines and components of yield soybean. The results showed that potassium at doses of 75 kg K2O/ha can reduce populations of A. glycines and soybean yield increase as compared to potassium fertilization at a dose of 25 kg/ha K2O  and 50 kg K2O/ha.  
Periode Kritis Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Terhadap Kompetisi Gulma Latifah, Latifah; Yusuf, Muhamad; Syah, Herman
SAMUDERA Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui periode kritis tanaman padi terhadap persaingan gulma di lahan sawah. Penelitian dilaksanakan di lahan persawahan Gampong Lhok Iboeh Sampoyniet Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara dan Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan April 2013 sampai dengan Juli 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu jenis perlakuan yaitu periode kompetisi gulma, dengan 14 taraf perlakuan yaitu periode bergulma (G) yang terdiri dari : G 0─2 MST (P1), G 0─4 MST (P2), G 0─6 MST (P3), G 0─8 MST (P4), G 0─10 MST (P5) dan G 0─12 MST (P6),  G 0─panen (P7) dan periode bersih gulma (BG) yang terdiri dari : BG 0─2 MST (P8), BG 0─4 MST (P9), BG 0─6 MST (P10), BG 0─8 MST (P11), BG 0─10 MST (P12), BG 0─12 MST (P13), BG 0─panen (P14). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 42 satuan percobaan. Peubah yang diamati meliputi komponen pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman padi dan komposisi gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode bergulma dan bersih gulma berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif serta komponen hasil padi varietas Ciherang. Semakin lama periode bergulma maka pertumbuhan vegetatif dan generatif serta komponen hasil padi semakin menurun. Sebaliknya semakin lama periode bersih gulma maka pertumbuhan vegetatif dan generatif serta komponen hasil semakin meningkat. Periode kritis tanaman padi varietas Ciherang terhadap kompetisi dengan gulma terjadi pada saat 2 MST hingga 6 MST. Implikasinya adalah pengendalian gulma pada pertanaman padi minimal dilakukan mulai 2 MST hingga 6 MST untuk menghindari penurunan hasil.
Pengaruh Pemberian Mulsa Organik Dan Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan Mentimun (Cucumis sativus) Latifah, Latifah
SAMUDERA Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis mulsa organik dan teknik pengendalian gulma terhadap pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan di desa Ujong Baroh Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara, dari bulan Maret sampai bulan Juni 2010. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Ada dua faktor yang diteliti yaitu faktor jenis mulsa organik yang terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa mulsa (M0), mulsa jerami padi 10 kg per bedeng (M1), mulsa eceng gondok 10 kg per bedeng (M2). Faktor pengendalian gulma terdiri dari dua taraf yaitu tanpa pengendalian gulma (G1) dan pengendalian gulma pada minggu ke 4 dan ke 6 setelah tanam (G2). Penelitian terdiri dari 6 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan sehingga terdapat 18 unit percobaan. Pengamatan meliputi karakteristik gulma yaitu populasi gulma, dan karakteristik pertumbuhan tanaman meliputi jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mulsa organik berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman mentimun. Pertumbuhan terbaik dijumpai pada penggunaan mulsa eceng gondok 10 kg per bedeng. Pengendalian gulma berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman mentimun. Pertumbuhan terbaik dijumpai pada pengendalian gulma minggu ke 4 dan ke 6 setelah tanam. Terdapat interaksi antara jenis mulsa organik dan teknik pengendalian gulma terhadap pertumbuhan tanaman mentimun. Interaksi terbaik dijumpai pada penggunaan mulsa eceng gondok 10 kg per bedeng pada taraf pengendalian gulma minggu ke 4 dan ke 6 setelah tanam.
PENGARUH PARTISIPASI PEMAKAI DAN PERSEPSI KEBERMANFAATAN TERHADAP KEPUASAN PEMAKAI DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAH PROVINSI JAMBI) Latifah, Latifah
Jurnal Vokasi Akuntansi Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Vokasi Akuntansi
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul pengaruh partisipasi pemakai dan persepsi kebermanfaatan terhadap kepuasan pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi keuangan daerah. Tujuan dari penelitian adalah (1) untuk mengetahui pengaruh Partisipasi Pemakai dan Persepsi Kebermanfaatan secara simultan terhadap Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah. (2) untuk mengetahui pengaruh Partisipasi Pemakai dan Persepsi Kebermanfaatan  secara parsial terhadap Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah  Penelitian ini berbentuk survey dengan menyebarkan kuisioner secara langsung kepada sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Partisipasi Pemakai dan Persepsi Kebermanfaatan berpengaruh secara simultan terhadap Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah, (2) Partisipasi Pemakai  dan Persepsi Kebermanfaatan berpengaruh secara parsial terhadap Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah.
Correlation of Folic Intake and Internal Carotid Artery Intima-Media Thickness Changes In Post Ischemic Stroke Patients Tugasworo, Dodik; Pudjonarko, Dwi; Latifah, Latifah
International Journal of Science and Engineering Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.464 KB) | DOI: 10.12777/ijse.8.2.159-166

Abstract

The thickness of the carotid artery intima media / intima-media thickness (IMT) is one of atherosclerosis markers. Atherosclerosis is one of the causes of ischemic stroke. Some studies suggest that low folate intake is predicted to affect the atherosclerotic process, but this remains controversial. Our objective is to analyze the relationship between folate intake with changes in the internal carotid artery IMT after ischemic stroke patients.The study is one group pretest posttest design with 72 post ischemic stroke subjects from neurology polyclinic of Kariadi Hospital, from June to December 2013. Folate intake was measured by Food Frequency Questionnaire and the internal carotid artery IMT by duplex ultrasonography. Measurements were taken at two periods with 6 months interval. Other factors that affect atherosclerosis consisting of age, obesity, hypertension, dyslipidemia, diabetes mellitus. The analysis in this study using Spearman correlation, chi-square and logistic regression. Resultwas significant if the p value were &lt;0.05.There were 44 male subjects (61.1%) and 28 female subjects (38.9%). The mean age was 61.6 (SD = 7.99) years. The mean intake of folate was 178.10 (SD = 38.875) mg / day. Median serum folic acid level 8.43 (4.96 to 55.01) NML / L. The mean change in ICA IMT was 0.10 (SD = 0.156) mm. Folate intake was not correlated with serum levels of folic acid. Serum folic acid levels are not correlated with changes in the internal carotid artery IMT. There was correlation between the risk factors of age, BMI, hypertension, diabetes and dyslipidemia with changes in the internal carotid artery IMT.
PENGARUH TEMPERATUR PADA REAKSI HIDRASI α-PINENA MENJADI α-TERPINEOL TERKATALIS ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI Amilia, N; Siadi, K; Latifah, Latifah
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur pada reaksi hidrasi α-pinena menjadi α-terpineol pada sistem heterogen dengan katalis zeolit alam teraktivasi dan untuk mengetahui besarnya energi aktivasi pada reaksi yang terjadi. Penelitian diawali dengan aktivasi zeolit alam sebagai katalis, karakterisasi katalis serta aplikasi zeolit pada reaksi hidrasi α-pinena minyak terpentin menjadi α-terpineol pada temperatur 30, 40, 50, 60, 70 dan 80°C. Karakterisasi katalis meliputi penentuan luas permukaan, volume pori, dan rerata jejari pori menggunakan Gas Sorption Analyzer NOVA 1200e metode BET. Hasil reaksi hidrasi terbaik mengunakan katalis zeolit alam teraktivasi dianalisis menggunakan spektrofotometer IR, Gas Chromatography (GC) dan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Hasil analisis IR menunjukkan adanya serapan gugus OH pada bilangan gelombang 3400cm-1, gugus C-H alifatik pada bilangan gelombang 2987,09cm-1, gugus C=C pada bilangan gelombang 1635,64cm-1, gugus C-O pada bilangan gelombang 1126,43 cm-1. Kesimpulan utama penelitian ini adalah kenaikan temperatur berpengaruh terhadap konversi (%) α-pinena menjadi α-terpineol. Hasil terbaik diperoleh pada temperatur reaksi 70°C dengan kadar 68,53% dan harga energi aktivasi pada reaksi hidrasi α-pinena sebesar 69,6546 kJmol-1.This study aims to determine the effect of temperature on the hydration reaction of α-pinene into α-terpineol in heterogeneous systems with activated natural zeolite catalysts and to determine the activation energy of the reaction that occurs. The study begins with the activation of natural zeolite as a catalyst, characterization and applications of zeolite catalysts in the hydration reaction of α-pinene from turpentine oil into α-terpineol at temperature of 30, 40, 50, 60, 70 and 80°C. Catalyst characterization includes the determination of the surface area, pore volume, and average pore by using NOVA Gas Analyzer 1200E sorption with BET method. The best result of hydration reaction with activated natural zeolite catalysts were analyzed by using IR spectrophotometer, Gas Chromatography (GC) and Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). IR analysis results indicated the presence of OH group absorption at wave number 3400 cm-1, CH aliphatic at wave number 2987,09 cm-1, group C=C at wave number 1635,64 cm-1, the CO group at wave number 1126.43 cm-1. The main conclusion of this study is the rise in temperature associated with the conversion (%) α-pinene into α-terpineol. The best results obtained at a reaction temperature of 70°C with 68.53% in level and the activation energy on the hydration reaction of α-pinene is 69,6546 kJmol-1.
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI PEKTIN DARI BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi,L) Roikah, Sri; Rengga, Wara Dyah Pita; Latifah, Latifah; Kusumastuti, Ella
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 5, No 1 (2016): June 2016 [Nationally Accredited]
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v5i1.5432

Abstract

Telah dilakukan ekstraksi pektin dari belimbing wuluhdengan variasi  suhu ekstraksi  60 dan 100°C, serta variasi waktu ekstraksi 30, 60, 90 dan 120 menit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu dan waktu ekstraksi terbaik. Proses ekstraksi dengan metode refluks menggunakan air destilatyang telah ditambahkan dengan asam klorida. Proses selanjutnya adalah pengendapkan,pencucian dan pengeringan. Pektin yang dihasilkan dianalisis kemudian pektin terbaik dipilih menggunakan perhitungan metode Bayes. Kondisi ekstraksi pektin terbaik adalah pada suhu 100°C dengan waktu ekstraksi 30 menit  dengan karakteristik sebagai beerikut: rendemen 0,38%, kadar abu 2,92%, kadar air 25,40%, berat ekivalen 650,77%, kadar metoksil 5,01%, kadar galakturonat 55,51%, derajat esterifikasi 51,25% dan viskositas 22cP. Pektin  hasil ekstraksi terbaik telah memenuhi standarInternational  Pectin Producers Assosiation (IPPA). Pektin terbaik memiliki warna coklat yang lebih gelap dibandingkan dengan pektin komersial. Hasil analisis FT-IR menunjukkan pektin terbaik dan pektin komersial  keduanya mengandung gugus fungsi O-H, C-H alifatik, C=O, CH3, dan C-O.
Co-Authors A. Viyandari, A. Abdurahman, Ridwan Adawiyah, Aprilla Agung Sasongko Agung Tri Prasetya Agus Imam Ghozali, Agus Imam Ahmad Cahyadi Aisah, Cucu Alfiatun Nisa Andika Endah Valentina, Andika Endah Ariefin, Roesdi Fitra Arifin Arifin Arum Septiosari, Arum Ary Budiyanto Atika Rapierna, Atika Budi Prasetyo Cahyono, Kurniawan Andre Chandra, Putri Ayu Darusman Darusman Daud Pamungkas Dedi Saputra Dewi Purnamasari Dodik Tugasworo Dwi Pudjonarko Ella Kusumastuti, Ella Elok Kamilah Hayati Eni Nurhayati, Eni eri purwanti F. Widhi Mahatmanti Farida Nur Aziza, Farida Nur Fatimah, Fauziah Nurul Fetty Anggarini, Fetty Fransiska Widhi Mahatmanti, Fransiska Widhi Hadiana, Ade Hani, Umi Hayu, Rega Hendrival Hendrival Henny Welsa, Henny Herman Syah Hilda Chalimatus SC, Hilda Chalimatus I Gede Astra Wesnawa I Wayan Treman Ida Nuraida Idawati Idawati Iskandar Iskandar Ismaniar Ismaniar Isnaini Isnaini K Siadi, K Kasih, Ayu Cendra Katiah, Katiah Kissinger Kissinger Kusoro Siadi Kusuma, Nurhadi Larasati, Dinda Lilis Sugiarti Mahardika, Reka Yuda Marlina, Lin Meilina Rahayu Utami, Meilina Rahayu Muhamad Yusuf Muhammad Khoirul Hidayat, Muhammad Khoirul Muhammad Khoirul Huda N Amilia, N nita puspitasari Novita Rahmawati, Novita Nuni Widiarti Nur Hidayah Nurfauziah, Aisyah Sifa Nurjannah, Yuli Yuliyanti Nurmalasari Nurmalasari Nury Ariani Wulansari, Nury Ariani Orina Orina, Orina Prameswari, Safira Pratiwi, Desih Putri, Melati Ayuning Rabiatul Adwiya, Rabiatul Rachmawati Ningsih Ratna Kurniyati, Ratna Risanti, Anindya Arma Rizki Imaniar, Rizki Rizky Aris Wijaya, Rizky Aris Rohmad Widodo, Rohmad Rohmawati, Iis Rose Fitria Lutfiana, Rose Fitria S. Priatmoko Singgih Hartanto SITI MARYAM Siti Sundari Miswadi Soeprodjo Soeprodjo, Soeprodjo Sri Handayani Sri Kadarwati Sri Mantini Rahayu Sedyawati, Sri Mantini Rahayu Sri Mantini Rahayu Setyawati, Sri Mantini Rahayu Sri Roikah, Sri Sri Wahyuni Sudrajat, Rochmat Tri Suharti Suharti Sumaryono Sumaryono Supartono Supartono The, Hery Yanto Titis Sukma Adhiati, Titis Sukma Tjahyo Nugroho Adji Vevi Sunarti Wara Dyah Pita Rengga Warlan Sugiyo Waskita, Wisnu Agung Waskito, Wisnu Agung Winarni Patjojo, Winarni Woro Sumarni Wulandani, Tari Yosi Pratama, Yosi Yudha Puspito, Yudha Zuhud, Evrizal AM