Syaifuddin Latif
PGSD

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE BRAINSTORMING Wulandari, Septi; Sugiyanto, Sugiyanto; Latif, Syaifuddin
Jurnal Pedagogik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems of this research were low activity, learning result, and teacher’s performance. The aims of this research are to increase activity, learning result, and teacher’s performance grade IVC elementary school 4 Natar with theme Indahnya Negeriku through brainstorming method. The design of this research is classroom action research. Data were obtained through observation paper and test learning result. Analyzed data with qualitative and quantitative. Research result indicated can increase activity, learning result, and teacher’s performance. It can be seen from percentage activity in the first cycle (43,48%), second cycle (65,22%), third cycle (82,61%). Percentage affective learning result in the first cycle (69,57%), second cycle (73,91%), third cycle (82,61%). Percentage psychomotor learning result in the first cycle (52,17%), second cycle (69,57%), third cycle (78,26%). Percentage cognitive learning result in the first cycle (39,13%), second cycle (78,26%), third cycle (86,96%). The value of teachers performance in the first cycle (66,15), second cycle (77,08), third cycle (81,25).Masalah penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, hasil belajar, dan kinerja guru. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas, hasil belajar, dan kinerja guru kelas IVC SD Negeri 4 Natar tema Indahnya Negeriku melalui metode brainstorming. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi dan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas, hasil belajar, dan kinerja guru dapat ditingkatkan. Hal ini dapat dilihat dari persentase aktivitas siklus I (43,48%), siklus II (65,22%), siklus III (82,61%). Persentase hasil belajar sikap siklus I (69,57%), siklus II (73,91%), siklus III (82,61%). Persentase hasil belajar keterampilan siklus I (52,17%), siklus II (69,57%), siklus III (78,26%). Persentase hasil belajar pengetahuan siklus I (39,13%), siklus II (78,26%), siklus III (86,96%). Sementara, nilai kinerja guru siklus I (66,15), siklus II (77,08), sikus III (81,25).Kata kunci: aktivitas, brainstorming, hasil belajar   
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMBACA PETA MENGGUNAKAN MEDIA PETA PUZZLE Lestari, Cica Anggun; HD, Ngadimun; Latif, Syaifuddin
Jurnal Pedagogik Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine learning result map reading and improvement of teacher performance by using a puzzle map media. Research type  is  Classroom Action Research. Subjects were fourth grade students of SD Negeri 1 Gumukmas. Collecting data using observation sheets, worksheets, evaluations, and list the value of learning result. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis and percentages. The results are: cognitive domain is 72% in the first cycle, 80% in the second cycle, to 88% in the third cycle. Affective domain is 60% in the first cycle, 72% in the second cycle, to 84% in the third cycle. Psychomotor domain is 76% in the first cycle, 88% in the second cycle, to 92% in the third cycle. Teacher performance is 72.83 in the first cycle, 75 on the second cycle, and became 84.78 on the third cycle.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar membaca peta dan peningkatan kinerja guru dengan menggunakan media peta puzzle. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Gumukmas. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar kerja, evaluasi, dan daftar nilai hasil belajar. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan persentase. Hasil penelitian yaitu: Ketuntasan ranah kognitif adalah 72% pada siklus I, 80% pada siklus II, menjadi 88% pada siklus III. Hasil belajar ranah afektifadalah 60% pada siklus I, 72% pada siklus II, menjadi 84% pada siklus III. Hasil belajar ranah psikomotor adalah 76% pada siklus I, 88% pada siklus II, menjadi 92% pada siklus III. Kinerja guru adalah 72,83 pada siklus I, 75 pada siklus II, dan menjadi 84,78 pada siklus III.Kata kunci: hasil belajar, kinerja guru, media peta puzzle.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Nurhakim, Ikhwan; Rosra, Muswardi; Latif, Syaifuddin
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.495 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the increasing of student’s study motivaton using group guidance service. The research problem was students who have low study motivation. The research method was pre-experimental by using one group pretest and posttest design. The research subjects were 8 students who have low learning motivation. The data collection technique was using learning motivation scale. The data analysis was using wilcoxon test. It showed that student’s study motivation increased 60,06% and Zoutput<Ztable (-2,524<1,645) so Ha was received, it means that student’s learning motivation can be increased by using group guidance services. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan layanan bimbingan kelompok. Masalah penelitian ini adalah siswa memiliki motivasi belajar yang rendah. Metode penelitian ini adalah metode pre- eksperimental dengan menggunakan one group pretest and postest design. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 60,06% dan Z output < Z tabel (-2,524<1,645), maka Ha diterima, artinya bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, motivasi belajar.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BELAJAR MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VII SMP Sari, Jelita Layong; Rosra, Muswardi; Latif, Syaifuddin
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 1 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.752 KB)

Abstract

The purpose of research was to increase the learning skills in students by using group guidance services. Research method was a quasi experimental design with nonequivalent control. The research subjects were 20 students who have low learning skills, 10 students were experimental group and 10 students were control group. Data collection technique was using AUM - PTSDL. Results of study by Wilcoxon test showed that the probability of <0.05 (0.005 <0.05) so Ha1 was received and Ho1 was rejected,while at the control group probability > sig.0.05 (0465> 0.05) so Ha2 was rejected and Ho2 was accepted, thus it can be concluded that there is an increasing of learning skills in the experimental group after being given given guidance services, in addition the group guidance services are also effective in increasing learning skills of VII grade students of SMPN 22 Bandar Lampung in academic year 2014/2015.Tujuan penelitian untuk meningkatkan keterampilan belajar pada siswa dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control. Subyek penelitian sebanyak 20 orang siswa yang memiliki keterampilan belajar rendah, terbagi menjadi 2 kelompok yaitu, 10 siswa kelompok eksperimen dan 10 siswa kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan AUM PTSDL. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon menunjukkan bahwa angka probabilitas < 0.05 (0.005 < 0.05) pada kelompok eksperimen maka Ha1 diterima dan Ho1 ditolak, sedangkan pada kelompok kontrol probabilitas > 0.05 (0.465 > 0,05) artinya bahwa Ha2 ditolak dan Ho2 diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan belajar pada kelompok eksperimen setelah diberi layanan bimbingan kelompok, selain dari pada itu layanan bimbingan kelompok juga efektif dalam meningkatkan keterampilan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 22 Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan konseling, bimbingan kelompok,keterampilan belajar
PENINGKATAN KONSEP DIRI POSITIF SISWA DENGAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Astuti, Winarni Dwi; Yusmansyah, Yusmansyah; Latif, Syaifuddin
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.425 KB)

Abstract

The problem of this research was the positive self concept of students. The aim of this research was to identify if the use of group guidance service could optimize the positive self concept of students. The method used was quasi experimental method with one group pretest and posttest design. Technique in gaining the data was by using self concept scale. The result showed that there is a significant improvement the positive self concept of students score before and after using group guidance services that showed the calculation result of wilcoxon test obtained zoutput = - 2,803 and ztabel = 1, 645, then Ha is accepted and H0 is rejected.Masalah penelitian ini adalah perilaku konsep diri positif siswa. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengggunaan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan konsep diri positif siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data adalah skala konsep diri. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan konsep diri positif siswa sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok yang ditunjukkan hasil perhitungan uji wilcoxon zoutput=-2,803 dan ztable= 1,645,maka Ha diterima dan H0 ditolak.Kata kunci: bimbingan kelompok, konsep diri positif, bimbingan dan konseling
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA Saputra, Yuda Ardi; Mustakim, Erni; Latif, Syaifuddin
Jurnal Pedagogik Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research was the achievement of social studies, learning facilities and learning motivation was low. The purpose of this research was to determine the relationship between learning motivation and learning facilities with student achievement. The research method used was a correlation study. The population in this study were all fourth grade students of SDN 07 Bandung baru. The sampling technique used was Saturated Sample or Census, as many as 25 students. The independent variables were the motivation to learn and learning facilities, the dependent variable was student achievement. Techniques of data collection were using questionnaire and documentation. The results of the study are positive and very strong between motivation and learning facilities and academic achievement.Masalah dalam penelitian ini adalah prestasi belajar IPS, fasilitas belajar dan motivasi belajar yang rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan fasilitas belajar dengan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 07 Bandung baru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Sampel Jenuh atau Sensus, sebanyak 25 siswa. Variabel bebas penelitian ini adalah motivasi belajar dan fasilitas belajar, variabel terikat prestasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data angket dan dokumentasi.Hasil penelitian terdapat hubungan yang positif dan sangat kuat antara motivasi dan fasilitas belajar dengan prestasi belajar. Kata kunci: fasilitas belajar, motivasi belajar, prestasi belajar siswa, ilmu pengetahuan sosial
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR Putri, Yocie Callista; Risyak, Baharuddin; Latif, Syaifuddin
Jurnal Pedagogik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Pedagogik
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research was about learning achievement and learning motivation of IPS that were still low and there were still many students did other activities during the learning process of IPS on the V grade of SD Negeri 1 Rajabasa Raya Bandar Lampung. Samples in this research were 40 students of V grade. The result of this research indicated that (1) there was a significant correlation between learning motivation and learning achievement of IPS with r correlation coefficient equal to 0,984; (2) there was a significant relationship between learning activity and learning achievement of IPS with r correlation coefficient equal to 0,981; (3) there was a significant correlation between learning motivation and learning activity together with the learning achievement of IPS with r correlation coefficient equal to0,984. Masalah penelitian ini adalah prestasi belajar IPS yang masih rendah, motivasi belajar yang rendah dan masih banyak siswa melakukan aktivitas lain pada saat proses pembelajaran IPS pada siswa kelas V SD Negeri 1 Rajabasa Raya Bandar Lampung. Sampel pada penelitian ini siswa kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 40 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS dengan koefisien korelasi r sebesar 0,984; (2) terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas belajar dengan prestasi belajar IPS dengan koefisien korelasi r sebesar 0,981; (3) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan aktivitas belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar IPS dengan koefisien korelasi r sebesar 0,984.Kata kunci: motivasi belajar, aktivitas belajar, prestasi belajar.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Widia, Widia; Latif, Syaifuddin; Widiastuti, Ratna
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.045 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the increasing of student’s study motivation by using group guidance service. This research used experiment method with one group pretest-posttest design. Subject of this research was eight students which had the low study motivation. The data collecting technique in this research was used the study motivation scale. The result of this research shown that study motivation could be increased by group guidance service, This could be looked from data analyzed of pretest and posttest that shown that Zoutput= -2,533and Ztabel 0,05 = 4, Because Zoutput< Ztabel so that Ha was be received. It mean that the low study motivation school students in the tenth grade of MAN 1 Krui Lampung Barat in year 2012/2013 could be increased by group guidance service.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan layanan bimbingan kelompok.Metode penelitian adalah metode quasi experimental dengan desain One-GroupPretest-Posttest. Subyek penelitian sebanyak8orang siswa kelas X yang memiliki motivasi belajar rendah.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan menggunakan bimbingan kelompok, terbukti dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji wilcoxon, hasil pretest dan posttest yang diperoleh Zhitung= -2,533 dan Ztabel 0,05 = 4, Karena Zhitung< Ztabel maka Ha diterima, artinya motivasi belajar siswa kelas X MAN Krui Kabupaten Lampung Barat Tahun Pelajaran 2012/2013 dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, motivasi belajar
PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK Wijaya, Erwin; Latif, Syaifuddin; Widiastuti, Ratna
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.185 KB)

Abstract

The aims of this study was to know whether social interaction with peers could be increased by using group guidance service. The method used Quasi experimental one group pretest-posttest design, and stastiscally analyzed by non-parametric wilcoxon test. The subjects of this study were 8 student, which had low social interaction. The results in research showed that social interaction with peers increased significantly after following the group guidance services. It was shown from  the pretest and posstest results which obtained z table 0,05= 0 and z output= -2,512. Because z output ≤  z table, then Ho was refused and Ha was received. It meant that there were significant increases between the social interaction with peers before and after group guidance services. The conclusions was that interaction with peers could be increased by using group guidance services towards students of eleventh grade of SMA Negeri 1 Tanjung Bintang in 2012/2013.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah  interaksi sosial dengan teman sebaya dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok Metode yang digunakan adalah metode Quasi eksperimen one group pretest-posttest, dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji wilcoxon. Subyek penelitian ini delapan orang siswa yang memiliki interaksi sosial rendah dengan teman sebaya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa interaksi sosial dengan teman sebaya mengalami peningkatan signifikan setelah pemberian layanan bimbingan kelompok. Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Z hitung = -2,512 dan Z tabel = 0. Karena Z hitung ≤ Z tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara interaksi sosial dengan teman sebaya sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Kesimpulan, interaksi sosial dengan teman sebaya dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas XI  SMA N 1 Tanjung Bintang Tahun Pelajaran 2012/2013.Kata kunci : bimbingan kelompok, interaksi sosial, teman sebaya.