Articles

Penentuan Kebutuhan Pokok Protein Pada Napu (Tragulus napu) Latief, Abdul
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XII No. 3 Edisi Agustus 2009
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to determine the protein requirements for basic life and growth on Napu. Four Napus with an average 3.2 kg body weight were used in this study. 4 X 4 Latin square design was used in this research. Feed treatment were contained four levels of protein, namely 10%, 15%, 20% and 25%. Research  results showed that protein levels did not significantly affect dry matter intake, nitrogen  in faeces and nitrogen in urine. Consumption of nitrogen at levels 25% was higher (P <0.05) than 10%, 15% and 20% 0f protein level. Consumption of nitrogen on the protein level 10% and 15% were not significantly  different.  Nitrogen  balance  increased  (P  <0.05)  with  increased  levels  of  protein  in  feed. Retention of total nitrogen at the highest protein level was 0.92 g / kg BW and in the lowest level of 0.25 g/kg BW. The highest body weight gain was obtained at the protein level of 25% followed by the level of 20%, 15% and 10%. BW gain was not significantly different from the retention of nitrogen (R2= 0896). Nitrogen  requirement  was  estimated  at  the  time  of  retention  of  nitrogen  equal  to  zero  ie  0.20  g/kg BW/day, equivalent to 8.1% protein in feed. Nitrogen requirement for growth is 0.67 g N/kg BW/day, equivalent to 20.4% protein in feed
Pengaruh Penggantian Rumput dengan Pelepah Sawit Ditinjau dari Segi Kecernaan dan Fermentabilitas Secara In Vitro Gas Suryadi, Suryadi; Afdal, Muhammad; Latief, Abdul
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XII No. 1 Edisi Februari 2009
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of the research was to study the influence of grass to oil palm frond substitution on the digestibility and fermentability  in vitro gas tehniques.  The research  used arranged in a randomized complete design with 5 treatments and 4 replication.  The treatments that was substitution of the grass to oil palm frond at level : 0, 25, 50, 75 and 100% in  ration. The result of the sudy showed that substitution of the grass to oil palm frond  was significantly different (P < 0.05) on the digestibility of dry matter but not significantly different (P > 0.05) on the digestibility of organic matter, acid degreeand gas production.  It could be concluded that the used of grass to oil palm frond substitution at the level   25% had better the digestibility  and fermentability compared to other treatments.  
PENGARUH TEKANAN PENGOMPAKAN, KOMPOSISI Er2O3 DAN PENYINTERAN PADA TEMPERATUR RENDAH TERHADAP KUALITAS PELET UO2 + Er2O3 Latief, Abdul; Saputra, Tata Terbit; Kisworo, Djoko; Pribadi, Slamet; Adhi, Arief Sasongko
Jurnal Teknologi Bahan Nuklir Vol 1, No 2 (2005): Juni 2005
Publisher : PTBN - BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.671 KB)

Abstract

ABSTRAK PENGARUH TEKANAN PENGOMPAKAN, KOMPOSISI Er2O3 DAN PENYINTERAN PADA TEMPERATUR RENDAH TERHADAP KUALITAS PELET UO2 + Er2O3. Telah dilakukan percobaan pengaruh tekanan pengompakan, komposisi Er2O3 dan sintering pada temperatur rendah terhadap densitas, mikrostruktur, kekerasan dan rasio O/U dari pelet UO2 + Er2O3 dengan tujuan untuk mengetahui tekanan pengompakan, komposisi Er2O3 dan temperatur sinter yang relatif baik agar dapat memberikan kualitas pelet yang memenuhi persyaratan. Sejumlah serbuk UO2 <150 ìm dicampur dengan Er2O3 yang divariasi dari 0 – 1% dan seng stearat 0,4% kemudian dikompakkan dengan tekanan antara 2,93 – 5,23 ton/cm2. Pelet yang terbentuk disinter pada temperatur 1000, 1100 dan 1200 °C, dengan laju pemanasan 250 °C/jam, waktu penahanan 3 jam dalam lingkungan gas argon. Pelet hasil sinter ditentukan densitasnya, diamati mikrostrukturnya dengan mikroskop optik dan diuji kekerasannya dengan alat uji kekerasan Vickers serta dihitung rasio O/U-nya dengan metode gravimetri. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tekanan pengompakan antara 2,93 – 4,68 ton/cm2 terhadap pelet UO2 + Er2O3 dengan komposisi Er2O3 0 – 1,0% dapat meningkatkan densitas pelet mentah dari kisaran 45,45 – 51,68% DT (Densitas Teoritis), sedangkan naiknya temperatur sinter antara 1000 – 1200 °C dapat meningkatkan densitas pelet sinter sampai 95,66% DT. Densitas pelet sinter yang memenuhi spesifikasi (92 – 95% DT) diperoleh pada temperatur sinter 1200 °C, tekanan pengompakan 4,10 – 4,68 ton/cm2 untuk komposisi Er2O3 antara 0 – 1,0%. Pada temperatur sinter 1000 °C dan 1100 °C hanya diperoleh densitas pelet sinter dibawah 92% DT. Pengamatan mikrostruktur dilakukan terhadap sampel UO2 + Er2O3 dengan komposisi Er2O3 0 – 1,0% yang dikompakkan pada tekanan 4,68 ton/cm2 dan temperatur sinter 1200 °C mempunyai butir bentuk ekuiaksial (equiaxial). Perubahan komposisi Er2O3 memberikan perbedaan ukuran butir dan kekerasan. Semakin besar komposisi Er2O3 maka butir pelet sinter akan semakin besar yaitu sebesar 8 ìm dan kekerasan akan semakin turun. Kenaikan komposisi Er2O3 pada penyinteran temperatur 1200 °C menyebabkan kenaikan rasio O/U sampai 2,12. KATA KUNCI: Racun dapat bakar, Komposisi Er2O3, Pelet UO2 + Er2O3, Pengompakan, Sintering temperatur rendah, Densitas, Mikrostruktur, Kekerasan, Rasio O/U ABSTRACT INFLUENCE OF COMPACTING PRESSURE, Er2O3 COMPOSITION AND LOW-TEMPERATURE SINTERING ON UO2 + Er2O3 PELLET QUALITY. The influence of compacting pressure, Er2O3 composition and low-temperature sintering on the density, microstructure, hardness and O/U ratio of UO2 + Er2O3 pellets was investigated to determine the optimum condition of compacting pressure, Er2O3 composition and sintering temperature to obtain good quality pellets. UO2 powder of <150ìm in size was mixed with Er2O3 of 1 - 1.0% and zinc stearat of 0.4% and then compacted at pressures of 2.9 – 5.23 ton/cm2. The green pellets were sintered at temperatures of 1000, 1100 and 1200 °C with a heating rate of 250 °C/hour and soaking time of 3 hours in argon atmosphere. The density of the pellets was determined, also the microstructure using optical microscope, hardness using Vickers hardness tester and O/U ratio using gravimetric method. The results showed that compacting pressure of 2.93 – 4.68 ton/cm2 on UO2 + Er2O3 pellets with Er2O3 composition of 0 – 1.0% could enhance green pellet density in the order of 45.45 – 51.68% TD (Theoretical Density), while increasing sintering temperature between 1000 – 1200 °C enhanced sintered pellet density to 95.66% TD. Sintered pellet density of 92 – 95% TD which conform to the specification was obtained at sintering temperature of 1200 °C, compacting pressure of 4.10 – 4.68 ton/cm2, and Er2O3 composition of 0 – 1.0%. At temperature of 1000 and 1100 °C the density of the pellets obtained was <92% TD. The microstructure observation which was done on UO2 + Er2O3 samples with Er2O3 composition of 0 – 1.0%, compacting pressure of 4.68 ton/cm2 and sintering temperature of 1200 °C showed the presence of equiaxial grains. Changes in Er2O3 composition resulted in different grain sizes and hardness. Higher Er2O3 composition increased the size of sintered pellet grain to 8 ìm and decreased its hardness. Increasing Er2O3 composition at sintering temperature of 1200 °C enhanced the O/U ratio up to 2.12.FREE TERMS: Burnable poison, Er2O3 composition, UO2 + Er2O3 pellet, Compacting pressure, Low-temperature sintering, Density, Microstructure, Hardness, O/U ratio<!-- /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} -->
PENETAPAN PARAMETER PROSES PEMBUATAN BAHAN BAKAR UO2 SERBUK HALUS YANG MEMENUHI SPESIFIKASI BAHAN BAKAR TIPE PHWR Latief, Abdul
Jurnal Teknologi Bahan Nuklir Vol 6, No 1 (2010): Januari
Publisher : PTBN - BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.141 KB)

Abstract

ABSTRAK PENETAPAN PARAMETER PROSES PEMBUATAN BAHAN BAKAR UO2 SERBUK HALUS YANG MEMENUHI SPESIFIKASI BAHAN BAKAR TIPE PHWR. Telah dilakukan pembuatan pelet UO2 untuk bahan bakar tipe PHWR dengan parameter proses meliputi tekanan pengompakan 2,93 - 5,27 ton/cm2 dan suhu sinter 1000 - 1200 °C dengan laju pemanasan 250 °C/jam dan waktu sinter 3 jam dalam suasana gas argon. Tujuannya adalah untuk mendapatkan tekanan pengompakan dan suhu sinter yang optimum sehingga bahan bakar tersebut memenuhi spesifikasi bahan bakar UO2 yang telah ditetapkan. Lingkup kegiatan penetapan parameter proses pembuatan bahan bakar UO2 tipe PHWR mencakup pengompakan pelet UO2 dari serbuk halus pada tekanan 2,93 - 5,27 ton/cm2 dan sintering pelet UO2 pada suhu 1000 - 1200 °C dengan laju pemanasan tetap yakni 250 °C/jam dan waktu sinter 3 jam. Metode yang dipakai untuk menetapkan tekanan pengompakan dan suhu sinter yang tepat adalah melalui penentuan densitas pelet UO2 hasil pengompakan pada tekanan yang bervariasi, densitas pelet sinter pada tekanan pengompakan dan variasi suhu sinter, diameter butir pelet UO2 hasil sinter dengan mikroskop optik dan SEM, dan rasio O/U pelet UO2 hasil sinter. Data yang diperoleh kemudian dikorelasikan dengan spesifikasi bahan bakar yang telah ditetapkan untuk mendapatkan tekanan pengompakan dan suhu sinter yang optimum. Hasil menunjukkan bahwa parameter proses pembuatan bahan bakar UO2 tipe PHWR dari serbuk halus 38 - 75 mm yang memenuhi spesifikasi densitas pelet sinter 95% densitas teoritis, diameter butir pelet sinter 6 - 8 mm, dan rasio O/U 2,00 ± 0,015 adalah tekanan pengompakan 4,10 dan 4,68 ton/cm2 dan suhu sinter 1200 °C pada laju pemanasan 250 °C/jam dan waktu sinter 3 jam. KATA KUNCI: bahan bakar UO2, PHWR ABSTRACT DETERMINATION OF PROCESS PARAMETERS FOR PREPARING UO­2 FUEL FROM FINE POWDER THAT SATISFIES PHWR FUEL SPECIFICATIONS. Preparation of UO2 pellets of PHWR type has been performed with process parameters comprising compacting pressures of 2.93 - 5.27 ton/cm2 and sintering temperatures of 1000 - 1200 °C with a heating rate of 250 °C/h and sintering time of 3 h in an argon atmosphere. The objective was to obtain the optimum compacting pressure and sintering temperature in order to satisfy the specifications established for UO2 fuel. The scope of the determination of the process parameters for preparing UO2 pellets of PHWR type involved compacting UO2 pellets from fine powder at pressures of 2.93 - 5.27 ton/cm2, and sintering UO2 pellets at temperatures of 1000 - 1200 oC with a fixed heating rate of 250 °C/h and sintering time of 3 h. The method employed to acquire the correct compacting pressure and sintering temperature was by determining the density of UO2 pellets obtained at different compacting pressures, the density of sintered UO2 pellets obtained at the corresponding compacting pressure and varied sintering temperatures, the grain diameter of sintered UO2 pellets using optical microscopy and SEM, and the O/U ratio of sintered UO2 pellets. The data were then correlated with the fuel specifications to establish the optimum compacting pressure and sintering temperature. The results showed that the process parameters for preparing UO2 fuel of PHWR type from fine powder of 38 - 75 mm that meets the specifications of sintered pellet density of 95% theoretical density, grain diameter of sintered pellet of 6 - 8 mm, and O/U ratio of 2.00 ± 0.015 were compacting pressures of 4.10 and 4.68 ton/cm2and sintering temperature of 1200 °C with a heating rate of 250 °C/h and sintering time of 3 h.  FREE TERMS: UO2 fuel, PHWR
PELATIHAN TENUN DARI LIMBAH LIDI KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN ATBM BAGI REMAJA DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Mora, Zulkarnen; Latief, Abdul; Zainuddin, Zainuddin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.528 KB)

Abstract

AbstrakTujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Pelatihan tenun dari limbah lidi kelapa sawit dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) bagi remaja di Kabupaten Aceh Tamiang ini adalah untuk melatih naluri kewirausahaan (entrepreneurship) dengan berbasis kepedulian lingkungan para remaja putri yang putus sekolah dan yang aktif sekolah yang berdomisili sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit. Lokasi pelatihan dipilih berdasarkan pertimbangan kawasan tempat tinggal yang berdekatan dengan kebun kelapa sawit PT. Mapoli Raya Aceh Tamiang dan juga kebun milik warga yang terdapat di Kampung Paya Bedi, Kecamatan Rantau-Kabupaten Aceh Tamiang. Jumlah peserta yang telibat dalam kegiatan ini adalah 10 orang di mana 6 remaja putri yang tidak melanjukan lagi sekolah dan ditambah 4 orang yang masih sekolah yang memiliki minat untuk ambil bagian dalam pelatihan tenun ini. Metode pelatihan yang diterapkan dalam pelatihan tenun ini apprenticeship yaitu dengan cara memberikan bimbingan dan langsung mengerjakan, melakukan pendampingan dalam jangka mono tahun serta membantu kelompok karya muda untuk melakukan chanelling pemasaran (marketing chanell). Tahapan kegiatan pelatihan dibagi kedalam empat tahap, dengan jadwal yang telah disepakati oleh peserta, pemateri dan mitra dalam hal ini kelompok karya muda kampung Paya Bedi. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi kepada warga, perangkat kampung dan peserta yang dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2017. Selanjutnya pelatihan perdana dijalankan pada tanggal 5 Agustus 2017 dengan materi optimalisasi penggunaan ATBM kelompok yang dilatih oleh Zulkarnen Mora; pelatihan kedua dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2017 dengan materi Pelatihan tenun limbah lidi kelapa sawit dengan menggunakan ATBM yang diampaikan oleh Abdul Latief; serta diakhiri kegiatan pada tanggal 7 Agustus 2017 dengan materi Penguatan manajemen organisasi dan keuangan kelompok perempuan karya muda yang disajikan oleh Zainuddin sekaligus melakukan closing ceremony dengan peserta dan mitra. Hasil yang dicapai di mana peserta yang notabenenya adalah remaja putri telah mampu dan memahami arti penting manfaat lingkungan bagi peningkatan pendapatan keluarga dengan menghasilkan aneka ragam produk yang diolah dari limbah lidi kelapa sawit menjadi sovenir yang bernilai jual dan artistik seperti dompet wanita, kotak stationery, kotak tisu dan lain sebagainya. Simpulannya, pelatihan ini sangat membantu remaja dalam membuka cakrawala berpikir dan sense of belonging mereka terhadap keberadaan lingkungan (limbah lidi kelapa sawit) dalam menciptakan peluang usaha yang terintegrasi dengan minat wirausaha yang perlu ditanam sejak dini untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan global di masa yang akan datang.Kata Kunci : Pelatihan Tenun, Limbah Kelapa Sawit, remaja putri, kelompok karya mudaAbstract The purpose of Community Service Activities (PKM) Training of weaving from palm oil palm waste using Non-Engine Weaving Tool (ATBM) for adolescents in Aceh Tamiang District is to train entrepreneurial instinct (entrepreneurship) with environmental-based awareness of girls dropping out of school and an active school domiciled around the oil palm plantation area. The training location was chosen based on consideration of the residential area adjacent to the oil palm plantation of PT. Mapoli Raya Aceh Tamiang and also owned by residents garden in Kampung Paya Bedi, District of Rantau-Kabupaten Aceh Tamiang. The number of participants involved in this activity is 10 people where 6 teenage girls are no longer school and plus 4 people still in school who have an interest to take part in this weaving training. The training method applied in this weaving training is apprenticeship by providing guidance and direct work, perform mentoring in mono-year and help young work group to do marketing chanelling. The stages of the training activities are divided into four stages, with the schedule agreed by the participants, the presenters and partners in this case the young work group of Paya Bedi village. The activity began with socialization to the villagers, villagers and participants held on August 4, 2017. Furthermore, the initial training was conducted on 5 August 2017 with material optimization of the use of ATBM group trained by Zulkarnen Mora; the second training was conducted on August 6, 2017 with training material of palm oil palm waste weaving using ATBM delivered by Abdul Latief; and ended the activity on August 7, 2017 with material Strengthening management organization and financial group of young women works presented by Zainuddin as well as closing ceremony with participants and partners. The results achieved in which participants who are notabenenya young women have been able and understand the importance of environmental benefits for the increase in family income by producing a variety of products processed from palm oil palm waste into souvenirs worth selling and artistic such as womens wallets, stationery boxes, boxes tissues and so forth. In conclusion, this training helps teenagers to open their horizons of thinking and sense of belonging to the existence of the environment (palm oil palm waste) in creating business opportunities integrated with entrepreneurial interests that need to be planted early to achieve better prosperity in facing global challenges at future. Keywords: Weaving Training, Palm Oil Waste, Young Women, Young Working Group
Cholestasis sepsis at neonatology ward and neonatal Intensive Care Unit Cipto Mangunkusumo Hospital 2007 : incidence, mortality rate and associated risk factors Bachtiar, Kadim S.; Oswari, Hanifah; Batubara, Jose R.L.; Amir, Idham; Latief, Abdul; Firman, Kemas
Medical Journal of Indonesia Vol 17, No 2 (2008): April-June
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.517 KB)

Abstract

Cholestatic jaundice represents serious pathological condition. Septic-cholestasis is a kind of hepato-cellular cholestasis that occured during or after sepsis caused by biliary flow obstruction. This is a cohort study from February to June 2007 on neonatal sepsis patients at Neonatology ward Department of Child Health Faculty of Medicine University of Indonesia-Cipto Mangunkusumo General National Hospital. Aim of this study is to find out the incidence of intrahepatic cholestasis in neonatal sepsis, associated risk factors, and mortality rate in neonatal cholestasis-sepsis. From 138 neonatal sepsis patients, the incidence of intrahepatic cholestasis is 65.9%. None of the risk factors tested in this study showed statistically significant result. Mortality rate of neonatal cholestasis-sepsis is 52.8%. (Med J Indones 2008; 17: 107-13)Keywords: cholestasis intrahepatic, neonatal sepsis, cholestasis sepsis, conjugated hyperbilirubinemia
A correlation between characteristics and students’ perception with the last score of field experience study at community based medicine Anggraini, Marisa; Latief, Abdul
Medical Journal of Indonesia Vol 17, No 1 (2008): January-March
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.437 KB)

Abstract

Field experience study (FES) is one of the Community Based Medicine Education Programs that has done in Faculty of Medicine University of Malahayati. The aims of this study were to identify several factors related to final FES score. The questionnaires were given for all field study participants. It consisted of students’ characteristics and perception on field study. This FES was conducted on 3 September 2007. Cox regression was used to analyze data using STATA version 9.0. Gender, previous GPA, time of taking FES was dominant risk factors related to risk of FES score. The students who had higher cumulative Grade Point Average (GPA) had 72% higher on final FES score [adjusted relative risk (RRα) = 1.72; 95% Confidence interval (CI) = 1.22-2.43). Female than male students had 39% higher final FES score (RRα = 1.39; 95% CI = 0.93-2.09; P = 0.111), and the students who took than who did not take FES on recommended year of study had 29% higher final FES score (RR = 1.29; 95% CI = 0.96-1.73; P = 0.088). While conducting FES, special attention should be given to students who had previous GPA in order to increase their final FES score. (Med J Indones 2008; 17: 64-7)Keywords: community-based medicine, field experience study, student’s performance
EVALUASI PENGHEMATAN ENERGI DI INSTALASI RADIOMETA-LURGI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR Latief, Abdul
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 16, No 1 (2010): Januari 2010
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.221 KB)

Abstract

ABSTRAK EVALUASI PENGHEMATAN ENERGI DI INSTALASI RADIOMETALURGI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR. Telah dilakukan evaluasi penghematan energi atau penghematan biaya pemakaian listrik Instalasi Radiometalurgi melalui penurunan daya, managemen operasi dan pemasangan kapasitor bank dengan tujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh parameter tersebut mempengaruhi penghematan biaya pemakaian listrik Instalasi Radiometalurgi (IRM) , Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) setiap bulan. Lingkup penghematan  diantaranya melihat pengaruh penurunan daya, mengatur jumlah peralatan, pengurangan jam pengoperasian dan pemasangan kapasitor bank sehingga dapat diketahui kebutuhan energy riil LWBP (Luar Waktu Beban Puncak), WBP (Waktu Beban Puncak) dan kVARh (denda PLN) serta jumlah biayanya.  Metoda untuk mengetahui sampai seberapa besar penghematan pembayaran biaya listrik dilakukan dengan cara membandingkan biaya riil sebelum/setelah beban diturunkan dari 3.700 KVA menjadi 1.815 KVA, pengaruh pengurangan jam/jumlah peralatan yang beroperasi pada beban puncak /WBP(jam 18.00-22.00) dan LWBP serta kVARh setelah dipasang kapasitor bank terhadap penurunan biaya pembayaran listrik. Pengurangan energi/biaya pembayaran listrik di IRM dapat dilakukan dengan menurunkan daya dari 3.700 KVA menjadi1.815 KVA dan menghemat biaya Rp 39.360.255,- perbulan, pengurangan jam/jumlah peralatan yang beroperasi dapat menurunkan energy LWBP sebesar dari 208.994 menjadi 168.090 KWH perbulan , serta WBP turun dari 29.412 menjadi 17.880 KWH perbulan dan KVARh  turun dari 90.226 menjadi 9.652 KWH perbulan. Kata kunci : Evalusi, pengheamatan energi.   ABSTRACT EVALUATION OF ENERGY SAVINGS RADIOMETALURGY INSTALLATION (IRM), CENTER FOR NUCLEAR FUEL TECHNOLOGY (PTBN). The energy savings in installation Radiometalurgy or cost savings electrical consumption by reducing power, management operations in order to determine to what extent these parameters influence the cost savings on electricity usage in Radiometalurgi Installation (IRM) Center For Nuclear Fuel Technology (PTBN) each month. Scope of such savings, the influence of the power reduction, set the amount of equipment and hours of operation and to capasitor bank,so as to know the needs LWBP riel, WBP, kVARh and  payment of charges. Method to find out just how much electricity cost savings payments made by compare at the cost of riels before/after load is derived from a 3700 KVA to 1815 KVA, reducing the influence of hours / amount of equipment operating at peak load / WBP (hours 18.00-22.00) and LWBP of cost reduction electricity payments. The really need energy / electricity costs in the IRM payment is a reduction of power from 3.700 KVA to 1.815 KVA  save  Rp 39,360,255, -, reduction of hours/amount of equipment that can reduce energy operating LWBP registration from  208,994 to 168,090 KWH per month, WBP registration of .29.412 to 17.880 KWH per month and KVARh registration of 90,226 to 9,652 KWH per month. Key word : Evaluation, energy saving.
RANCANGAN PENGHEMATAN BIAYA PEMAKAIAN LISTRIK DI INSTALASI RADIOMETALURGI – PTBN Latief, Abdul
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 15, No 4 (2009): Oktober 2009
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.737 KB)

Abstract

ABSTRAK RANCANGAN PENGHEMATAN BIAYA PEMAKAIAN LISTRIK DI INSTALASI RADIOMETALURGI  – PTBN . Telah dilakukan rancangan penghematan biaya pemakaian listrik Instalasi Radiometalurgi melalui penurunan daya dan managemen operasi dengan tujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh parameter tersebut mempengaruhi penghematan biaya pemakaian listrik Instalasi Radiometalurgi (IRM) Pusat, Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) setiap bulan. Lingkup rancangan diantaranya, penurunan daya, mengatur jumlah peralatan dan jam pengoperasian sehingga menurunkan beban, LWBP, WBP dan kVARh . Metoda untuk  mengetahui sampai seberapa besar penghematan biaya listrik dilakukan dengan cara mensimulasi daya terpasang yang optimal, pengurangan pemakaian jumlah alat dan  jam pengoperasian pada luar beban puncak/beban puncak serta upaya-upaya yang dapat mengurangi kVARh. Hasil rancangan yang diperoleh adalah  daya/beban dapat diturunkan dari 3.700 KVA menjadi  1.815 KVA  atau dapat dilakukan penghematan biaya sebesar Rp44.863.000,-, LWBP dapat diturunkan dari 220.000 KWH menjadi 170.000 atau turun 50.000 KWH , WBP turun dari 37.500 KWH menjadi 13.000 KWH dan kVARh turun menjadi 20.000 KWH  dengan total pemakaian energi 203.000 KWH atau dapat dilakukan total penghematan biaya  sebesar Rp 211.925.000,- setiap bulan  dibanding pemakaian tahun 2006. Kata kunci :  Rancangan biaya , pemakaian listrik dan  IRM. ABSTRACT DESIGN OF REDUCTION INFLUENCE OPERATION IN INSTALLATION (IRM) CENTER FOR NUCLEAR FUEL TECHNOLOGY (PTBN) . Have done the reduction influence the design, operation and management by objectives kVARh decline to determine to what extent these parameters affect of electricity payments in the installation Radiometalurgi (IRM) Center for Nuclear Fuel Technology (PTBN) every month. Scope of design through the reduction of power, regulate the operation of equipment and hours of operation and reduce the smallest extent kVARh. To find out just how much savings is done by simulating expenses connected optimal power, reduction in hours of operation at peak load / no load peaks and the efforts that can reduce kVARh.  The results obtained design is the load or force can be derived from 3.700 KVA to 1.815 KVA or cost savings can be made for Rp44.863.000,-, LWBP be 220.000 to 170.000 KWH  or down 50,000 KWH, WBP be down from 37.500 KWH to 13.000 KWH, and kVARh  to 20.000 KWH, with total use 203,000 KWH of energi or total energi savings can be as much as Rp 211.925.000, - compared to the use of 2006. Key word : Cost planning, electrical  consumsion and  IRM.
Validitas Skala Nyeri Non Verbal Pain Scale RevisedSebagai Penilai Nyeri di Ruang Perawatan Intensif Anak Wati, Dyah Kanya; Pudjiadi, Antonius; Latief, Abdul
Sari Pediatri Vol 14, No 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Berdasarkan berbagai penelitian, diperlukan skala nyeri yang divalidasi untuk menilai nyeri di ruang perawatan intensif anak dari aspek respon otonom dan evaluasi bentuk intervensi tata laksana nyeri yang diberikan.Tujuan. Mengetahui validitas alat pengukur skala nyeri non verbal pain scale (NVPS) yang dapat dipakai di ruang perawatan intensif anak.Metode. Subyek penelitian yang diberikan intervensi nyeri melalui berbagai prosedur pemeriksaan atau terapi, dinilai respon nyeri melalui perekaman video. Respon dinilai selama 2-10 menit sebelum, selama, dan setelah intervensi nyeri diberikan. Sebagai baku emas digunakan skala nyeri Wong Baker pain scale(WBPS)Hasil. Dari 38 sampel yang dinilai didapatkan sensitifitas NVPSR 85%, spesifisitas 66%, nilai prediksi positif 96%%, negatif prediksi negatif 50%. Nilai korelasi antara skala NVPSR dan WBPS adalah 0,95 (p<0,05).Kesimpulan. Non verbal pain scale revised(NVPSR) memiliki korelasi yang kuat dengan WBPS dalam menilai nyeri pada anak. Sensitifitas yang cukup tinggi sebagai alat skrening nyeri namun memiliki spesifitas yang sedang sebagai alat diagnostik nyeri pada anak.
Co-Authors Agus Firmansyah Alan R Tumbelaka, Alan R Alan R. Tumbelaka, Alan R. Albert Daniel Solang, Albert Daniel Antonius H Pudjiadi, Antonius H Antonius H. Pudjiadi, Antonius H. Antonius Pudjiadi, Antonius Apiska, Devi Arief Sasongko Adhi Arwin AP Akib, Arwin AP Aryani, Fransisca Theresia Aryono Hendarto, Aryono Bambang Madiyono Dadi Suyoko, Dadi Darlan Darwis, Darlan Dhian Rosalina, Dhian Diana Mettadewi Jong, Diana Mettadewi Djoko Kisworo Dyah Kanya Wati, Dyah Kanya Ervil, Riko Fatmawaty Fatmawaty, Fatmawaty Fauzi, Afifah Hamid, Syamsu Alam Hanifah Oswari Hartono Gunardi I Boediman, I I Nyoman Budi Hartawan Idham Amir Imral Chair, Imral Irawan Mangunatmadja, Irawan Irene Yuniar, Irene Jose M. Mandei, Jose M. Jose R.L. Batubara Kadim S. Bachtiar Kemas Firman Kohar Sulistyadi Kushartono, Hari Luluk Elyana M. Tatang Puspanjono, M. Tatang Magdalena E Sahetapy, Magdalena E Marisa Anggraini Moh. Supriatna, Moh. Muhammad Afdal Muhammad Rizqi Zati, Muhammad Rizqi Mulya Rahma Karyanti, Mulya Rahma Nahrawi Nahrawi, Nahrawi Nia Niasari, Nia Pribadi, Koko Pudjiastuti Pudjiastuti Purwanto, Susetyo Harry Raharsetyadi, Dedi Rezeki, Ratu Meulya Rina Amalia C. Saragih, Rina Amalia C. Rismala Dewi Ronny Suwento, Ronny Rulina Suradi, Rulina Safwan, Muhammad Sbroong, Ricco Gerdana Siti Aizah Lawang, Siti Aizah Siti Mariana Slamet Pribadi Soedjatmiko Soedjatmiko Sri Martuti Suci Fitrianti, Suci Sudigdo Sastroasmoro Sudung O. Pardede, Sudung O. Sulistioso G. S. Suryadi Suryadi Suryati, Rifda Syardiansah, Syardiansah Tania Paramita, Tania Tata Terbit Saputra Teddy, Sander D Yoga Devaera, Yoga Yusrina Istanti Zainuddin Zainuddin Zakiudin Munasir Zati, Mummah Rizqi Zulfahli, Randi Zulkarnen Mora, Zulkarnen