Wike Wedya Lastin
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG BOR DENGAN PILE DRIVING ANALYZER (PDA) TEST DAN METODE MAYERHOF (1976)

Jurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.183 KB)

Abstract

Dalam perencanaan pondasi dalam, terdapat beberapa jenis pondasi yang dapat disesuaikan dengan lingkungan serta keunggulan dari pondasi tersebut. Salah satu pondasi dalam yang sering digunakan adalah pondasi tiang bor. Pengujian pondasi tiang bor dilakukan melalui uji pembebanan dinamis, guna mendapatkan daya dukung ujung tiang, daya dukung selimut serta daya dukung tiang. Hasil pengujian Pile Driving Analyzer (PDA) test dijadikan ukuran dalam mendapatkan kapasitas ijin pondasi tiang bor. Selain pengujian tersebut, juga dilakukan perhitungan manual dengan Metode Mayerhof (1976) berdasarkan data Standard Penetration Test (SPT) tanah di sekitar lokasi pelaksanaan proyek. Gedung hunian yang dijadikan sampel pengukuran berdiri diatas lahan seluas 3.700 m2. Jumlah Dari hasil pengetesan PDA yang dilakukan pada salah satu titik pondasi tiang bor yaitu pada titik 139 dengan dimeter 1000 mm didapat daya dukung ujung ultimit yaitu 242 ton sedangkan dari hasil perhitungan dengan data SPT didapat 1028,29 ton. Untuk daya dukung selimut pada hasil tes PDA didapat sebesar 703 ton dan hasil perhitungan dengan data SPT didapat 442,2753 ton.

PEMILIHAN PENANGANAN GANGGUAN OPERASIONAL KRL JABODETABEK MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Jurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem operasi kereta rel listrik sangat rentan dengan gangguan. Sedikit saja gangguan yang terjadi dapat mengakibatkan penundaan, keterlambatan bahkan pembatalan perjalanan kereta api. Diperlukan perekapan penanganan gangguan menurut ahlinya untuk diketahui oleh pengandali perjalanan kereta rel listrik lainnya sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan saat terjadi gangguan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan penanganan gangguan operasional KRL Jabodetabek serta mengetahui keputusan-keputusan yang diambil menurut beberapa pakar. Metode yang digunakan adalah melakukan wawancara kuesioner kepada 5 pakar atau ahli penanganan gangguan pada dinas PT. Kereta Api (Persero) yaitu Senior Menejer KRL Jabodetabek, Senior Menejer operasional PK.OC, Kepala Pusat Pengendalian Operasional Kereta Api (Pusdal Opka) Daop 1 Jakarta, Menejer Operasional PT. Kereta Api (Persero), Pelaksana PK.OC, selanjutnya dari pendapat ke 5 ahli dilakukan analisis dengan mengggunakan Analitical Hierarchy Process (AHP).  Kata Kunci :Gangguan, operasional, kereta rel listrik, Analitical Hierarchy Process (AHP).