Yudhi Lastiasih
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 9 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik ITS

Perbandingan Perencanaan Pondasi Tiang Pancang Menggunakan Metode Konvensional dan Metode P-Z Curve pada Modifikasi Gedung Apartemen Puncak MERR Surabaya Prasetyo, Riky Dwi; Mochtar, Indrasurya Budisatria; Lastiasih, Yudhi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.915 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34318

Abstract

Surabaya merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi besar yang selalu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Banyak penduduk dari luar Surabaya datang ke kota ini sebagai pendatang tiap tahunnya untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Keterbatasan lahan yang ada menuntut perlunya pembangunan bangunan vertikal untuk tempat tinggal, salah satunya adalah Apartemen Puncak MERR yang memiliki kedalaman tanah keras yang cukup dalam sehingga biaya yang harus dikeluarkan untuk pondasi dalam cukup besar. Pada pembangunan gedung dengan pondasi dalam, semakin dalam pondasi maka semakin mahal biaya sehingga tidak ekonomis. Pada metode perencanaan konvensional, perletakan untuk kolom struktur atas terhadap pondasi dianggap jepit dan tidak ada penurunan (settlement) pada tanah. Pada tanah lempung yang bersifat compressible, pengaruh beban akan menyebabkan terjadinya penurunan tanah sehingga muncul konsep perhitungan tiang pancang yang memperhatikan penurunan tanah dan menganggap perletakan struktur atas berupa perletakan pegas dengan metode P-Z curve. Dengan memperhatikan adanya penurunan tanah akan menyebabkan kedalaman tiang pancang berkurang. Metode perencanaan yang digunakan yaitu konvensional (perletakan jepit) dan P-Z curve (perletakan pegas/ spring). Variasi daya dukung yang digunakan pada perencanaan ini yaitu SF = 3 untuk metode konvensional dan Qizin = 0,3 Qult, Qizin = 0,5 Qult, Qizin = 0,7 Qult, dan Qizin = 0,9 Qult pada metode P-Z curve. Perencanaan pondasi tiang pancang pancang menggunakan spun pile diameter 60 cm. Kedalaman tanah daya dukung yaitu 21 meter untuk pondasi end bearing dan 16 meter untuk pondasi friction. Hasil dari Tugas Akhir ini adalah mendapatkan variasi alternatif hasil analisis metode perencanaan pondasi dalam dengan metode konvensional dan metode P-Z curve. Dari hasil perhitungan didapat jumlah kebutuhan tiang pancang pada metode P-Z curve lebih sedikit dibandingkan dengan metode konvensional. Untuk menghemat biaya pembangunan gedung modifikasi Apartemen Puncak MERR maka digunakan pondasi tiang pancang dengan metode P-Z curve tumpuan end bearing dengan Qizin = 0,9 Qult.
Perencanaan Perkuatan Dinding Kolam Pelabuhan dan Penggunaan Material Dredging Sebagai Material Timbunan Pada Area Perluasan Dermaga Proyek RDMP-RU V Balikpapan Adi Perdana, Muhammad Ivan; Lastiasih, Yudhi; Endah, Noor
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.28013

Abstract

Proyek RDMP-RU V PT. Pertamina Balikpapan meliputi pembangunan sisi darat dan laut. Di sisi darat akan digunakan sebagai perluasan dermaga untuk lahan parkir kendaraan, yang dibangun diatas tanah clayey silt. Tanah tersebut memiliki pemampatan yang cukup besar dan berlangsung sangat lama serta memiliki daya dukung yang kecil. Sedangkan kawasan sisi laut terdapat dredging area yang menghasilkan material kerukan. Material tersebut biasanya tidak dipergunakan lagi dan dibuang disuatu tempat. Hal ini akan lebih menguntungkan apabila dimanfaatkan sebagai material timbunan disisi darat. Dalam tugas akhir ini akan direncanakan penimbunan tanah pada sisi darat yang dibangun di atas tanah lunak, sehingga diperlukan perencanaan perbaikan tanah. Metode yang dapat digunakan dalam perencanaan perbaikan tanah adalah metode preloading dengan prefabricated vertical drain (PVD) untuk mempercepat pemampatan. Dengan adanya timbunan tersebut perlu dibangun konstruksi dinding penahan tanah untuk mencegah kelongsoran. Berdasarkan hasil analisis pada tugas akhir ini disimpulkan bahwa kondisi tanah dasar memiliki tebal lapisan mampu mampat sedalam 25 m. Material dredging dapat digunakan sebagai material timbunan. Tinggi awal timbunan (H-Inisial) yaitu 5.28 m (Zona 1) dan 4.59 m (Zona 2). Besarnya pemampatan konsolidasi (Sc) adalah 1.42 m (Zona 1) dan 1.23 m (Zona 2). Pemasangan PVD direncanakan menggunakan pola segiempat dengan spasi 1.2 m yang ditanam sedalam 25 meter dengan waktu pemampatan konsolidasi (U) 90 % selama 23 minggu. Alternatif perkuatan dinding menggunakan secant pile dengan panjang 27.6 m (zona 1) dan 26.3 m (zona 2). Total biaya konstruksi penimbunan hingga perencanaan secant pile sebesar Rp8.135.487.283,-.
Perencanaan Perkuatan Dinding Kolam Pelabuhan dan Penggunaan Material Dredging Sebagai Material Timbunan Pada Area Perluasan Dermaga Proyek RDMP-RU V Balikpapan Perdana, Muhammad Ivan Adi; Lastiasih, Yudhi; Endah, Noor
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.203 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24919

Abstract

Proyek RDMP-RU V PT. Pertamina Balikpapan meliputi pembangunan sisi darat dan laut. Di sisi darat akan digunakan sebagai perluasan dermaga untuk lahan parkir kendaraan, yang dibangun diatas tanah clayey silt. Tanah tersebut memiliki pemampatan yang cukup besar dan berlangsung sangat lama serta memiliki daya dukung yang kecil. Sedangkan kawasan sisi laut terdapat dredging area yang menghasilkan material kerukan. Material tersebut biasanya tidak dipergunakan lagi dan dibuang disuatu tempat. Hal ini akan lebih menguntungkan apabila dimanfaatkan sebagai material timbunan disisi darat. Dalam tugas akhir ini akan direncanakan penimbunan tanah pada sisi darat yang dibangun di atas tanah lunak, sehingga diperlukan perencanaan perbaikan tanah. Metode yang dapat digunakan dalam perencanaan perbaikan tanah adalah metode preloading dengan prefabricated vertical drain (PVD) untuk mempercepat pemampatan. Dengan adanya timbunan tersebut perlu dibangun konstruksi dinding penahan tanah untuk mencegah kelongsoran. Berdasarkan hasil analisis pada tugas akhir ini disimpulkan bahwa kondisi tanah dasar memiliki tebal lapisan mampu mampat sedalam 25 m. Material dredging dapat digunakan sebagai material timbunan. Tinggi awal timbunan (H-Inisial) yaitu 5.28 m (Zona 1) dan 4.59 m (Zona 2). Besarnya pemampatan konsolidasi (Sc) adalah 1.42 m (Zona 1) dan 1.23 m (Zona 2). Pemasangan PVD direncanakan menggunakan pola segiempat dengan spasi 1.2 m yang ditanam sedalam 25 meter dengan waktu pemampatan konsolidasi (U) 90 % selama 23 minggu. Alternatif perkuatan dinding menggunakan secant pile dengan panjang 27.6 m (zona 1) dan 26.3 m (zona 2). Total biaya konstruksi penimbunan hingga perencanaan secant pile sebesar Rp8.135.487.283,-.
Alternatif Perkuatan Timbunan Existing Railway Track Sta 141+100 - 141+600 "Bojonegoro - Surabaya Pasar Turi" Putra, Yudha Pratama Narra; Lastiasih, Yudhi; Sari, Putu Tantri Kumala
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.292 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25873

Abstract

Padatnya lalu lintas kereta api di utara pulau jawa menyebabkan Pemerintah memrintahkan PT. KAI untuk membangun jalur rel ganda. Setelah beberapa hari pemasangan perkuatan di samping timbunan rel baru, terjadi tanda-tanda pergerakan tanah pada timbunan rel lama berupa tiang yang miring dan kelongsoran. Melihat kondisi lapangan maka PT. KAI juga meminta adanya uji stabilitas lereng pada timbunan rel lama. Dari hasil analisis tersebut diketahui bahwa SF di beberapa lokasi kurang dari 1, dimana kondisi ini menyebabkan terjadinya kelongsoran. Oleh karena itu, untuk mencegah kelongsoran dan mencegah kerusakan rel maka perlu direncanakan perkuatan timbunan rel lama tanpa membongkar rel yang sudah ada. Alternatif perkuatan yang direncanakan tidak boleh membongkar rel lama. Maka ditawarkan 4 alternatif yang pertama menggunakan perkuatan dengan cerucuk (micropile), timbunan tambahan (counterweight), dan turap beton (free standing dan berjangkar) di sisi timbunan rel lama. Pada tahap akhir dilakukan analisis perbandingan biaya material antara 4 alternatif untuk system perkuatan timbunan. Dari hasil analisis keempat perkuatan, diketahui alternatif pertama yaitu menggunakan cerucuk Prestressed Concrete Spun Pile diameter 300 mm dari PT Wijaya Karya Beton. Untuk zona 1 kedalaman cerucuk 10 m dengan jarak 1 m dan berjumlah 603 buah. Untuk zona 2 dan zona 3 kedalaman cerucuk 10 m, jarak 1 m dan jumlah 300 buah. Alternatif kedua menggunakan counterweight sebanyak 4256 m3 pada zona 1, 2430 m3 pada zona 2 dan 2162 m3 pada zona 3. Alternatif perkuatan ketiga menggunakan turap beton freestanding Corrugated Type W600 A1000 sedalam 21m untuk ketiga zona. Alternatif keempat turap berjangkar dengan teknik grouting menggunakan turap beton Corrugated Type W400 A1000 sedalam 10 m, diameter baja angker berukuran 6 cm panjang 7.5 m, dan beton grouting fc’ 50 Mpa diameter 0.3 m tinggi 1 m di ketiga zona. Dilihat dari biaya material yang ekonomis maka dipilih perkuatan cerucuk (micro pile) dengan total biaya material yang dibutuhkan pada zona 1 adalah Rp 223.688.434, untuk zona 2 adalah Rp 111.287.778, dan untuk zona 3 Rp 111.287.778. Jumlah semua biaya material cerucuk adalah Rp 446.263.990.