Articles

Found 22 Documents
Search

FUNGSI DAN PERAN KATA BERPREFIKS MENG- DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA PHM, Siswanto; Suyoto, Suyoto; Larasati, Larasati; Ulumuddin, Arisul
SASINDO Vol 1, No 1 Januari (2013): SASINDO
Publisher : SASINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan prefiks meng- yang dilakukan oleh Alisjahbana (1948), Mess (1957),Wojowasito ( 1978), Ramlan (1981), Kridalaksana (1987, 1990) mempersoalkan pembentukan kata,karakteristik, dan kategori kata. Pembahasan yang dilakukan baru menyangkut konsep dan kriteriapenggolongan kata. Pembahasan kata berprefiks meng- sebagai unsur pusat di dalam relasiparadigmatik belum maksimal.Dengan demikian, masalah yang menyangkut fungsi dan peran kataberprefiks meng- dalam bahasa Indonesia penting untuk diteliti. Dengan penelitian tentang fungsidan peran kata berprefiks meng- diharapkan menjadi lebih mendalam.Pendekatan yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Untuk membuktikan adanya prefiks mengpembentukverba yang berfungsi dan berperan dalam penataan kalimat, digunakan juga pendekatanword and paradigm (WP) dengan memanfaatkan teori struktural.Data penelitian ini mencakupi datatulisan dan data lisan yang berasal dari pemakaian bahasa Indonesia pada kurun waktu 2000 sampai dengan 2011. Data tulis dikumpulkan dengan teknik dasar penyadapan dan teknik lanjutanpencatatan, sedang data lisan dijaring melalui teknik konfirmasi dan teknik wawancara. Dalampenelitian ini akan dilakukan kajian pada setiap bentuk berprefiks meng- pembentuk verba akandikaitkan fungsi, makna gramatikal, dan perannya. Dengan cara kerja ini akan diketahui adanyakata berprefiks meng- yang memiliki fungsi, makna, dan peran yang berbeda-beda.Ketransitifanprefiks meng- + (-kan) bermakna: a) melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar,berfungsi P, berperan perbuatan aktif, serta berobjek, b)) ketransitifan prefiks meng- + -kanbermakna melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar (benefaktif)), berfungsi P,berperan perbuatan aktif, serta berobjek (dan berpelengkap); 2) ketaktransitifan prefiks mengbermakna:a) menjadi, b) menyerupai, c) makan/minum, d)) menuju, e) mencari/mengumpulkan,dan berfungsi P, dan berperan keadaan, serta nomor 2.a) sampai dengan 2.i)) tidak memiliki sasaran(objek).Kata Kunci: Prefiks meng-, Fungsi, Peran
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIDATO DENGAN PAKET BELAJAR MANDIRI PADA KELAS IX SISWA SMPN 2 SEMARANG Larasati, Larasati
SASINDO Vol 1, No 1 Januari (2013): SASINDO
Publisher : SASINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the speech learning by using self-learning package. Research on learning portrait addressed within the framework of this magnitude isa descriptive study, which was captured from the observation, journals, interviews,documentation, and direct learning. Based on the analysis, media self-learning package forpembelaajaran speech can be said to improve students´ speaking competence. Increasedcompetence is characterized by positive attitudes and values increased on average by13.65%, from 78.16 to 91.8. Based on these results, it is suggested Indonesian teacher,should be creative in presenting learning, especially speaking skills. Creativity mediaselection and accuracy of the model is very mentukan successful learning. In addition,practitioners of the field of language education and language studies expert, can capitalizeon this research as a basis for improvement of learning and doing similar research withdifferent objects pebelitianKeywords: learning, speech skills, self-contained guide package
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI TEKNIK DEBAT PADA SISWA KELAS XI SMA IBU KARTINI SEMARANG TAHUN AJARAN 2010/2011 Suyoto, Suyoto; Larasati, Larasati; Siswanto, Siswanto
Media Penelitian Pendidikan Vol 5, No 1 juni (2011): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara di kalangan siswa masih relatif rendah. Rendahnya kemampuan berbicara ini juga dialami oleh siswa SMA Ibu Kartini Semarang. Sikap malu, takut, dan kurang percaya diri senantiasa melingkupi siswa. Hal tersebut disinyalir karena rendahnya kreativitas  guru dalam menentukan teknik pembelajaran berbicara. Fenomena ini merupakan permasalahan yang menuntut segera dicari penyelesaiannya.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan teknik debat dalam pembelajaran kemampuan berbicara. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas XI SMA Ibu Kartini Semarang melalui pembelajaran dengan teknik debat dan (2) mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas XI SMA Ibu Kartini setelah diberikan pembelajaran keterampilan berbicara dengan teknik debat. Penelitian ini adalah penelitian berbasis kelas. Dengan demikian, metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang meliputi dua siklus. Data penelitian diambil melalui tes dan nontes. Alat pengambilan data nontes yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, jurnal siswa, jurnal guru, dan dokumentasi foto. Adapun data tes yaitu berupa penilaian kemampuan berbicara dalam kegiatan debat. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui pembelajaran dengan teknik debat, kemampuan berbicara siswa sebesar 7,12% dengan nilai rata-rata siswa sebesar 68.20% pada siklus I dan nilai rata-rata siswa  75.43% pada siklus II. Adapun perubahan perilaku yang ditunjukkan siswa yaitu siswa semakin aktif dan antusias dalam belajar, berani mengemukakan pendapat, dan percaya diri berbicara di depan forum resmi.Kata Kunci: keterampilan berbicara, pembelajaran berbicara, teknik debat
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIDATO DENGAN PAKET BELAJAR MANDIRI PADA KELAS IX SISWA SMPN 2 SEMARANG Larasati, Larasati
SASINDO Vol 1, No 1 Januari (2013): SASINDO
Publisher : SASINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.715 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the speech learning by using self-learning package. Research on learning portrait addressed within the framework of this magnitude isa descriptive study, which was captured from the observation, journals, interviews,documentation, and direct learning. Based on the analysis, media self-learning package forpembelaajaran speech can be said to improve students speaking competence. Increasedcompetence is characterized by positive attitudes and values increased on average by13.65%, from 78.16 to 91.8. Based on these results, it is suggested Indonesian teacher,should be creative in presenting learning, especially speaking skills. Creativity mediaselection and accuracy of the model is very mentukan successful learning. In addition,practitioners of the field of language education and language studies expert, can capitalizeon this research as a basis for improvement of learning and doing similar research withdifferent objects pebelitianKeywords: learning, speech skills, self-contained guide package
OPTIMALISASI KETERAMPILAN BERBICARA DI DEPAN UMUM GURU-GURU PAUD GUGUS CEMPAKA KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG DENGAN METODE PELATIHAN TERBIMBING Larasati, Larasati
SASINDO Vol 2, No 1 Januari (2014): sasindo
Publisher : SASINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood teachers in Cepaka Force District of Semarang Banyumanik havethe ability to speak relatively low. Low ability to speak was revealed during groupactivities that involve host, giving a speech, and spoke convey ideas in the officialforums. Sights throwing task, passive atmosphere, and shame is the atmosphere thatroutinely occurs. The poor condition of the ability to speak directly affect the learningprocess in the classroom and the activities of the organization are often held the ECDgroup.It is the underlying researchers to conduct skills training speaking guided. Guidedtraining chosen by reason of the model is done in a structured training ranging fromthe provision of key material, duskusi understanding of the material, practices, andassistance, while Public speaking chosen with consideration of this activity is practical,contextual and everyone, especially teachers definitely need and experience.Training went well. Teachers happy and enthusiastic in practice. There is anunderstanding that early childhood teachers in Cempaka group requires intensivetraining on public speaking is. Another innovative training necessary to improvespeaking skills of early childhood teachers in the district Banyumanik cluster Cempakathis.Keywords: speaking skills, early childhood teachers, public speaking, guided exercises
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI TEKNIK DEBAT PADA SISWA KELAS XI SMA IBU KARTINI SEMARANG TAHUN AJARAN 2010/2011 Suyoto, Suyoto; Larasati, Larasati; Siswanto, Siswanto
Media Penelitian Pendidikan Vol 5, No 1 juni (2011): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara di kalangan siswa masih relatif rendah. Rendahnya kemampuan berbicara ini juga dialami oleh siswa SMA Ibu Kartini Semarang. Sikap malu, takut, dan kurang percaya diri senantiasa melingkupi siswa. Hal tersebut disinyalir karena rendahnya kreativitas  guru dalam menentukan teknik pembelajaran berbicara. Fenomena ini merupakan permasalahan yang menuntut segera dicari penyelesaiannya.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan teknik debat dalam pembelajaran kemampuan berbicara. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas XI SMA Ibu Kartini Semarang melalui pembelajaran dengan teknik debat dan (2) mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas XI SMA Ibu Kartini setelah diberikan pembelajaran keterampilan berbicara dengan teknik debat. Penelitian ini adalah penelitian berbasis kelas. Dengan demikian, metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang meliputi dua siklus. Data penelitian diambil melalui tes dan nontes. Alat pengambilan data nontes yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, jurnal siswa, jurnal guru, dan dokumentasi foto. Adapun data tes yaitu berupa penilaian kemampuan berbicara dalam kegiatan debat. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui pembelajaran dengan teknik debat, kemampuan berbicara siswa sebesar 7,12% dengan nilai rata-rata siswa sebesar 68.20% pada siklus I dan nilai rata-rata siswa  75.43% pada siklus II. Adapun perubahan perilaku yang ditunjukkan siswa yaitu siswa semakin aktif dan antusias dalam belajar, berani mengemukakan pendapat, dan percaya diri berbicara di depan forum resmi.Kata Kunci: keterampilan berbicara, pembelajaran berbicara, teknik debat
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIDATO DENGAN PAKET BELAJAR MANDIRI PADA KELAS IX SISWA SMPN 2 SEMARANG Larasati, Larasati
SASINDO Vol 1, No 1 Januari (2013): SASINDO
Publisher : SASINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the speech learning by using self-learning package. Research on learning portrait addressed within the framework of this magnitude isa descriptive study, which was captured from the observation, journals, interviews,documentation, and direct learning. Based on the analysis, media self-learning package forpembelaajaran speech can be said to improve students speaking competence. Increasedcompetence is characterized by positive attitudes and values increased on average by13.65%, from 78.16 to 91.8. Based on these results, it is suggested Indonesian teacher,should be creative in presenting learning, especially speaking skills. Creativity mediaselection and accuracy of the model is very mentukan successful learning. In addition,practitioners of the field of language education and language studies expert, can capitalizeon this research as a basis for improvement of learning and doing similar research withdifferent objects pebelitianKeywords: learning, speech skills, self-contained guide package
FUNGSI DAN PERAN KATA BERPREFIKS MENG- DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA PHM, Siswanto; Suyoto, Suyoto; Larasati, Larasati; Ulumuddin, Arisul
SASINDO Vol 1, No 1 Januari (2013): SASINDO
Publisher : SASINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan prefiks meng- yang dilakukan oleh Alisjahbana (1948), Mess (1957),Wojowasito ( 1978), Ramlan (1981), Kridalaksana (1987, 1990) mempersoalkan pembentukan kata,karakteristik, dan kategori kata. Pembahasan yang dilakukan baru menyangkut konsep dan kriteriapenggolongan kata. Pembahasan kata berprefiks meng- sebagai unsur pusat di dalam relasiparadigmatik belum maksimal.Dengan demikian, masalah yang menyangkut fungsi dan peran kataberprefiks meng- dalam bahasa Indonesia penting untuk diteliti. Dengan penelitian tentang fungsidan peran kata berprefiks meng- diharapkan menjadi lebih mendalam.Pendekatan yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Untuk membuktikan adanya prefiks mengpembentukverba yang berfungsi dan berperan dalam penataan kalimat, digunakan juga pendekatanword and paradigm (WP) dengan memanfaatkan teori struktural.Data penelitian ini mencakupi datatulisan dan data lisan yang berasal dari pemakaian bahasa Indonesia pada kurun waktu 2000 sampai dengan 2011. Data tulis dikumpulkan dengan teknik dasar penyadapan dan teknik lanjutanpencatatan, sedang data lisan dijaring melalui teknik konfirmasi dan teknik wawancara. Dalampenelitian ini akan dilakukan kajian pada setiap bentuk berprefiks meng- pembentuk verba akandikaitkan fungsi, makna gramatikal, dan perannya. Dengan cara kerja ini akan diketahui adanyakata berprefiks meng- yang memiliki fungsi, makna, dan peran yang berbeda-beda.Ketransitifanprefiks meng- + (-kan) bermakna: a) melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar,berfungsi P, berperan perbuatan aktif, serta berobjek, b)) ketransitifan prefiks meng- + -kanbermakna melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar (benefaktif)), berfungsi P,berperan perbuatan aktif, serta berobjek (dan berpelengkap); 2) ketaktransitifan prefiks mengbermakna:a) menjadi, b) menyerupai, c) makan/minum, d)) menuju, e) mencari/mengumpulkan,dan berfungsi P, dan berperan keadaan, serta nomor 2.a) sampai dengan 2.i)) tidak memiliki sasaran(objek).Kata Kunci: Prefiks meng-, Fungsi, Peran
OPTIMALISASI KETERAMPILAN BERBICARA DI DEPAN UMUM GURU-GURU PAUD GUGUS CEMPAKA KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG DENGAN METODE PELATIHAN TERBIMBING Larasati, Larasati
SASINDO Vol 2, No 1 Januari (2014): sasindo
Publisher : SASINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood teachers in Cepaka Force District of Semarang Banyumanik havethe ability to speak relatively low. Low ability to speak was revealed during groupactivities that involve host, giving a speech, and spoke convey ideas in the officialforums. Sights throwing task, passive atmosphere, and shame is the atmosphere thatroutinely occurs. The poor condition of the ability to speak directly affect the learningprocess in the classroom and the activities of the organization are often held the ECDgroup.It is the underlying researchers to conduct skills training speaking guided. Guidedtraining chosen by reason of the model is done in a structured training ranging fromthe provision of key material, duskusi understanding of the material, practices, andassistance, while Public speaking chosen with consideration of this activity is practical,contextual and everyone, especially teachers definitely need and experience.Training went well. Teachers happy and enthusiastic in practice. There is anunderstanding that early childhood teachers in Cempaka group requires intensivetraining on public speaking is. Another innovative training necessary to improvespeaking skills of early childhood teachers in the district Banyumanik cluster Cempakathis.Keywords: speaking skills, early childhood teachers, public speaking, guided exercises
IbM PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS ARTIKEL MEDIA MASSA BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENCIPTAKAN GURU KREATIF DAN PRODUKTIF DI KOTA SEMARANG Setyawati, Nanik; Larasati, Larasati; Arifin, Zainal; Ulumuddin, Arisul
E-DIMAS Vol 4, No 1 maret (2013): EDIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service activities for indigenous science and technologytelecommunication program is implemented in the form of training with the titleBBM Competence Enhancement Loade Mass media Writing Articles for creatingCharactear Education Teacher Creative and Productive in Semarang. This activityis done in the form of training that includes delivery of the theory ofintelligent technology and the mass media article wraiting practices of mass media in order to provide supplies and motivation for teacher to contribute toIndonesian to contribute their ideas in the word of education to the public through the mass media. The methode used in activity is a lacture,duscussion, and practice. To determine the extent of acceptance andunderstanding of the participants, as well as the ability of the participants, atthe end of training assessment or evaluation. Based on the results of test thathave been made know that the participans were very eager to follow thetraining Wraiting Articles from start to finish.Keywords: competence wraiting, media, teacher