Arifuddin Lamusa
Unknown Affiliation

Published : 44 Documents
Articles

ANALISIS EFISIENSI TEKNIS ALOKASI INPUT USAHA TANI PADI SAWAH DI DAERAH IMPENSO WILAYAH TAMAN NASIONAL LORE LINDU (TNLL) PROVINSI SULAWESI TENGAH

AGROLAND Vol 16, No 3 (2009)
Publisher : AGROLAND

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.224 KB)

Abstract

The objectives of the research were to examine whether there were differences in the technical efficiency of input allocation of rice farming between wt (with-enso) and wo (without-enso) areas at various planting season and to study whether the input allocation was technically efficient. Data analysis used a production function analysis method and dummy variables. The research results showed that: the dummy variables were significant in planting season II but not significant in planting season I.   The technical efficiency of input allocation in wt and wo areas was significant at planting season I and II, whereas at planting season–t the efficiency was not significant.  The efficiency of urea, SP36 and KCl fertilizer allocation in wt and wo areas was significant at all planting seasons while that of ponska fertilizer only at planting season I and II the efficiency was significant. On the contrary, the efficiency of pesticide in both areas was only significant at planting season-t.

RISIKO USAHATANI PADI SAWAH RUMAH TANGGA DI DAERAH IMPENSO PROVINSI SULAWESI TENGAH

AGROLAND Vol 17, No 3 (2010)
Publisher : AGROLAND

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.314 KB)

Abstract

This study aimed to identify the risk of household wetland rice farm production in impenso and non impenso regions in Central Sulawesi Province.  Respondent samples of 250 farmers were randomly chosen.  Data collected through interviews and field note records. The research result showed that coefficient of variance of the rice farm in the impenso region was higher than in the non impenso region suggesting that the risk of the first region was larger than the later.

Strategi Pengembangan Usaha Bawang Goreng Pada Umkm “Usaha Bersama” Di Desa Bolupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi

AGROTEKBIS Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.59 KB)

Abstract

UMKM “Usaha Bersama” merupakan salah satu usaha rumah tangga yang memproduksi      bawang goreng. UMKM tersebut berada di Desa Bolupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi alternatif pengembangan usaha bawang goreng pada UMKM “Usaha Bersama” di Desa Bolupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor perkembangan usaha bawang goreng UMKM “Usaha Bersama” yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal memiliki total nilai sebesar 3,4 dengan skor kekuatan 1,83 dan skor kelemahan 1,57. Hal ini menunjukkan faktor kekuatan yang dimiliki lebih besar dari faktor kelemahan, sedangkan untuk faktor eksternal memiliki total nilai sebesar 3,17 dengan skor peluang 2,35 dan skor ancaman 0,82. Hal ini menunjukkan faktor peluang yang dimiliki lebih besar dari faktor ancaman, sehingga disimpulkan bahwa alternatif strategi yang digunakan untuk pengembangan usaha bawang goreng UMKM “Usaha Bersama” yaitu dengan menggunakan strategi SO dimana usaha bawang goreng pada UMKM “Usaha Bersama” dapat menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

STRATEGI PENGEMBANGAN KERIPIK SINGKONG BALADO PADA UKM “PUNDI MAS” DI KOTA PALU

AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.912 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi alternatif yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan keripik singkong balado pada UKM “Pundi Mas” di Kota Palu. Jumlah responden 7 orang yang terdiri dari        1 pimpinan dan 6 orang karyawan pada UKM “Pundi Mas”.  Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Total nilai yang diperoleh Tabel IFAS yaitu sebesar 3,01 dengan skor kekuatan 2,20 dan skor kelemahan sebesar 0,81. Hal ini menunjukkan bahwa faktor kekuatan UKM “Pundi Mas” lebih besar dari faktor kelemahan, sedangkan total nilai yang diperolah dari EFAS yaitu sebesar 3,03 dengan skor peluang 2,29 dan skor ancaman sebesar 0,74. Hal ini menunjukkan faktor peluang yang dimiliki oleh UKM “Pundi Mas” lebih besar dari faktor ancaman. Berdasarkan hasil perhitungan dari nilai rating dan bobot faktor internal strategi pengembangan usaha keripik singkong balado pada UKM  “Pundi Mas” sebagai sumbu X yaitu 1,39, sedangkan faktor eksternal  pada UKM “Pundi Mas” sebagai sumbu Y yaitu 1,55. Strategi alternatif yang tepat untuk UKM “Pundi Mas” adalah strategi SO.  Strategi SO merupakan strategi yang dapat digunakan UKM “Pundi Mas” dalam menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

ANALISIS NILAI TAMBAH KOPI JAHE PADA INDUSTRI SAL-HAN DI KOTA PALU

AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.576 KB)

Abstract

Tingginya nilai tambah yang diperoleh para pelaku usaha agroindustri memicu persaingan yang semakin meningkat, baik dalam memperoleh bahan baku maupun pemasaran produk olahan.  Peranan agroindustri dalam upaya mempertahankan produk primer menjadi produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah sangat diperlukan.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkn nilai tambah adalah pengolahan biji kopi kering menjadi kopi jahe.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah biji kopi kering yang diperoleh perusahaan setelah diolah menjadi kopi jahe pada industri Sal-Han di Kota Palu.  Responden dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang teridiri dari 1 orang pimpinan industri dan 3 orang karyawan dengan spesialisasi kerja tertentu.  Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Nilai Tambah menurut Metode Hayami.  Hasil penelitian ini adalah nilai tambah merupakan selisih antara nilai output, sumbangan input lain dan harga bahan baku.  Nilai tambah yang dihasilhan oleh industri Sal-Han sebesar Rp. 61.661,11 per kilogram, nilai output yang dihasilkan sebesar Rp 90.000,00, dan nilai sumbangan input lain sebesar Rp 8.338,89.  Rasio nilai tambah merupakan persentase antara nilai tambah dengan nilai output. Besarnya rasio nilai tambah pada industri Sal-Han sebesar 68,51%, hal ini menunjukan bahwa dari setiap Rp 100 nilai produk kopi jahe akan diperoleh nilai tambah sebesar Rp. 68,51

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KELAPA DALAM DI DESA LABUAN LELE KECAMATAN TAWAELI KABUPATEN DONGGALA

AGROLAND Vol 12, No 3 (2005)
Publisher : AGROLAND

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.917 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tawaeli Kabupaten Donggala tepatnya di Desa Labuan Lele dengan tujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Kelapa dalam. Penarikan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana dari populasi petani kelapa dalam. Besarnya sampel adalah 35 orang dari 115 populasi yang ada. Data dikumpulkan dengan cara wawancara langsung pada responden dengan menggunakan kuesioner dan pengamatan lapangan dengan menggunakan buku catatan lapang. Data diinterpretasi dengan menggunakan analisis regresi berganda. Dalam hal ini fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian disimpulkan bahwa variabel yang mempengaruhi produksi kelapa dalam adalah jumlah tanaman, tenaga kerja yang digunakan, dan pupuk, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh adalah peralatan pertanian, dan umur tanaman.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KANGKUNG AIR DI DESA TULO KECAMATAN DOLO KABUPATEN DONGGALA PROPINSI SULAWESI TENGAH

AGROLAND Vol 12, No 4 (2005)
Publisher : AGROLAND

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.228 KB)

Abstract

Penelitian tentang Faktor-Faktor yang mempengaruhi produksi kangkung air di Kecamatan Dolo Kabupaten Donggala bertujuan utnuk mengetahui variabel-variabel mana yang berpengaruh nyata/sangat nyata dan berpengaruh tidak nyata terhadap produksi Kangkung.Penelitian ini di laksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2005. Pengambilan sampel sebanyak 30 responden, dengan menggunakan metode Analisis Coubb-Doglas untuk mengkaji variabel-variabel yang berpengaruh tidak nyata, nyata atau sangat nyata. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh nyata adalah  luas lahan, tenaga kerja dan bibit yang digunakan.

KONSUMSI RUMAHTANGGA PETANI DI WILAYAH TAMAN NASIONAL LORE LINDU (TNLL) (SUATU KASUS DI DESA KATU KECAMATAN LORE TENGAH KABUPATEN POSO PROPINSI SULAWESI TENGAH)

AGROLAND Vol 14, No 4 (2007)
Publisher : AGROLAND

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.083 KB)

Abstract

The objectives of the research of farmer household consumption in the margin area of the Lore Lindu National Park were: 1) to study the factors influencing the food consumption pattern of the farmer household at the Katu Village, 2) to determine the model of consumption function of the farmer household, 3) to determine the total income of the farmer household, 4) to study the portion of on farm and off farm/non farm income from total income of farmer household, 5) to study the expenditure of farmer household of food and non food consumption at the Katu Village. The results showed that: The factors which have influenced to the food consumption pattern of farmer household at the Katu Village are: a) income (X1), b) the number of the farmer household members (X2), c) age (X3), d) education (X4), and respondent status in the village.  The sum of variables has significant influenced to the dependent variable (Y) namely: X1, X2, and X4.  The model of consumption function of the farmer household is: Y = 0.13504 + 0.49997X1 + 0.29622X2 + 0.16344X3 + 0.3324X4 + 0.14283D. The consumption pattern of farmer household at the Katu Village is: Cassava-rice/rice-corn with such side dish as fish, met, eggs, vegetables, and fruits. The consumption expenditure of farmer household is IDR 4.383,63/year equal to IDR 365,280.55/month. The total expenditure for food is 54.2 % and for non food 45.8 %.  The total income generated from two sources is IDR 491,583.36/month equal to IDR 5,899 million/year.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TOMAT (Suatu Kasus Di Wilayah Kebun Kopi) Kecamatan Tawaili Kabupaten Donggala

AGRISAINS Vol 5, No 1 (2004)
Publisher : AGRISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.516 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui besarnya produksi usahatani petani tomat di Kecamatan Tawaili Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember tahun 2003.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling method) kepada 32 orang petani responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh sangat nyata adalah luas lahan (X1) dengan nilai t-hitung : 22,362, yang berpengaruh nyata berturut-turut adalah variabel tenaga kerja (X2) dan pupuk (X3) dengan nilai t-hitung masing-masing : - 2,48068 dan : 2,61128, sedangkan variabel benih (X4) berpengaruh tidak nyata baik pada  = 1 % maupun pada   = 5 %. Namun demikian, secara bersama-sama, semua variabel yang ada dalam model berpengaruh sangat nyata terhadap produksi tomat (Y).

USAHA TERNAK LEBAH MADU DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI MADU DI DESA LOLU KABUPATEN SIGI PROVINASI SULAWESI TENGAH

AGRISAINS Vol 11, No 3 (2010)
Publisher : AGRISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.478 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha ternak lebah madu dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha ternak lebah madu di Desa Lolu Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penarikan sample dilakukan dengan metode random sebanyak 30 rumah tangga yang berusaha ternak lebah madu. Data dikumpulkan dengan cara wawancara langsung dengan bantuan kuesioner dan buku catatan lapang. Interpretasi data dilakukan melalui analisis produksi Cobb Douglas (CD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, variable x1, x2 dan x3 berpengaruh sangat nyata terhadap produksi madu (Ŷ) dengan α = 1%. Sedangkan variabel x4 berpengaruh tidak nyata terhadap Ŷ