Nuriyatul Lailiyah
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

Memahami Pengalaman Pengguna Instant Messenger Terhadap Brand yang Melakukan Sales Promotion di Instant Messenger (Studi Fenomenologi terhadap Pengikut Plus Friends KakaoTalk)

Interaksi Online Vol 2, No 7 (2014): WISUDA AGUSTUS
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya penggunaan Instant Messenger menunjukan kenaikan yangcukup signifikan. Ini menunjukan bahwa sudah lebih banyak orang yangmengirimkan pesan melalui Instant Messenger dibandingkan dengan SMS. Olehkarena itu tak heran jika berbagai produsen maupun pemasar juga menggunakanmedia ini sebagai alat promosi mereka, salah satunya adalah KakaoTalk. Ketika dimedia lain promo semacam ini cenderung dihindari, tetapi yang menarik adalahdengan adanya Plus Friends ini orang justru secara sukarela menjadi pengikutnya.Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengkaji motives pengikut plus friends,bagaimana pemrosesan informasi dari brand dan apa efek dan persepsi terhadapbrand.Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif, Tipe penelitianKualitatif dan pendekatan fenomenologi yang berusaha untuk menyelami duniapengalaman individu dalam kasus ini, yaitu pemaknaan pengalaman para pengikutPlus Friends untuk mengetahui motives pengikut plus friends, bagaimanapengalaman mereka ketika memproses pesan dari 5 brand plus friends dan apapersepsi mereka terhadap brand. Teori yang digunakan untuk mengetahui motivesadalah Uses and Gratification, sedangkan untuk mengetahui pemrosesaninformasi menggunakan konsep atau penjelasan dari Elaborate Likelihood Modeldimana teori ini juga sekaligus menjelaskan persepsi. Penelitian ini menggunkanteknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam (Indepth Inerview)pada 5 orang informan yang menjadi pengikut Plus Friends.Temuan penelitian ini menunjukan motives pengikut plus friends iniditentukan oleh motives cultural dan motives kognitif, sedangkan pemrosesaninformasi terjadi pada jalur periferal kemudian menuju jalur central. Perpindahanjalur tersebut dipengaruhi oleh Persepsi konsumen terkait pesan pada Plus Friendsmenghasilkan 3 tingkatan yang berbeda yaitu tidak berubah, tertarik danmenyukai. Rasa suka yang muncul disertai dengan perubahan sikap (attitude)yaitu menukarkan kupon Plus Friends secara langsung.Key words : Pemrosesan Informasi, Motives, Persepsi, Instant Messenger

Pengaruh Terpaan Peringatan Pesan pada Iklan Rokok terhadap Sikap untuk Berhenti Merokok pada Remaja

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peringatan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan terbukti memiliki pengaruh yang positif dalam menurunkan angka prevalensi merokok. Peringatan kesehatan berbentuk gambar ternyata diperhatikan daripada peringatan kesehatan yang hanya berbentuk tulisan atau teks saja. Studi di berbagai negara membuktikan bahwa peringatan kesehatan berbentuk gambar adalah efektif untuk meningkatkan kesadaran perokok dan bukan perokok akan bahaya merokok bagi kesehatan. Hal tersebut sekaligus memberikan pendidikan yang efektif mengenai dampak buruk yang diakibatkan karena merokok, serta meningkatkan niat untuk berhenti merokok. Berdasarkan PP No 28 tahun 2013, mulai awal Januari 2014 peraturan mengenai peringatan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan telah diberlakukan pada media iklan, dan mulai tanggal 24 Juni 2014 peringatan berbentuk gambar tersebut mulai diberlakukan pada seluruh bungkus rokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan peringatan pesan kesehatan yang tercantum pada iklan rokok terhadap sikap untuk berhenti merokok pada kalangan remaja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Protection Motivation Theory (PMT) dari Rogers dan Cognitive Response dari Greenwald. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain static groupcomparison. Sedangkan teknik pengambilan sampelnya adalah non random samplingdengan total sampel 65 responden yang terdiri dari 30 responden sebagai kelompok treatment dan 35 responden sebagai kelompok kontrol. Alat yang digunakan untuk analisis data adalah uji statistik Mann Whitney U Test.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis menunjukkan adanya pengaruh antara terpaan peringatan pesan pada iklan rokok terhadap sikap untuk berhenti merokok pada remaja. Hal ini ditunjukkan pada angka signifikansi hasil pengujian hipotesis sebesar 0,000. Selanjutnya hasil uji Mann Whitney U Test menunjukkan adanya perbedaan sikap berhenti merokok pada kelompok treatment dan kelompok kontrol. Nilai rata-rata (mean) sikap berhenti merokok pada kelompok treatment lebihtinggi dibandingkan nilai rata-rata (mean) pada kelompok kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa terpaan peringatan pesan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan yang ada pada iklan rokok berpengaruh terhadap sikap untuk berhenti merokok pada remaja. Oleh karena itu pemerintah, produsen rokok, dan masyarakat hendaknya ikut berperan aktif mensosialisasikan peringatan pesan berbentuk gambar dan tulisan agar seluruh masyarakat mengetahui informasi bahaya merokok, sehingga dapat memberikan pengetahuan yang pada akhirnya mendorong masyarakat untuk berpikir dan termotivasi untuk berhenti merokok. Kata Kunci: Terpaan Peringatan Pesan pada Iklan Rokok, Peringatan Kesehatan Berbentuk Gambar dan Tulisan, Sikap untuk Berhenti Merokok pada Remaja.

Public Relations Branding Komunitas Lopen Semarang ‘Semarang Historie’ Divisi Program Directordan Divisi Production Director

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat saat ini banyak yang telah melupakan sejarah, karena dianggap sebagai sesuatu yang membosankan. Padahal sejarah merupakan pengungkap identitas suatu bangsa, kota, dan daerah tertentu. Lopen Semarang sebagai komunitas pecinta sejarah di kota Semarang berupaya untuk mengajak masyarakat mencintai sejarah dengan melakukan penelusuran dan aksi pelestarian sejarah. Akan tetapi komunitas Lopen Semarang kurang begitu dikenal di publik, sehingga kesulitan dalam upaya mengajak masyarakat tersebut. Berdasarkan teori, persuasi diperlukan untuk meyakinkan khalayak yang menjadi sasaran untuk mengadopsi sikap, opini atau perilaku tertentu. Wujud dari karya bidang ini adalah sebuah rangkaian acara kampanye event‘Semarang Historie’ yang terdiri dari acara Roadshow, Press Conference, Histography, Journalist Writing & Photo Contest, Semarang Heritage Race,dan Awarding Night. Pemilihan kegiatan ini didasari atas message “Menjelajahi masa lampau dengan hal-hal kekinian”. Oleh karena itu program-program ini sangat berkaitan dengan gaya hidup dan interestanak muda masa sekarang. Pesan ini diterapkan ke seluruh elemen program, konsep desain, dan produksi. Sebagai Program Directordan Production Director, penulis bertanggung jawab pada penyusunan program dan pembuatan konsep produksi secara keseluruhan. Hasilnya, kampanye eventSemarang Historie ini efektif untuk mengedukasi peserta mengenalkan cara yang mudah dan fundalam melakukan aksi pelestarian sejarah kota Semarang. Selain itu, publisitas yang didapatkan selama pelaksanaan acara Semarang Historie terbukti mampu membuat komunitas Lopen Semarang menjadi lebih dikenal di publik dan juga mendapatkan tambahan beberapa anggota. Untuk kedepan, Lopen Semarang perlu untuk membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan agenda secara kontinyu beberapa acara Semarang Historie. Kata kunci : Sejarah, Branding, Komunitas.

Hubungan antara Intensitas Menonton Televisi dan Tingkat Pengawasan Orang Tua (Parental Mediation) dengan Perilaku Kekerasan Oleh Anak

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi masih menjadi media pilihan khalayak untuk mendapatkan informasi dan hiburan di saat maraknya era website, karena kemampuannya mengatasi faktor jarak, ruang, dan waktu. Namun kini banyak tayangan televisi yang mengandung konten kekerasan dan pengaduan masyarakat mengenai acara televisi terus meningkat di KPI dari tahun ke tahun. Banyak program yang mendapat teguran dari KPI hingga beberapa program dicekal untuk tayang. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan dari orang tua yang dianggap lebih memahami dan dapat membimbing ketika anak-anak sedang menonton televisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas menonton televisi dan tingkat pengawasan orang tua (parental mediation) dengan perilaku kekerasan oleh anak. Intensitas menonton televisi adalah tingkat keseringan (frekuensi), kualitas kedalaman menontonatau durasi dan daya konsentrasi dalam menonton televisi yang diukur dengan frekuensi, durasi,dan perhatian. Tingkat pengawasan orang tua diukur dengan aturan yang ditetapkan, pengawasanorang tua, dan menemani. Sedangkan perilaku kekerasan oleh anak diukur dengan dua dimensi,yaitu kekerasan secara fisik dan kekerasan secara verbal. Teori yang digunakan adalah teoriKultivasi dari George Gerbner dan teori Parental Mediation dari Nathanson. Penelitian inimerupakan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian iniadalah siswa kelas 3, 4, 5, dan 6, SD Negeri Wonolopo 3 Semarang yang berjumlah 203 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik nonrandom sampling. Teknik ini menggunakan cara pengambilan purposive sampling, yang berjumlah 65 orang. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis koefisien korelasi rank Kendall menggunakan perhitungan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas menonton televisi dengan perilaku kekerasan anak. Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan melalui uji statistik dimana diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,040 dengan koefisien korelasi sebesar 0,239. Oleh karena sig sebesar 0,040 < 0,05; maka kesimpu lan yang dapat diambil adalah bahwa menerima Hipotesis alternatif (Ha) dan menolak Hipotesis nol (Ho). Begitu pula untuk variabel tingkat pengawasan orang tua (parental mediation) dengan perilaku kekerasan anak menunjukkan bahwa terdapat hubungan Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan melalui uji statistik dimana diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,022 dengan koefisien korelasi sebesar – 0,265. Oleh karena sig sebesar 0,022 < 0,05; maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa menerima Hipotesis alternatif (Ha) dan menolak Hipotesis nol (Ho). Saran yang diberikan sebagai implikasi hasil penelitian adalah stasiun televisi perlu menyeleksi kembali jam tayang untuk program yang berisi konten dewasa dan memberikan kode untuk setiap tayangan.Key words : Intensitas Menonton Televisi, Pengawasan Orang Tua, Perilaku Kekerasan Oleh Anak

Public Relations Branding Komunitas Lopen Semarang ‘Semarang Historie’ Divisi Project Officer”

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persuasi adalah kunci untuk meyakinkan khalayak yang menjadi sasaran untuk mengadopsi sikap, opini atau perilaku tertentu untuk meningkatkan jumlah anggota, jumlah pelanggan, atau meningkatkan citra. Aristoteles mengemukakan tiga aspek dasar persuasi, yaitu ethos (source credibility), logos (logical appeals), dan pathos (emotional appeals). Ethos memfokuskan pada kredibilitas sumber dalam penyampaian sebuah pesan. Kredibilitas sumber secara langsung berpengaruh pada daya tarik. Lopen sendiri adalah sebuah komunitas yang memiliki kredibilitas dalam bidang sejarah yang sebenarnya mampu untuk mempersuasi masyarakat namun belum memiliki wadah untuk menyalurkannya.Tujuan dari Karya bidang ini adalah untuk menarik minat target audience untuk bergabung dengan Lopen supaya tujuan Lopen untuk dapat melestarikan bangunan sejarah yang ada di Semarang dapat tercapai. Namun stereotype bahwa melestarikan bangunan bersejarah itu harus dengan datang ke lokasi danmembersihkannya ataupun mengecat ataupun merenovasinya ini adalah tidak benar ada cara lain yang sebenarnya mudah untuk melestarikan bangunan maupun warisan sejarah tersebut, maka dari itu event ini dibuat membranding bahwa stereotype ini salah lalu mengubah stereotype itu dan Dimana dalam event ini Lopen akan mempersuasi para target audience dengan memanfaatkan kredibelitas nya dalam bidang sejarah secara langsung sehingga target audience percaya dan mau untuk bergabung dengan Lopen.Hasil dari Karya Bidang ini adalah masyarakat menjadi mengetahui se kredibel apa Lopen Semarang dalam bidang sejarah, sehingga masyarakat mau bergabung dengan Lopen dan masyarakat menjadi memiliki rasa ingin melestarikan bangunan bersejarah setelah mengetahui bahwa melestarikan bangunan sejarah tidak harus dengan cara yang sulit tapi hanya dengan mendokumentasikan nya baik dalam tulisan foto maupun semudah mengetahui ceritanya dan dapat menceritakan nya kembali maka bangunan itu akan tetap lestari Kata kunci : Pelestarian, Branding, komunitas

Public Relations Branding Komunitas Lopen Semarang ‘Semarang Historie’ Divisi Communication Director dan Business Director

Interaksi Online Vol 2, No 8 (2014): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya bidang ini dilatarbelakangi dengan kurangnya aksi pelestarian warisan sejarah yang dilakukan masyarakat, khususnya kalangan muda karena anggapan bahwa melestarikan sejarah adalah hal yang sulit dan membosankan. Dengan berdasarkan pada teori persuasi dan two symetrical model, karya bidang ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai aksi pelestarian warisan sejarah dengan cara yang mudah dan menyenangkan sehingga target bisa mengadopsi sikap tersebut melalui Lopen Semarang. Selain itu karya bidang ini juga bertujuan untuk meningkatkan publisitas, dan kontribusi sponsor pada acara yang dibuat oleh Lopen Semarang.Dari total 427 responden yang merupakan peserta dari Semarang Historie, 87% diantaranya sudah melakukan aksi pelestarian sosial dengan mengetahui lokasi, rute, cerita sejarah serta mempromosikan warisan sejarah yang ada di Semarang. Dan total publisitas yang didapatkan berjumlah 27 publisitas serta total sponsor yang berkontribusi berjumlah 17 perusahaan/lembaga. Karya bidang ini menunjukkan bahwa Public Relations Branding Komunitas Lopen Semarang „Semarang Historie‟ berhasil.Kata kunci  :  media, sponsor, sejarah

Strategi Komunikasi Pemasaran PT. New Ratna Motor di Wilayah Jawa Tengah dan DIY Dalam Mempertahankan Posisi Toyota Avanza Sebagai Market Leader di Kelas LMPV

Interaksi Online Vol 3, No 9 (2015): Wisuda Januari
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pasar di dunia otomotif semakin pesat. Banyaknya varian mobil yang ditawarkan kepada konsumen juga semakin beragam. Kondisi yang dialami oleh PT. New Ratna Motor saat ini adalah penjualan Toyota Avanza sedang mengalami gangguan akibat bermunculan produk-produk LMPV sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran PT. New Ratna Motor dalam mempertahankan posisi Toyota Avaza sebagai market leader di kelas LMPV. Penelitian tentang strategi komunikasi PT. New Ratna Motor menggunakan tipe penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara mendalam ( depth interview ) terhadap subjek yang diteliti.Hasil dari penelitian ini adalah, strategi komunikasi pemasaran yang dijalankan oleh PT. New Ratna Motor saat menghadapi kondisi saat ini adalah tidak menggunakan strategi yang berbeda dari strategi sebelumnya. Karena strategi komunikasi pemasaran yang sebelumnya dinilai masih efektif dalam mempertahankan posisi Toyota Avanza sebagai market leader di kelas LMPV untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.Kata Kunci : Strategi komunikasi pemasaran, taktik, market leader, IMC

Hubungan antara Kebutuhan Informasi mengenai Seks dan Intensitas Membaca Rubrik Seks dengan Kepuasan Informasi mengenai Seks di Majalah Pria Dewasa

Interaksi Online Vol 3, No 9 (2015): Wisuda Januari
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap individu yang sudah dewasa, memiliki kebutuhan dasar yaitu kebutuhan biologis atau seksual untuk menunjang aktivitas seksual bersama pasangannya. Namun, dalam aktivitasnya masih timbul beberapa masalah, sehingga mendorong mereka untuk berusaha mencari informasi, solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan salah satunya dengan menggunakan media massa yaitu media cetak majalah pria dewasa yang ditujukan bagi pria dewasa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan informasi mengenai seks dan intensitas membaca rubrik seks dengan kepuasan informasi mengenai seks di majalah pria dewasa. Dasar pemikiran yang digunakan adalah teori Uses and Gratifications. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik non-random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang pria dewasa yang berusia 21-40 tahun di Semarang.Analisis data yang digunakan adalah Koefisien Korelasi Pearson. Setelah melalui perhitungan atas jawaban responden yang diperoleh melalui kuesioner, dalam analisis hubungan antara variabel X1 dan X2diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,138 dan koefisien korelasi Pearson sebesar 0,213. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara variabel X1 dan X2.Sedangkan dalam analisis hubungan antara variabel X2dan Y diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,252 dan koefisien korelasi Pearson sebesar 0,165. Hal tersebut juga menunjukkan tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antara variabel X2 dan Y. Majalah pria dewasa hendaknya dapat meningkatkan kualitas isi dan rubrik seks secara berbeda dengan media massa lainnya yang juga menyajikan informasi mengenai seks mengingat ada banyaknya media massa yang menghadirkan informasi mengenai seks yang cenderung serupa. Dengan demikian, khalayak dapat menggunakan dan menjadikan majalah pria dewasa sebagai sumber informasi mengenai seks yang dicarinya.Kata Kunci: Kebutuhan informasi, Intensitas membaca, Kepuasan informasi, Majalah pria dewasa

Public Relations Branding CB31 Artspace : “Moro Seneng” Divisi Project Officer, Divisi Communication Director, dan Divisi Bussines Director

Interaksi Online Vol 3, No 9 (2015): Wisuda Januari
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim seni di Kota Semarang berkembang cukup pesat. Muncul banyak komunitas -komunitas yang bergerak di bidang seni rupa. Namun hal ini tidak ditunjang dengan keberadaan ruang pamer yang jumlahnya sangat minim di Kota Semarang. CB31Artspace sebagai ruang seni alternatif yang memberikan wadah untuk pameran dan berdiskusi berupaya untuk memberikan ruang berkarya dan mengembangkan kemampuan para seniman muda di Kota Semarang. Akan tetapi keberadaan CB31Artspace belum diketahui secara baik oleh masyarakat khususnya para anak muda yang memiliki ketertarikan di bidang seni. Berdasarkan teori, persuasi diperlukan untuk meyakinkan khalayak yang menjadi sasaran untuk mengadopsi sikap, opini atau perilaku tertentuKarya bidang ini dibuat dengan tujuan untuk mengkomunikasikan CB31Artspace sebagai media pamer karya bagi seniman lokal Semarang kepada masyarakat luas, khususnya mahasiswa di Kota Semarang yang tertarik dengan seni rupa sehingga mereka dapat mengembangkan diri dalam bidang seni rupa. Untuk mencapai tujuan tersebut, di buat kegiatan kampanye “Moro Seneng” yang terdiri dari kegiatan pre-event yang mengajak mahasiswa untuk datang ke CB31artspace untuk diskusi dan brainstorming serta event pameran Moro Seneng untuk memberikan wadah pamer bagi para peserta. Pemilihan kegiatan ini di dasari atas pesan utama “Serunya berkarya dan pamer karya bersama”. Oleh karena itu, berbagai program yang dilakukan diarahkan agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan mereka di bidang seni secara seru dan menyenangkan. Pesan ini di terapkan ke seluruh elemen program dan juga konsep produksi.Sebagai Project Officer, Communication Director, Bussnines Director, penulis bertanggung jawab pada kinerja tim, publisitas, promosi dan keuangan. Hasilnya, kegiatan Moro Seneng ini dapat berjalan dengan lancar, baik secara kinerja tim, maupun keuangan, disamping itu, berkat acara Moro Seneng, CB31 Artspace dapat dipahami oleh masyarakat sebagai ruang pamer karya bagi seniman lokal Semarang. Untuk kedepan, CB31Artspace perlu untuk membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan agenda secara kontinyu kegiatan Moro Seneng.Kata kunci : Seni, Pameran, Branding.

PROSES PENENTUAN PESAN DAN STRATEGI KREATIF IKLAN DENGAN ENDORSER BERJILBAB PADA PENGIKLAN DAN PERUSAHAAN IKLAN

Interaksi Online Vol 3, No 9 (2015): Wisuda Januari
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dahulu menampilkan endorser berjilbab dalam iklan hanya ada saat-saat khusus seperti ramadhan atau Idul Fitri saja. Tetapi sejak sekitar tahun 2012 mulai muncul iklan-iklan yang menggunakan endorser berjilbab untuk produk-produk general dan ditayangkan diluar waktu-waktu khusus tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui latarbelakang pengiklan dan perusahaan iklan menggunakan bintang iklan berjilbab dalam iklannya dan mengetahui proses penentuan pesan dan strategi kreatif sebuah iklan yang menggunakan bintang iklan berjilbab. Teori yang digunakan adalah teori Strategi Kreatif dari Sandra E Moriarty. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara. Data primer dianalisis menggunakan penjodohan pola. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyusunan pesan meliputi karakter produk, kondisi pemasaran, iklan-iklan sebelumnya, tujuan beriklan, tujuan komunikasi, key issue, kompetitor, insight, dan positioning. Dalam mengeksekusi ide kreatifnya perlu mempertimbangkan apa yang menjadi penugasan, yang keluar dari brainstorming, serta bentuk iklan. pemilihan endorser Penentuan endorser berjilbab dilihat dari dua hal yaitu keterwakilan konsumen dan kesesuaian dengan produk. Tidak ada keharusan menggunakan endorser dari selebritis. Semua disesuaikan dengan apa yang ingin dikomunikasikan dan dengan karakter produk itu sendiri.Brand lain dapat membuat iklan dengan endorser berjilbab dengan menyampaikan pesan yang lain yaitu dengan tidak mengkomunikasikan tentang halal dan menunjukkan bahwa produk tersebut digunakan oleh banyak kalangan. Masih banyak yang dapat dikembangkan dari penggunaan endorser berjilbab dalam iklan.Kata kunci : Proses Penentuan Pesan Iklan, Strategi Kreatif Iklan, EndorserBerjilbab.