Hosiana MD Labania
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI UJI KARAKTERISTIK FISIS BRIKET BIOARANG SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Number 1 (March 2014)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.418 KB)

Abstract

Research has been conducted the testof physical characterization biocharcoal briquettes,results of mixing charcoal and organic waste with adhesive ofsticky rice flour. This study is follow of previous study using the same material to determine the effect of variations in composition, which is then tested against moisture content, calor value, ash content and carbon content. In this study, the results of mixing biocharcoal briquettes are made in several form and then made ​​the ultimate testing(moisture content), compressive strength and density of each form of briquettes.  The application of boiling water to each form variation of briquettes using briquette stove. Based on the results of physical tests conducted, found that the cylindrical briquettes providing good quality, because it has a low moisture content of 4.87 %, high compressive strength 16.2 N/m2, high density 0.50 kg/cm3and  requiredthe time of boiling water 500 ml very quickly where the temperature of coal briquettes reaches 787.9 ° C , ash 76.05 grams and efficiency52.07 %.

Analisis Persebaran Suhu dan Salinitas Permukaan Laut di Selat Makassar

Gravitasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Studi ini membahas mengenai persebaran suhu dan salinitas permukaan laut di Selat Makassar.  Analisis dilakukan dengan memanfaatkan data suhu dan salinitas permukaan laut selama 10 tahun (2005-2014) yang diperoleh dari Global Argos Marine Atlas.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik sebaran suhu dan salinitas di perairan Selat Makassar pada Musim Barat dan Musim Timur yang ditinjau berdasarkan fase El Niño, La Niña dan pada tahun Normal. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kecenderungan suhu permukaan laut pada Musim Barat terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan kisaran suhu permukaan laut pada Musim Timur, baik pada saat fase ENSO maupun pada saat normal.  Suhu permukaan laut selama Musim Timur pada tahun 2008 – 2010, berada pada interval 24,31 – 30,12 ºC dan pada Musim Barat, pada kisaran 27,56 – 30,77 0C.  Untuk salinitas, diperoleh sebaran salinitas pada Musim Timur di perairan Selat Makassar sedikit lebih rendah (33,14 – 34,76 0/00) jika dibandingkan dengan sebaran salinitas pada Musim Barat (33,48 – 34,82 0/00), dengan perbedaan kisaran yang tidak terlalu signifikan.  Pola bulanan yang ditunjukkan oleh kelima stasiun pengamatan, baik untuk suhu dan salinitas terlihat cenderung sama pada setiap tahunnya.  Suhu terendah teramati pada Stasiun Sta-A, terjadi pada bulan Februari, sementara di keempat stasiun lainnya, suhu terendah teramati pada bulan Agustus.  Kecuali untuk Stasiun Sta-A, salinitas permukaan laut terendah umumnya terjadi pada bulan Juni dan unuk Stasiun Sta-A sendiri cenderung terlihat lebih fluktuatif. Kata Kunci: Selat Makassar, suhu, salinitas, fase ENSO

Variabilitas Musiman Gelombang dan Arus Laut di Perairan Pantai Lembasada, Kabupaten Donggala

Gravitasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.073 KB)

Abstract

Studi mengenai kondisi gelombang dan arus laut di perairan Lembasada Kabupaten Donggala telah dilakukan dalam penelitian ini. Kajian yang dimaksud bertujuan untuk mempelajari karakteristik gelombang dan arus laut yang ditinjau berdasarkan variabilitas musiman. Data yang diukur berupa data tinggi dan periode gelombang, kecepatan dan arah arus permukaan, kecepatan dan arah angin serta pengukuran batimetri perairan sekitar pantai. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan langsung (visual observation). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di perairan ini dapat disimpulkan bahwa tinggi gelombang maksimum terjadi pada Musim Barat mencapai 105,0 cm dengan tinggi gelombang signifikan maksimumnya (Hs) mencapai 61,0 cm. Untuk kedua musim lainnya, Musim Timur (Agustus), tinggi gelombang signifikan Hs mencapai 24,0 cm dan Hs pada Musim Peralihan mencapai 25,0 cm. Khusus untuk Musim Barat, tinggi gelombang terukur merupakan gelombang swell yang berasal dari perairan Selat Makassar dengan kecepatan angin pada saat pengukuran cenderung kecil. Arus yang terukur dominan merupakan arus yang dihasilkan oleh medan gelombang yang mengarah ke daratan kemudian menyusur pantai.Kata Kunci: gelombang dan arus laut, variabilitas musiman, perairan Lembasada