Endang Kwartiningsih
Program Studi S1 Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia, FT, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Jawa Tengah 57126

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Ekstraksi dan Uji Stabilitas Antosianin dari Kulit Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis) Kwartiningsih, Endang; Prastika K, Agatha; Triana, Dian Lellis
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2016: Prosiding SNTKK 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.253 KB)

Abstract

Natural food colorant is better for our healthrather  than synthetic food colorant. Based on that case, natural colorant is recommended. The natural colorant is potential to be extracted as anthocyanin from super red dragon fruit (Hylocereus costaricensis) peel.Super red dragon fruit has been processed to be food products such as syrup, cup drink, fermented drink, etc, but its peel generates waste.However, the peel contains of anthocyanin as an antioxidant that can be used for nutraceuticals. This research consisted of two steps. The first step was to determine optimum condition for the anthocyanin extraction from super red dragon fruit peel such as the variation of solvent, temperature, ratio of super red dragon fruit peel and solvent. The second step was to test the stability of anthocyanin at various pH, heating, oxidator, storage condition,sunlight exposure. Anthocyanin was extracted using batch extraction. The optimum variables were achieved at aquadest as solvent, 50oC, ratio substance and solvent 1:6 for 70 minutes extraction time.The anthocyanin extract from super red dragon fruit peel was stable at pH 4 and low temperature (10oC) storage. Red colorant from super red dragon fruit peel extract was not stable of  heating, contacting with oxidator H2O2, and sunlighting exposure
PENGAMBILAN ZAT WARNA ALAMI DARI BUAH MANGROVE SPESIES RHIZOPHORA MUCRONATA UNTUK PEWARNA BATIK RAMAH LINGKUNGAN Paryanto, Paryanto; W, Wusana Agung; Kwartiningsih, Endang; Pranolo, Sunu H; Haningtyas, Vicka; hidayat, Ryan; S, Ilham Roy
Purifikasi Vol 15 No 1 (2015): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki lahan mangrove seluas 4,255 juta ha, termasuk yang terluas di dunia. Salah satu species yang banyak tumbuh di lahan mangrove adalah Rhizophora mucronata. Potensi tanaman mangrove di Bontang sebagai bahan baku pewarna alami cukup memadai. Luas tanam 2.935 ha menempati luasan sekitar 70% dari lahan yang tersedia. Luasan tersebut, terdapat sekitar 3 juta pohon jenis ini bila dianggap jarak tanam 2 m x 2 m, dengan anggapan bahwa  setiap tahun satu batang pohon spesies ini menghasilkan 50 kg buah dan  50% buah tersebut dipergunakan untuk pembibitan maka masih tersedia sebanyak 75.000 ton buah sebagai bahan baku pewarna alami. Apabila perolehan proses ini sebesar 5% maka berpotensi diperoleh pewarna alami sebanyak 3.750 ton. Pada penelitian ini pengambilan zat warna alami dari buah mangrove spesies Rhizopora mucronata dilakukan dengan proses ekstraksi menggunakan pelarut air pada perbandingan massa bahan terhadap pelarut 1 : 10, suhu 100 °C selama 60 menit. Zat  warna  tersebut kemudian dipekatkan dengan proses evaporasi hingga volume tinggal 30%. Selanjutnya ekstrak dimanfaatkan untuk pewarnaan pada kain batik. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh jumlah pencelupan : 5 kali, 7 kali, dan 10 kali terhadap hasil pewarnaan pada kain. Selain itu dipelajari juga pengaruh larutan fixer terhadap hasil pewarnaan pada kain. Larutan fixeryang digunakan pada percobaan ini yaitu tawas, kapur tohor dan tunjung. Untuk kain yang dicelupkan pada fixer tawas, memberikan warna yang lebih muda. Pencelupan zat warna dengan fixer kapur tohor memberikan warna coklat, sesuai warna asli ekstrak buah mangrove dan fixer dengan tunjung memberikan warna kehitaman.
Pembuatan Zat Warna Alami dalam Bentuk Serbuk untuk Mendukung Industri Batik di Indonesia Paryanto, ; Purwanto, Agus ; Kwartiningsih, Endang ; Mastuti, Endang
Jurnal Rekayasa Proses Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat warna sintetis sangat praktis digunakan serta dapat menimbulkan warna yang mencolok pada produk. Namun limbah buangan zat warna sintetis dapat mencemari lingkungan. Saat ini zat warna alami mulai digunakan kembali. Untuk memudahkan pemakaian, zat warna alami berbentuk cair dikeringkan menjadi serbuk. Ekstrak zat warna alami dari biji kesumba dalam penelitian ini dikeringkan menggunakan spray dryer sehingga terbentuk serbuk. Zat warna kesumba diekstraksi dengan pelarut larutan NaOH dan Ca(OH)2. Pengeringan dilakukan dengan laju umpan rata – rata 0,13 ml/detik dengan suhu umpan 70°C dan suhu pengering 120°C. Pelarut NaOH memberikan hasil yang lebih baik dibanding pelarut Ca(OH)2. Kondisi yang relatif baik dicapai pada penggunaan pelarut NaOH 0,4 M, suhu 90C dan waktu 180 men. Serbuk yang dihasilkan 19,6 g/L larutan ekstrak. Kata Kunci : zat warna alam, serbuk, biji kesumba, pengering sembur, batik. Synthetic dyes are very practical to use and can lead to a striking color on the products. However, synthetic dye effluent may pollute the environment. For this reason, currently natural dyes have been used again for coloring. In order to ease the use of natural dyes, the liquid form of the dyes is dried into powder. In the present study, natural dyes extracted from kesumba seeds were dried using a spray dryer to form a powder. The Kesumba dye was extracted in an alkaline solutions of NaOH and Ca(OH)2. Drying was carried out with a feed having an average rate of 0.13 ml/sec at a temperature of 70°C. Meanwhile, dryer temperature was 120C. Experimental results showed that extraction using NaOH solution offered better results than that using Ca(OH)2 solution. The extraction using NaOH solution was optimum at NaOH concentration of 0.4 M, temperature of 90C and duration of 180 min. With this condition, the resulting powder was 19.6 g/L extract solution. Keywords : natural dye, powder, kesumba seed, spray dryer, batik.