Articles

Found 4 Documents
Search

PERBANDINGAN TANGGAPAN DOSIMETER TERMOLUMINISENSI LiF:Mg,Ti DAN LiF:Mg,Cu,P TERHADAP DOSIS DALAM APLIKASI MEDIK Sofyan, Hasnel; Kusumawati, Dyah Dwi
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.902 KB)

Abstract

PERBANDINGAN TANGGAPAN DOSIMETER TERMOLUMINISENSI LiF:Mg,Ti DANLiF:Mg,Cu,P TERHADAP DOSIS DALAM APLIKASI MEDIK. Kemajuan peralatan medik telahmenyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan thermoluminescence dosimeter (TLD),khususnya dalam pemantauan dosis rendah. Selama ini, TLD LiF:Mg,Ti yang sangat sensitiftelah mendominasi pemakaian dosimeter di bidang medik. Akan tetapi, TLD LiF:Mg,Cu,P yanglebih sensitif dan biasa digunakan untuk pemantauan dosis personal dan lingkungan juga perludipertimbangkan untuk pengukuran dosis rendah dalam aplikasi medik. Pada penelitian ini,dilakukan penyinaran TLD LiF:Mg,Ti dan LiF:Mg,Cu,P dengan sumber 60Co pada jarak 1 meterdengan dosis masing-masing sebesar 100 mGy dan 10 mGy untuk mengetahui sebarantanggapan TLD. Selain itu, dilakukan juga penyinaran TLD LiF:Mg,Cu,P dengan dosis 5 mGymenggunakan pesawat sinar X. Tanggapan kedua jenis TLD terhadap dosis rendah dalamaplikasi medik dievaluasi pada pasien pemeriksaan kedokteran nuklir dan radiodiagnostik.Setiap TLD dibaca dengan alat TLD Reader Harshaw model 2000A/B. Tanggapan TLDLiF:Mg,Cu,P terhadap penyinaran dengan 60Co lebih baik dan homogen dibandingkan LiF:Mg,Ti.Besarnya deviasi tanggapan adalah 6,85% dan 9,42%, masing-masing untuk LiF:Mg,Cu,P danLiF:Mg,Ti. Pada dosis rendah, diperoleh bahwa sensitivitas LiF:Mg,Cu,P 23 kali lebih tinggi dariLiF:Mg,Ti. Dengan tingkat sensitivitas lebih tinggi dan deviasi tanggapan rendah, maka TLDLiF:Mg,Cu,P layak dipertimbangkan penggunaannya dalam aplikasi medik dengan dosis rendah.
PENGUKURAN DOSIS RADIASI RUANGAN RADIOLOGI II RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT (RSGM) BAITURRAHMAH PADANG MENGGUNAKAN SURVEYMETER UNFORS-XI Martem, Dira Rizki; Milvita, Dian; Yuliati2, Helfi; Kusumawati, Dyah Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.605 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan pengukuran dosis radiasi di Ruangan Radiologi II Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Baiturrahmah Padang menggunakan Surveymeter Unfors-Xi.  Pengukuran dosis radiasi dilakukan pada 10 titik pengukuran yang di tempatkan di dalam ruangan maupun di sekitar ruangan.  Pengukuran dosis radiasi dilakukan saat penyinaran panoramik dan intraoral.  Hasil pengukuran dosis radiasi digunakan untuk menentukan efektivitas perisai radiasi.  Hasil penelitian menunjukkan interval dosis radiasi pada penyinaran panoramik sebesar 0,37 – 55,69 nGy dan pada penyinaran intraoral sebesar 0,074 – 43,76 nGy.  Perisai radiasi Ruangan Radiologi II termasuk perisai yang baik, mampu mengurangi radiasi sebesar 99,33% saat penyinaran panoramik dan 99,83% saat penyinaran intraoral.Kata kunci : dosis radiasi, Surveymeter Unfors-Xi, efektivitas perisai radiasi ABSTRACTResearch on measurement of radiation dose in Radiology Room II in the Dental Hospital of  Baiturrahmah Padang using Surveymeter Unfors-Xi has been done.  Measurement of radiation dose was conducted at 10 measurement points either in the room or around the room. Measurement of dose radiation was applied at panoramic and intraoral irradiation. The result of dose radiation measurement was used to determine shielding effectiveness of radiation. The result showed that dose interval of panoramic irradiation is 0.37-55.69 nGy and the dose interval of intraoral irradiation is 0.074-43.76 nGy. The radiation shield of Radiology Room II has a good radiation shield, which is able to diminish 99,33% and 99,83% of radiation on panoramic and intraoral irradiation, respectively.Keywords : radiation dose, Surveymeter Unfors-Xi, shielding effectiveness of radiation
Pengukuran Dosis Radiasi dan Estimasi Efek Biologis yang Diterima Pasien Radiografi Gigi Anak Menggunakan TLD-100 pada Titik Pengukuran Mata dan Timus Nurhayati, Nurhayati; Milvita, Dian; Yanti, Helfi; Kusumawati, Dyah Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.166 KB)

Abstract

Penelitian tentang pengukuran dosis radiasi yang diterima pasien radiografi gigi anak pada titik pengukuran mata dan timus telah dilakukan pada salah satu rumah sakit di kota Padang menggunakan TLD-100. Penelitian ini bertujuan mengukur dosis radiasi yang diterima pasien anak dan estimasi efek biologis yang timbul akibat paparan radiasi. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran dosis radiasi pada 15 orang pasien anak usia 1-15 tahun. Pengukuran dosis radiasi dilakukan saat penyinaran intraoral, dengan teknik yang sama dalam waktu yang berbeda. Hasil pengukuran menunjukkan dosis radiasi rata-rata yang diterima pasien usia 1-5 tahun sebesar 0,031 mGy, pasien usia 5-10 tahun sebesar 0,063 mGy dan pasien usia 10-15 tahun sebesar 0,078 mGy. Mata menerima dosis radiasi rata-rata sebesar 0,074 mGy dan timus menerima dosis radiasi rata-rata sebesar 0,034 mGy. Berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan dapat diperkirakan semua pasien akan menerima efek stokastik.Kata kunci: dosis radiasi, mata, radiografi gigi, TLD-100, timus,
PERBANDINGAN DOSIS RADIASI DI PERMUKAAN KULIT PADA PASIEN THORAX TERHADAP DOSIS RADIASI DI UDARA DENGAN SUMBER RADIASI PESAWAT SINAR-X Milvita, Dian; Gemi, Nola Leona; Prasetio, Heru; Kusumawati, Dyah Dwi; Yuliati, Helfi; Suyati, Suyati
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 15 No 2 (2014): SPEKTRA, Volume 15 Nomor 2, Desember 2014
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.022 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengukuran dosis radiasi permukaan kulit yang diterima pasien thorax terhadap dosis radiasi di udara dari penyinaran pesawat sinar-X.Penelitian ini menggunakan TLD-100 sebagai alat ukur radiasi. Pengambilan data dilakukan di salah satu rumahsakit di Kota Padang dengan cara mengumpulkan 18 orang data pasien yang menjalani pemeriksaan thorax untuk pengukuran dosis radiasi di permukaan kulit dan styrofoam untuk pengukuran dosis radiasi di udara dengan menvariasikan tegangan mulai dari 40 kV sampai 70 kV, Hasil penelitian untuk pengukuran dosis radiasi di permukaan kulit (Entrance Surface Dose / ESD), minimum adalah 0,268 mGy dan maksimum adalah 0,736 mGy dengan ESD rata-rata adalah 0,497 mGy. Selanjutnya, untuk pengukuran dosis radiasi di udara untuk kondisi thorax, nilai minimum adalah sebesar 0,333 mGy dan nilai maksimum adalah sebesar 0,532 mGy dengan rata-rata 0,455 mGy.Dari perbandingan kedua dosis radasi ini, didapatkan nilai backscatter factor yang bervariasi, tetapi nilai ini tidak berbeda jauh dengan data TRS (Technical Reports Series) IAEA No. 457. Kata kunci :Backscatter factor, dosis radiasi di permukaan kulit, dosis radiasi di udara, Entrance Surface Dose.