Adhi Kusumastuti
PKK, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Aplikasi Serat Sisal sebagai Komposit Polimer

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat sisal merupakan penguat yang menjanjikan untuk digunakan sebagai komposit karena harganya yang murah, densitasnya yang rendah, kekuatan spesifik dan modulusnya yang tinggi, tanpa resiko kesehatan serta tersedia melimpah dan merupakan bahan alam terbarukan. Pengambilan serat sisal dapat dilakukan dengan pembusukan maupun penyisiran menggunakan dekortikator. Secara konvensional, serat sisal sering digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan tali, tikar, karpet, kerajinan, dan lain-lain. Secara teknis, serat sisal potensial untuk digunakan sebagai komposit bagi bahan bangunan, kendaraan, rel kereta api, geotekstil, hingga kemasan. Akhir-akhir ini, keinginan masyarakat untuk mendiversifikasikan penggunaan komposit berbahan dasar serat sisal telah meningkat. Sebagai komposit, sisal telah dikombinasikan dengan polyester, epoxy, polyethylene, dan karet. Harga serat sisal yang murah dan sifatnya yang istimewa menjadikan serat sisal sebagai salah satu serat alam yang paling banyak digunakan sebagai komposit. Kata kunci: Serat sisal, komposit, polimer, sifat mekanis

PENINGKATAN KINERJA INDUSTRI BATIK MELALUI PENERAPAN STANDAR OPERATION PROCEDURE, LINGKUNGAN, SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Rekayasa Vol 8, No 1 (2010): Juli 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The program is objected to enhance batik industry performance by implementingappropriate Standards of Operation Procedure (SOP), Environmental (SL), and Health & Safety(SK3). The object is Zend Batik, a hereditary batik industry in Pekalongan. Preliminary study wasconducted to investigate the initial performance of the industry, and identified the needs ofimprovements and standard requirements for each department. Based on the study, models of SOP,SL, and SK3 simplified in the form of work instruction, environmental, health & safety procedurewas developed, validated, and socialized in cascade method of Training of Trainer. Technicalassistance was then conducted to implement the models and help the worker perform in their work,manage the environment and waste, and performing awareness to health & safety, based on thestandards. Evaluation proofed that the program was capable in improving work performances,raising awareness to the environmental and safety issues, and increasing the efficiency .Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja industri batik melalui penerapanstandar-standar prosedur kerja (SOP), standar lingkungan (SL), serta standar kesehatan dankeselamatan kerja (SK3). Obyek kegiatan adalah industri batik tradisional Batik Zend diPekalongan. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menentukan kinerja industri dan analisiskebutuhan terhadap standar. Selanjutnya, berdasarkan analisis kebutuhan tersebut disusun modelSOP, SL, dan SK3, yang disederhanakan ke dalam bentuk instruksi kerja, prosedur kebersihan dantata lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Model selanjutnya divalidasi kepadapengusaha batik, dan disosialisasikan kepada karyawan melalui program Training of Trainerberpola cascade. Implementasi model dilaksanakan dengan metode pendampingan, untukmembantu karyawan melaksanakan pekerjaan, mengelola lingkungan kerja, serta memperhatikanfaktor-faktor kesehatan dan keselamatan kerja, sesuai dengan standar. Hasil evaluasi menunjukkanbahwa penerapan SOP, SL, SK3, dapat memperbaiki kinerja, membangkitkan kesadaran terhadaplingkungan kerja dan penggunaan alat-alat keselamatan kerja, serta meningkatkan efisiensi.Kata kunci: kinerja, industri batik, standar, prosedur, lingkungan, keselamatan kerja.

PEMANFAATAN DAUN TEMBAKAU UNTUK PEWARNAAN KAIN SUTERA DENGAN MORDAN JERUK NIPIS

Teknobuga Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural dyes are cheaper, easy to get, and environmentally save. One of itis: tobacco leaves (nicotiana tabacum). The experiment is held to know the differencesof color quality of silk fabric dyed with addition of lemon extract (citrus aurantifoliaswingle). Independent variable is lemon extract with variation of concentration: 25g/l,50g/l, 75g/l, dan 100g/l, and quality of color as dependent variable. Control variablesare: tobacco leaves concentration 750g/l, dyeing times 1 hour, mordant ing times 30minutes, and dyeing frequences 5 times. Data collecting use laboratory test. Varianceanalysis proof that hypothesis is accepted, means that the color quality of silk dyed withtobacco leaves difference significantly according to concentration lemon extract. Thehigher mordant concentration, washing fastness becomes better, and color is deeper.The optimal result is in the used of 100g/l lemon mordant.Keyword : tobacco leaves, silk fabric, lemon.Zat warna alam digunakan untuk pewarnaan tekstil, karena lebih murah,mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Salah satu di antaranya adalah dauntembakau (nicotiana tabacum). Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetahuiperbedaan kualitas warna kain sutera yang dicelup dengan konsentrasi mordan jeruknipis (citrus aurantifolia swingle). Variasi konsentrasi jeruk nipis 25g/l, 50g/l, 75g/l, dan100g/l menjadi variabel bebas, kualitas warna kain sutera adalah variabel terikat.Variabel kontrolnya: konsentrasi daun tembakau 750g/l, waktu pencelupan 1 jam,waktu mordanting 30 menit, dan frekuensi pencelupan sebanyak 5 kali. Pengumpulandata dilakukan melalui uji laboratorium. Hasil analisis varian menunjukkan bahwahipotesis diterima, artinya kualitas warna kain sutera berbeda secara signifikan padasetiap variasi konsentrasi mordan jeruk nipis. Makin tinggi konsentrasi mordan yangdigunakan, ketahanan luntur warna terhadap pencucian makin baik, dan warna makintua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah daun tembakau dapat dipakai sebagaipewarna kain sutera dengan bantuan mordan jeruk nipis, dengan kualitas warnaoptimum pada pemakaian konsentrasi mordan 100g/l.Kata kunci : daun tembakau, kain sutera, jeruk nipis.

PEMANFAATAN DAUN TEMBAKAU UNTUK PEWARNAAN KAIN SUTERA DENGAN MORDAN JERUK NIPIS

Teknobuga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat warna alam digunakan untuk pewarnaan tekstil, karena lebih murah, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Salah satu di antaranya adalah daun tembakau (nicotiana tabacum). Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas warna kain sutera yang dicelup dengan konsentrasi mordan jeruk nipis (citrus aurantifolia swingle). Variasi konsentrasi jeruk nipis 25g/l, 50g/l, 75g/l, dan 100g/l menjadi variabel bebas, kualitas warna kain sutera adalah variabel terikat. Variabel  kontrolnya:  konsentrasi  daun  tembakau  750g/l,  waktu  pencelupan  1  jam, waktu mordanting 30 menit, dan frekuensi pencelupan sebanyak 5 kali. Pengumpulan data dilakukan melalui uji laboratorium. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa hipotesis diterima, artinya kualitas warna kain sutera berbeda secara signifikan pada setiap variasi konsentrasi mordan jeruk nipis. Makin tinggi konsentrasi mordan yang digunakan, ketahanan luntur warna terhadap pencucian makin baik, dan warna makin tua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah daun tembakau dapat dipakai sebagai pewarna kain sutera dengan bantuan mordan jeruk nipis, dengan kualitas warna optimum pada pemakaian konsentrasi mordan 100g/l.

PEMBUATAN HIASAN KERUDUNG DENGAN TEKNIK MENGAIT DI KELURAHAN PATEMON GUNUNGPATI SEMARANG

Teknobuga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ingin diatasi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah bagaimana mengembangkan keterampilan ibu-ibu dan remaja putri di wilayah kelurahan Patemon dalam membuat hiasan kerudung dengan teknik mengait (Crocheting) yang dapat dijadikan bekal berwirausaha. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini antara lain: ceramah, demonstrasi dan latihan. Hasil yang didiperoleh dari kegiatan, adalah adanya   peningkatan keterampilan ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri dalam membuat kerudung dengan teknik mengait sehingga dapat berwirausaha dan mendapat income tambahan bagi keluarganya. Saran yang diajukan antara lain: (1) Bagi ibu-ibu masyarakat Kelurahan Patemon hendaknya memanfaatkan sumber daya manusia yang telah diberi pelatihan agar produktivitasnya meningkat, (2) Masih perlu dikembangkan berbagai desain kerajinan dengan teknik mengait, agar diperoleh hasil kerajinan yang kreatif dan inovatif,  (3) Bagi Lembaga Pengabdian Kepada Masyarkat (LPM) hendaknya pelatihan ini ditindaklanjuti dengan pemberian materi   dan keterampilan-keterampilan lain, misalnya: membuat kerajinan dengan teknik  merajut, bordir mesin, dan pembuatan pelengkap busana.

PEMBERDAYAAN PERAJIN JAMU TRADISIONAL UNTUK MENDUKUNG PROGRAM DESA WISATA WONOLOPO KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG

Rekayasa Vol 16, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ini bertujuan untuk memberdayakan perajin jamu tradisional yang berlokasi di Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang ditetapkan sebagai Desa Wisata dan Kampung Tematik Jamu oleh pemerintah Kota Semarang. Secara garis besar pelaksanaan KKN-PPM ini melalaui tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Jumlah mahasiswa peserta  KKNPPM dipilih sebanyak 30 orang, berasal dari berbagai program studi yang sesuai dengan bidang keahlian yang dibutuhkan di lapangan. Demikian pula dosen pembimbing lapangan (DPL) dipilih dari dosen yang sesuai dengan bidang keahlian yang relevan. Waktu pelaksanaan KKN-PPM di lapangan selama tiga bulan, yang dalam teknis pelaksanaannya berkoordinasi dengan Pusat Pengembangan KKN LP2M unnes. Kegiatan KKN-PPM ini diterjunkan dua tahap. Tahap pertama sebanyak 15 mahasiswa telah diterjunkan mulai 3 Agustus  dan sampai tanggal 20 September  2017, dan tahap kedua telah diterjunkan pada tanggal 21 Oktober 2017. Beberapa luaran atau kegiatan  yang telah dilaksanakan adalah: 1) Peningkatan aspek produksi, dengan memberikan bantuan mesin penggiling empon-empon, 2) Pengembangan desain kemasan (ada 9 jenis jamu) sehingga lebih menarik, 3) Peningkatan higienitas dan kesehatan, dengan mendatangkan nara sumber dari Dinas Kesehatan sekaligus untuk mendapatkan PIRT, 4) Perluasan pemasaran produk dengan memperkenalkan ke berbagai kalangan masyarakat, 5) Pendaftaran merek jamu “Sumber Husodo” ke Ditjen KI Kemenkumhan RI, 6) Pembuatan buku Buku Tamu dan Profil Perajin Jamu di Wonolopo, 7) Permintaan lahan kepada Pemkot Semarang  seluas 3.000 m2 untuk wisata edukasi kampong jamu Wonolopo, 8) Melakukan inisiasi kerjasama dan  studi banding ke  industri jamu modern PT. Sido Muncul di Bergas, yang dilaksanakan pada 28 September 2017.