Articles

Found 30 Documents
Search

Perkiraan Biaya Perangkat Lunak menggunakan Logika Fuzzy

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.069 KB)

Abstract

Software cost estimation is an integral part of software development. Underestimated cost will most probable result low quality software. On the contrary, an overestimated one will cause resource wastages. This research has developed a model of software cost estimation using fuzzy logic. It also compares two COCOMOs estimation methods: Intermediate COCOMO and Fuzzy Intermediate COCOMO. The data used is NASA Projects done in between 1980 and 1990. The Models developed are evaluated using MRE (Magnitude of Relative Error), Mean MRE (MMRE), Median MRE (MdMRE), Min MRE, Max MRE, and Standard Deviation MRE (SdMRE). However, we only present MMRE to the readers, because it represents overall model performances. This experiment resulted MMREs of 59.50% for Intermediate COCOMO and 51.95% for Fuzzy Intermediate COCOMO. These results indicate that the fuzzy version of Intermediate COCOMO outperforms the non-fuzzy one. In addition, Fuzzy Intermediate COCOMO is sensitive to the values of Cost Drivers.

Pengembangan Data Warehouse Program Tracking Stasiun TV di Indonesia

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.491 KB)

Abstract

Stasiun TV berusaha untuk meningkatkan rating, share, dan jumlah penonton dengan memperhatikan biaya produksi yang dikeluarkan. Data stasiun TV yang berisi rating, share, jumlah penonton, dan biaya produksi adalah data program tracking. Data program tracking diterima stasiun TV dari perusahaan penyedia data setiap minggu. Data acara tersebut menjadi acuan dalam menganalisis potensi sebuah acara. Untuk memudahkan proses analisis, maka dibuat data warehouse yang merupakan tempat penyimpanan data yang terintegrasi, multidimensi, dan menampilkan data dalam suatu bentuk yang diharapkan akan memudahkan proses analisis dalam pembuatan keputusan. Hasil dari penelitian ini adalah suatu data warehouse untuk data program tracking dan suatu OLAP browser yang mempunyai fasilitas untuk menambah data yang datang setiap minggunya dan  visualisasi berupa tabel pivot dan diagram batang dalam menampilkan data numerik dan tabel relasional untuk menampilkan data kategorik. Visualisasi ini dibuat untuk mempermudah pengguna dalam melihat data dalam proses analisis.

Triple DES Algorithm Analysis for Message Disguising

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini mendiskusikan hasil analisis terhadap algoritma triple DES sebagai varian dari DES (Data Encryption Standard) yang lebih kuat dan mampu melindungi informasi dengan baik. Analisis yang dilakukan meliputi analisis algoritma, analisis keamanan dan analisis hasil implementasi (kecepatan). Analisis algoritma terbagi menjadi dua bagian yaitu analisis algoritma enkripsi dan analisis algoritma deskripsi. Triple DES menggunakan algoritma DES sebagai algoritma utama. Triple DES dikembangkan untuk mengatasi kelemahan ukuran kunci yang digunakan pada proses enkripsi-deskripsi DES sehingga teknik kriptografi ini lebih tahan terhadap exhaustive key search yang dilakukan oleh kriptoanalis. Penggunaan triple DES dengan suatu kunci tidak akan menghasilkan pemetaan yang sama seperti yang dihasilkan oleh DES dengan kunci tertentu. Hal itu disebabkan oleh sifat DES yang tidak tertutup (not closed). Sedangkan dari hasil implementasi dengan menggunakan modus Electronic Code Book (ECB) menunjukkan bahwa walaupun memiliki kompleksitas/notasi O yang sama (O(n)), proses enkripsi-deskripsi pada DES lebih cepat dibandingkan dengan triple DES. Kata Kunci : Data Encryption Standard (DES), triple DES, kriptografi, exhaustive key search, Electronic CodeBook (ECB), enkripsi, deskripsi.

Analisis Metode Analogy Based Estimation untuk Perkiraan Biaya Perangkat Lunak

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.878 KB)

Abstract

Dalam proses pengembangan perangkat lunak, perkiraan biaya merupakan hal yang sangat penting. Beberapa metode perkiraan biaya perangkat lunak telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir. Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk memperkirakan biaya perangkat lunak adalah analogy based estimation. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja metode analogy based estimation dan mengupayakan perbaikan yang dapat meningkatkan kinerjanya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok data COCOMO 81. Acuan ukuran kinerja yang digunakan adalah Magnitude of Relative Error (MRE), mean MRE (MMRE), median MRE (MdMRE), nilai MRE maksimal (max MRE), nilai MRE minimal (min MRE), dan standar deviasi MRE (SDMRE). Pengujian dilakukan dengan menggunakan atribut ukuran perangkat lunak/lines of code (LOC), menggunakan atribut cost driver, dan menggunakan atribut LOC dan cost driver sekaligus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja terbaik dihasilkan oleh pengujian yang menggunakan LOC. Pada kelompok data COCOMO 81, pengujian dengan LOC menghasilkan nilai MMRE sebesar 198,121% MdMRE sebesar 79,283%, max MRE sebesar 1.286,170%, min MRE sebesar 1,563%, dan SDMRE sebesar 261,318. Modifikasi pada metode analogy based estimation dilakukan dengan penerapan peringkat pada perhitungan jarak antar proyek. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja metode analogy based estimation menjadi lebih baik dengan penerapan peringkat. Pengujian pada kelompok data COCOMO 81 menghasilkan nilai MMRE sebesar 81,678%, MdMRE sebesar 55,696%, max MRE sebesar 445,745%, min MRE sebesar 1,923%, dan SDMRE sebesar 91,327%. Keywords: Software cost Prediction, Analogy Based Estimation.

Penggunaan Algoritma Challenge Response Identification untuk Autentikasi Entitas pada Intranet Messages

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Password diasosiasikan dengan sebuah entitas, adapun pengertiannya adalah sebuah string yang biasanya terdiri dari 6-10 karakter yang mudah diingat oleh pemiliknya dan rahasia bersama dengan sistem, sebagai bukti keabsahan dari identitas seseorang. Tetapi orang kurang menyadari akan pentingnya suatu password yang aman agar password yang dimiliki tidak mudah diketahui. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu mekanisme skema autentikasi yang kuat untuk melindungi password yang dimiliki pengguna. Mekanisme Challenge Response dapat digunakan untuk menjaga kemananan password. Ide dari algoritma challenge response identification adalah pemilik pesan (claimant) dan penerima pesan (verifier) membuktikan keabsahan identitasnya masing-masing. Langkah ini dilakukan dengan mengadakan respon bagi suatu challenge tertentu. Challenge umumnya suatu karakter yang dipilih secara random dan rahasia. Karakter random yang digunakan berfungsi untuk menyediakan suatu keunikan dan jaminan untuk menghindari adanya serangan attacker. Sistem yang dirancang adalah sejenis intranet messages yang berbasis client-server Sistem diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemprograman VB 6.0 dan microsoft acces xp sebagai basis data. Server berfungsi sebagai penyimpan basis data yang berisi data mengenai identitas pengguna dan pesan yang dipertukarkan d iantara pengguna. Client adalah tempat pengguna meminta layanan fasilitas sistem. Fasilitas yang disediakan adalah fasilitas pengiriman pesan dan pengecekan pesan yang masuk untuk pengguna tersebut. Dalam sistem algoritma challenge response digunakan adalah algoritma challenge response dengan menggunakan kunci simetrik dan fungsi MAC sebagi autentikator. Tujuan yang ingin dicapai adalah entitas yang melakukan login ke sistem dijamin keabsahannya. Kata kunci : encryption, decryption messages authentication code, challenge response

Perbandingan Pembangunan Phylogenetic Tree Menggunakan Algoritma Unweighted Pair Group Method With Arithmatic Mean Dan Algoritma Neighbor Joining

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui bagaimana proses evolusi maupun mengetahui hubungan evolusi antar organisme terjadi merupakan tantangan yang dirasakan amat penting oleh para ahli biologi. Bidang kajian ilmu yang mempelajari hubungan evolusi antar organisme disebut phylogenetics. Analisis phylogenetic memiliki artian menduga atau memperkirakan bagaimana hubungan evolusi itu terjadi. Secara umum analisis phylogenetic terdiri dari empat langkah utama, yaitu pencocokan, menentukan model substitusi, membangun phylogenetic tree dan evaluasi terhadap tree. Metode yang digunakan untuk membangun phylogenetic tree dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu metode yang berdasarkan jarak (distance-based) dan berdasarkan karakter (character-based). Unweighted Pair Group Method with Arithmatic Mean (UPGMA) dan Neigbor Joining(NJ) merupakan algoritma pembuatan tree yang menggunakan metode berdasarkan jarak, di mana metode ini memanfaatkan banyaknya perbedaan antara dua sekuen untuk membuat tree. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari, mengimplementasikan dan membandingkan UPGMA serta NJ, sehingga dapat diketahui perbandingan kedua alogoritma tersebut dalam pembuatan tree. Studi yang dilakukan terhadap algoritma tersebut meliputi studi teori, algoritma dan hasil implementasi. Dari studi teori dapat diringkas bahwa kedua algorima menggunakan metode berdasarkan jarak, namun terdapat perbedaan dalam menentukan kelompok / cluster terdekat. Hal ini menyebabkan perbedaan struktur dari algoritma UPGMA dan NJ dalam proses pembangunan tree. Kata Kunci : Phylogenetic tree, Unweighted Pair Group Method with Arithmatic Mean dan Neigbor Joining

Accelerating Computation of DNA Multiple Sequence Alignment in Distributed Environment

TELKOMNIKA Indonesian Journal of Electrical Engineering Vol 12, No 12: December 2014
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multiple sequence alignment (MSA) is a technique for finding similarity in many sequences. This technique is very important to support many Bioinformatics task such as identifying Single Nucleotide Polymorphism (SNP) and metagenome fragments binning. The simplest algorithm in MSA is Star Algorithm. The complexity of DNA multiple sequence alignment using dynamic programming technique is very high. This research aims to accelerate computation of Star Mutiple Sequence Alignment using Message Passing Interfaces (MPI). The performance of the proposed method was evaluated by calculating speedup. Experiment was conducted using 64 sequences of 800 bp Glycine-max-chromosome-9-BBI fragments yielded by randomly cut from reference sequence of Glycine-max-chromosome-9-BBI taken from NCBI (National Center for Biotechnology Information). The results showed that the proposed technique could obtain speedup three times using five computers when aligning 64 sequences of Glycine-max-chromosome-9-BBI fragments.  Moreover, the increasing of the number of computers would significantly increased speedup of the proposed

Klasifikasi Metagenom dengan Metode Naïve Bayes Classifier

Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Ilmu Komputer IPB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi metagenom merupakan langkah penting pada pengelompokan taksonomi. Pengelompokan pada metagenom dapat dilakukan dengan menggunakan metode binning. Binning diperlukan untuk mengelompokkan contigs yang dimiliki oleh masing-masing kelompok spesies filogenetik. Pada penelitian ini, binning dilakukan dengan menggunakan pendekatan komposisi berdasarkan supervised learning (pembelajaran dengan contoh). Metode supervised learning yang digunakan yaitu Naïve Bayes Classifier. Adapun metode yang digunakan untuk ekstraksi ciri adalah dengan melakukan perhitungan frekuensi k-mer. Klasifikasi pada metagenom dilakukan berdasarkan tingkat takson genus. Dari proses klasifikasi yang dilakukan, akurasi yang diperoleh dengan menggunakan fragmen pendek (400 bp) adalah 49.34 % untuk ekstraksi ciri 3-mer dan 53.95 % untuk ekstrasi ciri 4-mer. Sementara itu, untuk fragmen panjang (10 kbp), akurasi mengalami peningkatan yaitu 82.23 % untuk ekstraksi ciri 3-mer dan 85.89 % untuk esktraski ciri 4-mer. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa akurasi semakin tinggi seiring dengan semakin panjangnya ukuran fragmen. Selain itu, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa metode ekstrasi ciri yang memberikan hasil paling maksimal adalah dengan menggunakan ekstraksi ciri 4-mer.Kata Kunci: metagenom, k-mer, Naïve Bayes Classifier, binning, klasifikasi

Identifikasi Literasi Informasi Dalam Rangka Pengembangan Kurikulum Di Sekolah Dasar

Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 13, No 1 (2014): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.397 KB)

Abstract

ABSTRACTInformation literacy is defined more than just using technology to obtain information such as the use of internet and e-book, or library user education that have become one of public service in a library. Information literacy skills need to be supported by another skill, one of which is digital literacy skill. This study aimed to identify information literacy skills using information technology and digital literacy skills referring to standard conditions and objectives that have been implemented in learning activities. Descriptive approach which refers to the TRAILS (Tool for Real-time Assessment of Literacy Skills) and  SPCLC digital literacy standards used as a method in this study. We investigated the digital literacy skills and the information literacy skills of students from two elementary school in Jakarta. The result showed that the digital literacy skills of the  students did not affect to their information literacy skills. Therefor, we recommend to conduct curriculum development which integrate information literacy subject in activities of learning by using computer and internet.Keywords : Information literacy, digital literacy, recommendations for curriculum development.

Perancangan Next Generation OPAC Berbasis Library 2.0 (Next Generation OPAC Design Based on Library 2.0)

Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 13, No 1 (2014): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.247 KB)

Abstract

ABSTRACTLibrary catalogue is challenged by the development of web technology that produce search engines dan also has change users’ interaction with information in this Web 2.0 enviroment. Users expect to participate and collaborate in the creation of information. This study aims to create a prototype of next generation OPAC which will use users’ contribution as an enrichment to OPAC. Users can contribute information to existing bibliographic record with tagging, rating and comment. Prototype was created using Drupal 7 and tested using Black Box method. Testing results shows that this prototype can fufill all functional requirements.Keywords: next generation OPAC, Web 2.0, Library 2.0, tagging, rating, review.