Ersanghono Kusuma
Jurusan Kimia FM/PA Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBASIS SAVI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA POKOK BAHASAN LAJU REAKSI Kusuma, Ersanghono; Wijayati, Nanik; Wibowo, Langgeng Setyo
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis SAVI merupakan suatuperpaduan metode pembelajaran yang menuntut siswa untuk lebih aktif, kritis dalammenyelesaikan masalah. Pendekatan SAVI memberikan kolaborasi keintelektualan siswayang didukung aspek auditori dan visual dalam pembelajaran serta melatih siswa untukmampu menyelesaikan masalah yang ditemuinya. Subyek dalam penelitian tindakan kelasini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri I Wirosari. Data diambil dengan menggunakantes dan lembar observasi. Rerata hasil belajar Kimia siswa pada pokok bahasan Laju Reaksisebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis SAVI 58,49(ketuntasan klasikal 55,81%). Nilai rata-rata siklus I, II dan III berturut-turut adalah 64,84 (ketuntasan klasikal 69,77%), 68,93 (ketuntasan klasikal 79,07%), dan 74,79 (ketuntasanklasikal 86,05%). Hasil belajar yang dicapai dari siklus ke siklus menunjukkan adanyapeningkatan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Kimia siswa denganditerapkannya model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis SAVI. Berdasarkan hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis SAVIdapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan Laju Reaksi.Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, NHT, SAVI
PENGGUNAAN PENDEKATAN CHEMO-ENTREPRENEURSHIP BERORIENTASI GREEN CHEMISTRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LIFE SKILL SISWA SMA Kusuma, Ersanghono; -, Sukirno; Kurniati, Ika
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan life skill siswa dengan hasilbelajar termasuk di dalamnya, dengan menerapkan pendekatan chemo-entrepreneurship(CEP) berorientasi green chemistry. Fokus yang diteliti adalah untuk meningkatkankemampuan life skill dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan CEPberorientasi green chemistry. Berdasarkan analisis data hasil penelitian pada siklus Idiperoleh rata-rata nilai dan ketuntasan life skill siswa masing-masing adalah 53,55 dan65% dengan kriteria sedang, pada siklus II meningkat dibandingkan siklus I dengan kriteriabaik, serta rata-rata nilai dan ketuntasan life skill siswa menjadi 60,025 dan 92,5%. Padasiklus III meningkat dibandingkan siklus II, yaitu kemampuan life skill siswa tergolong baikyaitu diperoleh nilai rata-rata dan ketuntasan life skill masing-masing sebesar 63,64 dan100%. Rata-rata nilai kognitif siswa pada siklus I adalah 65,49 dengan ketuntasan 70%, padasiklus II ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif meningkat sebesar 12,5% yaitu dari 70%menjadi 82,5% sedangkan nilai rata-rata kelas menjadi 70,99. Pada siklus III ketuntasanklasikal hasil belajar kognitif meningkat 17,5% dari siklus II yaitu dari 82,5% menjadi100% serta nilai rata-rata kelas menjadi 75. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwadengan menggunakan pendekatan CEP berorientasi green chemistry dapat meningkatkankemampuan life skill siswa dan hasil belajar siswa. Kata Kunci : chemo-entrepreneurship, life skill, green chemistry
EFEKTIVITAS METODE STUDENT CENTERED LEARNING YANG BERBASIS FUN CHEMISTRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Sugiyo, Warlan; Kusuma, Ersanghono; Wahyuni, Purnami Tri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Student Centered Learning yang berbasis Fun Chemistry diharapkan dapatmembuat pembelajaran kimia menyenangkan dan aktif. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektivitas metode Student Centered Learning yang berbasis Fun Chemistrypada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan. Populasi dalam penelitian ini adalahsiswa kelas XI SMA Negeri 1 Purwareja Klampok tahun ajaran 2008/2009 yang terdiri atas4 kelas. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling, diperoleh kelas XIIPA 4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kontrol. Variabel yangditeliti adalah hasil belajar siswa, dengan desain eksperimen control-group pretest-posttest.Analisis awal, kedua kelompok berdistribusi normal, variansinya sama, dan rata-rata nilaitidak berbeda. Analisis akhir memberikan hasil belajar kedua kelompok berbeda secarasignifi kan. Hasil uji ketuntasan belajar kelompok eksperimen thitung (7,5072)>ttabel (2,0301)yang berarti pembelajaran dengan menggunakan metode Student Centered Learning yangberbasis Fun Chemistry telah mencapai ketuntasan belajar. Untuk kelompok kontrol thitung(-0,3241) < ttabel (2,0301), belum mencapai ketuntasan belajar. Dapat disimpulkan bahwapembelajaran dengan menggunakan metode Student Centered Learning yang berbasis FunChemistry efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: student centered learning, fun chemistry
ANALISIS KESULITAN BELAJAR KIMIA SISWA SMA DALAM MEMAHAMI MATERI LARUTAN PENYANGGA DENGAN MENGGUNAKAN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE DIAGNOSTIC INSTRUMENT Marsita, Resti Ana; Priatmoko, Sigit; Kusuma, Ersanghono
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui letak kesulitan, faktor penyebab, dan caramengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi larutan penyangga. Penelitian dilakukandi SMA Negeri 1 Pemalang dengan subjek penelitian sebanyak 126 siswa kelas XI PSIA.Penelitian dilakukan melalui observasi proses pembelajaran, tes tertulis dengan Two-tierMultiple Choice Diagnostic Istrument, dan wawancara. Letak kesulitan siswa untuk konseppada materi larutan penyangga adalah (1) konsep pengertian larutan penyangga 35,52%,(2) konsep perhitungan pH dan pOH Larutan Penyangga dengan menggunakan prinsipkesetimbangan 26,03%, (3) konsep perhitungan pH larutan penyangga pada penambahansedikit asam atau basa 40,83%, dan (4) konsep fungsi larutan penyangga dalam tubuhmakhluk hidup dan dalam kehidupan sehari-hari 68,26%. Faktor penyebab kesulitansiswa antara lain kurangnya minat dan perhatian siswa pada saat proses pembelajaranberlangsung, kurangnya kesiapan siswa dalam menerima konsep baru, kurangnyapenekanan pada konsep-konsep prasyarat yang penting, penanaman konsep yang kurangmendalam, strategi belajar, dan kurangnya variasi latihan soal. Cara mengatasi kesulitansiswa dalam memahami materi larutan penyangga adalah meningkatkan minat dan perhatiansiswa pada saat proses pembelajaran berlangsung, mengkondisikan siswa agar siap dalammenerima konsep baru, pembahasan dan penanaman konsep-konsep prasyarat secaramendalam, serta banyaknya latihan soal yang bervariasi.Kata kunci:Two-tier Multiple Choice Diagnostic Instrument
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA BERORIENTASI CHEMO-ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN LIFE SKILL MAHASIWA Kusuma, Ersanghono; Siadi, Kusoro
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi  perkuliahan  Kimia  Koloid  merupakan  matakuliah  yang  kurang  disenangi, oleh karena itu perlu pembelajaran yang menarik serta memupuk daya kreasi dan inovasi mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia dan life skill mahasiswa dengan menggunakan bahan ajar yang  berorientasi CEP. Penelitian ini  merupakan  penelitian pengembangan tyang  terdiri  dari  tiga  tahap. Tiap  tahap  terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refl eksi. Subyek penelitian  ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia UNNES semester kedua. Fokus yang diteliti dalam penelitian  ini  adalah  hasil  belajar  dan  pengembangan  life  skill mahasiswa. Data  yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui peningkatan  hasil  belajar  dan  pengembangan  life  skill mahasiswa. Berdasarkan  hasil penelitian, ketuntasan belajar klasikal meningkat dari  tahap I (43%), tahap II (50%), dan tahap III (86%). Rata-rata skor life skill mahasiswa siklus I, II, dan III berturut-turut adalah 38%, 55%; dan 63%.. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dan life skill mahasiswa dapat meningkat melalui penerapan bahan ajar berorientasi CEP. Kata kunci: bahan ajar, chemo-entrepreneurship, life skill
PENERAPAN PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER BERBANTUAN QUESTION AND ANSWER CARD PADA MATERI HIDROKARBON Dharmawati, Artika; Kusuma, Ersanghono; Nurhayati, Sri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aspects that influence the success in education are curriculum, facilities, teachers, students and learning models. This research used Numbered Heads Together (NHT) learning model. The purpose of this research was to determine the effect of the use of NHT learning model to the learning outcomes of chemistry on hydrocarbons subject. The population in this research class are X grader of Senior High School (SHS) in Wonogiri for the academic years 2011/2012. The technique for determining the sample used the cluster random sampling technique. To find out the influence of the use of media-assisted learning model NHT Question and Answer Card used test two mean difference (t test). Based on the analytical results obtained t count equal 3.794 and 2.0017 for t table at the level of error of 5% and dk = 58. So the t count > t table which mean that there is a significant difference namely the average of chemistry learning outcomes in the experiments class is better than the control class. Biserial correlation coefficient test showed biserial coefficient of 0.548. It can be concluded that the Numbered Heads Together learning model with Question and Answer Cards give the significant affects to the chemistry learning outcomes in of hydrocarbons subject with contributian as 29.99%.Key Words : Numbered Heads Together learning
PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DI JURUSAN KIMIA FMIPA UNNES Wijayati, Nanik; Kusuma, Ersanghono; Sumarti, Sri Susilogati
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 13, No 1 (2019): January (2019)
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of informatics and computer technology (ICT) has an impact on the world of education today. On the other hand, changes in the educational paradigm that previously embraced teacher-centered learning became student-centered learning, bringing very significant changes to the developedment of learning methods at this time. This study aims to improve student chemistry learning outcomes through digital based learning. Digital technology has developed widely, but has not been utilized in learning. Based on preliminary observations in the Department of Chemistry at UNNES, lecturers have difficulty in creating a learning atmosphere centered on student activities, so that lecturers are still be the main source of learning. These problems have implications for the quality of learning in the Department of Chemistry, which so far has not used digital learning. This study is a qualitative descriptive study by applying digital based learning through three stages, namely planning, implementation, and reflection (see). At the planning stage, create a digital learning scenario. In the implementation phase, apply the scenario in the class. During learning, observations are carried out by the teaching team. The reflection phase is conducted to review the learning process with a focus on student activities and class participation. The results of this study prove that digital based learning is one option that can meet the need to improve the quality of learning chemistry at the UNNES. The effect of digital-based learning strategies on student learning outcomes is 52.8%
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERPIKIR-BERPASANGAN-BEREMPAT BERBANTUAN CATATAN TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SMA NEGERI 1 UNGARAN Soeprodjo, Soeprodjo; Kusuma, Ersanghono; Khaerunisa, Esti Nastiti
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan pada SMAN 1 Ungaran kelas XI IPA tahun ajaran 200912010 menunjukan bahwa ketuntasan k/asikal siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan kurang dari 85%. Peneliti menerapkan model pembelajaran Berpikir-Berpasangan-Berempat menggunakan media Catatan Terbimbing agar siswa dapat be/ajar bekerjasama, menghargai pendapat orang lain, tanggung jawab serta memaksimalkan waktu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model tersebut terhadap hasil be/ajar kimia dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Pengambi/an sampel di/akukan dengan teknik cluster random. Metode pengumpulan data antara lain dokumentasi, tes, observasi dan angket. Hasil uji ketuntasan be/ajar menunjukkan thitung (12,04) > ttabe,(2,02) pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol thitung (6, 78) > ttabeJ2,02). Pada uji proporsi didapatkan Zhitung (3, 115) > Ztabei (1. 64) pad a kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan Zhitung (-1, 015) < Ztabe1(1.64). Berdasarkan hasi/ uji perbedaan dua rata-rata dipero/eh thitun/3,376) > 1(1,664) dan uji nonnal gain dipero/eh kelompok eksperimen pada rentang tinggi (0, 70) sedangkan kelompok eksperimen pada rentang sedang (0,59). Hasil observasi terhadap ranah afektif dan ranah psikomotorik menunjukkan nilai rata-rata siswa kelompok eksperimen e" 65. Dari hasil angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran, 78, 60% siswa tennotivasi be/ajar dan 16, 70% tidak tennotivasi, 73,80% siswa merasa senang be/ajar dan 4, 76% tidak merasa senang.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SYSTEMATIC APPROACH TO PROBLEM SOLVING BERBANTUAN HANDOUT KEY RELATION CHART Rahmawati, Diana Anisa; Kusuma, Ersanghono
Chemistry in Education Vol 3 No 2 (2014): Terbit Bulan Oktober 2014
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar melalui implementasi pembelajaran systematic approach to problem solving berbantuan handout key relation chart. Desain penelitian adalah pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Cilacap. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Pengambilan data dengan menggunakan metode dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Hasil analisis data diperoleh rata-rata hasil belajar kognitif kelas eksperimen 82,81 dan kelas kontrol 75,94 dengan ketuntasan klasikal kelas eksperimen 87,5% dan kelas kontrol 68,75%. Hasil uji peningkatan nilai pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran systematic approach to problem solving berbantuan handout key relation chart dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Hasil belajar afektif diperoleh rata-rata nilai siswa kelas eksperimen 79,07 dan kelas kontrol 69,14. Hasil belajar psikomotorik diperoleh rata-rata nilai kelas eksperimen 87,01 dan kelas kontrol 85,16. Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran systematic approach to problem solving berbantuan handout key relation chart dapat meningkatkan hasil belajar yang signifikan.
PEMBELAJARAN BUFFER MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN Rahmawati,, Umi; Kusuma, Ersanghono; Cahyono, Edy
Chemistry in Education Vol 1 No 2 (2012): Terbit Bulan Oktober 2012
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keaktifan siswa, baik keaktifan dalam mengikuti pelajaran maupun keaktifan berfikir sangat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap pokok materi. Kenyataan di SMA N 3 Rembang, keaktifan siswa masih rendah. Hal ini mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Untuk menghindari hal tersebut diperlukan metode pembelajaran yang bervariasi, salah satunya Metode Pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas XI melalui penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok Larutan Penyangga. Populasi dalam penelitian eksperimen ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Rembang. Penentuan sampel dengan sistem Cluster random sampling, dan diperoleh kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan menggunakan metode inkuiri terbimbing dan XI IPA 1 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan perlakuan menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil ketuntasan belajar klasikal kelompok eksperimen sebesar 88% dan kelompok kontrol sebesar 17%. Rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 75,42 dan kelas kontrol sebesar 54,58. Hasil pengamatan pada aspek keaktifan siswa kelas eksperimen sebesar 85,88% dan pada kelas kontrol sebesar 78,70%. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar menggunakan metode inkuiri terbimbing mempunyai hasil belajar dan keaktifan yang lebih tinggi dari pada siswa yang diajar dengan menggunakan metode konvensional.