Articles

Found 31 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BANYUMAS TAHUN 2009

PHARMACY Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortilitas anak dinegara yang berkembang. Empat – Lima % dari kasus diare akan jatuh ke dalam keadaandehidrasi, dan 60% dari padanya akan meninggal, apabila tidak mendapat pertolonganyang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mrngevaluasi penggunaan obatantidiare pada pasien anak di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Banyumas apakah sudah sesuai dengan standar pelayanan medis menurut Ikatan DokterIndonesia dan untuk mengetahui ada tidaknya potensial (Drug Related Problem’s) DRPspada penggunaan obat antidiare pada pasien anak di instalasi rawat inap RSUDBanyumas pada tahun 2009. Penelitian ini dilakukan dengan metode retrospektif yaitumelakukan penelusuran terhadap tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis kepadapasien anak dalam memberikan obat antidiare di instalasi rawat inap RSUD Banyumastahun 2009. Hasil penelitian ini adalah penggunaan obat antidiare pada pasien anak diinstalasi rawat inap RSUD Banyumas pada tahun 2009 sudah sesuai dengan standarpelayanan medik menurut Ikatan Dokter Indonesia dan ditemukan kasus potensial DRPspada penggunaan obat antidiare pada pasien anak di instalasi rawat inap RSUDBanyumas pada tahun 2009.Kata kunci : Diare, obat antidiare, pasien anak, DRPs, RSUD Banyumas

TINJAUAN INTERAKSI OBAT DALAM TERAPI BRONKHITIS PADA PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP

SAINTEKS Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronchitis is a kind of infection which comes from one or more infections that happens in bronchus and it’s caused by many factors. The infection may come from bacteria, allergy, etc. it needs much more medicine for bronchitis medical therapy and it enlarges the possibility for Drug Related Problems (DRPs) to happen. This study is aimed to find out Potential Drug Related Problems on pediatric bronchitis therapy in Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap especially drugs interaction. Identification of Potential DRPs adverse drugs reactions (ADR) or drugs interaction. It is a descriptive research that uses data collecting method retrospectively. The research resource is patient medical record. Data analysis is done by comparing the record with releven books (Drug Interaction Fact and Stockley;s Drugs interaction). The research result shows that DRPs happen ADR or drug interaction is 20% from 140 bronchitis cases. based on the result,it can be concluded that there is Potential DRPs on pediatric bronchitis therapy in RSUD Cilacap. It’s Esspesially adverse drugs reactions (ADR) or drugs interaction Key words : Pediatric, Bronchitis Therapy, Potential DRPs, RSUD Cilacap, Drugs Interaction, Adverse Drugs Reaction

ANALISIS SILDENAFIL SITRAT PADA JAMU TRADISIONAL KUAT LELAKI MERK A DAN B DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

PHARMACY Vol 7, No 2 (2010)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangannya banyak ditemukan obat tradisional yang dicampur dengan bahan kimia obat. Salah satunya adalah sildenafil sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk analisis sildenafil sitrat pada jamu tradisional kuat lelaki merk A dan B dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi, menggunakan metode fase terbalik dengan detektor Uv 290 nm, kolom Shimpack ODS CLC C18, fase gerak asetonitril dan daparfosfat 0,05 M pH 4,5 dengan perbandingan (60:40). Laju alir 1,2 mL/menit dan volume yang diinjeksikan 20 μl. Pada sistem kromatografi tersebut, waktu retensi sildenafil sitrat adalah 2,5 menit. Perolehan kembali sildenafil sitrat dari sampel jamu kuat lelaki adalah 110,67%. Metode ini dapat digunakan untuk menganalisis sildenafil sitrat dengan batas deteksi 0,010 g/mL dan batas kuantitasi 0,341 g/mL. Berdasarkan hasil penelitian jamu kuat lelaki merk A mengandung sildenafil sitrat sebesar 0,313 mg/g, sedangkan jamu kuat lelaki merk B tidak terdeteksi adanya Sildenafil sitrat.Kata kunci : Sildenafil sitrat, Jamu Kuat Lelaki, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi.

PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU APOTEKER DALAM PEKERJAAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT DI WILAYAH KARESIDENAN BANYUMAS

SAINTEKS Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Sainteks Volume XI No 2 Oktober 2014
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai akibat dari perubahan orientasi obat ke pasien (Pharmaceutical Care), apoteker dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam pelayanan kefarmasian. Sikap dan perilaku ini sangat menentukan keberhasilan dalam melakukan pekerjaan kefarmasian. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan perilaku apoteker dalam pekerjaan kefarmasian di rumah sakit di wilayah Karesidenan Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan wawancara terstruktur, serta alat perekam suara dan alat perekam gambar (kamera) sebagai bukti atas jawaban yang diberikan oleh responden. Hasil dari penelitian ini, dari total 74 apoteker di rumah sakit di wilayah Karesidenan Banyumas hanya 32 apoteker yang bersedia menjadi responden yang didominasi oleh perempuan, berusia 20-40 tahun dan memiliki pengalaman kerja antara 1-20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% apoteker di rumah sakit sudah mengetahui dan memahami tentang skrining resep dan pelayanan informasi obat, 78,125% apoteker mampu menjawab dengan benar definisi dari konseling dan 100% apoteker mampu memahami tujuan dari monitoring efek samping obat. 100% apoteker setuju dengan kewajiban melakukan skrining resep, pelayanan informasi obat, konseling dan monitoring efek samping obat. 87,5% apoteker sering melakukan pemeriksaan kesesuaian resep, 84,3% apoteker sering memberikan informasi obat ke setiap pasien, 3,1% apoteker yang sering melakukan konseling dan 12,5% apoteker kadang-kadang melakukan monitoring efek samping obat. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagian besar apoteker di rumah sakit di wilayah Karesidenan Banyumas setuju dan sudah mengetahui serta memahami tentang skrining resep, pelayanan informasi obat, konseling dan monitoring efek samping obat. Skrining resep, pelayanan informasi obat sebagian besar sudah banyak dilakukan oleh apoteker di rumah sakit di wilayah Karesidenan Banyumas sedangkan konseling dan monitoring efek samping obat masih banyak yang belum melakukan.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku Apoteker, Pekerjaan Kefarmasian.

TINJAUAN INTERAKSI OBAT DALAM TERAPI BRONKHITIS PADA PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP

SAINTEKS Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Sainteks Volume VII No 1 Maret 2012
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                Bronchitis is a kind of infection which comes from one or more infections that happens in bronchus and it’s caused by many factors. The infection may come from bacteria, allergy, etc. it needs much more medicine for bronchitis medical therapy and it enlarges the possibility  for Drug Related Problems (DRPs) to happen. This study is aimed to find out Potential Drug Related Problems on pediatric bronchitis therapy in Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap especially drugs interaction. Identification of Potential DRPs adverse drugs reactions (ADR) or drugs interaction. It is a descriptive research that uses data collecting method retrospectively. The research resource is patient medical record. Data analysis is done by comparing the record with releven books (Drug Interaction Fact and  Stockley;s Drugs interaction). The research result shows that DRPs happen ADR or drug interaction is 20% from 140 bronchitis cases. based on the result,it can be concluded that there is Potential DRPs on pediatric bronchitis therapy in RSUD Cilacap. It’s Esspesially adverse drugs reactions (ADR) or drugs interaction Keywords: Pediatric, Bronchitis Therapy, Potential DRPs, RSUD Cilacap, Drugs Interaction, Adverse Drugs Reaction      

Aktivitas Penghentian Pendarahan Luar Ekstrak Etanol Daun Berenuk (Crescentia cujete L) Secara In-Vivo

Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Directorate of Research and Community Engagement, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crescentia cujete L. or better known as calabash is a plant that thrives in Indonesia. Calabash has a great potential as an herbal remedy, but there is only a few scientific researches conducted on this plant, one of which is antibacterial against Bacillus subtilis and Escerichia coli on 2006 by Susanti. The method of this research was an experimental activity assay of external bleeding cessation with 3 dose variations of calabash leaf extract (80%, 60%, and 40%) by counting the bleeding time at the base of mice tail. The result showed that all 3 dose variatons had better outcomes in external bleeding cessation activity than negative controls (p<0,05).  

KOMBINASI EKSTRAK KULIT MANGGIS DENGAN EKSTRAK KELOPAK BUNGA DAN EKSTRAK SARANG SEMUT SEBAGAI PENURUN KADAR KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH JANTAN

Majalah Obat Tradisional Vol 21, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan penyakit yang berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol , dan kadar LDL dalam darah. Penggunaan obat komersial dapat diberikan, namun selain dari harganya yang mahal dapat juga terjadi efek samping yang merugikan. Hal ini membuat masyarakat memilih pengobatan alternatif dengan obat herbal melalui pemanfaatan bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi dari ekstrak kulit manggis – ekstrak kelopak bunga rosella dan ekstrak kulit manggis – ekstrak sarang semut sebagai penurun kadar kolesterol dan trigliserida pada tikus putih jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan rancangan posttest only control group design (rancangan eksperimental sederhana). Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan galur wistar yang dibagai menjadi 5 kelompok. Kelompok I kelompok tanpa perlakuan, kelompok II kelompok kontrol pelarut (NaCMC 1%), kelompok III kelompok kontrol positif (Simvastatin), kelompok IV kelompok kombinasi ekstrak kulit manggis (200 mg/kgBB) – ekstrak kelopak bunga rosella (250 mg/kgBB), kelompok V kelompok kombinasi ekstrak kulit manggis 200 mg/kgBB) – ekstrak sarang semut (270 mg/kgBB). Induksi kolesterol pada tikus menggunakan kuning telur puyuh (10 ml/kgBB). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan penurunan kolesterol dan trigliserida yang bermakna antara kombinasi kedua esktrak kulit manggis dengan kontrol positif (p< 0,05).

FORMULASI SEDIAAN TABLET LEPAS LAMBAT ASPIRIN DENGAN ETIL SELULOSA AQUALON T10 SEBAGAI MATRIK

PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Aspirin berfungsi sebagai obat analgetik, dapat juga berfungsi sebagai obat antiplatelet. Aspirin sebagai antiplatelet digunakan pada dosis rendah 40 mg/hari. Obat ini memilikiwaktu paro eliminasi yang pendek yaitu sekitar 2-3 jam sehingga harus sering diberikan untuk mempertahankan kadar terapi dalam plasma. Bentuk sediaan lepas lambat dirancang untuk melepaskan suatu dosis tarapetik awal obat yang diikuti oleh suatu pelepasan obat yang lebih lambat dan konstan. Dalam penelitian ini telah dilakukan untuk membuat tablet sediaan lepas lambat aspirin dengan etil selulosa sebagai matrik. Etil selulosa merupakan polimer tidak larut yang bersifat inert yang dapat digunakan sebagai matrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan etil selulosa dapat digunakan sebagai matrik sediaan lepas lambat aspirin. Sediaan lepas lambat aspirin dibuat dengan metode cetak langsung menggunakan tiga formula konsentrasi etil selulosa yang berbeda yaitu 10%, 15%, dan 20%. Pelepasan aspirin ditentukan melalui uji disolusi dalam medium akuades pada suhu 37° C, dengan kecepatan 30 rpm.Sampel diukur serapannya dengan spektrofotometer UV pada panjang gelombang 265nm. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar konsentrasi etil selulosa maka kekerasan tablet semakin meningkat, kerapuhan semakin menurun, dan waktu hancurnya semakin lama. Profil pelepasan aspirin dari matrik etil selulosa mengikuti kinetika orde nol, dengan mekanisme pelepasan difusi. Kata Kunci : aspirin, etil selulosa Aqualon T10, matrik, tablet lepas lambat. ABSTRACT Aspirin works as an analgesic drug, can also serve as an antiplatelet drug. Aspirin as an antiplatelet agent used in low doses 40 mg / day. This drug is a short elimination half memilikiwaktu that is about 2-3 hours and should often be given to maintain therapeutic levels in plasma. Off slow dosage forms designed to release an initial dose of drug tarapetik followed by a slower drug release and constant. In this research has been done to make the tablet dosage form of aspirin with slow off the ethyl cellulose as the matrix. Ethyl cellulose is an insoluble polymer that is inert which can be used as the matrix. This study aims to determine the ability of ethyl cellulose can be used as the matrix off slow aspirin dosage. Preparations made with aspirin sustained release off the direct compresion method using three formulas different concentrations of ethyl cellulose is 10%, 15%, and 20%. The release of aspirin was determined through the medium of dissolution test in distilled water at a temperature of 37 ° C, with 30rpm. Sampel velocity measured by UV absorbance at 265nm wavelength. The results showed that the greater the concentration of ethyl cellulose increased the tablet hardness, friability progressively decreasing, and the destruction of the longer time. Release profile of aspirin from ethyl cellulose matrix followed zero order kinetics, with a diffusion release mechanism. Keywords: aspirin, ethyl cellulose Aqualon T10, matrix, the tablet off slow.

SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN

JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi yang tidak sesuai aturan akan menyebabkan efek yang serius seperti timbulnya reaksi efek samping obat danresistensi antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa kesehatandan non kesehatan dalam melakukan swamedikasi, dan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilakuswamedikasi.Jenis penelitian ini adalah observasional analisis menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah responden sebanyak 400 dipilih secara accidental samplingyang terdiri dari 200 responden jurusan kesehatan dan 200 responden jurusan non kesehatan di Perguruan Tinggi Purwokerto. Data diperoleh  melalui lembar kuesioner yang berisi masing-masing 10 pertanyaan mengenai pengetahuan, sikap dan perilaku. Perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku dianalisis menggunakan uji chi square. Kemudian pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap perilaku dianalisis menggunakan ujikorelasi spearman dengan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku antara mahasiswa kesehatan dan non kesehatan terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p-value sebesar 0,000 dimana pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa kesehatan lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa non kesehatan.  Pengetahuan dan sikap berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa dalam melakukan swamedikasi. Hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku adalah signifikan namun sangat lemah (R=0,195), dan hubungan antara sikap terhadap perilaku adalah lemah (R=0,236).Kata kunci: swamedikasi, mahasiswa, pengetahuan, sikap, perilaku

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGELOLA OBAT TERHADAP PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS

JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2011 di seluruh puskesmas di Indonesia menunjukkan bahwa hanya 17,5% puskesmas di Indonesia yang  memiliki apoteker dan ada sekitar 32,2% puskesmas yang tidak memiliki tenaga kefarmasian sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pengelola unit farmasi di puskesmas, mengetahui bagaimana pengelolaan obat yang dilakukan oleh pengelola unit farmasi yang ada di puskesmas, mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pengetahuan pengelola unit farmasi dengan kemampuannya mengelola obat di puskesmas.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Kuisioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan daftar ceklis untuk mengukur pengelolaan obat.  Peneliti melakukan Penelitian di Puskesmas Kabupaten Banyumas dengan jumlah responden 37 responden. Data dianalisis menggunakan uji statstik spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value sebesar 0,031 yang menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan pengelola unit farmasi terhadap pengelolaan obat di Puskesmas Kabupaten Banyumas. Nilai Coefficient Correlation 0,355 yang menunjukkan kekuatan dan arah penelitian yang bersifat searah yang jika tingkat pengetahuan tinggi maka pengelolaan obat akan tinggi pula.