Articles
12
Documents
AKTIVITAS ANTIMAKAN EKSTRAK KULIT BATANG MUNDU (Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz) TERHADAP LARVA Epilachna varivestis

Sainstek Vol 3, No 3, 2008
Publisher : Sainstek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.325 KB)

Abstract

Isolasi senyawa antimakan dari 1,5 kg kulit batang mundu (Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz) menghasilkan senyawa golongan santon (50 mg) berupa kristal berwarna kuning dengan titik leleh 208–210oC dan uji fitokimia menunjukkan positif polifenol. Spektrum UV isolat menunjukkan adanya gugus kromofor seperti gugus C=O, C=C aromatik, dan –OH. Spektrum IR isolat menunjukkan adanya gugus fungsi seperti –OH, C=O, C-O-C, C=C aromatik, dan C-H aromatik.Uji aktivitas antimakan terhadap Epilachna varivestis menunjukkan bahwa fraksi etil asetat batang mundu pada konsentrasi 0,5% tidak menunjukkan aktivitas antimakan. Sementara pada konsentrasi 2% menunjukkan rata-rata ratio antimakan 50,78 ± 4,87 terhadap placebo. Aktivitas antimakan ini disebabkan oleh aktivitas senyawa yang terdapat dapat fraksi etil asetat yaitu golongan senyawa polifenol dan flavonoid. Aktivitas antimakan isolat (positif polifenol) kulit batang mundu terhadap Epilachna varivestis pada konsentrasi 0,5 % menunjukkan rata-rata ratio antimakan terhadap placebo sebesar 35,45 ± 4,51 Sementara pada konsentrasi 2% menunjukkan rata-rata ratio antimakan 91,87 ± 4,56 terhadap placebo.

Hesperidin Increases Cytotoxic Activity of Doxorubicin on Hela Cell Line Through Cell Cycle Modulation and Apoptotis Induction

Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Combination of chemotherapeutic agent and chemo preventiveagent is being a new approach in cancer treatment.This is aimed at enhancing the effectivity and also reducing drugresistance and adverse side effect of the chemo therapeuticagent.Hesperidin,acitrus flavonoid has reported to reduce theproliferation of many cancer cells.The objectives of this study were to investigate cytotoxic activities, cell cycle modulation and apoptosis induction of he speridinand its combination withdoxorubicinon Helacelllines.MTT [3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2.5-diphenyltetrazoliumbromide] assay was used tomeasure the growth inhibitory effect of he speridinanditscombination with doxorubicinon Helacells.Cellcycle profile was determined by flowcytometry and the dataobtained was analyzed by using Mod Fit LT3.0program.Apoptos is assay was done using double staining method usingethidium$bromideandacridine$orange.Hesperidin inhibited cellgrowth with IC5048M, while the IC50 of doxorubicin was 1000nM.Combination of 500n Mdoxorubicin and 6M hesperidin showed strongest inhibitory effect toward Hela cells. Hesperidin of 24 2M accumulated HeLacells at G1phase,butit scombinationwith 500nM Doxorubicin gave G1 and Sphase accumulation at 24h incubation.Both of Hesperidin and Doxorubicin were capable of inducing apoptosis.Inaccordance of the apoptoticeffect,hesperidin,doxorubicin and their combination decreasedthe expression Bcl$2 and increased the expression of Bax. Accordingtothisresult,hesperidinhasapotencytobedevelopedasco$chemotherapeutic agent forcervical cancer. Key    words:Cochemotherapy,Hesperidin,Doxorubicin,Hela,MTTassay

Naringenin Enhances the Anti-Tumor Effect of Doxorubicin on HeLa Cervical Cancer Cells Through Cytotoxic Activity and Apoptosis Induction

Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 2, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naringenin, an abundant flavanon in the peel of citrus fruits is reported to possess anti-proliferative  effect  in  many  cancer  cells.  Herein,  we  investigated  the  cytotoxic  effect  and apoptosis  induction  of  naringenin  in  combination  with  doxorubicin  on  HeLa  cells.  The cytotoxicity assay of naringenin, doxorubicin, and their combination were carried out by using MTT  assay.  Cell  viability  was  used  as  the  parameters  to  evaluate  combination  effectiveness. Cell  cycle  distribution  was  determined  by  flow  cytometry  and  analyzed  using  ModFit  LT  3.0 program.  Apoptosic  assay  was  done  by  double  staining  method  using  Ethidium  Bromide-Acridine  Orange.  Investigation  on  the  expression  of  Bax  and  Bcl-2  were  determined  by immunocytochemistry method. Naringenin and doxorubicin showed cytotoxic effect  on HeLa cells  with  their  IC50  values  of  195  µM  and  1  µM,  respectively.  Whereas  combination  of naringenin  -  doxorubicin  showed  greater  cytotoxicity  compared  the  single  treatment  of doxorubicin.  The  strongest  cytotoxic  activity  was  observed  at  a  combination  of  100  µM naringenin  and  0,5  µM  doxorubicin.  Single  treatment  of  0,5  µM  doxorubicin  for  24  hours  on HeLa cells induced  S-phase arrest while 100 µM naringenin did not affect on HeLa cell cycle. The  combination  induced  S-phase  arrest  with  the  increased  of  sub-G1  phase  percentage.  In accordance with the flow cytometry results, the double staining apoptosis assay results showed the increase of apoptotic cells. Naringenin, doxorubicin, and their combination also increased the  expression  of  Bax  and  decreased  the  expression  of  Bcl-2.  These  results  concluded  that naringenin was a potential co-chemotherapy agent for cervical cancer due to its synergism with doxorubicin.Keywords:  co-chemotherapy,  naringenin,  doxorubicin,  HeLa  cells,  cytotoxicity,  cell  cycle, apoptosis

UJI TOKSISITAS AKUT FRAKSI N-HEKSAN EKSTRAK METANOL DAUN DAN BATANG Impatiens balsamina Linn. DENGAN PEDOMAN OECD 425

Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman pacar air (Impatiens balsamina Linn.) merupakan tanaman herba yang secara empirik digunakan untuk terapi nyeri tulang, gigitan serangga, peluruh haid dan pencegah kanker pencernaan. Secara empiris, daun pacar air tidak boleh dikosumsi secara langsung karena mengandung racun yang dapat mempengaruhi pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat keamanan dari fraksi n-heksan daun dan batang pacar air sehingga dapat dijadikan acuan untuk penggunaan terapi yang aman. Fraksi n-heksan diperoleh dari ekstraksi cair cair ekstrak metanol daun dan batang pacar air. Hasil penapisan fitokimia dengan uji tabung menyatakan bahwa fraksi n-heksan mengandung senyawa triterpenoid steroid. Uji toksisitas akut dilakukan dengan metode yang diadopsi dari OECD (Organization for economic co-operation and development) nomor 425: Acute Oral Toxicity (Up and Down Procedure). Hasil pengujian Limit Test menyatakan fraksi n-heksan daun dan batang pacar air memiliki nilai LD50 lebih besar dari 5000 mg/kg berat badan tikus. Hingga dosis 5000 mg//kgBB tidak ada tanda-tanda toksik pada sistem mata, respirasi, kelakuan, otonom dan somatomor. Pada dosis 5000 mg/kgBB, fraksi n-heksan juga tidak menyebabkan kematian pada tikus, tidak menyebabkan penurunan berat badan, tidak menyebabkan perubahan makan dan minum yang signifikan. Pemberian fraksi n-heksan pada dosis 2000 mg/kg dapat menyebabkan lesi degenarasi hidropik pada organ hati dan dapat memperparah kerusakan pada organ ginjal pada dosis 5000 mg/kg. Oleh sebab itu, penggunaannya tetap harus diperhatikan. Menurut klasifikasi Loomis, fraksi n-heksan pacar air berada dalam kategori toksik ringan.

EFEKTIVITAS KRIM ANTIJERAWAT EKSTRAK METANOL DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.)

Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun pacar air (Impatiens balsamina L.) telah banyak diteliti memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah krim ekstrak metanol daun pacar air mempunyai efek sebagai antijerawat, konsentrasi ekstrak metanol daun pacar air yang paling efektif, dan mengetahui hasil evaluasi sediaan krim ekstrak metanol daun pacar air secara fisik dan kimia. Simplisia disokhletasi menggunakan pelarut metanol. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode disc diffusion Kirby-Bauer. Ekstrak diformulasikan dalam bentuk krim dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Evaluasi sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis seperti bau, warna, bentuk serta homogenitas, pengujian daya sebar, daya lekat, pH dan antibakteri. Analisis data menggunakan program R-Commander versi 12.4.1. Hasil penelitian menunjukkan adanya kemampuan sediaan krim dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat S. epidermidis dan P.  acnes dengan konsentrasi ekstrak 15% pada formula II yang memberikan penghambatan paling efektif. Hasil evaluasi sediaan formula II menunjukkan sifat fisik yang homogen, daya sebar sebesar 21,24 + 1,464cm2, daya lekat >60 menit dan pH sebesar 6,53 + 0,057.

Uji Toksisitas Fraksi Air Impatiens balsamina Pada Tikus Betina Galur Sprague Dawley

Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Directorate of Research and Community Engagement, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to predict the level of toxicity of aqueous fraction of Impatiens balsamina L. by acute toxicity study using OECD guideline 425. Female Sprague Dawley 8-12 week and weight between  140-170 gram were used, the amount of experimental rats were 10 rats. Rats were sequentially administered all the fraction in single dosage (limit test) of 2000 mg/kg of body weight and 5000 mg/kg of body weight. All the animals were individually studied for mortality, wellness parameters, food consumption,water consumption, body weight. Histopathological examination was done on the liver and kidney. The result of this study showed that no mortality and no significant  changes were observed in wellness parameter, body weight, food consumption, and water consumption at 2000 and 5000 mg/kg of body weight for 48 hour and 14 days. Histopathological examination of fraction treated groups showed lesion of hepatic cells. Based on the result of this research, the researcher conclude that LD50 of aqueous fraction of Impatiens balsamina L. was greater than 5000 mg/kg of body weight, which is classified as mild toxic.

Formulasi Gel Pacar Air (Impatiens balsamina Linn.) terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis

Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Directorate of Research and Community Engagement, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acnes vulgaris is a chronic inflammatory disease of sebaceous follicles caused by Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis.The antibacterial activity of Impatiens balsamina L. has been studied for many years. The aims of this study were to find out the antiacne effect from methanolic extract of stems and leaves of Impatiens balsamina L. that were formulated in gel. Simplicia were extracted using soxhlet technique using methanol as solvent. Extracts were then formulated in gel in three variations of HPMC 4000 and Carbopol 934 as gel base with ratio of 70:30 (F1), 50:50 (F2) and 30:70 (F3). The determination of antiacne effect was done using disc diffusion method. Evaluation of physical and chemical properties of those gels includes organoleptic examination, spreadability testing, adhesion testing and pH testing. Data were analyzed using R version 2.14.1 package R-commander. Determination results showed the diameter of inhibition zone from FI, FII and FIII for P.acnes were 6.46 ±0.15 mm; 12.16 ± 0.35 mm; 16.13 ± 0.35mm and for S.epidermidis were 14.5 ± 0.47 mm; 16.56 ± 0.651 mm; 17.13 ± 0.44mm. Analysis results showed that gel of FIII gave optimal antiacne effect, but significantly different from positive control (p<0,05). The evaluation of gel showed that they had homogeny texture, good spreadability and adhesion, as well as the pH compliance.  

UJI TOKSISITAS AKUT FRAKSI N-HEKSAN EKSTRAK METANOL DAUN DAN BATANG Impatiens balsamina Linn. DENGAN PEDOMAN OECD 425

Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman pacar air (Impatiens balsamina Linn.) merupakan tanaman herba yang secara empirik digunakan untuk terapi nyeri tulang, gigitan serangga, peluruh haid dan pencegah kanker pencernaan. Secara empiris, daun pacar air tidak boleh dikosumsi secara langsung karena mengandung racun yang dapat mempengaruhi pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat keamanan dari fraksi n-heksan daun dan batang pacar air sehingga dapat dijadikan acuan untuk penggunaan terapi yang aman. Fraksi n-heksan diperoleh dari ekstraksi cair cair ekstrak metanol daun dan batang pacar air. Hasil penapisan fitokimia dengan uji tabung menyatakan bahwa fraksi n-heksan mengandung senyawa triterpenoid steroid. Uji toksisitas akut dilakukan dengan metode yang diadopsi dari OECD (Organization for economic co-operation and development) nomor 425: Acute Oral Toxicity (Up and Down Procedure). Hasil pengujian Limit Test menyatakan fraksi n-heksan daun dan batang pacar air memiliki nilai LD50 lebih besar dari 5000 mg/kg berat badan tikus. Hingga dosis 5000 mg//kgBB tidak ada tanda-tanda toksik pada sistem mata, respirasi, kelakuan, otonom dan somatomor. Pada dosis 5000 mg/kgBB, fraksi n-heksan juga tidak menyebabkan kematian pada tikus, tidak menyebabkan penurunan berat badan, tidak menyebabkan perubahan makan dan minum yang signifikan. Pemberian fraksi n-heksan pada dosis 2000 mg/kg dapat menyebabkan lesi degenarasi hidropik pada organ hati dan dapat memperparah kerusakan pada organ ginjal pada dosis 5000 mg/kg. Oleh sebab itu, penggunaannya tetap harus diperhatikan. Menurut klasifikasi Loomis, fraksi n-heksan pacar air berada dalam kategori toksik ringan.

Senyawa Aktif Antiinflamasi dari Kulit Batang Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack)

Eksakta: Jurnal Ilmu-Ilmu MIPA VOLUME 12, ISSUE 2, August 2011
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) merupakan salah satu famili Simaroubaceae yang mengandung senyawa kimia dengan aktivitas biologik yang potensial.Penggunaannya di masyarakat selama ini hanya terbatas sebagai aprodisiaka, namun beberapa penelitian menunjukkan ditemukannya senyawa kimia dengan aktivitas sebagai antimalaria, antikanker dan antioksidan. Penelitian ini mengungkapkan adanya senyawa kimia yang bersifat antiinflamasi dengan tinjauan reduksi radang pada kaki tikus yang terinduksi karagenan. Hasil penelitian diperoleh suatu senyawa quassinoid yang bersifat antiinflamasi yaitu eurycomaosida, namun aktivitasnya lebih rendah dibanding indometasin sebagai kontrol positif.   Kata Kunci : Eurycoma longifolia Jack, antiinflamasi, udema, karagenan, quassinoid

EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK METANOL BATANG DAN DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Colonization of Propionibacterium acnes is one of factors that causes acne vulgaris. The present study was conducted to evaluate antiacne effect from cream of methanolic extract from stems and leaves of Impatiens balsamina L. towards Propionibacterium acnes, concentration that gives greatest antiacne effect and to evaluate physical and chemical properties of creams. Simplicia were extracted using soxhlet technique and methanol as solvent. Extract then formulated in cream in three variations of concentration as following 10%(F1), 15%(F2) and 20%(F3). The determination of antiacne effect was done using disc diffusion method. Evaluation of physical and chemical properties of those creams includes organoleptic examination, spreadability, adhesion and pH testing. Determination results showed the diameter of inhibition zone from F1, F2 and F3 were 8,37±2,205; 10,78±2,551; and 17,42±3,029 mm respectively. Analysis results showed that cream of F3 gave significantly greatest antiacne effect compared to F1 and F2 (p<0,05), and not significantly different to the positive control (p>0,05). The evaluation of creams showed that they had homogenous texture, nongreasy, easily washed, spreadability of 10,18±0,285 to 11,55±0,687 cm2, adhesion force of 33,299±2,821 to 60±0 minutes, and pH of 6,07±0,058 to 6,37±0,115, this showed that creams have good physical and chemical properties. Keywords: Antiacne, Impatiens balsamina L. stems and leaves extract, Propionibacterium acnes   ABSTRAK Kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes merupakan salah satu penyebab terjadinya jerawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek antijerawat krim ekstrak metanol batang dan daun pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes, mengetahui konsentrasi krim yang memberikan efek antijerawat yang paling besar serta mengevaluasi sifat fisik dan kimia krim. Simplisia disokletasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak diformulasikan ke dalam sediaan krim dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 10%(F1), 15%(F2) dan 20%(F3). Pengujian efektivitas krim dilakukan dengan metode difusi cakram. Evaluasi sifat fisik dan kimia sediaan krim yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, pengujian daya sebar, daya lekat dan pH. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat krim F1, F2 dan F3 terhadap bakteri masing-masing sebesar 8,37 ± 2,205; 10,78 ± 2,551; dan 17,42 ± 3,029 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa F3 memberikan efek antijerawat yang paling besar dan berbeda signifikan dibandingkan dengan F1 dan F2 (p<0,05) serta tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kontrol positif (p>0,05). Hasil evaluasi menunjukkan sediaan homogen, tidak berminyak, mudah tercuci, memiliki daya sebar sebesar 10,18±0,285 hingga 11,55±0,687 cm2 dan daya lekat sebesar 33,299±2,821 hingga 60±0 menit, serta pH antara 6,07±0,058 hingga 6,37±0,115, menunjukkan bahwa sediaan memiliki sifat fisik dan kimia yang baik. Kata kunci: Antijerawat, ekstrak batang dan daun pacar air, Propionibacterium acnes