Edi Wibowo Kushartono
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang 50275 Telp/Fax. 024-7474698

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Aplikasi Perbedaan Komposisi N, P dan K pada Budidaya Eucheuma cottonii di Perairan Teluk Awur, Jepara Kushartono, Edi Wibowo; Suryono, Suryono; Setiyaningrum, Endah
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 14, No 3 (2009): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.992 KB)

Abstract

Rumput laut (Eucheuma cottonii) merupakan salah satu hasil laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan dalam berbagai bentuk sehingga diperlukan adanya usaha peningkatan produksinya. Studi aplikasi pupuk N, P dan K dengan konsentrasi yang berbeda telah dilakukan pada usaha budidaya rumput laut tersebut melalui eksperimental lapangan, dengan Rancangan Acak Lengkap. Bibit E.cottonii direndam dalam pupuk selama 15 menit sebelum ditanam dengan sistim rakit. Terdapat lima kombinasi komposisi N, P, dan K yaitu 10:55:10; 15:15:15; 46:0:0; 60:20:10; dan  Kontrol (tanpa direndam dalam pupuk). Bobot awal bibit rumput laut adalah 80 gram dan pengamatan pertumbuhan berat mingguan dilakukan selama 5 minggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rerata bobot total dan laju pertumbuhan tertinggi dicapai pada perlakuan perbandingan N,P dan K 60:20:10 yaitu 543,33 gram dan 5,47 % dan yang terendah adalah 326,67 gram dan 4,02 % yang dicapai perlakuan perbandingan N,P dan K  sebesar 10:55:10 Kata kunci : Euchema cottonii, N, P, K, pertumbuhan  Eucheuma cottonii, seaweed, is one of marine products with high economic value which can be seen from increasing market demand. The study of using different commercial fertilizer in seaweed aquaculture is one of possible effort to increase seaweed production. The method used in this research was experimental applying randomized complete design. All samples are deeped for 15 minutes in different composition of NPK fertilizers before cultivated in floating raft method. The treatments are NPK ratio of 10:55:10; 15:15:15; 46:0:0; 60:20:10 and without fertilizer as control. Seaweed mass for cultivation was 80 grams observe at every week during five week. The observation result show that the highest average of total biomass reached and Survival growth rate at NPK ratio treatment 60:20:10 is 543.33 grams and 5,47 % ,and the lowest is 326.67 grams 4,02 % reached by N, P, and K ratio treatment was 10:55:10 Key  words : Euchema cottonii, N, P, K, growth
SEBARAN SEDIMEN DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK PADA SEDIMEN DASAR PERAIRAN PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN Arisa, Raden Roro Putri; Kushartono, Edi Wibowo; Atmodjo, Warsito
Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.175 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengkaji sebaran sedimen, total kandungan bahan organik sedimen dan hubungan nilai sortasi sedimen dengan total kandungan bahan organik pada sedimen dasar perairan pantai Slamaran Pekalongan. Pengambilan sampel dilakukan  pada bulan Mei 2012 dengan menggunakan grab sampler pada 20 stasiun. Sampel sedimen yang diperoleh kemudian dianalisis untuk penentuan besar ukuran butir sedimen dan dilakukan perhitungan statistik sedimen untuk mengetahui sebaran sedimen. Selain itu juga dilakukan analisis total kandungan bahan organik sedimen serta analisis hubungan nilai sortasi sedimen dengan total kandungan bahan organik sedimen. Jenis sedimen dasar yang dominan di perairan pantai Slamaran adalah jenis sedimen pasir lanauan. Dari perhitungan statistik sedimen didapatkan nilai mean sedimen antara 0,093 sampai dengan 0,625, nilai sortasi sedimen antara -0,0951 sampai dengan -0,6243, nilai skewness antara -0,8379 sampai dengan 0,0777 dan nilai kurtosis antara 0,6723 sampai dengan 2,5371. Sedimen dasar pantai Slamaran didominasi oleh kandungan bahan organik berkriteria sedang, yaitu antara 7% - 17%. Dengan kandungan bahan organik terendah sebesar 5,60% dan kandungan bahan organik tertinggi sebesar 20,84%. Dan adanya hubungan antara nilai sortasi sedimen dengan total kandungan bahan organik pada sedimen dasar perairan pantai Slamaran Pekalongan
STUDI KARAKTERISTIK BIOFISIK HABITAT PENELURAN PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PANTAI PALOH, SAMBAS, KALIMANTAN BARAT Putra, Bima Anggara; Kushartono, Edi Wibowo; Rejeki, Sri
Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.89 KB)

Abstract

Penyu hjau (Chelonia mydas) merupakan salah satu fauna yang dilindungi karena populasinya yang terancam punah.Reptil laut ini mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Asia Tenggara.Pantai Paloh merupakan pantai peneluran penyu hijau terpanjang yang ada di Indonesia, dengan total panjang pantai 63 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Pantai Paloh sebagai habitat peneluran penyu hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang pantai lokasi penelitian adalah 15,1 km. Lebar total Pantai Paloh rata – rata 30,12 m (berkisar antara 13 – 40,4 m) dan lebar supratidal 15,27 m (berkisar antara 5,1 – 23,1 m). Kemiringan rata – rata 6,81° (berkisar antara 2,98° - 14,26°). Jenis substrat didominasi oleh jenis pasir sebesar 93,38% dan sisanya debu 5,36% dan liat1,26%. Hasil identifikasi vegetasi tingkat semai di lokasi penelitian ditemukan 9 spesies yakni Ipomoea pes-caprae, Acanthus ilicifolius , Derris trifoliate, Clerodendrominerma, Cyperus rotundus, Scaevola taccada, Pandanus tectorius, Calotropis gigantean, Casuarina equisetifolia. Ukuran panjang karapas rata-rata 97,47 cm (n=19) dengan kisaran antara 88 – 113 cm dan lebar karapas rata – rata 86,68 cm (n=19) yang berkisar antara 77 – 100 cm.
Pengaruh Pemberian Udang Ebi Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tukik Penyu Hijau (Chelonia Mydas) Di Pantai Sukamade Kawasan Taman Nasional Meru Betiri Kabupaten Banyuwangi – Jawa Timur Saputra, Tri; Suryono, Suryono; Kushartono, Edi Wibowo
Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.571 KB)

Abstract

Keberadaan penyu telah lama terancam, baik dari alam maupun kegiatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan tukik Penyu Hijau (Chelonia mydas) usia 4 hari selama masa perawatan 5 minggu. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimental laboratoris. Materi yang digunakan adalah tukik penyu hijau (Chelonia mydas) usia 4 hari. Penelitian dilakukan di Pantai Sukamade Banyuwangi. Pakan yang diberikan berupa udang ebi sebesar 3% dan 8% dari berat biomassa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tukik yang diberi pakan udang ebi dengan konsentrasi 3% memiliki Laju Perumbuhan Spesifik rata-rata 1,429 ± 0,074  lebih kecil daripada tukik yang diberi pakan dengan konsentrasi 8% yang rata-rata 1,630 ± 0,192. Hasil analisis data homogenitas terlihat bahwa nilai signifikansi pada F = 2,952 (p=0,161) atau p > 0,05 maka data bersifat homogen, serta laju pertumbuhan spesifik tukik dengan perlakuan pemberian pakan dengan konsentrasi yang  berbeda menunjukan bahwa nilai F hitung 22,611 > F tabel 0,05 dan atau 0,01. Itu menyatakan bahwa kedua perlakuan berbeda sangat nyata pada signifikan 0,05 dan 0,01.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertumbuhan penyu hijau dipengaruhi oleh pakan yang diberikan pada p<0,01
Komposisi Dan Kelimpahan Udang Penaeid Di Muara Sungai Kalisantren Desa Mangunharjo Tugu Semarang Lestari, Madhu Pinastika Puji; Hartati, Retno; Kushartono, Edi Wibowo
977-2407769
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.308 KB)

Abstract

Sungai Kalisantren yang berada di Desa Mangunharjo, memiliki muara yang kecil yang di tumbuhi vegetasi mangrove Rhizophora sp. dan Avicennnia sp. Di sekitar muara sungai terdapat tambak sebagian terkena abrasi.  Vegetasi mangrove yang didominasi sehingga sangat menunjang untuk daerah pertambakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan udang sungai di muara Sungai Kalisantren Desa Mangunharjo Kecamatan Tugu Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penentuan lokasi sampling dengan purposive sampling method  kemudian pengambilan sampel menggunakan metode kualitatif pada lift net 1,8 X 1,4 m2. Metode pengumpulan data dilakukan dengan Sample Survey Method. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2012 sampai November 2012 di mangrove, sungai, dan tambak dengan dua kali pengulagan tiap sejam sekali. Hasil penelitian ditemukan dua spesies Penaeid di area penelitian yaitu Penaeus merguiensis dan Penaeus monodon. Kelas ukuran dari 0.1.0 sampai 10.1-11 cm. Kelimpahan rata-rata udang Penaeid tertinggi terdapat di sungai pada bulan November 2012 adalah 6,377 ind/m2, dan terendah terdapat di mangrove pada bulan  Oktober 2012 adalah 0,314 ind/m2. Kelimpahan rata-rata udang Penaeus merguiensis tertinggi terdapat pada bulan November 2012 di sungai adalah 4,025 ind/m2. Sedangkan terendah pada bulan November 2012 di mangrove adalah 0,137 ind/m2. Kelimpahan rata-rata udang Penaeus monodon tertinggi yang terdapat di sungai pada bulan November 2012 adalah 2,352 ind/m2. Sedangkan terendah pada bulan Oktober 2012 di mangrove adalah 0,137 ind/m2
Pemberian Pakan Pada Tukik Penyu Hijau (Chelonia mydas Linnaeus, 1758) Di Konservasi Pulau Bangka Kushartono, Edi Wibowo; Ario, Raden; Pramesti, Rini; S, Tiurma; Satriadi, Alfi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 6, No 2 (2017): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v6i2.16557

Abstract

Tingkat keberhasilan hidup tukik menuju dewasa dapat ditentukan dengan pemberian pakan. Rumput laut sebagai pakan tukik telah diujikan pada tukik Penyu Hijau (Chelonia mydas). Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh pemberian rumput laut sebagai pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan tukik Penyu Hijau (C. mydas) selama masa pemeliharaan 4 minggu. Penelitian ini menggunakan Metode eksperimen laboratorium dengan materi tukik usia 4 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tukik yang diberi kombinasi pakan Udang ebi dan Rumput laut Sargassum sp. menunjukkan rerata laju pertumbuhan1,56 ± 0,11 gram lebih besar dari tukik yang diberi kombinasi Pelet dan Rumput laut sebesar 1,47 ± 0,14 gram dan kontrol 0,51 ± 0,57 gram. Perlakuan kombinasi tambahan rumput laut terhadap pakan tukik menunjukan hasil yang signifikan (P 0,05) pada laju pertumbuhan. The existence of turtles on the island of Bangka already slowly becomes extinct as the result of increasing mining activity. Feeding can for the survival of adulthood. The purpose of this study is to determine the affect of combinations of different feed on the growth of Green Turtle (Chelonia mydas) period of 4 weeks. This study use laboratory experimental method with the material used was the green turtle hatchlings around the age of 4 months and was conducted in Bangka Beach, Bangka. Result from the study showed that were given a combination of shrimp and Sargassum sp. show that specific growth rate on average 1,56 ± 0,11 gram bigger than that were given a combination of pellets and Sargassum sp. namely 1,47 ± 0,14 gram and 0,51 ± 0,57 gram control. Specific growth rate feeding treated with different combinations shows 17,17 F count > F table 0,05 and 0,01. It is claimed that the two highly significant treatment on a significant 0,05 and 0,01. 
Analisis Kelayakan Investasi Pada Budidaya Karamba Jala Apung (KJA) Ikan Kerapu Di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara Suryono, Suryono; Azizah, Ria; Kushartono, Edi Wibowo; Ario, Raden; Handoyo, Gentur
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 6, No 2 (2017): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v6i2.16558

Abstract

Kajian Investasi budidaya ikan kerapu di Karimunjawa adalah salah satu usaha guna menumbuhkan promosi investasi di wilayah studi. Kajian ini akan membuat peluang investasi menjadi lebih fokus dan tajam baik dari segi sektor maupun lokasinya, sehingga akan memudahkan investor guna merealisasikan rencana bisnisnya. Studi ini akan memberikan detail informasi kepada investor tentang peluang bisnis pada budidaya ikan kerapu yang sangat layak dilakukan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan wilayah kabupaten Jepara pada umumnya. Metode yang digunakan adalah metode survei. Peluang Investasi dianalisa secara deskriptif. Hasil kajian menunjukan bahwa berdasakan potensi alam, fasilitas infrastruktur produksi, nilai ekonomi serta aspek financial maka kelayakan investasi adalah sangat prospektif dan berpeluang untuk sukses. Analisis financial menunjukan bahwa investasi pada budidaya ikan kerapu di Karimunjawa adalah sangat layak untukdirealisasikan bagi investor. Budidaya ikan kerapu Tikus (Cromileptis altivelis)adalah paling prospektif, dimana nilai Net Present Value (NPV)> 0,yaitu  1,772,764,729,  dan  Profitability Index  (PI) lebih besar dari  1, yaitu 5,543291036.  Payback Periodadalah  2.82 tahun, jika tidak mempertimbangkan nilai uang (Discount Factors) dan 3.65 tahun  jika mempertimbangkan nilai uang. Sedangkan untuk budidaya ikan kerapu bebek(Ephinephelus fuscoguttatus), Net Present Value (NPV)> 0 yaitu  69,938,924, - dan Profitability Index (PI) lebih besar dari 1, yaitu 1,20558783.  (Pay Back Period) adalah  4,13tahun apabila tidak mempertimbangkan nilai uang (Discount Factor), sedangkan apabila mempertimbangkan nilai uang maka menjadi  and 4.64 tahun. Dari analisis yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa meskipun kedua spesies ikan kerapu layak investasi, tetapi ikan kerapu tikuspaling layak investasi, sedangkan ikan kerapu macansebagai produk sampingan investasi, yaitu dengan memanfaatkan sisa pakan yang tidak digunakan dalam budidaya ikan kerapu tikus, sehingga hasilnya akan dapat maksimal. Keseluruhan aspek yang dikaji menunjukan bahwa budiddaya ikan kerapu di Kepulauan Karimunjawa adalah layak investasi. The study of feasibility floating cage culture of grouper fish investment in Karimunjawa is one of the efforts for investment promotion in the studied region. This study will make the investment opportunities become more focus and sharp, both sectoral and location, so it will be easier for investors to execute their investment interest. The purpose of this study, is to provide initial information for investors about business opportunities of grouper fish farming as a very feasible investment opportunities so that can boost the economy of the region and the society of Jepara Regency. The method used in this study was survey  method, descriptive analysiswas conducted to see a of investment opportunities. Based on potential natural resources, location, infrastructure facilities, production, economy value, and financial aspect, the  results of study concluded  that the overall investment is highly prospective and has a fairly high chance to success. The financial analysis showed that investment in grouper fish cultivation in jepara regency is very feasible as a business investment for the investors. Humpback or Polka dot grouper (Cromileptis altivelis) culture is highly prospective and has a fairly high chance. This can be seen from the Net Present Value (NPV) > 0 is equal to 1,772,764,729,  and Profitability Index  (PI) value greater than 1, which is 5,543291036.  While the longer the period the funds invested will return (Payback Period) is 2.82 years if the without considering the time value of money (Discount Factors) and 3.65 years when considering the time value of money. Whereas,  for Brown marbled grouper (Ephinephelus fuscoguttatus), the Net Present Value (NPV) > 0 is equal to  69,938,924, - and Profitability Index (PI) greater than 1, which is 1,20558783. While the longer  period the funds invested will return (Pay Back Period) are 4,13 year if without considering the time value of money (Discount Factors) and 4.64 years when considering the time value of money. From the analysis it can be concluded that all these choices on the investment plan is feasible to run and prospective advantageous. While the best option is an investment plan on investments Humback or Polka Dot grouper (Cromileptis altivelis) cultivation, Brown marbled grouper (Ephinephelus fuscoguttatus) culture whereas it is only a sideline activity and only utilize food wastes are left, so the whole will be able to deliver optimal results in grouper culture.All examined aspects of Grouper cultivation in karimunjawa  gave results that investment activity  is able to be executed. The financial analysis shows that investment in grouper fish cultivation in jepara regency is very feasible to be a business investment for the investors.
Model Pertumbuhan Dan Status Sumberdaya Panulirus homarus Di Cilacap, Jawa Tengah Baskoro, Maulvi Didit; Kushartono, Edi Wibowo; Irwani, Irwani
Journal of Marine Research Vol 8, No 1 (2019): Journal of Marine Research
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lobster pasir (Panulirus homarus) merupakan salah satu jenis lobster yang banyak di temukan di perairan Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai bulan Februari 2018 dengan lokasi pengambilan sampel di Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC), di Perairan Cilacap Penelitian ini melihat bagaimana model pertumbuhan, dan status sumberdaya, mulai dari Von Bertalanffy, CPUE dan MSY. Estimasi parameter pertumbuhan lobster pasir (Panulirus homarus) dihitung dengan aplikasi Fisat II. Didapatkan hasil model pertumbuhan lobster pasir ( L∞ = 93.66 cm , K = 0.780 dan t0 -1.0950 mm). Hasil CPUE didapatkan persamaan, nilai linier sebesar  y = -0.0002 + 0.0965 x, nilai R2= 0,09443 untuk data lima tahun ke belakang terhitung dari 2012 sampai 2016 dalam upaya penangkapan (Panulirus sp.). Analisa Maximum sustainable yield (MSY) di lakukan untuk mengetahui besarnya potensi lestari Panulirus sp. dengan registrasi linier y-0.0002x + 0.965. Pendugaan MSY dan upaya penangkapan Foptimum diperoleh dengan 2412 trip dan nilai MSY 1164.031. Produksi Panulirus sp. di tahun 2016 – 2017 di Perairan Cilacap mengalami kenaikan, pada tahun 2016 terjadi kenaikan di bulan Februari, Maret, April dan Desember. Sedangakan pada tahun 2017 terjadi kenaikan di bulan Maret dan Oktober. Kenaikan ini dikarenakan musim lobster berada di bulan Oktober hingga Februari. Perubahan iklim dan penangkapan yang melebihi batas akan berpengaruh terhadap ukuran dan stok Panulirus sp. di alam. The Spiny lobster (Panulirus homarus) is one species of lobster that is widely found in Indonesian. This research was conducted on November 2017 until February 2018 the sample locations at the Cilacap (PPSC), which observed  the growth of models, and the status of resources, regretion Von Bertalanffy Growth function CPUE and MSY. The estimated growth parameters of sand lobster (Panulirus homarus) were  calculated using Fisat II application. The results of the spiny lobster  growth  model were obtained (L∞ = 93.66 cm, K = 0.780 and 0 -1.0950 mm). The CPUE results were obtained equations, linear values of y = -0.0002 + 0.0965 x for five years data from 2012 to 2016 . The Maximum Sustainable Yield (MSY) analysis was carried out to determine the magnitude of the sustainable potential of Panulirus sp. within linear  y-0.0002x + 0.965. The MSY values 1164,031 estimation and (Foptimum) fishing effort were 2.412 trips and MSY values 1164,031. The  production of Panulirus sp. start from  2016 to 2017 in the Cilacap has increased, the fact in 2016 there was an increase on February, March, April and December, while in 2017 there was an increase on March and October. So that the increase due to the lobster season being in October to February.  In addition, climate alteration and capture exceed the effect of  size and stock of Panulirus sp.
Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) Dalam Sarang Semi – Alami Dengan Kedalaman Yang Berbeda Di Pantai Sukamade, Banyuwangi, Jawa Timur Kushartono, Edi Wibowo; E, CB. Ronaldi Chandra; Hartati, Retno
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 2 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.312 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i2.839

Abstract

One of the conservation efforts undertaken to protect the green turtle (C. mydas L.) is by relocation of the nest where the eggs are removed from natural to semi-natural hatchery. The depth of proper needed to achieve the maximum level of hatching and emergence success.The purpose of this research that is to know the level of hatching catch and the emergence success of a nest at a different depth. The methods that used is an experimental research. Treatment that given is the different depth of nest with the green turtle as repetition. The depth of treatment is in 40 cm, 60 cm, and 80 cm, the amount of eggs is 30 eggs in each nest. Measurement and observation environmental conditions carried out during the incubation period. Observation the emergence of hatchlings started in day 50 of the incubation. Nest destruction was conducted on the 66th day incubation then eggs that failed to hatch were manually disected. The results showed that the levels of different depths does not effect the temperature inside the nest and hatching success, but the effect on the success rate of appearance. hatching success at all depths ranging between 93,33% - 94.44% (the same height), but increasingly in the depth of the nest success rate of appearance tends to decrease. Figures shown good appearance at a depth of 40 cm (86.67%), followed by 60 and 80 cm depth is 64.44% and 48.89% (sequential). The results of visual observations of the morphometry and performance lokomotori, hatchlings hatched at a depth of 60 and 80 cm better than hatchlings hatched at a depth of 40 cm both in the size and aggressiveness lokomotori swing flipper.  Salah satu usaha konservasi yang dilakukan untuk melindungi Penyu hijau (Chelonia mydas L.) yaitu dengan tindakan relokasi yang mana telur dipindahkan dari sarang alami ke tempat penetasan semi alami. Kedalaman yang tepat dibutuhkan untuk mendapatkan tingkat penetasan dan keberhasilan kemunculan yang maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat keberhasilan penetasan dan keberhasilan kemunculan pada kedalaman sarang yang berbeda. Metode yang dipakai dalam penelitian adalah experimental research dengan 3 perlakuan yaitu penanaman telur penyu hijau pada kedalaman 40, 60 dan 80 cm, dengan kepadatan 30 butir telur setiap sarang. Pengukuran dan pengamatan kondisi lingkungan juga dilakukan selama masa inkubasi. Pengamatan munculnya tukik mulai dilakukan pada hari ke 50 masa inkubasi.  Pembongkaran sarang dilakukan pada hari ke 66 masa inkubasi kemudian dilakukan pembedahan secara manual untuk mengamati telur yang gagal menetas. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa tingkat kedalaman yang berbeda tidak berpengaruh terhadap suhu dalam sarang dan keberhasilan penetasan, tetapi berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan kemunculan. Angka keberhasilan penetasan pada semua kedalaman berkisar antara 93,33% - 94,44% (sama-sama tinggi), namun semakin dalam tingkat kedalaman sarang tingkat keberhasilan kemunculan cenderung mengalami penurunan. Angka kemunculan yang baik ditunjukkan pada kedalaman 40 cm (86,67%), diikuti kedalaman 60 dan 80 cm yaitu 64,44% dan 48,89% (secara berurut). Hasil pengamatan secara visual terhadap morfometri dan performa lokomotori, tukik yang ditetaskan pada kedalaman 60 dan 80 cm lebih baik dibandingkan tukik yang ditetaskan pada kedalaman 40 cm baik dari ukuran maupun lokomotori agresifitas ayunan  flipper.