This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keolahragaan
B.M. Wara Kushartanti
Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

MODIFIKASI PERMAINAN SEPAKBOLA BAGI SISWA SMA PENDERITA ASMA Wibowo, Antonius Tri; Kushartanti, B.M. Wara
Jurnal Keolahragaan Vol 1, No 2: September 2013
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.782 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modifikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA penderita asma. Modifikasi permainan sepakbola diharapkan dapat digunakan oleh guru olahraga dalam pembelajaran di sekolah-sekolah yang memiliki siswa berpenyakit asma dan menjadi alternatif bagi siswa SMA yang menderita penyakit asma yang tertarik untuk bermain sepakbola. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan mengadaptasi langkah-langkah penelitian pengembangan menurut Borg & Gall (1983, p.775) sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi di lapangan, (2) melakukan analisis terhadap informasi yang telah dikumpulkan, (3) mengembangkan produk awal (draf awal), (4) validasi ahli dan revisi, (5) uji coba lapangan skala kecil dan revisi, (6) uji coba lapangan skala besar dan revisi dan (7) pembuatan produk final. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap siswa SMA Kolese De Britto kelas X dan kelas XI yang menderita sakit asma sebanyak 13 siswa. Uji coba skala besar dilakukan di tempat yang sama dengan jumlah siswa 13 siswa yang berbeda pada saat skala kecil yang menderita asma. Hasil penelitian yaitu berupa modifikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA penderita asma dengan perubahan ukuran lapangan, jumlah gawang disertai bentuk gawang, ukuran bola, jumlah pemain dan aturan bermain. Dari hasil penilaian para ahli, dapat ditarik kesimpulan bahwa modifikasi permainan sepakbola bagi siswa SMA penderita asma sangat baik dan efektif sebagai sarana alternatif olahraga bagi penderita asma yang ingin bermain sepakbola dan sebagai terapi asma.  DEVELOPING VOLLEYBALL LEARNING MODELS FOR STUDENTS OF UPPER CLASS OF ELEMENTARY SCHOOLSAbstract The main aims of this study are to create a modified soccer games for Atsmatic  highschool  students. The modified game hopefully can be an alternative way for sport teacher to teach soccer for Asthmatic students and make the student interested in playing it. This study was research and development type by adapting Borg & Gall’s (1983: 775) procedur of R&D research as follows: (1) data collection, (2) data analysis, (3) first draft product development, (4) expert validation and revision, (5) small scale product testing and revision, (6) large scale product testing and revision, and (7) final product development. Small scale product testing was done in Kolese De Britto Highschool, with 13 asthmatic students, class X and XI. The results of the study is a modul of modified soccer for asthmatic Highschool Students. From the expert judgement, it can be seen that the modified soccer game is good and effective for atsmatic students who want to paly soccer and can be used as theraphy. The modified game can be an alternative way for sport teacher to teach soccer for asthmatic students and make the student interested in playing it. Keywords: soccer, asthma.
PENGARUH LATIHAN FARTLEK DENGAN TREADMILL DAN LARI DI LAPANGAN TERHADAP DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI Kurnia, Maya; Kushartanti, B.M. Wara
Jurnal Keolahragaan Vol 1, No 1: April 2013
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.997 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan pengaruh dari latihan fartlek dengan treadmill, latihan fartlek dengan lari di lapangan, dan kapasitas vital paru terhadap daya tahan kardiorespirasi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen faktorial 2 x 2. Data dikumpulkan menggunakan tes daya tahan kardiorespirasi (tes Cooper 12 menit), dihitung jarak maksimal yang dapat ditempuh dalam waktu 12 menit tersebut. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Ada perbedaan daya tahan kardiorespirasi antara kelompok latihan fartlek dengan treadmill dan kelompok latihan fartlek dengan lari di lapangan. Daya tahan kardiorespirasi kelompok latihan fartlek dengan lari di lapangan menunjuk-kan pengaruh lebih baik dibandingkan kelompok latihan fartlek dengan treadmill. (2) Ada perbedaan daya tahan kardiorespirasi kelompok kapasitas vital paru tinggi dan kapasitas vital paru rendah. Daya tahan kardiorespirasi kelompok kapasitas vital paru tinggi menunjukkan pengaruh lebih baik dibandingkan kelompok kapasitas vital paru rendah. (3) Tidak ada interaksi antara latihan fartlek dengan treadmill, latihan fartlek dengan lari di lapangan, dan kapasitas vital paru terhadap daya tahan kardio-respirasi. Kelompok yang berlatih fartlek dengan lari di lapangan dan mempunyai kapasitas vital paru rendah, kelompok yang berlatih fartlek dengan treadmill dan mempunyai kapasitas vital paru tinggi, dan kelompok yang berlatih fartlek dengan lari di lapangan dan mempunyai kapasitas vital paru tinggi tidak berbeda signifikan. THE EFFECT OF FARTLEK EXERCISE WITH TREADMILL AND RUNNING ON RESPIRATORY ENDURANCEAbstract The objective of this study is to reveal the effect of fartlek with treadmill, running, and vital lung capacity on respiratory endurance. The study used the experiment factorial 2x2 block design. The data were collected using the respiratory endurance test (using the twelve minutes by Cooper’s test) with maximal distance which can be taken within twelve minutes. The results of this study are as follows: (1) There is a difference in respiratory endurance between those who were involved in fartlek with treadmill with those who ran. The respiratory endurance is better for those who ran than those who used treadmill. (2) There is a difference in respiratory endurance between those who have low vital lung capacity with those who have high vital lung capacity. The respiratory endurance is better for those who have high vital lung capacity than those who have low vital lung capacity. (3) There is no interaction between those who were involved in fartlek with treadmill, running, and vital lung capacity in respiratory endurance. Members who were involved in fartlek with ran and have low vital lung capacity, who were involved in fartlek with treadmill and have high vital lung capacity, and who were involved in fartlek with ran and have high vital lung capacity is not different significance. Keywords: fartlek training, vital lung capacity, respiratory endurance.
PENGARUH DIAYOGAROBIK DAN KGD AWAL TERHADAP KAPASITAS FISIK DAN KIMIAWI DARAH PENDERITA DM TIPE 2 Imawati, Intan; Kushartanti, B.M. Wara
Jurnal Keolahragaan Vol 2, No 2: September 2014
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.426 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh latihan diayogarobik terhadap kapasitas fisik dan kimiawi darah, (2) perbedaan pengaruh latihan diayogarobik terhadap kapasitas fisik dan kimiawi darah antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah awal di bawah 250 mg/dl dan di atas 250 mg/dl. Metode penelitian ini adalah eksperimen. ata penelitian ini diperoleh melalui tes dan pengukuran terhadap fleksibilitas dengan menggunakan fleksometer, kekuatan otot lengan dengan Push & Pool Dinamometer, kekuatan otot tungkai dengan Leg & Back Dinamometer, serta kadar glukosa darah dan kadar kolesterol darah dengan Glukometer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) diayogarobik terbukti dapat meningkatkan kapasitas fisik dan menurunkan kimiawi darah secara signifikan. (2) a. tidak ada perbedaan pengaruh peningkatan kapasitas fisik yang signifikan antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah <250 mg/dl dan >250 mg/dl, (2) b. ada perbedaan pengaruh penurunan kadar glukosa darah yang signifikan antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah <250 mg/dl dan > 250 mg/dl, dengan penurunan yang lebih tinggi yaitu kadar glukosa darah >250 mg/dl, (2) c. tidak ada perbedaan pengaruh penurunan kadar kolesterol darah yang signifikan antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kadar glukosa darah < 250 mg/dl dan >250 mg/dl. Latihan diayogarobik memberikan pengaruh yang baik terhadap peningkatan kapasitas fisik dan penurunan kimiawi darah. Kata Kunci: Latihan diayogarobik, kadar glukosa darah, kapasitas fisik, kimiawi darah, diabetes mellitus tipe 2.
Efektivitas massage frirage dan kombinasi back massage-stretching untuk penyembuhan nyeri pinggang Utomo, Ardi; Kushartanti, B.M. Wara
Jurnal Keolahragaan Vol 7, No 1: April 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.816 KB) | DOI: 10.21831/jk.v7i1.20549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) pengaruh jenis perlakuan massage frirage dan kombinasi back massage-stretching untuk penyembuhan nyeri pinggang, (2) pengaruh kondisi cedera akut dan kronis terhadap penyembuhan nyeri pinggang, dan (3) interaksi jenis perlakuan dengan kondisi cedera terhadap penyembuhan nyeri pinggang yang ditunjukkan peningkatan ROM pinggang pada pasien Physical Therapy Clinic Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (PTC FIK UNY). Penelitian ini adalah eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2, dengan menggunakan tes awal dan tes akhir. Subjek penelitian ini adalah 40 orang pasien klinik PTC yang mengalami nyeri pinggang kronis maupun akut akibat aktivitas kerja yang berjenis kelamin laki-laki usia 25-50 tahun. Instrumen pengumpulan data pengukuran terhadap ROM menggunakan goniometer dan tingkat nyeri menggunakan skala nyeri rating scale. Analisis data menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Terdapat pengaruh jenis perlakuan massage frirage dan kombinasi back massage-stretching untuk penyembuhan nyeri pinggang yang ditunjukkan peningkatan ROM pinggang pada pasien PTC FIK UNY. (2) Terdapat pengaruh kondisi cedera akut dan kronis terhadap penyembuhan nyeri pinggang yang ditunjukkan peningkatan ROM pinggang pada pasien PTC FIK UNY. (3) Terdapat interaksi jenis perlakuan dengan kondisi cedera terhadap penyembuhan nyeri pinggang yang ditunjukkan peningkatan ROM pinggang pada pasien PTC FIK UNY. Hasil analisis diketahui masase frirage lebih baik untuk menyembuhkan nyeri pinggang akut sedangkan kombinasi back massage-stretching lebih baik untuk menyembuhkan nyeri pinggang kronis. The effectiveness of frirage massage and back massage stretching in the healing pain AbstractThis study aims to reveal: (1) the effect of frirage massage treatment and combination of back massage-stretching on healing waist pain, (2) the effect of acute and chronic injury conditions on the healing of low back pain, and (3) the interaction of the type of treatment and injury condition to the healing of waist pain as shown by the improvement of ROM pain the patients of Physical Therapy Clinic (PTC) FIK UNY. This research was an experiment with the factorial design 2 x 2, by using preliminary test (pre-test) and final test (post-test). The subjects were 40 patients of PTC who experienced chronic and acute waist pain due to work activities, whose ages ranged from 25 to 50 years old. The data collection instrument was a measurement test. The data analysis used the two-way ANOVA Test. The results were as follows. (1) There was an effect of frirage massage treatment type and the combination of back massage-stretching on healing waist pain as shown by the improvement of ROM pain. (2) There an effect of acute and chronic injury condition on the healing of waist pain as shown by the increase of ROM pain. (3) There was an interaction between the type of treatment and the condition of injury on the healing of waist pain as shown by the increase of ROM pain.