Articles

Found 27 Documents
Search

KERAGAMAN DAN KELIMPAHAN MUSUH ALAMI HAMA PADA HABITAT PADI YANG DIMANIPULASI DENGAN TUMBUHAN BERBUNGA Kurniawati, Nia
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.771 KB) | DOI: 10.22146/ipas.6175

Abstract

Penelitian lapangan secara terbatas telah dilakukan untuk mengetahui dampak keberadaan tumbuhan berbunga pada kelimpahan dan keragaman artropoda termasuk serangga musuh alami padi. Dua perlakuan, yaitu ditambah tumbuhan berbunga dan tanpa tumbuhan berbunga diaplikasikan di lahan penelitian Fakultas Pertanian UGM di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, dan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan berbunga meningkatkan keragaman artropoda termasuk serangga musuh alami secara signifikan, serta memberikan hasil padi yang cenderung lebih tinggi, di samping juga mampu menurunkan insiden serangan hama, misalnya penggerek batang padi.Kata Kunci : tumbuhan berbunga, musuh alami, keragaman, kelimpahan
The praxis of digital literacy in the EFL classroom: Digital-immigrant vs digital-native teacher Kurniawati, Nia; Maolida, Elis Homsini; Anjaniputra, Agung Ginanjar
Indonesian Journal of Applied Linguistics Vol 8, No 1 (2018): Vol. 8 No. 1, May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijal.v8i1.11459

Abstract

Myriads of theories account for the primacy of digital literacy on ELT as the demand of the 21st century, yet studies on digital media literacy of distinct English teacher generations are thin on the ground. Thus, this descriptive qualitative study investigated the utilization of digital literacy in the EFL classroom of senior high school teachers from two generations (digital immigrant and digital native) and their students’ responses to the use of digital media in the English classroom in Indonesia. Three instruments were utilized including classroom observations, questionnaires, and interviews. Following ACOT’s (Apple Classroom of Tomorrow) framework, the findings show that both teachers were at the adaptation stage in terms of digital literacy and this was reflected on the utilization of digital media in assisting students’ learning. Yet, the digital-immigrant teacher appeared to be practically more adept in the implementation of digital media. As for the second issue, the students responded positively to the use of digital technology by the teachers to make English class more fun and comprehensible. However, when it comes to an ideal teacher, the students still considered good characters as the main criteria for an ideal teacher. Technology does support teachers in delivering the materials, but the way they behave and treat the students still also plays crucial part in maintaining a good relationship between teachers and students. The results show that the English teachers need to develop their digital literacy to keep up with the current demand to be professional English teachers in the digital era.
BILINGUALISM IN TEACHING MATHEMATICS TO YOUNG LEARNERS IN EFL SETTING Kurniawati, Nia
Jurnal Vidya Karya Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study tried to investigate the practice in teaching mathematics through English to young learners in EFL setting in a private elementary school in Cianjur. This study was conducted as an effort to find out the fact behind the practice of using English as instruction language at school especially at International Standard School. The findings revealed that in practice the concept of bilingual teaching was not done properly. The activity was dominantly in Indonesia while English was used only at the beginning to introduce the students to new mathematics terms in English. While the text book and exercise book are written in English, the test is in Indonesia. Most students considered it difficult to understand mathematics in English. However, from the questionnaires it was found that the students’ attitude toward their native and national language is not positive. Most of them see English as the most important and prestigious language. In contrary, Sundanese is considered less popular and the most difficult language for them
PEMODELAN KONSEP FUNDAMENTAL REPOSITORI INSTITUSI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK ZACHMAN Kurniawati, Nia; Mustafa, Badollahi; Ardiansyah, Firman; Mulyani, Eko Sri
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai perpustakaan perguruan tinggi negeri terus berupaya menghimpun konten lokal berupa karya ilmiah sivitas akademika dalam format hardcopy dan softcopy. Koleksi softcopy dalam format pdf belum diintegrasikan ke dalam sistem informasi perpustakaan. Koleksi tersebut, akan terus bertambah terdokumentasi secara fisik dan hanya dapat diakses di perpustakaan. Oleh sebab itu, perlu dukungan repositori institusi. Kajian ini bertujuan membuat pemodelan konsep fundamental repositori institusi menggunakan pendekatan framework Zachman. Kajian ini merupakan peneliltian analisis deskriptif dengan tool framework Zachman dan rules of fulfilling dari Pereira and Sousa. Hasil penelitian berupa suatu model konsep fundamental repositori institusi untuk diterapkan dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah ada di Untirta.
Kontribusi Higiene Mulut terhadap Timbulnya Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG) (Survei Epidemiologi di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat) Mirna, Diana; Oktavianti, Linda; Kurniawati, Nia; Subita, Gus Permana
Journal of Dentistry Indonesia Vol 12, No 2 (2005): August
Publisher : Faculty of Dentistry, University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1962.376 KB) | DOI: 10.14693/jdi.v12i2.861

Abstract

This analytical epidemiological survey was aimed to investigate the correlation between oral hygiene and the onset of an infectious, necrotic, ulcerative disease called acute necrotizing ulcerative gingivitis (ANUG). The study involved 319 elementary school children consisting of 163 (52%) male and 156 (48%) female pupils from Kecamatan Pacet, Cianjur, WestJawa. Samples were chosen by stratified simple random sampling. The obtained data were analyzed with Bivariant Test (Chi2Ttest), and the results showed a quite high prevalence of ANUG, aboout 15.3% in total and consisting 9% male and 6.3% female subjects. The correlation between oral hygiene and the onset of ANUG was found to be significant (p<0.05). It was concluded that oral hygiene has an important contribution to the onset of ANUG.
Pembelajaran Akidah Akhlak dan Korelasinya Dengan Peningkatan Akhlak al-Karimah Peserta Didik Ginanjar, Muhammad Hidayat; Kurniawati, Nia
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.379 KB) | DOI: 10.30868/ei.v6i12.181

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pembelajaran akidah akhlak dan korelasinya dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami, yang berlokasi di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peneliti mengidentifikasi masalah penelitian terkait pembelajaran akidah akhlak dan korelasinya dengan peningkatan akhlak mulia peserta didik. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dan survey, melalui teknik pengumpulan data melalui angket terhadap 70 peserta didik sebagai populasi objek penelitian. Unit analisis adalah peserta didik Kelas X dan XI Tahun Pelajaran 2016/2017. Skor yang diambil adalah nilai rata-rata pembelajaran akidah akhlak dan nilai rata-rata peningkatan akhlak karimah peserta didik.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) yaitu analisis statistik deskriptif dan inferensial. Dari hasil penelitian teridentifikasi bahwa pembelajaran akidah akhlak berkorelasi secara positif dengan peningkatan akhlak mulia (al-karimah) peserta didik. Korelasi antara variabel X (pembelajaran akidah akhlak) dengan variabel Y (peningkatan akhlak karimah) katagori cukup atau sedang yang berada pada rentang 0,90 sampai 1.00 setelah dikonsultasikan antara nilai “r” product moment pada taraf signifikansi 5% dan 1% dari nilai XY lebih besar dari nilai t tabel, sehingga hipotesa alternatif diterima dan hipotesa nihil ditolak. Ini berarti korelasi antara pembelajaran aqidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik di Madrasah Aliyah Shautul Mimbar Al-Islami  Tenjolaya Bogor berkorelasi positif dan meyakinkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dirokemendasikan kepada pengelola sekolah untuk mengoptimalkan pembelajaran akidah akhlak agar peserta didiknya dapat mencapai tujuan pembelajaran secara lebih efektif dan menghasilkan output yang berkualitas salah satunya terwujud pada peningkatan akhlak karimah, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Kata Kunci :Pembelajaran, Akidah Akhlak, Peningkatan Akhlak.
BILINGUALISM IN TEACHING MATHEMATICS TO YOUNG LEARNERS IN EFL SETTING Kurniawati, Nia
Vidya Karya Jurnal Kependidikan Vol 27, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Vidya Karya Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study tried to investigate the practice in teaching mathematics through English to young learners in EFL setting in a private elementary school in Cianjur. This study was conducted as an effort to find out the fact behind the practice of using English as instruction language at school especially at International Standard School. The findings revealed that in practice the concept of bilingual teaching was not done properly. The activity was dominantly in Indonesia while English was used only at the beginning to introduce the students to new mathematics terms in English. While the text book and exercise book are written in English, the test is in Indonesia. Most students considered it difficult to understand mathematics in English.  However, from the questionnaires it was found that the students’ attitude toward their native and national language is not positive. Most of them see English as the most important and prestigious language. In contrary, Sundanese is considered less popular and the most difficult language for them.
Peran Tumbuhan Berbunga sebagai Media Konservasi Artropoda Musuh Alam Kurniawati, Nia; Martono, Edhi
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.776 KB) | DOI: 10.22146/jpti.16615

Abstract

Flowering plants are plants with the ability to attract a lot of insects and other plant-loving organisms, as they possess various functions for these organisms, for instance as feed sources, ovipositions’ sites, or hiding places out of danger (refugia). Their varied functions make flowering plants to play important roles as special habitats for insects and other organisms. Their presence needs to be considered especially in agricultural land where the dominant planting pattern is monoculture, such as rice fields. The presence of flowering plants themselves will invite many different organisms playing their parts not only as herbivores, but also as natural enemies, pollinators and other ecologically important organisms. The faunal diversity stimulated by flowering plants will create more stable ecosystem, which in turn will keep the ecosystem components’ balance in check. The presence of flowering plants are therefore essential to the conservation of natural enemies in some particular ecosystem, such as agroecosystem. INTISARITumbuhan berbunga merupakan tumbuhan yang berkemampuan memikat banyak serangga dan jasad pemanfaat tumbuhan lainnya, dan memiliki banyak manfaat bagi jasad-jasad ini, misalnya sebagai sumber pakan maupun tempat perhentian (untuk meletakkan telur atau menyembunyikan diri dari bahaya). Fungsi yang beragam ini menyebabkan pentingnya memperhatikan tumbuhan berbunga sebagai habitat khusus bagi serangga dan jasad lainnya, terutama di pertanaman yang selama ini dominan sebagai ekosistem monokultur, misalnya pertanaman padi. Adanya tumbuhan berbunga akan mengundang berbagai jenis jasad yang dalam ekosistem tersebut memiliki bermacam-macam peran selain sebagai herbivora, misalnya sebagai musuh alami, polinator atau fungsi ekologis lainnya. Keberagaman fauna karena adanya tanaman berbunga akan menyebabkan terbentuknya ekosistem yang lebih stabil, yang pada gilirannya akan menjaga terjadinya keseimbangan komponen ekosistem. Kehadiran tumbuhan berbunga dengan demikian sangat penting untuk melestarikan populasi musuh alami di suatu ekosistem seperti agroekosistem. 
Keragaman dan Kelimpahan Musuh Alami Hama pada Habitat Padi yang Dimanipulasi dengan Tumbuhan Berbunga Kurniawati, Nia
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.771 KB) | DOI: 10.22146/ipas.6175

Abstract

Penelitian lapangan secara terbatas telah dilakukan untuk mengetahui dampak keberadaan tumbuhan berbunga pada kelimpahan dan keragaman artropoda termasuk serangga musuh alami padi. Dua perlakuan, yaitu ditambah tumbuhan berbunga dan tanpa tumbuhan berbunga diaplikasikan di lahan penelitian Fakultas Pertanian UGM di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, dan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan berbunga meningkatkan keragaman artropoda termasuk serangga musuh alami secara signifikan, serta memberikan hasil padi yang cenderung lebih tinggi, di samping juga mampu menurunkan insiden serangan hama, misalnya penggerek batang padi.Kata Kunci : tumbuhan berbunga, musuh alami, keragaman, kelimpahan
MENGAKSES DAN MEMONITOR KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Kurniawati, Nia
PRISMA Vol 7, No 1 (2018): Jurnal PRISMA Volume VII, No 1 tahun 2018
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu fokus dalam pembelajaran matematika. Melalui pembelajaran matematika, siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang sikap dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas V SD Negeri Jambudipa I dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif ini dipilih karena, lebih sensitif dan adaftif terhadap peran dan pengaruh yang ditimbulkan, disamping itu peneliti mencoba menggali, mengeksplorasi, menggambarkan serta mengembangkan bagaimana pengetahuan itu dibentuk maka peneliti menggunakan penelitian kualitatif, dengan metode Grounded Theory. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Jambudipa I, yang terletak di komplek Lapang Jagaraksa Desa Jambudipa Kecamatan warungkondang Kabupaten Cianjur. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian dua orang tenaga pengajar (guru kelas V) dan siswa. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V A dengan jumlah siswa 35 orang, terdiri dari 15 laki –laki dan 20 perempuan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari perencanaan pembelajaran guru sudah terbiasa membuatnya, untuk menggungkap kemampuan berpikir kreatif matematis guru mengunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) juga menngunakan berbagai alat peraga yang diharapkan mampu menjembatani kemunculan berpikir kreatif matematis. Adapun indikator dari berpikir kreatif matematis adalah; kemapuan berpikir lancar, kemampuan berpikir luwes, kemampuan berpikir orisinal, kemampuan merinci dan kemampuan mengevaluasi. Dalam kegiatan pembelajaran siswa terlihat antusias, dan senang ketika mengikuti pelajaran, ini dikarnakan cara mengajar guru yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya / konvensional. Kata Kunci: pembelajaran, pendidikan, berpikir kreatif matematis