Articles

Found 38 Documents
Search

KARAKTERISTIK KIMIA CAVIAR NILEM DALAM PERENDAMAN CAMPURAN LARUTAN ASAM ASETAT DENGAN LARUTAN GARAM SELAMA PENYIMPANAN SUHU DINGIN (5-10ºC)

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.582 KB)

Abstract

Caviar adalah produk perikanan yang terbuat dari telur ikan yang direbus dalam larutan garam 5%. Caviar tidak hanya terbuat dari telur ikan laut tetapi juga dapat berasal dari telur ikan air tawar misalnya telur ikan nilem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia caviar nilem dalam perendaman campuran larutan asam asetat dengan larutan garam selama penyimpanan suhu dingin (5°C-10°C). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang terdiri atas empat perlakuan. Pengamatan dilakukan terhadap kadar TVB (Total Volatile Base) dan derajat keasaman (pH) pada penyimpanan hari ke-0, ke-7, ke-14, ke-21 dan ke-28. Hasil penelitian menunjukan bahwa  semakin tinggi konsentrasi larutan garam yang dicampurkan dengan larutan asam asetat 0.3% maka peningkatan kadar TVB akan semakin lambat. Caviar nilem dalam perendaman campuran larutan asam asetat 0.3% dan larutan garam 15% pada akhir penelitian (penyimpanan hari ke-28) memiliki kadar TVB sebesar 29.23 mgN/100 g dan pH 4.4.

Pengaruh Penambahan Yoghurt sebagai Sumber Bakteri Asam Laktat Terhadap Karakteristik Mikrobiologi pada Bekasam Ikan Nila

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan yoghurt sebagai sumber bakteri asam laktat terhadap karakteristik mikrobiologis bekasam ikan nila. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran pada Bulan Juni 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan metode eksperimental dengan 5 perlakuan berdasarkan bobot ikan nila (b/b), yaitu tanpa penambahan yoghurt (0%), penambahan yoghurt 7,5%, 15%, 22,5%, dan 30%. Variabel yang diamati terdiri dari karakteristik mikrobiologis (jumlah total mikroba dan jumlah koloni bakteri asam laktat) dan pengukuran derajat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekasam ikan nila dengan penambahan yoghurt sebesar 22,5% dari bobot ikan nila dapat menghasilkan koloni bakteri asam laktat yang optimum yaitu 1,6 x 107 dan total mikroba sebesar 1,9 x 108 serta dapat menurunkan pH sebesar 5,8 hingga akhir fermentasi hari ke-7. 

STUDI PEMANFAATAN LARUTAN BIJI PALA SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI TERHADAP TINGKAT KEMUNDURAN MUTU KIMIA IKAN BANDENG PADA PENYIMPANAN SUHU RENDAH (5-10C)

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan biji pala terbaik sebagai pengawet alami terhadap kemunduran mutu  masa simpan ikan bandeng pada penyimpanan suhu rendah. Penelitian ini di lakukan pada bulan September 2012 di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran dan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif  dengan lima perlakuan, yaitu perendaman ikan bandeng dengan konsentrasi larutan biji pala 0% (kontrol), 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5%. Pengamatan dilakukan pada penyimpanan hari ke- 1, 3, 4, 6, 7, 8, 10, 11, dan 12. Variabel yang diamati terdiri dari Total Volatile Base (TVB) dan derajat keasaman (pH). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan larutan biji pala dengan perendaman konsentrasi 0,2% hingga 0,5% dapat memperpanjang masa simpan ikan bandeng. Masing–masing perlakuan memiliki nilai TVB masih dibawah standar penerimaan lebih rendah dari 30 mg N/100 g dengan konsentrasi 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5% hingga hari ke-12. Ikan bandeng memiliki karakteristik nilai pH yang rendah pada perendaman larutan biji pala konsentrasi 0,2% dan 0,3% sebesar yaitu 6,80.

PEMBERIAN PROBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) PADA PENDEDERAN II

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.674 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik ”Raja Lele” pada pakan komersil terhadap pertumbuhan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan konsentrasi penambahan probiotik yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan probiotik, perlakuan dengan penambahan probiotik sebanyak 2 ml/kg pakan,  4 ml/kg pakan, 6 ml/kg pakan dan penambahan probiotik sebanyak 2 ml/kg pakan tanpa sipon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan laju pertumbuhan harian ikan lele sangkuriang berbanding lurus dengan penambahan probiotik. Probiotik sebesar 6 ml/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan harian dan efisiensi pemberian pakan sebesar 3,12% dan 43,93%, sedangkan tanpa penambahan probiotik memberikan laju pertumbuhan harian dan efisiensi pemberian pakan sebesar 2,04% dan 31,65%.

Pengaruh Substitusi Madu Terhadap Tingkat Kesukaan Dendeng Slice Nila Merah

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi substitusi madu terbaik pada dendeng slice nila merah terhadap tingkat kesukaan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan lima perlakuan, yaitu substitusi gula dengan madu sebesar 0%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Varibel yang diamati adalah tingkat kesukaan terhadap kenampakan, aroma, rasa dan tekstur, serta kadar air dan derajat keasaman (pH). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji dua arah Friedman, uji Multiple Comparasion dan metode Bayes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik substitusi gula dengan madu pada dendeng slice nila merah tidak memberikan perbedaan nyata, tetapi secara uji hedonik substitusi madu sebesar 20% hingga 50% masih disukai panelis.

PENGARUH PENGGUNAAN ENZIM PAPAIN DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA KECAP TUTUT

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.675 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli  2012 di laboratorium Teknologi Hasil Industri Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,  Laboratorium Mikrobiologi Pangan  Fakultas Teknik Industri Pertanian dan dianalisis di Laboratorium  Nutrisi Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain terhadap karakteristik kimiawi kecap tutut yang dihasilkan. Perlakuan yang gunakan adalah pemberian enzim papain dengan  persentase yaitu : A=0%, B=5%, C=7%, D=9% dan E=11% dengan lama waktu inkubasi 6 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan kadar protein dari berbagai perlakuan masing-masing yaitu A=2,35%, B=2,70%, C=2,45%, D=2,51%, E=2,39%. Rataan Derajat Keasaman (pH) yaitu A=6,7, B=6,5 C= 6,2 D=6,3 E= 6,5. Rataan kadar garam  yaitu A=18,07%, B=17,45%, C=2,16,62%, D=16,48%, E=16,53%. Kesimpulan penelitian adalah pemberian enzim papain dengan konsentrasi 5%, 7%, 9%, dan 11%,  kecap tutut dengan penambahan enzim papain 5% menghasilkan kecap dengan jumlah protein tertinggi yaitu 2,698% yang termasuk kecap ikan kualitas nomor 3 dalam ketetapan SII, dengan kadar garam sebesar 17,45%  dan pH sebesar 6,5 

The praxis of digital literacy in the EFL classroom: Digital-immigrant vs digital-native teacher

Indonesian Journal of Applied Linguistics Vol 8, No 1 (2018): Vol. 8 No. 1, May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Myriads of theories account for the primacy of digital literacy on ELT as the demand of the 21st century, yet studies on digital media literacy of distinct English teacher generations are thin on the ground. Thus, this descriptive qualitative study investigated the utilization of digital literacy in the EFL classroom of senior high school teachers from two generations (digital immigrant and digital native) and their students’ responses to the use of digital media in the English classroom in Indonesia. Three instruments were utilized including classroom observations, questionnaires, and interviews. Following ACOT’s (Apple Classroom of Tomorrow) framework, the findings show that both teachers were at the adaptation stage in terms of digital literacy and this was reflected on the utilization of digital media in assisting students’ learning. Yet, the digital-immigrant teacher appeared to be practically more adept in the implementation of digital media. As for the second issue, the students responded positively to the use of digital technology by the teachers to make English class more fun and comprehensible. However, when it comes to an ideal teacher, the students still considered good characters as the main criteria for an ideal teacher. Technology does support teachers in delivering the materials, but the way they behave and treat the students still also plays crucial part in maintaining a good relationship between teachers and students. The results show that the English teachers need to develop their digital literacy to keep up with the current demand to be professional English teachers in the digital era.

BILINGUALISM IN TEACHING MATHEMATICS TO YOUNG LEARNERS IN EFL SETTING

Jurnal Vidya Karya Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Vidya Karya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study tried to investigate the practice in teaching mathematics through English to young learners in EFL setting in a private elementary school in Cianjur. This study was conducted as an effort to find out the fact behind the practice of using English as instruction language at school especially at International Standard School. The findings revealed that in practice the concept of bilingual teaching was not done properly. The activity was dominantly in Indonesia while English was used only at the beginning to introduce the students to new mathematics terms in English. While the text book and exercise book are written in English, the test is in Indonesia. Most students considered it difficult to understand mathematics in English. However, from the questionnaires it was found that the students’ attitude toward their native and national language is not positive. Most of them see English as the most important and prestigious language. In contrary, Sundanese is considered less popular and the most difficult language for them

Keragaman dan Kelimpahan Musuh Alami Hama pada Habitat Padi yang Dimanipulasi dengan Tumbuhan Berbunga

Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture Gadjah Mada University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.771 KB)

Abstract

Penelitian lapangan secara terbatas telah dilakukan untuk mengetahui dampak keberadaan tumbuhan berbunga pada kelimpahan dan keragaman artropoda termasuk serangga musuh alami padi. Dua perlakuan, yaitu ditambah tumbuhan berbunga dan tanpa tumbuhan berbunga diaplikasikan di lahan penelitian Fakultas Pertanian UGM di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, dan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan berbunga meningkatkan keragaman artropoda termasuk serangga musuh alami secara signifikan, serta memberikan hasil padi yang cenderung lebih tinggi, di samping juga mampu menurunkan insiden serangan hama, misalnya penggerek batang padi.Kata Kunci : tumbuhan berbunga, musuh alami, keragaman, kelimpahan

PEMODELAN KONSEP FUNDAMENTAL REPOSITORI INSTITUSI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK ZACHMAN

Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.662 KB)

Abstract

Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai perpustakaan perguruan tinggi negeri terus berupaya menghimpun konten lokal berupa karya ilmiah sivitas akademika dalam format hardcopy dan softcopy. Koleksi softcopy dalam format pdf belum diintegrasikan ke dalam sistem informasi perpustakaan. Koleksi tersebut, akan terus bertambah terdokumentasi secara fisik dan hanya dapat diakses di perpustakaan. Oleh sebab itu, perlu dukungan repositori institusi. Kajian ini bertujuan membuat pemodelan konsep fundamental repositori institusi menggunakan pendekatan framework Zachman. Kajian ini merupakan peneliltian analisis deskriptif dengan tool framework Zachman dan rules of fulfilling dari Pereira and Sousa. Hasil penelitian berupa suatu model konsep fundamental repositori institusi untuk diterapkan dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah ada di Untirta.