Wisnu Kurniawan
STMIK AMIKOM Yogyakarta

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENTINGNYA KONSEP DIRI POSITIF DAN PENGALAMAN MENGIKUTI BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENUMBUHKEMBANGKAN MOTIVASI BERPRESTASI

Jurnal Counsellia Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh konsep diri positif terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan; (2) pengaruh pengalaman mengikuti bimbingan kelompok terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan; (3) pengaruh konsep diri dan pengalaman mengikuti bimbingan kelompok terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan Kabupaten Magetan.       Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post-facto. Populasi penelitian yaitu kelas VIII SMPN 1 Kawedanan dengan jumlah 240 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Simple Random Sampling diperoleh sebanyak 55 siswa atau 23% dari jumlah populasi 240 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan regresi dua prediktor.       Hasil penelitian membuktikan, bahwa : (1) ada pengaruh konsep diri positif terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan ; (2) ada pengaruh pengalaman mengikuti bimbingan kelompok terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan; (3) ada pengaruh secara simultan konsep diri positif dan pengalaman mengikuti bimbingan kelompok terhadap motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Kawedanan Kabupaten Magetan.       Simpulan, bahwa konsep diri positif dan pengalaman mengikuti bimbingan kelompok, baik secara simultan maupun secara individual (terpisah) dapat dan penting untuk menumbuhkembangkan motivasi berprestasi siswa Kata Kunci : Konsep Diri Positif, Pengalaman Mengikuti Bimbingan Kelompok, dan Motivasi Berprestasi

ANALISIS JANGKAUAN PELAYANAN LOKASI MINIMARKET DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG

Geo-Image Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is based on the development of the mini region of the District Gunungpati uneven in its establishment. The total population of 75.910 inhabitants as consumers are scattered in 16 villages by the number of minimarkets many as 17 units, then on average each serve about 4,743 inhabitants minimarket.This study aimed: Knowing the level of suitability minimarket in Gunungpati sub-district. This research method is descriptive qualitative. Data analysis technique in this research is the analysis of data comparations. The object of this research is minimarkets in Gunungpati sub-district and traditional markets in Gunungpati. Data used include primary data questionnaires and surveys using GPS, while secondary data is the Gunungpati sub-district In Figures 2014, the data population, data on the number minimarket and data description of the area.The number of samples that are in two regions Gunungpati village and Sadeng village, with 40 respondents, ie 40 minimarket visitors taken from the questionnaire to Gunungpati sub-district’s resident.The results showed concordance rate in Gunungpati village categorized low with a score of 13, while for the Sadeng village also categorized low with a score of 14. Coverage area minimarket locations in the sub-district Gunungpati largely overlapping or overlapping with a minimum distance of 500 meters between a minimarket to the other minimarket. Establishment location minimarket adjusted with applicable government regulations that competition in the world economy is getting healthier and range of services do not overlap.

KEDAULATAN ASURANSI BAGI MASYARAKAT PESISIR KEPULAUAN RIAU DALAM RANGKA PERALIHAN RESIKO PERAHU BUATAN MASYARAKAT TANJUNGPINANG DITINJAU DARI PERATURAN PERUNDANGAN PERASURANSIAN

Jurnal Cahaya Keadilan Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Cahaya Keadilan
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.72 KB)

Abstract

Kepulauan Riau merupakan wilayah yang memiliki tipologi wilayah perairan dan daratan. Hampir 96%wilayahnya adalah perairan. Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah Kepulauan Riau merupakan wilayahpesisir. Mayoritas matapencaharian masyarakat pesisir adalah mengandalkan wilayah perairan. Salah satumatapencaharian tersebut adalah produksi kapal perahu (pompong) yang digunakan sebagai alat transportasidan sebagai alat untuk mencari ikan. Kapal Pompong merupakan kapal yang masih tradisional dalam bentukdan pembuatannya. Masyarakat produsen kapal tersebut dalam memproduksi perahu pompongmengandalkan kebiasaan dan ilmu pembuatan secara turun temurun. Hal ini membuat perahu pompong perludilindungi dengan asuransi sebagai pengalihan resiko. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakanpendekatan normatif, yaitu pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan data sekunder khususnyasumber hukum primer melalui ketentuan peraturan perundangan, sumber hukum sekunder dalam bentukpendapat para ahli dan tinjauan lapangan guna menganalisa data empiris dari masyarakat terkait.Permohonan asuransi pada dasarnya membutuhkan kelengkapan dokumen sebagai kepastian legalitas dankepastian itikad baik dalam perjanjian dibidang asuransi. Kelengkapan dokumen tersebut merupakan syaratutama dalam memenuhi perjanjian dalam bidang asuransi. Kapal pompong buatan masyarakat pesisir diKepulauan Riau sejatinya dapat melakukan perjanjian terkait hal tersebut di atas, namun perlu mememnuhikelengkapan dokumen persyaratan. Dalam hal ini dibutuhkan peran serta pemerintah dalam memberikankemudahan bagi pengurusan ijin atas perahu pompong milik masyarakat Kepulauan Riau, agar kearifan lokalyang dimiliki masyarakat dapat terjaga dan masyarakat pemilik memiliki kepastian perlindungan sertakepastian hukum kepemilikan Kapal Pompong