Trisda Kurniawan
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Invigorasi benih tomat kadaluarsa dengan ekstrak bawang merah pada berbagai konsentrasi dan lama perendaman

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.381 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah serta interaksi keduanya terhadap viabilitas benih tomat kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakaan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan April sampai Juni 2018. Unit-unit penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 5x3 dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% pada hasil uji F yang signifikan. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah dengan 5 taraf yaitu 0, 25, 50, 75 dan 100%, sedangkan faktor kedua adalah lama perendaman dengan 3 taraf yaitu 12, 24 dan 36 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak bawang merah terbaik terdapat pada konsentrasi ekstrak bawang merah 25%. Lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap tolok ukur pertumbuhan bibit. Tidak terjadi interaksi yang nyata antara konsentrasi ekstrak bawang merah dan lama perendaman terhadap tolok ukur pertumbuhan bibit.Invigoration of Expired Tomato Seeds with Onion Extract at Various Concentrations and Soaking DurationsAbstract. The purpose of this research was to investigate the effect of onion concentration and soaking duration and interaction between them on the expired tomato seed viability. The research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology Department of Agrotechnology Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh from April to June 2018. Treatment units were arranged according to Factorial Completely Randomized Design 5x3 in 3 replications, and the significant data than continued analized by Honestly Significant Different. The first factor was the concentrations of extract onion i.e 0, 25, 50, 75 and 100%, and the second factor was durations of soaking i.e 12, 24 and 36 hours. The result showed the best concentration for invigoration was 25% of onion extract. Soaking duration does not have a significant effect on seedling growth. There is no significant interaction between the concentration of onion extract and soaking duration on seedling growth.

Pengaruh konsentrasi auksin dalam hydropriming benih cabai yang berbeda tingkat kadaluarsa terhadap viabilitas benih

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.17 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi auksin dalam hydropriming dan tingkat kadaluarsa serta interaksi keduanya terhadap viabilitas benih cabai kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakaan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Maret sampai Juni 2018. Unit-unit penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% pada hasil uji F yang signifikan. Faktor pertama adalah perendaman dalam larutan auksin dengan konsentrasi : 0, 2, 4, dan 6 g L-1 dan faktor kedua adalah tingkat kadaluarsa dengan 3 taraf yaitu 4, 8 dan 12 bulan. Benih yang telah diperlakukan dikecambahkan dengan metode Uji Diatas Kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi auksin berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur potensi tumbuh maksimum, indeks vigor dan kecepatan tumbuh relatif, berpengaruh nyata pada tolok ukur daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Tingkat Kadaluarsa berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah. Perlakuan konsentrasi auksin  2 g L-1 dengan tingkat kadaluarsa 4 bulan merupakan kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan tolok ukur potensi tumbuh maksimum (97,33%).The Effect of Auxin Concentrations in Hydropriming and Levels of Expired Chilli Seed to Seed ViabilityAbstract. The purposes of this research were to know the effect of auxin concentrations in hydropriming and levels of seed expired and interaction between them to chilli seed viability. This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology Department of Agrotechnology Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh from March to June 2018. Research units were arranged based on factorial Completely Randomized Design 4x3 with 3 replicates, continued with Honesty Significant Different on significant F-test results. The first factor was immersion in auxin solution with concentration: 0, 2, 4, and 6 g L-1 and the second factor was expired level with 3 levels 4, 8 and 12 months. Treated seed were planted on paper test method and in trays added with soil. The results showed that the auxin concentration treatment had a very significant effect on the maximum growth potential, vigor index and relative growth rate, significant effect on germination power and The expiration rate had a very significant effect on the maximum growth potential and germination power. Treatment of 2 g L-1 auksin concentration with 4 month expiration rate was the best treatment combination based on maximum growth potential (97,33%).

Perlakuan biopriming kombinasi ekstrak tomat dan Trichoderma spp. terhadap viabilitas dan vigor benih terung (Solanum melongena L.) kadaluarsa

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.972 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang pengaruh perlakuan biopriming terhadap viabilitas dan vigor benih terung kadaluarsa dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Laboratorium Penyakit Tanaman Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak buah tomat dan spesies Trichoderma spp. serta interaksi antara konsentrasi ekstrak buah tomat dan spesies Trichoderma spp. terhadap viabilitras dan vigor benih terung kadaluarsa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak buah tomat yang terdiri atas  4 taraf dan faktor kedua yaitu spesies Trichoderma spp. yang terdiri atas 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak buah tomat terbaik dijumpai pada konsentrasi ekstrak buah tomat 10%, baik yang dikombinasikan dengan T. harzianum maupun T. asperellum. Jenis Trichoderma spp. terbaik dijumpai pada T. harzianum pada semua konsentrasi ekstrak buah tomat.Kata kunci: Biopriming, Ekstrak Buah Tomat, Trichoderma spp..Biopriming Treatment Combination of  Tomato Extract and Trichoderma spp. to Viability and Vigor of Expired Eggplant Seeds Abstract. Research on the effect of biopriming treatment on viability and vigor of expired eggplant seeds was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology and Plant Disease Laboratory of Syiah Kuala University, Banda Aceh from August to October 2017. This study aims to determine the effect of tomato extract concentration and species Trichoderma spp. as well as the interaction between the concentration of tomato extract and species Trichoderma spp. to viability and vigor of expired eggplant seeds. This research was conducted by using Randomized Block Design (RBD) factorial pattern with 2 factors and 3 replications. The first factor is the concentration of tomato extract consisting of 4 levels and the second factor is species  Trichoderma spp. which consists of 3 levels. The results showed that the best concentration of tomato extract was found in the concentration of 10% tomato extract, both combined with T. harzianum and T. asperellum. The best species of Trichoderma spp. found in T. harzianum in all concentrations of tomato extracts.Keywords : Biopriming, Tomato Extract, Trichoderma spp..

PERUBAHAN FISIOLOGI DAN KANDUNGAN KLOROFIL SELAMA PEMASAKAN SERTA HUBUNGANNYA DENGAN VIABILITAS BENIH JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

Jurnal Floratek Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.563 KB)

Abstract

The objectives of this research were to study physiological and chlorophyll changes during seed ripening and find quick parameters as indicators to determine seed physiological maturity level. A randomized completely block design with 5 treatments and 3 replications was used in this research. The treatments were (1) dark green fruit, 42 days after anthesis (DAA), (2) yellowish green fruit, 47 DAA, (3) fully green fruit, 52 DAA, (4) brownish yellow fruit, 57 DAA, and (5) dark brown fruit, 62 DAA. The results showed that jathropa seed was physiologically mature at 57 DAA with criteria: fruit color was brownish yellow, fruit skin was soft and easily hand-opened, and seed was black. These were also supported by seed dry weight, germination percentage, germination rate and first count germination. There were negative relationships between seed chlorophyll content and germination percentage, germination rate and first count germination. 

Pengaruh dosis pupuk Guano dan NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.612 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk guano dan NPK serta mengetahui nyata tidaknya interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Lamdom, Lueng Bata, Banda Aceh, dari Januari sampai April 2018. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor yaitu dosis pupuk guano 0, 4, 8, dan 12 ton ha-1 dan dosis pupuk NPK 0, 250, dan 500 kg ha-1. Kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dijumpai pada perlakuan dosis pupuk guano 12 ton ha-1 dengan NPK 250 kg ha-1.