Articles

Found 33 Documents
Search

PREDIKTOR KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN KEWASPADAAN STANDAR DI IGD DAN ICU Kurniawan, Rudi; Ibrahim, Kusman; Suwignyo, Purwo
Majalah Keperawatan Unpad Vol 12, No 2 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRAK Kewaspadaan standar merupakan an effective means of protecting patients and staff and controlling infectsarana yang efektif untuk melindungi pasien dan petugas kesehatan dalam mengendalikan dan mencegah infeksi. Kepatuhan terhadap suatu standar merupakan perilaku yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bisa dijelaskan dengan Health Belief Model (HBM). Menurut model tersebut, perilaku dipengaruhi oleh : persepsi manfaat, persepsi hambatan, persepsi keparahan, persepsi kerentanan dan isyarat tindakan. Tujuan penelitian ini untuk menguji prediktor yang paling berhubungan terhadap kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan standar di IGD dan ICU RSUD Ciamis dan RSUD Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan rancangan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 103 perawat yang bekerja di ruang IGD dan ICU RSUD Ciamis dan RSUD Tasikmalaya. Besar sampel menggunakan cara perhitungan Role of thumb, sehingga subjek penelitian ini adalah 80 perawat yang bekerja di ruang IGD dan ICU RSUD Ciamis dan RSUD Tasikmalaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dilanjutkan dengan uji multivariat dengan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan variabel persepsi manfaat (nilai r = 0,472 dan p value 0,004) dan kerentanan (nilai r = 0,482 dan p value 0,000) mempengaruhi variabel kewaspadaan standar. Nilai β terbesar yaitu 0,379 pada variabel persepsi kerentanan, sehingga variabel tersebut dominan memengaruhi perawat dalam penerapan kewaspadaan standar, baik cuci tangan atau penerapan sarung tangan.Kesimpulan penelitian ini adalah persepsi kerentanan paling dominan memengaruhi perawat dalam penerapan kewaspadaan standar. Kata Kunci : Health Belief Models (HBM), Kepatuhan, Kewaspadaan standar ABSTRACT Kewaspadaan standar merupakan sarana yang efektif untuk melindungi pasien dan petugas kesehatan dalam mengendalikan dan mencegah infeksiStandard Precautions are an effective means to protect patients and healthcare workers in controlling and preventing infection. The Health Belief Model (HBM) is a model predicting individual preventive health behavior Kepatuhan terhadap suatu standar merupakan perilaku yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bisa dijelaskan dengan model HBM. Menurut model tersebut, perilaku dipengaruhi oleh : persepsi terhadap manfaat, persepsi terhadap hambatan, persepsi terhadap keparahan, persepsi terhadap kerentanan dan isyarat tindakan. According to the model, behavior is influenced by: the perceives benefits, perceives barriers, perceives severity, perceives susceptability and cues to action. The purpose of this study examines predictors of the factor most related to the compliance of nurses in the application of standard precautions in the Emergency Room and Intensive Care Unit Ciamis and Tasikmalaya Hospitals.  Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan rancangan Cross Sectional .This type of analytic study is a correlation with Cross Sectional design. Subjek penelitian adalah 80 perawat yang bekerja di ruang IGD dan ICU RSUD Ciamis dan Tasikmalaya. Population subjects were 103 nurses working in the Emergency Room and Intensive Care Unit Ciamis and Tasikmalaya Hospitals. Based on rule of thumb, research subjects were 80 nurses working in the Emergency Room and Intensive Care Unit Ciamis and Tasikmalaya Hospitals. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Data were collected using questionnaires filled out by respondents. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dilanjutkan dengan uji multivariat dengan analisis regresi linier. Variabel yang memiliki p value < 0,05 dapat diartikan bahwa variabel tersebut memiliki hubungan dengan variabel dependennya. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation test followed by multivariate linear regression analysis. Variables that have a p value <0.05 means that the variable has a relationship with the dependent variable. Jika uji asumsi normalitas, homoscedascity dan uji multicollinearity terpenuhi, maka model dapat digunakan untuk memprediksi variabel kewaspadaan standar. If test assumptions of normality, multicollinearity homoscedascity and test are met, then the model can be used to predict the variable standard precautions. Hasil penelitian menunjukkan variabel persepsi terhadap manfaat (p value 0,004) dan kerentanan (p value 0,000) mempengaruhi variabel kewaspadaan standar The results showed a variable perceived benefit (r = 0,472, p value 0.004) and perceives susceptibility (r = 0,482, p value 0.000) affect the variable standard precautions. Nilai β terbesar yaitu 0,379 pada variabel persepsi terhadap kerentanan, sehingga variabel tersebut dominan mempengaruhi perawat dalam penerapan kewaspadaan standar, baik cuci tangan atau penerapan sarung tangan. Largest β value of 0.379 to the perceives susceptibility variable, so that the dominant variable affecting nurses in the application of standard precautions, both hand washing or application of wearing gloves.  Perceived susceptibility is most influences nurse’s standard precautions. Keywords: Health Belief Models (HBM), Compliance, Standard precautions.
Sistem Pemantauan Tegangan Listrik Menggunakan Mikrokontroler AT Mega 328 Berbasis Web Kurniawan, Rudi; Wijaya, Harma Oktafia Lingga; Nugroho, Aditya
J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Vol 3, No 1 (2019): EDISI MARET
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/j-sakti.v3i1.106

Abstract

Electricity is the source of the needs of people all over the world with electricity all human work will be easy, the main thing is electricity is a source of lighting without electricity, so there will not be an era and technology, but the use of electricity by many people who do not care about the electricity impact is a lot short circuit and fire because many electricity users do not know the current of electric current in their homes. Thus the author makes a tool that can measure the voltage used. Tools made using ACS712 and Arduino Uno sensors and Ethernet shield. The sensor will read the power supply voltage and then process it to Arduino Uno and Ethernet shield. After processing via Arduino, the ACS712 sensor readings will be displayed on the web page.
RANCANG BANGUN MEDIA CENTER MENGGUNAKAN OSMC (OPEN SOURCE MEDIA CENTER) BERBASIS RASPBERRY PI DI PERUMAHAN GRIYA PASAR IKAN II KOTA LUBUKLINGGAU Kurniawan, Rudi
Jurnal Teknologi Informasi MURA Vol 8, No 1 (2016): JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI MURA (TIMUR) JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK MUSIRAWAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sistem teknologi Smart TV, Smart TV (Televisi Pintar) secara sederhana diartikan sebagai televisi yang disambungkan ke internet atau yang biasa disebut komputer TV. Bahasa generiknya biasa disebut “Home Theater PC”. TV Pintar ini memiliki berbagai macam kegunaan. Selain sebagai TV pada umumnya yang memiliki siaran-siaran biasa, TV Pintar juga bisa digunakan untuk menonton video dari internet, youtube, download, streaming, dan kita juga bisa gunakan untuk berkomunikasi melalui facebook, twitter atau social networking lainnya dan atau aktivitas-aktivitas yang sering kita kerjakan di internet bisa kita lakukan di TV Pintar ini. Untuk membuat sebuah Smart TV, diperlukan suatu software media center open source dan perangkat mikro komputer Raspberry Pi. Software yang digunakan merupakan suatu software Open Source berbasis linux media center OSMC (Open Source Media Center).
KESIAPAN USAHA KECIL SEKTOR PERUNGGASAN SISI KARKAS DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN EKONOMI MENDATANG Kurniawan, Rudi; Achmad, Suryaningsih; -, Suparmo
Sosiohumaniora Vol 2, No 3 (2000): SOSIOHUMANIORA, DESEMBER 2000
Publisher : Sosiohumaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Riset ini mengkaji kegiatan usaha kecil perunggasan bidang perkarkasan, bagaimana upaya mereka sehari-hari mengadakan aktivitas dengan menyesuaikan diri dengan adanya krisis, perubahan-perubahan dan pembangunan ekonomi. Langkah kajian dengan menganalisis seberapa besar problem yang ada di dunia bisnis nyata di sektor perunggasan yang khusus menangani bidang penyediaan daging ayam siap masak ini. Ternyata cukup banyak kesulitan yang tali-temali dan dua di antaranya merupakan problem utama yang dihadapi masyarakat perkarkasan. Masalah utama pertama adalah perubahan harga ayam yang cukup besar dan dalam waktu yang sangat pendek. Kedua, kolepnya pasar dan sumber penghasilan masyarakat yang berlangsung dalam jangka panjang. Usaha-usaha pedagang karkas sangat kecil/kelas gurem ini harus meminimumkan kerugian saat-saat masa perubahan harga harian yang muncul secara tiba-tiba dalam waktu dua hingga tiga minggu. Perbedaan harga ayam setiap harinya bisa mencapai angka Rp.500,00 - Rp.1000,00 atau Rp. 5000,00 - Rp.8000,00 per minggu. Kondisi kolep konsumen yang relatif berlangsung lama jangka waktunya hanya dalam beberapa hari terhapuskan oleh adanya penurunan harga karkas hingga angka terendah di seluruh pasar tradisional di kota Bandung. Kondisi kolep konsumen yang relatif berlangsung lama jangka waktunya hanya dalam beberapa hari terhapuskan oleh adanya penurunan harga karkas hingga angka terendah di seluruh pasar tradisional di kota Bandung. Terkait dengan masalah pedagang karkas di atas yang berkembang kusut, terlalu banyak pedagang yang terjungkal bergelimpangan ke areal kerugian usaha dalam dua atau tiga minggu masa-masa harga yang labil. Selama masa normal para pedagang kelas terbawah ini baru bisa bernafas lega, setiap hari mereka mengantongi keuntungan usaha sekitar Rp. 10.000,00 – Rp.70.000,00 untuk barang dagangan mereka yang berjumlah sekitar 20-75 Kg. Adanya keuntungan usaha masa normal itu para pedagang kecil ini berhasil melayani permintaan konsumen hingga mereka mampu mempertahankan nutrisi keluarganya dan masyarakat konsumen karkas hingga tubuh kedua kelompok masyarakat ini lebih sehat selama krisis berlangsung. Kata kunci : Usaha kecil, perunggasan, sisi karkas.
PASAR BERAS SEBAGAI BASIS PENGEMBANGAN USAHA TANI MASYARAKAT PEDESAAN -, Suparmo; Kurniawan, Rudi; Achmad, Suryaningsih
Sosiohumaniora Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001
Publisher : Sosiohumaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Sepuluh tahun belakangan Bandung tidak memiliki lagi pasar induk khusus beras, apakah masyarakat ibukota propinsi produsen beras terbesar telah menyukai model pasar beras yang dianggap pilihan terbaik pemerintah daerah. Bagaimana dengan nasib kesukaan mereka atas kehadiran pasar induk khusus makanan pokok ini seperti beberapa desa warsa lalu. Data riset dikumpulkan dari sekitar delapan pasar tradisional dengan cara random sampling untuk memilih 40 responden pedagang beras, interview dengan menggunakan kuesioner. Kota Bandung berlatar belakang Jawa Barat sebagai lumbung padi terbesar. Jawa Barat telah memasok 10 juta ton atau 20 persen dari total produksi padi nasional pada tahun 1999 ternyata 54 persen pedagang beras kota ini lebih menyukai kehadiran pasar induk khusus beras relatif dibandingkan pasar konvensional yang ada. Cukup layak bagi ibukota daerah berair banyak dilengkapi dengan pasar induk khusus beras yang jauh dari gangguan lingkungan pasar ikan, sayuran dan buahan yang kotor, lembab atau busuk yang dapat mengganggu cadangan dan timbunan beras para pedagangnya. Kesukaan atas pasar induk khusus beras dikaji dalam kaitan dengan volume perdagangan, prospek usaha, umur pedagang, pendidikan, pengalaman berdagang, modal lancar dan stok beras. Data disajikan setelah diproses dengan model sajian tabel-silang guna melihat posisi preferensi atas kehadiran pasar induk khusus beras terkait dengan pasar bebasnya. Dua pasar pertama berkaitan secara negatif dan pasar lainnya berpengaruh secara tidak jelas, positif atau negatif. Arti negatif, bilavolume penjualan dan prospek usaha kian berkembang membaik maka pedagang lebih menyukai model konvensional atau kurang menyukai model pasar induk khusus beras. Areal pasar khusus beras yang potensial dipilih adalah di sebelah timur kota Lokasi belah timur lebih sesuai dengan pengembangan kota yang mengarah ke timur tak begitu jauh dari lokasi dua pasar induk yang juga berada di belah timur. Pasar induk ini diharapkan bisa mengurangi jumlah truk yang beroperasi di tengah-tengah kota dalam mendistribusikan beras di banyak grosir di berbagai pasar. Daya tarik ini diharapkan ikut mengurangi kemacetan kota. Dalam jangka panjang daya tarik pasar khusus beras dapat menghasilkan retribusi daerah guna mendukung pemerintah daerah yang otonom. Kata kunci : Pasar induk, pasar beras, sajian tabel silang, retribusi, otonom.
RANCANG BANGUN DLNA (DIGITAL LIVING NETWORK ALLIANCE) MULTIMEDIA SERVER BERBASIS RASPBERRY PI STUDI KASUS : KOLAM PANCING ENJOY KABUPATEN MUSI RAWAS Kurniawan, Rudi
Jurnal Teknologi Informasi MURA Vol 8, No 2 (2016): JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI MURA (TIMUR) DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK MUSIRAWAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi informasi member manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, salah satunya di bidang hiburan. Dengan beberapa perangkat elektronik yang sudah terkomputerisasi seperti SmartTV, konsol game, dan telepon seluler, manusia bisa mendapat semua hiburan multimedia hanya dari satu perangkat tersebut. DLNA (Digital Living Network Alliance) memungkinkan untuk menyatukan beragam perangkat elektronik dengan lebih mudah. DLNA dibagun diatas protokol uPnP (universal Plug and Play) yang memungkinkan perangkat untuk menemukan satu sama lain menggunakan pesan broadcast.dalam penerapannya di jaringan, DLNA memerlukan media server, media client, dan data storage berisi konten media yang akan di streaming ke jaringan menggunakan access point ataupun router. Perangkat modul raspberry Pi digunakan sebagai media server dengan sistem operasi Raspbian wheezy yang bersifat open source. Dari semua komponen diatas maka didapat suatu sistem multimedia server menggunakan raspberry yang lebih murah, hemat daya, dan kemampuan yang memadai sebagai solusi untuk pembuatan jaringan DLNA di rumah maupun di tempat lokasi hiburan lainnya.
PENGARUH DPR, GRE, DAN SYSTEMATIC RISK TERHADAP PER: UJI KONSISTENSI MODEL El Fuad, Fanny Rifqi; Kurniawan, Rudi
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 5, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v5i2.3909

Abstract

The study aims to analyze the stock price valuation which is listed in Jakarta Stock Exchange by employing modelling approach of Price Earnings Ratio (PER) and factors that are assumed enable to explain the changes. These factors are Dividend Payout Ratio ( DPR ) , the Growth Rate of Earnings (GRE), and systematic risk. The result showed that among these three variables, the DPR is the only factor consistently influences the variation in the value of PER on the three models of regression cross section which were made respectively from 2000 to 2002. The next analysis was conducted by using a simple regression between variable of DPR, an independent variable, and PER, dependent variable. This analysis revealed a significant result- a level of consistency coefficient and high intercept. This research also aims to test the regression model consistency cross section. It showed that the theoretical value of PER (earning multiplier) gathered from regression cross section, can be used to determine the intrinsic stock if the regression model made is in the similar market situation during the valuation process. Without having this assumption accomplished, an investor cannot compare the theoretical PER value of the various models which are made by using equal sample and method. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penilaian harga saham yang listed di Bursa Efek Jakarta berdasarkan pendekatan model price earning ratio (PER), beserta faktor-faktor yang diduga mampu menjelaskan perubahannya. Faktor-faktor yang diduga mampu menjelaskan perubahan PER adalah: dividend payout ratio (DPR), growth rate of earning (GRE), dan risiko sistematis. Dari keseluruhan pengujian hipotesis di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel yang diduga mempengaruhi variasi nilai PER saham, hanya variabel DPR yang secara konsisten secara signifikan mempengaruhi variasi nilai PER pada ketiga model regresi cross section yang dibuat berturut-turut mulai tahun 2000 sampai dengan tahun 2002. Analisis selanjutnya dengan melakukan regresi sederhana antara variabel DPR sebagai variabel independen dengan PER sebagai variabel dependen menunjukkan hasil yang signifikan dengan tingkat konsistensi koefisien dan intercept-nya yang tinggi. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji konsistensi model regresi cross section menunjukkan bukti bahwa nilai teoritis PER (earning multiplier) yang diperoleh dari regresi cross section dapat digunakan untuk menentukan nilai intrinsik saham apabila model regresi yang dibuat berada dalam situasi pasar yang sama ketika proses security valuation dilakukan. Tanpa terpenuhinya asumsi ini, seorang investor tidak bisa membandingkan nilai teoritis PER dari berbagai model yang dibuat dengan menggunakan sampel dan metoda yang sama.
PENERAPAN TEKNIK BURST BANDWIDTH UNTUK NETWORK MANAGEMENT PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA LUBUKLINGGAU Kurniawan, Rudi
Jurnal Teknologi Informasi MURA Vol 9, No 1 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI MURA (TIMUR) JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK MUSIRAWAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perubahan utama di bidang telekomunikasi adalah penggunaan teknologi wireless. Jaringan dapat bekerja dengan efektif dan memberikan produktivitas terbaik, jika secara terus menerus dapat melayani pemakainya. Diperlukan pemilihan berdasarkan pemilihan komputer, aplikasi software dan infrastruktur, termasuk di dalamnya konfigurasi jaringan yang digunakan. Selain harus berfungsi dengan optimal, maka terdapat kebutuhan untuk kinerja (performance). Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak teknik yang dapat digunakan. Salah satunya adalah Teknik Burst Bandwidth. Teknik ini memungkinkan client untuk mendapatkan alokasi bandwidth lebih besar dari alokasi bandwidth maksimum yang disediakan dalam selang waktu tertentu. Hal ini sangat menguntungkan bagi client yang hanya menggunakan internet untuk aktivitas browsing, karena kecepatan dalam browsing akan bertambah, walaupun hanya beberapa detik saja. Namun hal ini akan membuat proses pembukaan halaman web lebih cepat. Dalam penerapannya, burst bandwidth dapat diimplementasikan ke dalam mikrotik. Dari hasil pengujian, terlihat bahwa teknik burst bandwidth berjalan dengan baik di jaringan internet Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Lubuklinggau. Paket data internet dapat dimaksimalkan sehingga kegiatan yang berhubungan dengan browsing menjadi lebih efisien.
PENGARUH DPR, GRE, DAN SYSTEMATIC RISK TERHADAP PER: UJI KONSISTENSI MODEL El Fuad, Fanny Rifqi; Kurniawan, Rudi
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 5, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v5i2.3909

Abstract

The study aims to analyze the stock price valuation which is listed in Jakarta Stock Exchange by employing modelling approach of Price Earnings Ratio (PER) and factors that are assumed enable to explain the changes. These factors are Dividend Payout Ratio ( DPR ) , the Growth Rate of Earnings (GRE), and systematic risk. The result showed that among these three variables, the DPR is the only factor consistently influences the variation in the value of PER on the three models of regression cross section which were made respectively from 2000 to 2002. The next analysis was conducted by using a simple regression between variable of DPR, an independent variable, and PER, dependent variable. This analysis revealed a significant result- a level of consistency coefficient and high intercept. This research also aims to test the regression model consistency cross section. It showed that the theoretical value of PER (earning multiplier) gathered from regression cross section, can be used to determine the intrinsic stock if the regression model made is in the similar market situation during the valuation process. Without having this assumption accomplished, an investor cannot compare the theoretical PER value of the various models which are made by using equal sample and method.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penilaian harga saham yang listed di Bursa Efek Jakarta berdasarkan pendekatan model price earning ratio (PER), beserta faktor-faktor yang diduga mampu menjelaskan perubahannya. Faktor-faktor yang diduga mampu menjelaskan perubahan PER adalah: dividend payout ratio (DPR), growth rate of earning (GRE), dan risiko sistematis. Dari keseluruhan pengujian hipotesis di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel yang diduga mempengaruhi variasi nilai PER saham, hanya variabel DPR yang secara konsisten secara signifikan mempengaruhi variasi nilai PER pada ketiga model regresi cross section yang dibuat berturut-turut mulai tahun 2000 sampai dengan tahun 2002. Analisis selanjutnya dengan melakukan regresi sederhana antara variabel DPR sebagai variabel independen dengan PER sebagai variabel dependen menunjukkan hasil yang signifikan dengan tingkat konsistensi koefisien dan intercept-nya yang tinggi. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji konsistensi model regresi cross section menunjukkan bukti bahwa nilai teoritis PER (earning multiplier) yang diperoleh dari regresi cross section dapat digunakan untuk menentukan nilai intrinsik saham apabila model regresi yang dibuat berada dalam situasi pasar yang sama ketika proses security valuation dilakukan. Tanpa terpenuhinya asumsi ini, seorang investor tidak bisa membandingkan nilai teoritis PER dari berbagai model yang dibuat dengan menggunakan sampel dan metoda yang sama.
PENATALAKSANAAN TRANSPORTASI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT Kurniawan, Rudi
Gaster : Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v15i1.137

Abstract

Kesalahan dalam pelaksanaan transportasi pasien dapat merugikan perawat, instansi terkait terutama pasien.Transportasi pasien kasus trauma maupun non trauma seharusnya dapat mencegah cedera atau tidak memperparah cedera. Penelitian ini bertujuan untuk emngidentifikasi penatalaksanaan transportasi pasien trauma dan non trauma di Instansi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di jawa barat. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain.Populasi pada penelitian yaitu pasien trauma dan non trauma disalah satu IGD RSUD Kabupaten di Jawa Barat Tahun 2016. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden.Teknik yang digunakan adalah accidental sampling.Instrumen penelitian berupa lembar observasi yang diisi oleh peneliti.Pengkategorian penatalaksanaan transportasi pasien trauma dan non trauma setiap variabel dikatakan sesuai standar prosedur operasional (SPO) jika semua prosedur dilakukan dan dikatakan tidak sesuai SPO jika salah satu atau lebih prosedur tidak dilakukan.Analisa univariat menggunakan perhitungan distribusi frekuensi.Hasil penelitian.Penatalaksanaan transportasi pasien tahap persiapan alat sejumlah 29 (72,5 %) responden melaksanakan sesuai SPO dan 11 (27,5 %) responden tidak sesuai SPO. Penatalaksanaan transportasi pasien tahap persiapan pasien sejumlah 32 (80%) responden melaksanakan sesuai SPO dan 8 (20%) responden tidak sesuai SPO. Penatalaksanaan transportasi pasien tahap pelaksanaan sejumlah 9 (22,5 %) responden melaksanakan sesuai SPO dan 31 (77,5 %) responden tidak sesuai SPO. Kesimpulan. Sebagian kecil petugas belum melakukan Penatalaksanaan transportasi sesuai SPO sehingga membahayakan pasien.Pihak rumah sakit lebih meningkatkan kualitas maupun kemampuan dalam transportasi pasien dengan memberian pelatihan kepada perawat sebaiknya secara berkala.