Articles

Found 23 Documents
Search

Bamboo Floated-cultivation Model for Upland Kangkong (Ipomoea reptans Poir.) in Tidal Lowland Area Bernas, Siti Masreah; Pohan, Alamsyah; Fitri, Siti Nurul Aidil; Kurniawan, Edi
Jurnal Lahan Suboptimal Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Lahan Suboptimal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.844 KB)

Abstract

Bernas et al. 2012. Bamboo Floated-cultivation Model for Upland Kangkung (Ipomoea reptans Poir.)  in Tidal Lowland Area. JLSO 1(2):177-185. South Sumatra Province has a high potential of swampland for expansion of floating agriculture system. Swampland in Palembang, for instance, can be adapted for floating vegetable cultivation.  The experiments on floating agricultural system have been done by using wasted plastic glass, bamboo for rice and glutinous rice with the application of Hycinth and water Fern compost.  The purpose of this research was to build bamboo rafts which were suitable for growing kangkong (Ipomoea reptans).  Previous rafts which contained water saturated soil for rice growing needed to be adjusted for kankong cultivation which prefer unsaturated soil.  Two bamboo rafts were built using four plastic containers in bottom corners.The first raft was filled with soil plus compost (ratio 1:1) and the other was filled only with swamp soil.  Kankong seeds were planted with the distance of 25 cm by 25 cm.  Data were collected weekly and analysed statistically using t-test.  Results showed that when the rafts were supported by two bamboos, plants were died due to excessive water.  Plants grew well after the rafts were supported by plastic containers.   Composting significantly increased plant height, number of leaves, plants fresh and dried weight.  Plant height treated with compost was 38 cm compared to that without compost treatment which was 28 cm. Fresh plant weight was 149 g/bunch with compost treatment and 25 g/bunch without.  Thus, low fertility of swamp soil only required compost to increase nutrients content for plant growth.This research concluded that plant can be cultivated cheaply and environmentally safe in swampland.  Further experiments such as replacing plastic container in raft construction and growing other vegetables on the raft were proposed.
Rancang Bangun Sistem Informasi Pelayanan Online dan SMS Gateway Pada Pdam Tirta Daroy Banda Aceh Kurniawan, Edi
JURNAL ILMIAH Al BATTANI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : FTK UIN AR-RANIRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi merupakan gabungan antara teknologi informasi dan ending user yang menggunakan teknologi informasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa PDAM Tirta Daroy Banda Aceh belum maksimal dalam hal pelayanan dan penyampaian informasi aktual kepada pelanggan. Hal tersebut disebabkan penyampaian informasi sangat sulit diakses publik dan membutuhkan biaya besar. Hasil rancangan sistem informasi dalam artikel ini merupakan hasil penelitian dan observasi langsung yang diperoleh di PDAM Tirta Daroy Banda Aceh yang belum memiliki website resmi untuk layanan informasi. Rancangan Website dan SMS gateway tersebut diharapkan mampu memberikan layanan informasi kepada pelanggan yang menerima menerima manfaat langsung dari PDAM Tirta Daroy Banda Aceh. Kata Kunci: Sistem Informasi, Layanan Online, dan SMS Gateway.
Teknik Pembibitan Gofasa (Vitex cofassus Reinw) Kurniawan, Edi
Buletin Eboni Vol 10, No 1 (2013): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gofasa merupakan salah satu spesies lokal (native species)  Sulawesi. Kayu Gofasa sebagai kayu industri perkapalan dan perahu tradisional banyak diminati masyarakat di Sulawesi. Permintaan terhadap kayu gofasa dari waktu ke waktu yang semakin tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap perahu phinisi, sehingga perlu digalakkan pembudidayaan yang lebih intensif. Salah satu kegiatan yang mendorong keberhasilan budidaya jenis ini adalah ketersediaan bibit yang bermutu. Tulisan ini memaparkan teknik pembibitan gofasa dimulai dari pengadaan benih, perkecambahan hingga pembibitan di persemaian.
RANCANG BANGUN APLIKASI START MENU LIVE USB UNTUK MENJALANKAN APLIKASI PORTABLE Sholeh, Muhammad; Kurniawan, Edi
Jurnal Teknologi Vol 4, No 1 (2011): Edisi Juni 2011
Publisher : Jurnal Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dependence on a users computer applications are now so high, the problem that sometimes arises is when a user uses another computer and frequently used applications do not exist. The easiest way to overcome this problem is to install the application. This process is sometimes inconvenient especially when using other peoples computers.             The installation process is frequently used applications on each computer can be overcome by creating a live usb start menu application, especially for programs that are portable, With this application, users can run portable applications that match user needs by using the flash. With this application, users can run portable applications, so it can provide solutions to computer users to save memory in the use of applications, especially the frequently changing computer.              Live usb start menu application created by using Microsoft Visual Basic, an application designed to have the ability to autorun in Windows XP Operating System, and is Live USB.. Key words : flashdisk, start menu, live usb
PERANCANGAN SISTEM SORTING BUAH JERUK MANIS BERBASIS PERBEDAAN WARNA KULIT BUAH Kurniawan, Edi
HEURISTIC Vol 12, No 02 (2015)
Publisher : HEURISTIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.759 KB)

Abstract

Almost all farmers use manual way to identify the level of maturity of oranges in doing the sorting. Identifying using the manual method has some drawbacks, namely the level of accuracy and farmers have already experience. With advances in technology now, sort of citrus fruits is based on the level of maturity can be done using digital image processing. Many digital image processing method one of them is the edge detection method. Edge detection method is used to determine the borders of an object. This study uses edge detection method to determine the extent of the orange color of the peel of citrus fruits because one of the characteristics of citrus fruit maturity level is how dominate the area of orange color on its peel. The results showed that with 10 oranges with a different maturity level, the system can determine it exactly. The average time required by the system to determine the level of maturity of citrus fruits is 0.6 secondsKeywords : citrus maturity, digital image processing, edge detection
Strategi Penyelamatan Eboni (Diospyros celebica Bakh.) dari Ancaman Kepunahan Kurniawan, Edi
Buletin Eboni Vol 10, No 2 (2013): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diospyros celebica Bakh. adalah jenis eboni yang hanya dapat dijumpai tumbuh secara alami di Sulawesi, merupakan kayu mewah yang bernilai ekonomi tinggi sehingga tanaman ini banyak dicari. Eksploitasi secara berlebihan tanpa diimbangi dengan usaha rehabilitasi mengakibatkan potensi dan populasinya di hutan alam terus menurun dalam waktu relatif singkat, sehingga menjadikan statusnya dikategorikan sebagai jenis tumbuhan yang mulai langka dan terancam punah. Penyelamatan eboni dari ancaman kepunahan dapat dilakukan melalui tindakan silvikultur dalam bentuk permudaan dan penanaman eboni secara terkendali melalui pengendalian struktur, komposisi, kerapatan tegakan dan  pertumbuhan.
KERAGAMAN STOMATA DAUN KOPI PADA BERBAGAI POHON PENAUNG SISTEM AGROFORESTRI Suherman, Suherman; Kurniawan, Edi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.898 KB)

Abstract

Keberadaan pohon penaung sebagai spesies tambahan mengakibatkan perubahan sistem fungsi yang melibatkan kemampuan adaptasi tanaman kopi itu sendiri, baik secara morfologi maupun fisiologi. Salah satunya adalah perubahan stomata sebagai substansi pertumbuhan di daun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon adaptasi terhadap keragaman morfologi stomata daun kopi pada berbagai pohon penaung dalam sistem agroforestri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dimana sampel diambil di lahan petani di Desa Baroko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang yang telah menerapkan sistem agroforestri kopi. Sedangkan pengujian stomata dilakukan di Laboratorium Dasar Fak. Pertanian. Petak sampel berupa sistem penggunaan lahan (SPL) kopi naungan sederhana, SPL kopi multistrata dan tanpa naungan. Parameter pengamatan sampel pada stomata terdiri dari jumlah stomata dan kerapatan stomata.Jumlah stomata lebih banyak tanpa naungan sebanyak 76 stomata, sedang terendah adalah naungan sederhana (53 stomata) dan naungan multi strata (51 stomata). Kerapatan stomata terbanyak tanpa naungan sebesar 387,26 mm-1, sedangkan terendah pada naungan sederhana dan naungan multi strata masing-masing 270,06 mm-1 dan 259,87 mm-1. Kerapatan stomata tanpa naungan lebih padat dibandingkan tanaman kopi yang ternaungi, baik naungan sederhana maupun naungan multi  strata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah stomata dan kerapatan stomata terbanyak diperoleh pada tanaman kopi tanpa naungan dibandingkan dengan kopi yang ternaungi, baik naungan sederhana maupun naungan multistrata.
Eksplorasi Anakan Alam Eboni (Diospyros celebica Bakh.) di Tiga Kabupaten di Sulawesi Selatan Prasetyawati, C. Andriyani; Kurniawan, Edi
Buletin Eboni Vol 10, No 2 (2013): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan salah satu pohon endemik Sulawesi, yang mempunyai nilai jual tinggi, saat ini keberadaannya sudah semakin sulit ditemui di hutan alam. Eksploitasi yang tidak terkontrol dengan tanpa diimbangi pengembangan yang serius membuat tanaman ini semakin berada diambang kepunahan. Pembangunan sumber benih merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk menghindarkan jenis-jenis endemik dari kepunahan. Benih eboni yang semakin langka, menjadikan anakan alam sebagai salah satu alternatif sebagai materi pembangunan sumber benih Areal Produksi Benih (APB). Untuk itu dilakukan eksplorasi terhadap anakan alam eboni di 3 kabupaten di Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Maros. Dengan dibangunnya APB untuk jenis eboni, diharapkan masyarakat dan para stakeholder lebih mudah dalam mendapatkan benih bermutu dari jenis tersebut, sehingga diharapkan akan dapat menyelamatkan eboni dari kepunahan.
Implementasi Metode Real Experiments dan Virtual Experiments Pada Pembelajaran Fisika di SMAN 1 Kediri Hikmawati, Hikmawati; Kusmiyati, Kusmiyati; Sutrio, Sutrio; Kurniawan, Edi; Sakdiyah, Halimatus
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi Vol 4, No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.768 KB) | DOI: 10.29303/jpft.v4i2.814

Abstract

This study aims to analyze the results of the implementation of learning methods namely real experiments and virtual experiments on learning physics in SMAN 1 Kediri. In the real experiment method three-dimensional media is used, whereas in the virtual experiment method computer simulation in the form of Physics Education Technology (PhET) is used. Learning tools used consist of syllabus, learning implementation plans, subject matter books, learning media, student worksheets, and learning outcome tests. Test subjects are limited to learning devices using learning methods namely real experiments and virtual experiments are students of Class XI Science 1 in SMA 1 Kediri Academic Year 2017/2018. The learning model applied is inquiry with 6 stages, namely identification and formulation of problems, formulation of hypotheses, data collection, data interpretation, development of conclusions, repetition. Learning activities are carried out in 4 meetings. Assessment of the implementation of learning using a scale of 4 with criteria that is a score of 12 to 16 including very good criteria, a score of 8 to 11 including good criteria, scores 4 to 7 including poor criteria, and scores less than 4 including bad criteria. Based on the data analysis obtained the average value of learning implementation for 4 meetings is equal to 14. Thus it can be concluded that the implementation of learning methods namely real experiments and virtual experiments on learning Physics at SMAN 1 Kediri are very good criteria.
Teknik Pembuatan Bibit Cempaka (Elmerrilia tsiampacca) Sebagai Materi Pembangunan Kebun Benih Semai Generasi Pertama (F-1) Kurniawan, Edi
Buletin Eboni Vol 10, No 1 (2013): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elmerrilia tsiampacca salah satu spesies lokal Sulawesi yang sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki nilai komersial yang tinggi. Untuk menunjang keberhasilan pembangunan hutan tanaman dan hutan rakyat cempaka diperlukan benih yang berkualitas. Selama ini penanaman yang dilakukan masyarakat belum menggunakan benih unggul hasil pemuliaan. Langkah awal untuk memperoleh benih unggul hasil pemuliaan adalah pembangunan kebun benih semai generasi pertama (F-1). Pembuatan bibit Cempaka sebagai materi pembangunan kebun benih semai generasi pertama (F-1) harus mendapat perhatian khusus yaitu kemurnian materi genetik benih dari individual-individual pohon induk yang terpilih dari hasil eksplorasi, ketelitian dalam melakukan kegiatan penyiapan bibit dari mulai eksplorasi pohon induk (pengadaan benih) proses perkecambahan hingga pembibitan di persemaian identitas pohon induk harus terjaga.