Articles

Found 7 Documents
Search

MODEL SIMULASI PENGALOKASIAN JUMLAH MONTIR PERAWATAN MESIN DI PT. ISTW SEMARANG Saptadi, Singgih; Fanani, Zainal; Kurniawan, Bambang
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 1, No.2, Mei 2006
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.81 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan performansi sistem produksi maka diperlukan adanya sistem perawatan yang baik untuk mesin-mesin produksi. Sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan mesin pada saat proses produksi berlangsung dapat ditekan seminimal mungkin. Perawatan dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu perawatan jenis preventive dan perawatan korektif. Perawatan preventive dilakukan secara berkala untuk memperpanjang umur mesin dan juga untuk mencegah terjadinya breakdown pada mesin produksi pada saat sedang digunakan. Sedangkan perawatan korektif dilakukan hanya pada saat mesin produksi mengalami kerusakan. Dalam kenyataannya, terkadang mesin produksi tetap akan mengalami breakdown pada saat proses produksi berlangsung meskipun telah dilakukan perawatan preventive pada mesin tersebut. Untuk kerusakan seperti itu diperlukan penanganan secepatnya agar proses produksi tidak terhenti terlalu. Peran montir sangat penting untuk menangani breakdown mesin. Dengan adanya sistem perbaikan yang baik maka mesin produksi dapat segera diperbaiki dan kerugian karena kerusakan mesin dapat dikurangi. Penelitian ini menyajikan suatu model simulasi yang menggambarkan beberapa sistem penugasan montir. Cara yang pertama adalah penugasan montir tanpa memperhatikan prioritas kerusakan dan jumlah yang dialokasikan sama untuk setiap kerusakan. cara kedua adalah,penugasan montir dengan memperhatikan prioritas kerusakan dan jumlah alokasi montir sama untuk setiap kerusakan. Cara ketiga adalah penugasan montir dengan memperhatikan prioritas kerusakan dan alokasi montir yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang akan diperbaiki.Dari analisa output didapatkan hasil bahwa dengan menggunakan cara penugasan  montir yang pertama didapatkan hasil jumlah pipa baja yang dihasilkan adalah 343.308 batang pipa. Dengan cara penugasan yang kedua didapatkan hasil sebanyak 345.614 batang pipa. Dan dengan cara penugasan yang ketiga hasil yang didapatkan adalah 353.263 batang pipa baja. Kata Kunci : breakdown, montir, perawatan korektif, simulasi
Manajemen Montir dalam Perbaikan Mesin berdasarkan Simulasi Discrete-Event (Studi Kasus: PT. ISTW Semarang) Saptadi, Singgih; Fanani, Zainal; Kurniawan, Bambang
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 2, No.2, Mei 2007
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.859 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan performansi sistem produksi, diperlukan adanya sistem perawatan mesin-mesin produksi yang baik. Perawatan dikelompokkan menjadi preventive maintenance dan corrctive maintenance. Perawatan preventive dilakukan secara berkala untuk memperpanjang umur mesin dan juga untuk mencegah terjadinya kerusakan mesin produksi ketika digunakan. Sedangkan perawatan korektif dilakukan hanya pada saat mesin produksi mengalami kerusakan. Dalam kenyataan, mesin produksi mengalami kerusakan pada saat proses produksi berlangsung meski telah dilakukan perawatan preventive pada mesin tersebut. Untuk kerusakan seperti itu diperlukan corrective maintenance agar proses produksi tidak terhenti terlalu lama. Peran montir sangat penting untuk menangani kerusakan mesin dalam corretive maintenance. Penelitian ini menyajikan suatu model simulasi yang menggambarkan beberapa cara mengelola montir, yatu dalam penugasan montir. Cara yang pertama adalah penugasan montir tanpa memperhatikan prioritas kerusakan dan banyaknya montir yang dialokasikan sama untuk setiap kerusakan. Cara kedua adalah penugasan montir dengan memperhatikan prioritas kerusakan dan banyaknya montir sama untuk setiap kerusakan. Cara ketiga adalah penugasan montir dengan memperhatikan prioritas kerusakan dan alokasi montir yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang akan diperbaiki. Dari analisa output, cara pertama penugasan  montir memberikan hasil banyaknya pipa baja yang dihasilkan adalah 343.308 batang pipa. Cara penugasan kedua memberikan hasil sebanyak 345.614 batang pipa. Cara penugasan ketiga hasil memberikan hasil sebanyak 353.263 batang pipa baja. Kata Kunci : Kerusakan, Pengugasa Montir, Preventive Maintenance, Corrective Maintenance, Simulasi
Klasifikasi Konten Berita Dengan Metode Text Mining Kurniawan, Bambang; Effendi, Syahril; Sitompul, Opim Salim
Dunia Teknologi Informasi - Jurnal Online Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Dunia Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.44 KB)

Abstract

Banyak instansi yang bergerak dalam  penyaluran informasi atau berita sudah mulai menggunakan sisitem berbasis web untuk menyampaikan berita secara up to date. Pada umumnya berita yang disampaikan dalam portal tersebut terdiri dari beberapa kategori seperti berita politik, olahraga, ekonomi dan lain sebagainya. Namun, dalam membagi berita  ke dalam kategori-kategori tersebut untuk saat ini masih dilakukan secara manual. Hal ini sangat merepotkan apabila berita yang ingin diunggah berjumlah banyak. Oleh karena itu perlu adanya sistem yang bisa mengklasifikasikan berita secara otomatis. Text mining merupakan metode klasifikasi yang merupakan variasi dari data mining berusaha menemukan pola yang menarik dari sekumpulan data tekstual yang berjumlah besar. Sedangkan algoritma naïve bayes classifier merupakan lagoritmape ndukung untuk melakukan klasifikasi. Dalam penelitian ini data yang digunakan berupa berita yang berasal dari beberapa media online. Berita terdiri dari 4 kategori yaitu politik, ekonomi, olahraga, entertainment. Setiap kategori tediri dari 100 berita; 90 berita digunakan untuk proses training dan 10 berita digunakan untuk proses testing. Hasil dari penelitian ini menghasilkan sistem klasifikasi berita berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL menunjukkan bahwa berita testing bisa terklasifikasi secara otomatis seluruhnya.
HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS KECAMATAN PADEMANGAN JAKARTA UTARA TAHUN 2010-2014 Kurniawan, Bambang; Sjahriani, Tessa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : LPPM Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama tingginyaangka kematian bayi adalah Bayi Berat LahirRendah (BBLR). BBLR adalah bayi baru lahiryang berat badannya pada saat kelahiran kurangdari 2.500 gram. Data hasil Riset Kesehatan Dasar(RISKESDAS) menunjukan kejadian BBLR diIndonesia khususnya Provinsi DKI Jakarta daritahun 2010 sampai tahun 2013 mengalamipeningkatan 0,7%. Menurut DepartemenKesehatan tahun 2008 salah satu penyebabterjadinya BBLR adalah jarak kehamilan.Tujuan : Mengetahui hubungan antara jarakkehamilan dengan kejadian BBLR di PuskesmasKecamatan Pademangan Jakarta Utara.Metode : Desain penelitian analitik denganpendekatan cross sectional. Sample penelitian inisebanyak 97 orang. Teknik pengambilan sampelmenggunakan purposive sampling. Analisis datamenggunakan analisis univariat dan analisisbivariat dengan uji chi square.Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkankarakteristik sampel penelitian, yaitu usia ibu,paritas, pendidikan, pekerjaan, jarak kehamilan,usia kehamilan, riwayat KB, status giziberdasarkan Lingkar Lengan Atas (LILA), danbayi berat lahir rendah. Hasil analisis bivariatdengan uji chi square didapatkan p-value = 0,009,OR = 3,013, dan CI = 1,304-6,962.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermaknaantara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR diPuskesmas Kecamatan Pademangan Jakarta UtaraTahun 2010-2014.Background : The main causes of high infantmortality rate is Low Birth Weight (LBW). Lowbirth weight is defined as a birth weight of aliveborn infant of less than 2,500 gram. Data fromthe Health Research showed the incidence of LBWin Indonesia, especially in Jakarta from 2010 until2013 has increased 0.7%. According to theMinistry of Health in 2008 one of the causes of lowbirth weight is the pregnancy interval.Objectives : To know the correlation betweenpregnancy interval with low birth weight inPademangan North Jakarta Community HealthCenter.Methods : Analytic design with cross sectionalstudy. The sample of this research as much as 97people. The sampling technique used purposivesampling technique. Analyzed used univariate andbivariate analysis with chi square test.Result : The Results of univariate analysis showedthe characteristics of the sample is maternal age,parity, education, occupation, pregnancy interval,gestational age, contraception history, nutritionalstatus based Upper Arm Circumference, and lowbirth weight. The results of bivariate analysis withchi square test was obtained p-value = 0.009, OR= 3.013, and CI = 1.304 to 6.962.Conclution : There is a significant correlationbetween pregnancy interval with low birth weightin Pademangan North Jakarta Community HealthCenter.Keywords : Characteristic of Sample, PregnancyInterval, Low Birth WeightReference : 33 (1999 - 2014)
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REFORMASI BIROKRASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DAERAH KOTA TANGERANG KURNIAWAN, BAMBANG
Jurnal MoZaiK Vol 9 No 1 (2017): MoZaiK Journal
Publisher : Jurnal MoZaiK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.28 KB)

Abstract

Reformasi birokrasi baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah merupakan kebutuhan dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). Ini pada dasarnya bertujuan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada masyarakat. Baik buruknya pelayanan yang diberikan pemerintah dalam menjalankan fungsinya sebagai institusi publik yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan publik. Ini menunjukkan bahwa kinerja organisasi pemerintahan dengan segala perangkat teknisnya harus lebih diarahkan pada fungsi pokok melayani masyarakat sebagai hal yang utama sebagaimana tersirat dalam semangat desentralisasi. Kondisi di atas mendorong untuk mengkajinya lebih mendalam agar diperoleh kejelasan pada tahapan implementasi kebijkan reformasi birokrasi. Adapun yang menjadi obyek penelitian adalah Sekretariat Daerah Kota Tangerang Untuk mengkajianya peneliti menggunakan metode kualitatif. Sedangkan sumber data digunakan key informan yang dianggap representatif. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa Sekretariat Daerah Kota Tangerang belum ada road map  reformasi birokrasi, Tim Reformasi Birokrasi di Sekretariat Daerah Kota Tangerang belum berdampak siginifikan, dikarenakan minim fungsi dan tidak diberikan kewenangan secara jelas dalam kebijakannya, Implementasi reformasi birokrasi yang ditindaklanjuti dengan output kebijakan dari pimpinan Pemerintah Kota Tangerang dan Sekretariat Daerah Kota Tangerang, perubahan kelembagaan, adanya Pedoman SOP dan SOP masing-masing bagian untuk pelayanan publik, kegiatan ABK dan anforjab, pedoman kompetensi jabatan, SKP, tidak diberengi kegiatan sosialisasi dan pembinaan yang optimal, sehingga produk hukum terkesan hanya untuk menggugurkan kewajiban dalam rangka implementasi reformasi birokrasi. Kata kunci : Kinerja Pegawai, Reformasi Birokrasi
ANALISIS SEKTOR EKONOMI UNGGULAN KABUPATEN KERINCI PROVINSI JAMBI Kurniawan, Bambang
El-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.949 KB) | DOI: 10.24090/ej.v4i1.2016.pp1-26

Abstract

Untuk melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang terbatas sebagai konsekuensinya harus difokuskan kepada pembangunan sektorsektor yang memberikan dampak pengganda (multiplier effects) yang besar terhadap sektor-sektor lainnya atau perekonomian secara keseluruhan. Hasil pengujian DLQ menunjukan bahwa sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor gas, listrik dan air bersih, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor perdagangan hotel dan restoran, serta sektor jasa-jasa yang meiliki nilai DLQ > 1 maka sektor tersebut merupakan sektor yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut dalam upaya meningkatkan dan mendorong perekonomian daerah, sektor ini juga mampu bersaing dengan sektor perekonomian yang sama di luar Kabupaten Kerinci.   Running the development with limited resources needs to focus on developmental sectors having multiple effects to the other sectors or to the entire economy. The result of DLQ shows that sectors such as transportation and communication, gas, electricity, clean water, finance, leasing and business services, mining and quarrying, trade, hotels and restaurants, as well as the service sectors that has DLQ value > 1 are are prospective to drive development as an effort to promote and encourage the regional economy. These sectors are also capable in competing with the same economic sector outside the Regency of Kerinci.
TINGKAT KEPATUHAN PETANI KENTANG DALAM MEMBAYAR ZAKAT PERTANIAN DI DESA KERSIK TUO KECAMATAN KAYU ARO KABUPATEN KERINCI Kurniawan, Bambang
ILTIZAM Journal of Shariah Economic Research Vol 3 No 1 (2019): Iltizam Journal of Shariah Economic Research
Publisher : FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.442 KB) | DOI: 10.30631/iltizam.v3i1.268

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidkan dan pengetahuan terhadap kepatuhan membayar zakat pendapatan pada petani kentang di Desa Kersik Tuo Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci Metode penelitian yang digunakan dalam pelitian ini ialah  kuantitatif, yaitu penelitian yang menekankan pada fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti : kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumen-dokumen yang berkenaan dengan pokok permasalahan ini. Analisis Sementara hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan signifikan mempengaruhi kepatuhan membayar zakat pendapatan pada petani kentang di Desa Kersik Tuo Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci dengan tingginya tingkat pendidikan petani maka kepatuhannya terhadap zakat menunjukan nilai thitung  4,945 > ttabel 1,944 serta memiliki nilai probabilitasnya sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. pengetahuan terhadap zakat menunjukan nilai thitung  2,960 > ttabel 1,944 serta memiliki nilai probabilitasnya sebesar 0,004 yang lebih kecil dari 0,05.