Articles

PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP LOKASI DAN FUNGSI TERMINAL PENUMPANG TIPE A KABUPATEN KEBUMEN Munandar, Aris; Kurniawan, Andri
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan lokasi dan fungsi terminal penumpang tipe A Kabupaten Kebumen sekarang initelah banyak menimbulkan polemik dan persepsi antar beberapa stakeholder terkait. Hasil penelitianini menunjukan bahwa pemanfaatan terminal oleh penumpang dan awak angkutan dirasa masihrendah, walaupun rata-rata pertumbuhan untuk jumlah penumpang yang naik dan turun di terminalmencapai 8,05% dan 5,47%, dan untuk kedatangan bus 1,38%, akan tetapi jumlah tersebut masihbelum sesuai dengan kapasitas daya tampung dan skala pelayanan terminal tipe A, karena sepinyaterminal tersebut, sehingga pemanfaatan terminal t hanya menguntungkan pihak tertentu saja, yaituberupa pencapaian target retribusi terminal, sedangkan fungsi terminal sebagai distribusi, ekonomi,dan sosial belum mampu berjalan secara maksimal. Keragaman persepsi stakeholder terhadap lokasidan fungsi terminal penumpang tipe A Kabupaten Kebumen terlihat bahwa sebagian besar pihakmengganggap lokasi dan fungsi terminal penumpang Tipe A Kebumen belum berjalan secara optimal,sehingga perlu dilakukan upaya optimalisasi terminal dengan memperhatikan beberapa aspektertentu.Kata kunci: Persepsi, Stakeholder, Terminal Penumpang
PERAN SEKTOR PARIWISATA DALAM PEREKONOMIAN WILAYAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Saputra, Andry Kurniawan; Kurniawan, Andri
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan sektor unggulan provinsi DIY. Penelitian ini menganalisis bagaimana peran sektor pariwisata dalam perekonomian wilayah provinsi DIY ditinjau secara geografi pariwisata dalam pengembangan wilayah provinsi DIY. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan total permintaan, peran jasa pariwisata dan sektor pendukungnya dalam perekonomian provinsi DIY menduduki posisi paling penting dibanding dengan sembilan sektor perekonomian lainnya. Hal ini terlihat dalam kontribusinya yang besar terhadap pembentukan struktur permintaan akhir dan permintaan antara yaitu menduduki peringkat pertama; untuk konsumsi rumah tangga menduduki peringkat kedua setelah sektor industri pengolahan. Dengan demikian hipotesis bahwa sektor pariwisata cukup berperan dalam perekonomian wilayah provinsi DIY telah terbuktikan. Kata kunci: pariwisata, pengembangan wilayah, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  
KINERJA KORIDOR JARINGAN JALAN KALIURANG DAN JALAN PARANGTRITIS, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Wardani, Fatwi Cahya; Kurniawan, Andri
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran penduduk tertinggi diarahkan pada pusat kota dan semakin menurun ke bagian pinggiran kota. Pengaruh ini terjadi terutama di sekitar jalan propinsi ke arah utara dan selatan Kota Yogyakarta, yaitu Jalan Kaliurang dan Jalan Parangtritis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja jaringan Jalan Kaliurang dan Jalan Parangtritis menggunakan variabel volume dan kapasitas jalan, menganalisis hubungan karakteristik penduduk dengan level kemacetan, dan merumuskan arahan manajemen lalu lintas. Metode yang digunakan adalah Mixed Methodology antara metode kuantitatif dan kualitatif. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling.Kinerja Jalan Kaliurang lebih buruk dibandingkan dengan Jalan Parangtritis. Hal ini karena fungsi-fungsi perkotaan telah bergeser ke arah utara lebih cepat daripada ke arah selatan Kota Yogyakarta. Maksud perjalanan penduduk didominasi oleh aktivitas ekonomi. Salah satu arahan manajemen lalu lintas yang dapat dilakukan yakni dengan pembukaan akses alternatif keluar200wilayah selain dari jalur eksisting dan pengembangan jalur-jalur alternatif yang sudah ada.Kata Kunci : volume, kapasitas, kinerja jalan, karakteristik penduduk, kemacetan.  
KAJIAN TINGKAT EFEKTIVITAS PENGGUNAAN E-TICKETING OLEH PENUMPANG BATIK SOLO TRANS DI SURAKARTA DAN SEKITARNYA Suratno, Veranita Yulia Manuari; Kurniawan, Andri
Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi yang berpotensi dikembangkan di bidang transportasi adalah sistem pembayaran secara electronic ticketing (e-ticketing). Pemerintah Kota Surakarta telah mengadobsi e-ticketing untuk transportasi massalnya, yaitu Batik Solo Trans (BST). Tujuan dalam penelitian ini adalah: mendeskripsikan karakteristik pengguna e-ticketing, mengukur tingkat kepuasan pengguna e-ticketing, menganalisis tingkat efektivitas penggunaan e-ticketing terhadap pelayanan transportasi Batik Solo Trans, dan menyusun implikasi kebijakan perbaikan sistem terkait e-ticketing. Metode yang digunakan adalah metode campuran dengan pengambilan sampel secara purposive dan quota sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan uji Crosstab dan Chi-Square.Karakteristik pengguna e-ticketing didominasi oleh perempuan dengan usia kurang dari 23 tahun, sebagai mahasiswa, dan berpenghasilan lebih kecil Rp 1.000.000,00. Indikator yang sudah efektif adalah kepuasan, keunggulan, dan efisiensi waktu. Sedangkan yang belum efektif produktivitas, kepuasan fasilitas, kemampuan fasilitas, dan efisiensi biaya. Total skor efektivitas e-ticketing adalah 46% yang berarti belum efektif. Implikasi kebijakan perlunya perbaikan fasilitas e-ticketing agar penggunaannya lebih maksimal.Kata kunci: bus rapid transit, e-ticketing, efektivitas
Evaluasi Keberadaan Pohon Pada Perumahan Di Daerah Perbukitan Terhadap Peraturan Menteri PU Nomor 05/Prt/M/2008 Kurniawan, Andri; Murtini, Titien Woro; Prianto, Eddy
MODUL Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan perumahan merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal. Kawasan perbukitan menjadi sasaran pengembang untuk mendirikan suatu hunian dengan potensi view yang menarik.  Sesuai Kebijakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, Nomor: 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, seharusnya menjadi acuan bagi para pengembang  dalam penyediaan RTH untuk perumahannya. Namun,  yang terjadi saat ini, RTH  yang disediakan oleh developer (pengembang) perumahan justru sudah banyak dirubah oleh pemilik rumah, baik itu berubah fungsi maupun berubah bentuk, sehingga ruang terbuka hijau yang disediakan pengembang sudah tidak sesuai lagi dengan desain awal perumahan. Studi kasus penelitian dilakukan di  Perumahan  Syailendra,  Villa Pinus dan Villa Krista yang terdapat di Daerah Gedawang, Kota Semarang. Hasil penelitian membuktikan bahwa terjadi  perubahan pada RTH di tiga lokasi studi kasus namun mayoritas masih sesuai dengan peraturan yang ada. Faktor luas perkerasan, lamanya masa huni, serta adanya reward dan punishment akan berpengaruh tehadap jumlah pepohonan yang ada. Reward dan punishment dapat digunakan sebagi tools yang akan menjaga kelangsungan RTH di kawasan perumahan di daerah perbukitan. Kata Kunci : Perumahan, Peraturan Pemerintah, RTH
DETERMINAN INTENSI KEWIRAUSAHAAN PADA ANGGOTA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO PEKERJA INDUSTRI KERAJINAN RAJAPOLAH Kurniawan, Andri; Winandi, Ratna; Daryanto, Heny K. S.
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol 1, No 2 (2013): JAI Vol 1 No 2 Desember 2013
Publisher : Jurnal Agribisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Woven pandanus handicraft industry in Rajapolah experience performance degradation as the global crisis in 2008. One of the participating private institutions to develop industry is Microfinance Institutions Koperasi Sejahtera Bangsaku (KSB), which as a medium to understdan the entrepreneurial intentions craft workers in unfavorable economic conditions. This study aims to determine the factors that influence an individuals decision to engage in entrepreneurial activity. The sample was 115 craft industry workers as well as members of the KSB. The data were processed using Partial Least Square analysis (PLS). By using a framework approach to entrepreneurial intentions models, this study found that entrepreneurial intentions is influenced by personal attitude and perceived behavioural control.  As nomological of the hypothesized causal paths, external and internal factor that influence entreprenurial intentions are demography, perceived need for new job, entrepreneurship skill, microfinance instituiton, and environmental factor.
Analisi Transisi Lahan di Kabupaten Gunungkidul dengan Citra Penginderaan Jauh Multi Temporal Wardhana, Wahyu; Sartohadi, Junun; Rahayu, Lies; Kurniawan, Andri
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Ilmu Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunungkidul was well known as barren area during 1940-1970 but now becomes fully vegetated. This process called the transition process. This study provided empirical evidences by spatial changes and remote sensing analysis and then the results were used for modelling of  the transition phases according to Mather (1992) and Hosunuma (2002). According to the model, the current transition phase is close to the final stage of the growth process. A unique phenomenon of the transition process of re-vegetation is that the regions dominated by settlement/yard, rain fed and upland/fields (in accordance to SNI 7645-2010). This model could be categorize as model of new ecosystem in the transition process, which is different from the previous one. The previous model was in the form of mixed forest as described by Nibbering(1991). This model is a compromise form of socio-ecological aspect as a result of the rehabilitation process, which was conducted by either the public or the Local Government based on Greening  Program of the Central Government according to Presidential Instruction. Interested learning from the process of re-vegetation transition is that the formations of re-vegetation lead to a new ecosystem in Gunungkidul through the dominance of settlement, rain field and upland.IntisariKabupaten Gunungkidul dulu terkenal tandus kering gersang pada tahun 1940-1970-an tetapi kini telah menjadi hijau kembali. Proses ini disebut dengan proses transisi. Penelitian ini memberikan bukti empirik melalui alat bantu analisis perubahan spasial dan penginderaan jauh yang hasilnya kemudian digunakan untuk memodelkan proses tahapan transisi sebagaimana model menurut Mather (1992) dan Hosunuma (2002). Tahapan transisi saat ini menurut model tersebut adalah menuju tahap akhir dari proses pertumbuhan. Yang unik dari proses transisi di wilayah ini adalah model penutupan/penggunaan lahan yang dominan dengan bentuk pemukiman/pekarangan, sawah tadah hujan dan tegalan/ladang (sesuai SNI 7645-2010). Model ini dapat dikatakan merupakan model penyusun ekosistem baru yang terjadi dalam proses transisi yang berbeda dari model penutupan sebelumnya yang berupa hutan campuran sebagaimana dijelaskan oleh Nibbering (1991). Model ini merupakan bentuk kompromi sosial-ekologis hasil proses rehabilitasi saat itu yang dilakukan baik oleh masyarakat maupun oleh Pemerintah Daerah dengan program INPRES Penghijauan dari Pemerintah Pusat saat itu. Pembelajaran yang menarik dari proses transisi adalah kembalinya lahan bervegetasi menjadi sebuah ekosistem baru di Gunungkidul melalui dominasi penutupan/penggunaan lahan pemukiman (pekarangan), sawah tadah hujan dan tegalan/ladang. Bentuk-bentuk ini merupakan proses kompromi yang menjadi faktor keberhasilan rehabilitasi yang dilakukan saat itu.Katakunci: Gunungkidul, transisi hutan, rehabilitasi, perubahan spasial, penginderaan jauh
KARAKTERISASI RESERVOAR FORMASI BELUMAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE INVERSI IMPENDANSI AKUSTIK DAN NEURAL NETWORK PADA LAPANGAN ‘YPS’ Kurniawan, Andri
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 1, No 01 (2013)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur layer Formasi Belumai, menganalisis nilai sebaran  impedansi akustik dan porositas reservoar yang diperoleh dari proses inversi seismik dan neural network, untuk menentukan zona lokasi sumur baru berdasarkan peta struktur waktu, atribut seismik, dan sebaran porositas. Data seismik yang digunakan merupakan data seismik non preserve 2D PSTM, data sumur YPS-04 dan YPS-06 yang memiliki kelengkapan data log (checkshot, sonic, density, dan porosity). Trasing horizon menunjukkan dua bagian tutupan (antiklin) pada arah  timur dan barat mengarah ke NW-SE. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode inversi modelbased dan analisa atribut RMS amplitude, instantaneous frequency, envelope dan neural network menunjukkan sebaran porositas di layer TBF (Top Belumai Formation) memiliki nilai porositas 0,12-0,21 fraksi dengan nilai impedansi 8000-12000 (m/s)*(gr/cc). Pada layer BBF (Bottom Belumai Formation) memiliki nilai porositas 0,09-0,21 fraksi dengan nilai impedansi 7000-12000 (m/s)*(gr/cc). Nilai impedansi 7000-9000 (m/s)*(gr/cc) dan nilai porositas 0,17-0,21 fraksi diindikasikan sebagai batupasir. Karakterisasi reservoar berdasarkan nilai impedansi, anomali atribut dan sebaran porositas, zona pertama dan kedua diindikasikan sebagai batupasir reservoar pada Formasi Belumai. Kata kunci:Trasing horizon, Formasi Belumai, Inversi modelbased, RMS amplitude, instantaneous frequency, envelope dan neural network.
KAMPUNG AKUAPONIK: PEMODELAN TEKNOLOGI AKUAPONIK GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT TEMPILANG Kurniawan, Andri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan lahan sempit dan tidak produktif melalui kegiatan budidaya ikan merupakan salah satu cara meningkatkan produktivitas lahan. Teknologi akuaponik memadukan budidaya ikan dan sayur dengan sistem resirkulasi dinilai sebagai teknologi sederhana, tetapi tepat guna.Teknologi ini mengedepankan efisiensi lahan dan pemanfaatan limbah organik ikan sebagai pupuk bagi tanaman yang berada di atasnya. Pengembangan teknologi ini dapat menghasilkan multile product dalam satu siklus produksi. Lebih jauh, teknologi ini mampu meningkatkan kemandirian serta produktivitas masyarakat sehingga secara tidak langsung diharapkan dapat menunjang perekonomian dan kesejahteraannya.Kegiatan KKN IX yang dilaksanakan oleh Universitas Bangka Belitung (UBB) di Desa Basun, Desan Dam 3, dan Desa Kelekak Kabung di Kecamatan Tempilang adalah menifestasi peran dharma pengabdian UBB kepada masyarakat. Penerapan teknologi akuaponik diharapkan dapat menghadirkan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat sehingga optimalisasi lahan non produktif dapat ditingkatkan dan mampu menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis
FITOPLANKTON PADA HABITAT IKAN CEMPEDIK (Osteochilus spilurus) DI SUNGAI LENGGANG, BELITUNG TIMUR Setiawan, Jeny; Kurniawan, Ardiansyah; Sari, Suci Puspita; Kurniawan, Andri; Fakhrurrozi, Yulian
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 9 No 2 (2018): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.252 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v9i2.225

Abstract

ABSTRAK Sungai Lenggang di Kabupaten Belitung Timur menjadi habitat alami Ikan Cempedik (Osteochilus spilurus) merupakan ikan pemakan plankton ekonomis penting dan dekat dengan budaya masyarakat.Produksi yang masih bergantung pada tangkapan alami menjadikan informasi fitoplankton dapat menjadi dasar pengelolaan perikanan sungai dan pengembangan budidaya ikan Cempedik.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran fitoplankton di Sungai Lenggang menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan pada musim penangkapan Ikan Cempedik di bulan Desember 2016 dengan empat stasiun di Sungai Lenggang berdasarkan lokasi penangkapan Ikan Cempedik. Kelimpahan fitoplankton menunjukkan nilai antara 3,710 - 8,676 ind/l dan berkorelasi dengan lokasi tangkapan Ikan Cempedik. Indeks dominan fitoplankton menunjukkan nilai yang rendah (0,16-0,21) dan indeks keseragaman pada tingkat sedang (0,66 - 0,79) dengan Kelas Bacillariophyceae memiliki dominasi tertinggi.