Articles

Found 31 Documents
Search

STUDI EKSPERIMENTAL PENGGERAK MULA TERMOAKUSTIK PISTON AIR DENGAN DIAMETER SELANG OSILASI 1 INCI Nugraha, Aditya; Kurniawan, Agus; Prabandono, Bayu
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggerak mula termoakustik adalah salah satu renewable energy yang mengubah energy panas menjadi energi gas dan suara sehingga dapat menggerakkan air. Fenomena ini sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini akan menyajikan sebuah model penggerak mula termoakustik sehingga menghasilkan daya dan efisiensi energi yang cukup tinggi. Model ini terdiri dari  bagian pendingin, regenerator dari steelwool dengan panjang 60mm, tabung resonator dan bagian osilasi berupa selang transparan dengan diameter 1 inci. Energi mekaniknya berupa gerak osilasi fluida zat cair dalam hal ini air yang berada di dalam selang yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk profil U. Penelitian ini dilakukan menggunakan tabung resonator yang ukuran tabung outside 15,7 x 70 mm, outside 20 x 90 mm, dan outside 25,2 x 100 mm. Model dengan ukuran tabung resonator outside 25,2 x 100 mm menghasilkan daya terbesar sebesar 0,226 watt dan efisiensi energi terbesar sebesar 0,279 %. Semakin besar dimensi tabung resonator, daya dan efisiensi yang dihasilkan akan semakin besar. Kata kunci: renewable energy, penggerak mula termoakustik, tabung resonator
Konsep Kampung Wisata Belanja Berkelanjutan Klaster Industri Kerajinan Mutiara, Emas dan Perak (MEP) di Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram Sushanti, Ima Rahmawati; Kurniawan, Agus
Jurnal Planoearth Vol 3, No 1: February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.044 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i1.216

Abstract

Keberadaan klaster industri di Kota Mataram memberikan pengaruh sosial, ekonomi dan lingkungan terhadap kawasan permukiman sekitarnya (Sushanti, Ima R, 2015). Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Mataram tahun 2011 – 2031 klaster industri MEP di Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela ditetapkan sebagai kawasan pariwisata belanja.  Tujuan penelitian adalah menentukan konsep kampung wisata belanja dalam rangka penataan klaster industri dan kawasan permukiman sekitarnya yang terpadu, secara fisik, ekonomi dan sosial berdasarkan komponen perancangan. Hasil  penelitian adalah konsep  kampung wisata belanja berkelanjutan yang layak, produktif dan partisipatif mengintegrasikan potensi klaster industri dan kawasan permukiman sekitarnya di Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
POPULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) LOKAL PADA LAHAN PASCA TAMBANG BATUBARA Ulfa, Maliyana; Kurniawan, Agus; Sumardi, Sumardi; Sitepu, Irnayuli
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian mengenai perkembangan jamur mikoriza arbuskula pada timbunan bukan tanah atasan dilakukan di areal bekas tambang batubara PT. Bukit Asam, Sumatera Selatan, pada 0, 8, 9, 10 dan 19 tahun pasca penimbunan. Tujuan penelitian adalah menganalisis keberadaan jamur mikoriza arbuskula serta hubungannya dengan umur lahan pasca penimbunan. Spora jamur mikoriza arbuskula diperoleh menggunakan metode saring basah. Hubungan keberadaan jamur mikoriza arbuskula dengan umur lahan pasca penimbunan dievaluasi menggunakan hubungan fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Acaulospora sp. dan Gigaspora sp. ditemukan pada semua lokasi sedangkan Glomus sp. dijumpai setelah delapan tahun penimbunan. Ketiga jamur mikoriza menunjukkan karakter yang khas dalam kolonisasi di timbunan bukan tanah atasan, walaupun pada umur timbunan yang berbeda-beda. Penimbunan tanpa menggunakan top soil menyebabkan perkembangan jamur mikoriza arbuskula tidak berjalan dengan konsisten. Oleh karena itu, tanah bukan top soil sebaiknya tidak digunakan untuk menimbun areal bekas tambang batubara. 
POPULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) LOKAL PADA LAHAN PASCA TAMBANG BATUBARA Ulfa, Maliyana; Kurniawan, Agus; Sumardi, Sumardi; Sitepu, Irnayuli
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2011.8.3.301-309

Abstract

Penelitian mengenai perkembangan jamur mikoriza arbuskula pada timbunan bukan tanah atasan dilakukan di areal bekas tambang batubara PT. Bukit Asam, Sumatera Selatan, pada 0, 8, 9, 10 dan 19 tahun pasca penimbunan. Tujuan penelitian adalah menganalisis keberadaan jamur mikoriza arbuskula serta hubungannya dengan umur lahan pasca penimbunan. Spora jamur mikoriza arbuskula diperoleh menggunakan metode saring basah. Hubungan keberadaan jamur mikoriza arbuskula dengan umur lahan pasca penimbunan dievaluasi menggunakan hubungan fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Acaulospora sp. dan Gigaspora sp. ditemukan pada semua lokasi sedangkan Glomus sp. dijumpai setelah delapan tahun penimbunan. Ketiga jamur mikoriza menunjukkan karakter yang khas dalam kolonisasi di timbunan bukan tanah atasan, walaupun pada umur timbunan yang berbeda-beda. Penimbunan tanpa menggunakan top soil menyebabkan perkembangan jamur mikoriza arbuskula tidak berjalan dengan konsisten. Oleh karena itu, tanah bukan top soil sebaiknya tidak digunakan untuk menimbun areal bekas tambang batubara.
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA, MOTIVASI, DAN KEPRIBADIAN TERHADAP MINAT WIRAUSAHA MELALUI SELF EFFICACY Kurniawan, Agus; Khafid, Muhammad; Pujiati, Amin
Journal of Economic Education Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Journal of Economic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangguran menjadi salah satu permasalahan yang harus diatasi, salah satu cara untuk mengurangi jumlah pengangguran adalah dengan menumbuhkan minat wirausaha. Minat wirausaha dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya lingkungan keluarga, motivasi wirausaha, kepribadian wirausaha dan self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan keluarga, motivasi wirausaha, kepribadian wirausaha terhadap minat wirausaha melalui self efficacy. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subyek dalam penelitian yaitu siswa kelas XI SMK Negeri 1 Salatiga dengan populasi 458 responden, sampel diperoleh dengan teknik propotional random sampling sebanyak 214 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan deskriptif persentase dan analisis jalur (path analysis). Hasil analisis data menunjukan variabel lingkungan keluarga, motivasi wirausaha, kepribadian wirausaha berpengaruh terhadap minat wirausaha melalui self efficacy.
Bauran Promosi Produk Food and Beverage Pada Delico Café Jababeka Kurniawan, Agus; Simatupang, Apriani
Jurnal Administrasi Kantor Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Administrasi Kantor (Juni 2018)
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Sekretari dan Manajemen Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Delico Cafe salah satu perusahaan baru buka cabang yang bergerak di perusahaan makanan dan minuman yang awalnya tujuan utamanya adalah fokus penjualan Bakery, namun seiring waktu berjalan penjualan tertinggi produk Delico Café bukan Bakery melainkan sop buntut dan pasta. Perusahaan ini melakukan promosi dengan menggunakan beberapa alat promosi yang dapat menarik calon konsumen guna peningkatan penjualan. Paper ini bertujuan utuk mengetahui penerapan bauran promosi yang dilakukan Delico Café sebagai cabang baru berdiri di kawasan Holliwood Junction Jababeka. Sumber data diperoleh langsung dengan cara wawancara dan pegamatan. Data yang diperoleh disusun secara sistematis yang kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian diperoleh ada empat bauran promosi yang diterapkan di Delico Café yakni periklanan, personal selling, promosi penjualan dan publisitas.   Kata kunci: Bauran promosi, Delico Cafe Jababeka, Food and Beverage.   Abstract: Delico Cafe is one of the new companies, opened a branch engaged in food and beverage, whose initial goal was to focus on Bakery sales, but as time goes by the highest sales of Delico Café products were not Bakery but oxtail soup and pasta. This company is using promotional tools that can attract potential customers to increase sales. This paper aims to find out the implementation of the promotional mix by Delico Café as a new branch established in the Jababeka Holliwood Junction area. Data sources are obtained directly by interview and observation. The data obtained was arranged systematically which was then described. The results of the study showed that there were four promotional mixes applied at Delico Café namely advertising, personal selling, sales promotion and publicity.   Keywords: Promotional Mixes, Delico Cafe Jababeka, Food and Beverage.
THE INFLUENCE OF MEDIA AND DIFFERENT STOCKING DENSITY ON THE POPULATION OF Daphnia Magna Kurniawan, Agus
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 4, No 1 (2017): Wisuda Februari Tahun 2017
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted on April-May 2016 located at Jln. Kamboja No. 38, Simpang Baru, Panam, Pekanbaru. The purpose of this research to determine the population of Daphnia magna were cultured on different media and stocking density that generates the highest population. This research method used is an experimental method. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with factorial design 2 factors which consisted of factors A: Media different that Poc Nasa 12 ml/l, Chicken Manure 12 g/l, Elephant Grass 12 g/l, Banana Stem 12 g/l and factor B: Solid different initial stocking 10 ind/l, 20 ind/l and 30 ind/l as many as 12 treatments, 3 repetitions so obtained 36 experimental units. Media and stocking density is very real (P<0,01) effect on the population Daphnia magna. The best treatment of Daphnia magna population during the 20 day study period generated by treatment of K12P30 (Chicken Manure 12g/l+ Stocking Density 30 ind/l) with an average value of 190. While the lowest for the treatment population N12P10 (Nasa 12 ml/l+Stocking Density 10 ind/l) with an overall average of 25 ind/l.Based on the analysis of the content of nutrients nitrogen (N) at the beginning and end of the study the culture medium Daphnia magna there are differences of each culture medium which is to Content Nitrogen (N) at the beginning of the study on media Chicken Manure 1,295 mg/l, Poc Nasa 0,622 mg/l, Elephant Grass 0,414 mg/l, and Banana Stem 0,518 mg/l. while the Content of Nitrogen (N) at the end of the study on Chicken Manure media 1.008 mg/l, Poc Nasa 1,915 mg/l, Elephant Grass 3,326 mg/l, and Banana Stem 0,907 mg/l. Water quality during the study showed a good range for growth of Daphnia magna is Temperatures range between 28,1 - 30,8 °C, DO ranged from 3,1 – 5,8 ppm and pH ranging from 7,1 – 8,5.Keywords : Media, Stocking density, Population, Daphnia magna
DIGITAL RIGHTS MANAGEMENT SEBAGAI SOLUSI KEAMANAN DOKUMEN ELEKTRONIK Kurniawan, Agus
Jurnal Sistem Informasi Vol 4 No 2 (2008): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.376 KB) | DOI: 10.21609/jsi.v4i2.251

Abstract

Perkembangan dokumen elektronik yang pesat dan mudah diakses berdampak semakin sulitnya dalam membatasi informasi ketika ingin membatasi akses terhadap informasi pada dokumen elektronik. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme untuk menjaga informasi pada dokumen elektronik hanya dapat diakses oleh yang berhak dan tersimpan dengan aman. Pendekatan solusi dapat menerapkan Digital Rights Management pada dokumen elektronik sehingga pemilik dokumen elektronik aka lebih aman menyimpannya ataupun melakukan sharing ke partnernya.
ANALISIS DAN ARAHAN PENGEMBANGAN LAHAN UNTUK MENCAPAI SWASEMBADA PANGAN DI KABUPATEN MUARO JAMBI, PROVINSI JAMBI Kurniawan, Agus; Ardiansyah, Muhammad; Sudadi, Untung
GEOMATIKA Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2013.19-2.205

Abstract

Sebagai wilayah “hinterland”, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi memiliki potensi sumberdaya lahan yang perlu dikembangkan dan diarahkan untuk mendukung penyediaan pangan di tingkat lokal maupun regional. Penelitian ini bertujuan menyusun arahan pengembangan lahan untuk mencapai swasembada pangan di Kabupaten Muaro Jambi. Hasil analisis menunjukkan potensi ketersediaan lahan prioritas untuk pengembangan padi sawah seluas 55.899 ha dengan kelas kesesuaian S3 (sesuai marginal) dan 100.870 ha lahan lainnya diarahkan untuk pertanian pangan lahan kering. Untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2031, Kabupaten Muaro Jambi membutuhkan sawah dan lahan kering masing masing seluas 30.545 ha dan 1.064 ha, sehingga potensi lahan yang tersedia masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan Kabupaten Muaro Jambi maupun untuk penggunaan lain. Di sisi lain, dalam Rencana Pola Ruang Kabupaten Muaro Jambi dialokasikan lahan untuk sawah dan pertanian lahan kering masing-masing seluas 6.271 ha dan 65.972 ha. Dari pola ruang lahan pangan tersebut, seluas 1.962 ha sawah dan 18.807 ha pertanian lahan kering tidak sesuai dengan kondisi eksisting. Oleh karena itu, Rencana Pola Ruang ini perlu direvisi.Kata Kunci: arahan pengembangan, swasembada pangan, kesesuaian lahan, ketersediaan lahan, pola ruangABSTRACTAs an hinterland, Muaro Jambi Regency, Jambi Province has potential land resource needs to be developed to support the provision of food both at local as well as regional levels. This research aimed to formulate a land development direction to achieve food self-sufficiency in Muaro Jambi Regency. Results of analyses showed the availability of prioritized land for rice fields development amounted to 55,899 ha with suitability class of S3 (marginally suitable), while another 100,870 ha of the land could be directed for dryland food-crop farming. To achieve the food self-sufficiency in the year 2031, Muaro Jambi Regency needs rice fields and drylands of 30,545 ha and 1,064 ha, respectively. Thus, the potentially available lands still can be developed to meet the food needs in Jambi City or allocated for other land uses as well. On the other hand, in the Spatial Regional Plan of Muaro Jambi Regency, lands allocated for rice field and dryland food-crop farming are 6,271 ha and 65,972 ha, respectively. Of this food-crop spatial pattern, area of 1.962 ha and 18,807 ha that are allocated for rice field and dryland food-crop farming do not match with the existing condition. Therefore, this Spatial Pattern Plan needs to be revised.Keywords: development direction, food self-sufficiency, land availability, land suitability, spatial pattern
Pemanfaatan Batu Apung (Pumice) Lombok dan Bakteri (Baccillus Subtilis) sebagai Agent Perbaikan Kerusakan Retak Pada Beton Rochani, Ida; Prasetyo, Agus; Kurniawan, Agus
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2969.041 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15629

Abstract

Batu apung (pumice) merupakan bahan lokal yang banyak terdapat di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Komposisi batu apung mengandung silika tinggi yaitu antara 52,30% - 65,60% dapat digunakan sebagai pozolan. Penggunaan batu apung (pumice)  sebagai campuran pada penyusunan beton ringan yang mempunyai kuat tekan dan kuat lentur yang baik. Beton juga rentan terhadap kerusakan yang dapat bersumber dari beban ekstrim, serangan kimia dan kondisi lingkungan. Faktor kualitas beton berpengaruh terhadap proses terjadinya keretakan beton. Produksi semen  dalam penggunaan campuran beton dapat memberikan kontribusi 10% emisi CO2 ke atmosfer. Retak mikro merupakan fenomena yang tidak dapat terhindari, akan tetapi retak kecil dapat di atasi yang disebut penyembuhan  autogenous atau self-healing beton. Metode yang digunakan dalam perbaikan mandiri pada keretakan beton adalah pemanfaatan peranan bakteri Bacillus subtilis yang terenkapsulasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan enkapsulasi bakteri B. subtilis dalam campuran beton dengan campuran pozolan batu apung (pumice) terhadap kemampuan menutup retak beton. Metode analisis penelitian self-healing beton berdasarkan tinjauan kimia, mekanik, fisis dan keberlanjutan secara ekonomi, toksi lingkungan, sosial. Tinjauan kimia pozolan batu apung Lombok mengandung SiO2 sebesar 56,56% dan Al2O3 sebesar 14,77% apabila bercampur dengan B. subtilis kurang signifikan sebagai self-healing beton dengan kadar perbaikan hanya 5,6%. Kuat lentur tertinggi terjadi dalam persentase enkapsulasi 3% dan diameter enkapsulasi 4 mm sebesar 1.497 KPa. Kuat tekan beton sebesar 21,053 MPa dalam persentase enkapsulasi 3% dan diameter enkapsulasi 2 mm. Analisis SEM  menyatakan bahwa peranan bakteri B. subtilis dan pozolan batu apung terlihat adanya serabut - serabut kecil yang menghubungkan antar partikel beton. Kadar persentase perbaikan mandiri dalam retak beton mencapai 5,6% dalam diameter enkapsulasi 4 mm dan persentase enkapsulasi 7%. Self-healing dalam kerusakan beton dapat mengurangi produksi semen sehingga akan mengurangi emisi CO2 di atmosfir. Self-healing dapat menghemat biaya Rp.442.725 / m3 karena tanpa adanya biaya perawatan beton apabila terjadi kerusakan. Pengurangan emisi CO2 akibat pengurangan produksi semen berpengaruh terhadap kesehatan pernafasan sehingga akan mengurangi biaya perawatan kesehatan sehingga tidak menambah biaya kesehatan.