Endang Kurniati
Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 15 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra

PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JAWA SMA KABUPATEN SEMARANG Utami, Esti Sudi; Kurniati, Endang
Lingua Vol 6, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pembaruan atau inovasi terbaru yang dilakukan Pemerintah yang berkaitan dengan kurikulumpendidikan adalah diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Guru dan sekolah diberikanotonomi untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, permasalahan, dan kebutuhan sekolah.Penelitian tahap I ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala pengembangan kurikulum yang dialami guru.Metode penelitian ini dirancang dengan menggunakan desain penelitian Research Development yang dirancangselama dua tahun. Dalam pelaksanaan penelitian tahun pertama ini digunakan pendekatan kualitatif. Subjekpenelitian ini adalah guru bahasa Jawa SMA se-Kabupaten Semecarang. Pengumpulan data dilakukan denganpengamatan dan wawancara. Metode analisis yang dilakukan adalah analisis interaktif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kendala yang ditemukan dalam menyusun KTSP meliputi.unsur pengembangan KD, unsurlife skills, uraian pencapaian indikator siswa, pengalaman belajar, metode, penilaian, pengaturan alokasi waktu.Kata kunci: KTSP, bahasa jawa
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS KONTEKS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KOMUNIKATIF LISAN BAHASA JAWA SISWA SMP Kurniati, Endang; Utami, Esti Sudi
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa SMP dalam berkomunikasi dengan bahasa Jawa umumnya tidak memperhatikanaspek kesantunan. Kondisi ini terjadi karena pembelajarannya cenderung ke arah bahasatulis. Desain penelitian ini dirancang dengan menggunakan research & development danbersifat multy years, yang dirancang dalam dua tahap penelitian. Tahap pertamamerupakan tahap penyusunan draf model pembelajaran generatif berbasis konteksuntuk meningkatkan kompetensi komunikasi lisan siswa SMP. Hasil penelitian tahappertama ini adalah (1) pelaksanaan pembelajaran komunikasi lisan mendapat porsi yangpaling sedikit karena guru dan siswa mengalami kesulitan. Umumnya siswa mengalamikesulitan berbicara dengan ragam krama karena tidak hafal kosa kata krama dan tidakmengatahui kaidah penggunaan ragam krama. Guru mengalami kesulitan dalammempersiapkan materi ajar, media pembelajaran, dan pemilihan strategi pembelajaran,(2) draf model pembelajaran komunikasi lisan dengan stategi pembelajaran generatifyang dikembangkan dilakukan dengan enam tahap, yaitu tahap eksplorasi, pemfokusan,pengenalan konsep, penerapan berbasis konteks, dan análisis kesalahan berbahasa. Default Paragraph Font;hps;High Students do not pay attention to use politeness. Thiscondition occurs because learning tends toward written language. The study design wasdesigned using research & development in multi-year, which is designed in two step ofresearch. The first step is drafting a generative model of context-based learning to improveoral communication competence of junior high school students. The results of this first phaseare (1) the implementation of learning oral communication had a little portion in class andstudents had some difficulties. Generally, students had difficulty to speak in various registerbecause they dont memorized vocabulary and do not know the use in diverse situation.Teachers had difficulty in preparing teaching materials, instructional media, and theselection of instructional strategies, (2) a draft of oral communication learning modelsusing generative learning strategy is developed in six steps: the exploration, focusing,introduction of the concept, context-based implementation, and errors analysis.
PEMBELAJARAN CERITA RAKYAT DENGAN MEDIA FILM ANIMASI MELALUI PENDEKATAN TERPADUPADA SD NEGERI MAOS KIDUL 03 KABUPATEN CILACAP Anjarsari, Destiani Rizky; Kurniati, Endang; Utami, Esti Sudi
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa. Salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat adalah ketidaktertarikan siswa terhadap cerita rakyat. Penggunaan media film animasi cerita rakyat dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan kesulitan siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap pada pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.Rumusan masalah penelitian ini yaitu, (1) bagaimana perbedaan hasil belajar cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, (2) bagaimana perilaku siswa pada pembelajaran cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental designs dalam bentuk Intact-Group Comparison. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil dan perilaku siswa dalam pembelajaran cerita rakyat pada siswa kelas IV SD, sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini yaitu penggunaan media film animasi cerita rakyat melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes (perbuatan dan tertulis), pedoman wawancara, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes, observasi, dan wawancara. Data hasil belajar dianalisis menggunakan program aplikasi SPSS 16, sedangkan data perilaku siswa dianalisis dengan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan dua hal, yaitu (1) nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas eksperimen sebesar 81,98, sedangkan nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas kontrol sebesar 61,58. Hasil uji beda (t-test) diperoleh t = 8,509 dan sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Oleh karena tingkat signifikan uji beda kurang dari 0,05%, maka dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar pembelajaran cerita rakyat antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan (2) perilaku siswa pada kelas eksperimen secara umum sudah baik dalam fokus, antusias, keaktifan dan respon yang baik, sedangkan perilaku siswa kelas kontrol masih kurang dalam keaktifan, respon, antusias, dan fokus pada pembelajaran cerita rakyat. Berdasarkan hasil penelitian, saran yangdirekomendasikan yaitu,(1) guru dapat menggunakan media film animasi cerita rakyat “Legendha Ketapang Dengklok” dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa di SD Negeri Maos Kidul 03, sehingga siswa tidak mengalami kesuliatan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa, (2) siswa hendaknya diberi pengetahuan tentang cerita rakyat dari Kabupaten Cilacap, sehingga siswa dapat mengetahui cerita rakyat yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa, dan (3) Sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung penggunaan media film animasi cerita rakyat “Legendha Ketapang Dengklok” dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.The fourth grade students of SD Negeri Maos 03 Cilacap regency, have difficulty in learning Javanese folklore. One of the factors that cause students have difficulties in learning the folklore is the disinterest of the students toward folklore. The use of folklore animation film media can be used as an alternative to overcome the problems of the fourth grade students of SD N Maos Kidul 03, Cilacap in learning Javanese folklore. The research problems of this study are, (1) how is the difference of learning outcomes of folklore by using the media of animation film through integrated learning in the experimental class and control class that does not use animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap, (2 ) how is the students’ behavior in learning folklore by using animated film media through integrated learning in the experimental class and control class that does not use the animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap. The method used in this research was the method of experimental research with pre-experimental research design in the form of Intact-Group Comparison. This research was conducted in fourth grade students. The dependent variable in this study was the learning outcomes and students’ behavior in learning folklore at the fourth grade students, while the independent variable in this study was the use of folklore animation film media through integrated learning in the experimental class. The research instruments were a test (deeds and written), interview guidance and observation sheet. Data collection techniques in this study were using tests, observations, and interview. Learning outcomes data were analyzed by using SPSS application program 16, while data of students’ behavior were analyzed using descriptive analysis technique. The results showedtwo things: (1) the mean score of learning folklore in the experimental class was 81.98, while the mean scoreof learning folklore in control class was 61.58. The results of t-test obtained t = 8.509 and sig. (2-tailed) of 0.000. Because of significant level of t-test wasless than 0.05%, it can be concluded that there are significant differences in learning outcomes of learning folklore between experimental class and control class, and (2) the students’ behavior in experimental class generallywas good in focus, enthusiastic, liveliness and a good response, while the students’ behaviorin control class was still less in liveliness, response, enthusiastic, and focus on learning folklore. Based on the results of the research, the recommended suggestions are, (1) teachers can use the folklore animation film media “Legendha Ketapang Dengklok” in learning Javanese folklore at SD N Maos Kidul 03, (2) the students should be given knowledge about the folklore of Cilacap regency, and (3) Schools should provide facilities and infrastructure that supports the use of folklore animation film media “Legendha Ketapang value Dengklok “ in learning the Javanese folklore.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS KONTEKS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KOMUNIKATIF LISAN BAHASA JAWA SISWA SMP Kurniati, Endang; Utami, Esti Sudi
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa SMP dalam berkomunikasi dengan bahasa Jawa umumnya tidak memperhatikanaspek kesantunan. Kondisi ini terjadi karena pembelajarannya cenderung ke arah bahasatulis. Desain penelitian ini dirancang dengan menggunakan research & development danbersifat multy years, yang dirancang dalam dua tahap penelitian. Tahap pertamamerupakan tahap penyusunan draf model pembelajaran generatif berbasis konteksuntuk meningkatkan kompetensi komunikasi lisan siswa SMP. Hasil penelitian tahappertama ini adalah (1) pelaksanaan pembelajaran komunikasi lisan mendapat porsi yangpaling sedikit karena guru dan siswa mengalami kesulitan. Umumnya siswa mengalamikesulitan berbicara dengan ragam krama karena tidak hafal kosa kata krama dan tidakmengatahui kaidah penggunaan ragam krama. Guru mengalami kesulitan dalammempersiapkan materi ajar, media pembelajaran, dan pemilihan strategi pembelajaran,(2) draf model pembelajaran komunikasi lisan dengan stategi pembelajaran generatifyang dikembangkan dilakukan dengan enam tahap, yaitu tahap eksplorasi, pemfokusan,pengenalan konsep, penerapan berbasis konteks, dan anlisis kesalahan berbahasa.Default Paragraph Font;hps;High Students do not pay attention to use politeness. Thiscondition occurs because learning tends toward written language. The study design wasdesigned using research & development in multi-year, which is designed in two step ofresearch. The first step is drafting a generative model of context-based learning to improveoral communication competence of junior high school students. The results of this first phaseare (1) the implementation of learning oral communication had a little portion in class andstudents had some difficulties. Generally, students had difficulty to speak in various registerbecause they dont memorized vocabulary and do not know the use in diverse situation.Teachers had difficulty in preparing teaching materials, instructional media, and theselection of instructional strategies, (2) a draft of oral communication learning modelsusing generative learning strategy is developed in six steps: the exploration, focusing,introduction of the concept, context-based implementation, and errors analysis.
PEMBELAJARAN CERITA RAKYAT DENGAN MEDIA FILM ANIMASI MELALUI PENDEKATAN TERPADUPADA SD NEGERI MAOS KIDUL 03 KABUPATEN CILACAP Anjarsari, Destiani Rizky; Kurniati, Endang; Utami, Esti Sudi
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa. Salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat adalah ketidaktertarikan siswa terhadap cerita rakyat. Penggunaan media film animasi cerita rakyat dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan kesulitan siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap pada pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.Rumusan masalah penelitian ini yaitu, (1) bagaimana perbedaan hasil belajar cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, (2) bagaimana perilaku siswa pada pembelajaran cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental designs dalam bentuk Intact-Group Comparison. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil dan perilaku siswa dalam pembelajaran cerita rakyat pada siswa kelas IV SD, sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini yaitu penggunaan media film animasi cerita rakyat melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes (perbuatan dan tertulis), pedoman wawancara, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes, observasi, dan wawancara. Data hasil belajar dianalisis menggunakan program aplikasi SPSS 16, sedangkan data perilaku siswa dianalisis dengan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan dua hal, yaitu (1) nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas eksperimen sebesar 81,98, sedangkan nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas kontrol sebesar 61,58. Hasil uji beda (t-test) diperoleh t = 8,509 dan sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Oleh karena tingkat signifikan uji beda kurang dari 0,05%, maka dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar pembelajaran cerita rakyat antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan (2) perilaku siswa pada kelas eksperimen secara umum sudah baik dalam fokus, antusias, keaktifan dan respon yang baik, sedangkan perilaku siswa kelas kontrol masih kurang dalam keaktifan, respon, antusias, dan fokus pada pembelajaran cerita rakyat. Berdasarkan hasil penelitian, saran yangdirekomendasikan yaitu,(1) guru dapat menggunakan media film animasi cerita rakyat Legendha Ketapang Dengklok dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa di SD Negeri Maos Kidul 03, sehingga siswa tidak mengalami kesuliatan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa, (2) siswa hendaknya diberi pengetahuan tentang cerita rakyat dari Kabupaten Cilacap, sehingga siswa dapat mengetahui cerita rakyat yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa, dan (3) Sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung penggunaan media film animasi cerita rakyat Legendha Ketapang Dengklok dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.The fourth grade students of SD Negeri Maos 03 Cilacap regency, have difficulty in learning Javanese folklore. One of the factors that cause students have difficulties in learning the folklore is the disinterest of the students toward folklore. The use of folklore animation film media can be used as an alternative to overcome the problems of the fourth grade students of SD N Maos Kidul 03, Cilacap in learning Javanese folklore. The research problems of this study are, (1) how is the difference of learning outcomes of folklore by using the media of animation film through integrated learning in the experimental class and control class that does not use animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap, (2 ) how is the students behavior in learning folklore by using animated film media through integrated learning in the experimental class and control class that does not use the animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap. The method used in this research was the method of experimental research with pre-experimental research design in the form of Intact-Group Comparison. This research was conducted in fourth grade students. The dependent variable in this study was the learning outcomes and students behavior in learning folklore at the fourth grade students, while the independent variable in this study was the use of folklore animation film media through integrated learning in the experimental class. The research instruments were a test (deeds and written), interview guidance and observation sheet. Data collection techniques in this study were using tests, observations, and interview. Learning outcomes data were analyzed by using SPSS application program 16, while data of students behavior were analyzed using descriptive analysis technique. The results showedtwo things: (1) the mean score of learning folklore in the experimental class was 81.98, while the mean scoreof learning folklore in control class was 61.58. The results of t-test obtained t = 8.509 and sig. (2-tailed) of 0.000. Because of significant level of t-test wasless than 0.05%, it can be concluded that there are significant differences in learning outcomes of learning folklore between experimental class and control class, and (2) the students behavior in experimental class generallywas good in focus, enthusiastic, liveliness and a good response, while the students behaviorin control class was still less in liveliness, response, enthusiastic, and focus on learning folklore. Based on the results of the research, the recommended suggestions are, (1) teachers can use the folklore animation film media Legendha Ketapang Dengklok in learning Javanese folklore at SD N Maos Kidul 03, (2) the students should be given knowledge about the folklore of Cilacap regency, and (3) Schools should provide facilities and infrastructure that supports the use of folklore animation film media Legendha Ketapang value Dengklok in learning the Javanese folklore.
PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JAWA SMA KABUPATEN SEMARANG Utami, Esti Sudi; Kurniati, Endang
Lingua Vol 6, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pembaruan atau inovasi terbaru yang dilakukan Pemerintah yang berkaitan dengan kurikulumpendidikan adalah diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Guru dan sekolah diberikanotonomi untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, permasalahan, dan kebutuhan sekolah.Penelitian tahap I ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala pengembangan kurikulum yang dialami guru.Metode penelitian ini dirancang dengan menggunakan desain penelitian Research Development yang dirancangselama dua tahun. Dalam pelaksanaan penelitian tahun pertama ini digunakan pendekatan kualitatif. Subjekpenelitian ini adalah guru bahasa Jawa SMA se-Kabupaten Semecarang. Pengumpulan data dilakukan denganpengamatan dan wawancara. Metode analisis yang dilakukan adalah analisis interaktif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kendala yang ditemukan dalam menyusun KTSP meliputi.unsur pengembangan KD, unsurlife skills, uraian pencapaian indikator siswa, pengalaman belajar, metode, penilaian, pengaturan alokasi waktu.Kata kunci: KTSP, bahasa jawa