Articles

TEKNOLOGI PENGOLAHAN EMPING JUBIKA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI GUNA JAGUNG MANIS DI DESA ARJASARI KABUPATEN BANDUNG

Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Arjasari dikenal dengan desa yang kaya akan kekayaan alamnya. Salah satu komoditas yang diunggulkan pada kekayaan alam desa tersebut adalah jagung manis. Namun pemanfaatan hasil panen jagung manis ini belum maksimal karena masih terbatas pada penjualan hasil panen pada tengkulak dan produk olahan tradisional. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya peningkatan nilai guna dari jagung manis di Desa Arjasari, salah satunya dengan membuat produk olahan yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dan menarik untuk dipasarkan dalam bentuk emping JUBIKA (Jagung Kulit Biji kakao). Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah transfer teknologi tepat guna pengolahan jagung manis menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai guna jagung manis, memperpanjang umur simpan, dan berpotensi memberikan kontribusi kepada masyarakat baik petani jagung manis maupun pengolahan makanan dalam bentuk margin ekonomi. Metode pendekatan dilakukan melalui pendekatan partisipasif dengan kegiatan survey lokasi dan potensi desa, pelatihan baik teori atau praktek, monitoring dan evaluasi, dan persiapan pemasaran. Dari kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa masyarakat desa Arjasari kecamatan Arjasari kabupaten Bandung terutama Ibu-ibu PKK, petani jagung manis, tokoh masyarakat, dan Karang Taruna menyambut baik kegiatan PPMD bertopik pembuatan JUBIKA, pengembangan olahan berbahan baku jagung ke depan dinilai memungkinkan karena ditunjang kesediaan bahan baku jagung manis di desa tersebut dan pada kegiatan PPM tahun berikut akan dilaksanakan pengembangan untuk produk olahan singkong dan pisang yang merupakan produk khas daerah setempat.

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama dengan Sistem Character Based Integrated Learning

Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakFokus dari penelitian ini adalah mengembangkan suatu perangkat pembelajaran matematika SMP dengan menerapkan sistem Character Based Integrated Learning yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran tersebut meliputi RPP, LKS, Buku Siswa dan Instru-men Penilaian. Pada sistem Character Based Integrated Learning, kegiatan belajar meng-ajar mengacu pada 9 pilar karakter anak. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahap pendefinisian (define), perancangan (de-sign), dan pengembangan (develop) dengan mengacu pada kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. RPP, LKS, dan Buku Siswa yang dihasilkan pada penelitian ini memenuhi kriteria kevalidan dengan skor validasi berturut-turut adalah 3.73, 4, dan 4 dengan skala 1-4. Selain itu, perangkat pembelajaran tersebut juga memenuhi kriteria kepraktisan karena  85% siswa dan guru menyatakan bahwa perangkat pembelajaran praktis digunakan ketika uji keterbacaan. Serta memenuhi kriteria keefektifan karena terdapat 90% siswa tuntas terhadap hasil belajar dan 80% siswa berkarakter baik. Kata Kunci: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika, Sistem Character Based Integrated Learning  AbstractThe focus of this research is to develop a set of mathematical learning SMP system by implementing Character -Based Integrated Learning valid, practical, and effective. The learning device includes lesson plans, worksheets, Student Book and Instrument. In Character Based Integrated Learning systems, learning activities refer to the 9 pillars of character kids. Learning software development procedures used in this study is the definition phase (define), design (design), and development (develop) with reference to the criteria of validity, practicality and effectiveness. Lesson plans, worksheets, and books produced by students in this study meets the criteria for the validity of the validation scores are respectively 3.73, 4, and 4. In addition, the learning device also meets the criteria of practicality because 85 % of students and teachers stated that the practical learning is used when the test readability. And meet the criteria of effectiveness because there are 90 % of students completed the study and 80 % student’s result of good character. Keywords: Teaching Material Development; Character Based Integrated Learning System.

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ANALISIS REAL BERBASIS WEB DALAM BENTUK E-LEARNING

KadikmA Vol 5, No 3: Desember 2014
Publisher : KadikmA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.249 KB)

Abstract

Abstrak. Pengembangan model pembelajaran analisis real yang melibatkan sistem teknologi informasi global secara praktis perlu dilakukan. Khususnya kegiatan yang beorientasi pada aktivitas belajar mahasiswa untuk peningkatan pemahaman materi analisis real melalui pemanfaatan e-learning yang berisi bahan ajar elektronik. Sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi kuliah pada saat di kelas saja tetapi juga dimana dan kapan saja. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan dan efektifitas penerapan model pembelajaran berbasis web dalam bentuk e-learning untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar mahasiswa pada matakuliah analisis real. Tahapan kegiatan pengembangan model pembelajaran berbentuk e-learning pada mata kuliah Analisis Real meliputi: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) analisis hasil kegiatan publikasi dan implementasi model pembelajaran elektronik di e-learning. Hasil dari kegiatan ini adalah (1) Kegiatan pengembangan model pembelajaran analisis real berbasis web dalam bentuk e-learning dilakukan pada materi sifat kelengkapan dari bilangan real dengan 1 (satu) kali tugas dan UAS untuk semua materi yang dipelajari selama satu semester, dan (2) Aktivitas dan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah analisis real berbasis web dalam bentuk e-learning meningkat. Masing-masing terdapat 92,5% mahasiswa kelas A dan kelas B yang tuntas pada tes hasil belajar melalui pelaksanaan UAS pada matakuliah analisis real dalam bentuk e-learning. Kata Kunci : Pembelajaran e-learning, Analisis Real, Aktivitas dan prestasi belajar.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KARAKTER KREATIF DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA SUB POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN

KadikmA Vol 5, No 3: Desember 2014
Publisher : KadikmA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The research aims to know process and result of developing of mathematics learning aids based on creativity with realistic mathematics education approach for similarity sub topic at ninth grade junior high school. The research development modle refers to 4D Thiagarajan models. The subject of research is students of IX-A class SMPN 11 Jember in even semester academic year 2013-2014. The data of research are obtained by validation sheet, observation sheet of teacher and students activities, and observation sheet of character.The product of this research are lesson plan, studenthandbook, and worksheet.The validity of those product consecutively are 4; 4,5; 4,05. The average percentage of teacher activity is 82% and 90%, student activity is 82% and 80%.The result shows that the learning instruments qualifies validity, practical, but not effective criteria. The reason is not effective because creative character of the students only 41% and 31%. Keywords:Realistic Mathematics Education,Creative Character, Learning

Proses Gatekeeping Pemberitaan RUU Pilkada pada Koran Tempo

Interaksi Online Vol 3, No 11 (2015): Wisuda Agustus
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap proses gatekeepingyang berlangsung di redaksi media massa dalam menyeleksi berita. Mekanisme kerja mediayang memiliki fungsi sebagai alat kontrol kebijakan pemerintah akan menarik ditelititerutama saat memuat berita tentang isu yang berkaitan dengan hak-hak publik, sepertiRencana Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah di Koran Tempo.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatifdengan menggunakan teori di antaranya teori gatekeeping (Shoemaker: 1996) dan teoripolitik media massa (McNair: 2011). Untuk mengetahui proses gatekeeping pemberitaanRUU Pilkada di Koran Tempo, peneliti mewawancarai pihak yang terlibat secara langsungdalam proses penerbitan berita RUU Pilkada di Koran Tempo meliputi reporter, redaktur,redaktur pelaksana, dan pemimpin redaksi.Hasil penelitian ini menunjukkan Koran Tempo mendorong demokrasi deliberatifberjalan di Indonesia sehingga menolak RUU Pilkada. RUU Pilkada yang mewacanakanpengembalian wewenang memilih kepala daerah kepada DPRD dinilai akan mencederaisemangat demokrasi di Indonesia. Publik memiliki hak untuk berpartisipasi dalammemberikan suara politiknya melalui pemilu, sehingga pemilihan kepala daerah harusberjalan secara langsung. Koran Tempo sebagai media massa yang bertugas untukmengontrol kebijakan pemerintah merasa wajib untuk mengawal, mengkritik, danmenggagalkan pengesahan RUU Pilkada.Iklim demokrasi juga didorong di redaksi Koran Tempo dengan mempersilakan setiaporang untuk berpartisipasi dalam rapat perencanaan pemberitaan. Rapat adalah aktivitas rutindi redaksi untuk menentukan materi pemberitaan yang akan disampaikan kepada khalayak.Rapat inilah yang menjadi penentu berita mana yang layak dimuat dan ditonjolkan, termasuksudut pandang yang akan diambil saat menuliskannya. Dengan demikian, proses gatekeepingyang paling dominan di Koran Tempo adalah level rutinitas media.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAERBASIS KARAKTER KREATIF DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA SUB POKOK BAHASAN TABUNG DAN KERUCUT KELAS IX SMP

Pancaran Pendidikan Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Pancaran Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.202 KB)

Abstract

Abstract. The research aims to know process and result of developing of mathematics learning aids based on creativity and Realistic Mathematics Education (RME) approach for cylinder and cone sub topics at ninth grade of junior high school. The research development model refers to modified of 4D Thiagarajan models. The subject of research is students of IXB class at SMPN 1 Jember in odd semester academic year 2013-2014. The data of research are obtained by validation sheet, observation sheet of teacher and students activities, observation sheet of student creativity development and student skill,student worksheet, and self assesment sheet. The product of this research are lesson plan, student handbook, and worksheet. The result shows that the learning instruments qualifies validity, practical, and effective criteria. The percentage of student creativity based on the data of observation sheet of student creativity development and self assesment sheet is 70,67%, it means that in general students at IXB class have a good creativity at learning cylinder and cone subs topic. Key Words: RME approach, creativity, cylinder and cone

ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH TERBUKA BERBASIS POLYA SUB POKOK BAHASAN TABUNG KELAS IX SMP NEGERI 7 JEMBER

KadikmA Vol 6, No 1: April 2015
Publisher : KadikmA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.328 KB)

Abstract

Abstract. The research aims to describe the students’ thinking process of 9th grade of Junior High School in solving the open problem according to their capability in solving problem based on Polya’s solution step. Data analysis is done based on written test and interview techniques. The subject of research is students of IXA class at SMPN 7 Jember in odd semester academic year 2013-2014. The data of research are obtained by validation sheet, written test, and interview techniques. Students experience disequilibrium when they don’t understand about the qestion’s sentence and when she can’t determine the ways to solve the problem, also when she can’t determine the ways to check the result that has already gotten when she does the plans. Students experience assimilation when they can mention what is known and what is asked  from the problems immediately without reck of true or false, also when  they can determine the ways to solve the problems and when they are doing the computations. Students experience accomodation when they are quiet and confuse before they can determine the problem’s condition, also when she is doing the computation and when she is quite before she can determine the ways to solve the problem. Students experience assimilation and accomodation to reach the equilibrium phase. Key Words: thinking process, open problem, and Polya’s solution step.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 9 JEMBER SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013/2014 PADA SUB POKOK BAHASAN GARIS DAN SUDUT

KadikmA Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : KadikmA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.078 KB)

Abstract

Abstract. Lesson Study is an effort to improve the quality of learning and development of teacher’s professionality. The aim of implementation learning based Lesson Study in class VII C SMP Negeri 9 Jember to develop a character learning independence of students. Lesson Study based learning in this research went smoothly and accordance with the planned stages. The result shows the development of character learning independence from cycle I to cycle III. Lesson Study based learning is able to develop a character learning independence. It is show by a rise in the percentage of each indicator that shows the character learning independence. Key Words : Lesson Study, Learning Independence

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama dengan Sistem Character Based Integrated Learning

Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakFokus dari penelitian ini adalah mengembangkan suatu perangkat pembelajaran matematika SMP dengan menerapkan sistem Character Based Integrated Learning yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran tersebut meliputi RPP, LKS, Buku Siswa dan Instru-men Penilaian. Pada sistem Character Based Integrated Learning, kegiatan belajar meng-ajar mengacu pada 9 pilar karakter anak. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahap pendefinisian (define), perancangan (de-sign), dan pengembangan (develop) dengan mengacu pada kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. RPP, LKS, dan Buku Siswa yang dihasilkan pada penelitian ini memenuhi kriteria kevalidan dengan skor validasi berturut-turut adalah 3.73, 4, dan 4 dengan skala 1-4. Selain itu, perangkat pembelajaran tersebut juga memenuhi kriteria kepraktisan karena 85% siswa dan guru menyatakan bahwa perangkat pembelajaran praktis digunakan ketika uji keterbacaan. Serta memenuhi kriteria keefektifan karena terdapat 90% siswa tuntas terhadap hasil belajar dan 80% siswa berkarakter baik.Kata Kunci: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika, Sistem Character Based Integrated LearningAbstractThe focus of this research is to develop a set of mathematical learning SMP system by implementing Character -Based Integrated Learning valid, practical, and effective. The learning device includes lesson plans, worksheets, Student Book and Instrument. In Character Based Integrated Learning systems, learning activities refer to the 9 pillars of character kids. Learning software development procedures used in this study is the definition phase (define), design (design), and development (develop) with reference to the criteria of validity, practicality and effectiveness. Lesson plans, worksheets, and books produced by students in this study meets the criteria for the validity of the validation scores are respectively 3.73, 4, and 4. In addition, the learning device also meets the criteria of practicality because 85 % of students and teachers stated that the practical learning is used when the test readability. And meet the criteria of effectiveness because there are 90 % of students completed the study and 80 % students result of good character.Keywords: Teaching Material Development; Character Based Integrated Learning System.

Analisis Tingkat Kognitif Uji Kompetensi pada Buku Sekolah Elektronik (BSE) Matematika SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 Berdasarkan Taksonomi Bloom

Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku teks pelajaran berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Buku teks dilengkapi dengan soal-soal latihan yang belum terklasifikasi tingkat kognitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kognitif soal uji kompetensi beserta persentase masing-masing tingkat kognitif soal uji kompetensi pada BSE Matematika SMP Kelas VII kurikulum 2013 semester 1 maupun semester 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa soal uji kompetensi BSE Matematika semester 1 mencakup 9 variasi soal dari 24 variasi soal menurut tingkat kognitif Revisi Taksonomi Bloom. Dari 166 pertanyaan, terdapat 6.6% tingkat C2-faktual; 17% tingkat C2-konseptual; 22% tingkat C2-prosedural; 3% tingkat C3-faktual; 6.6% tingkat C3-konseptual; 28% tingkat C3-prosedural; 1.8% tingkat C4-konseptual; 14% tingkat C4-prosedural; 0.6% tingkat C6-konseptual; dan 0% pertanyaan tingkat yang lainnya. Sedangkan pada BSE Matematika semester 2 mencakup 11 variasi soal. Dari 170 pertanyaan terdapat 0.6% tingkat C1-faktual; 0.6% tingkat C1-konseptual; 2.9% tingkat C2-faktual; 15% tingkat C2-konseptual; 15% tingkat C2-prosedural; 8.2% tingkat C3-konseptual; 30% tingkat C3-prosedural; 4.7% tingkat C4-konseptual; 5.3% tingkat C4-prosedural; 14% tingkat C5-konseptual; 4.1% tingkat C6 konseptual; dan 0% tingkat yang lain.Textbooks have an important and strategic role in improving the quality of primary and secondary education. Textbook comes with practice questions are not yet classified the cognitive level. The aims of this study are determining the level of cognitive matter competency test along with the percentage of each level of cognitive matter competency test on BSE Class VII SMP Math curriculum 2013 1st half and 2nd semester. Type of research is descriptive research with a qualitative approach. It can be concluded that about half of the competency test BSE Mathematics 1 includes 9 variations of about 24 variations of matter according to the degree of cognitive Revised Blooms Taxonomy. Of the 166 questions, there is a 6.6% rate of C2-factual; 17% C2-conceptual level; 22% C2-procedural level; 3% level C3-factual; 6.6% C3-conceptual level; 28% level of C3-procedural; 1.8% C4-conceptual level; 14% of C4-procedural level; 0.6% C6-conceptual level; and 0% of the questions that other level. While in the second half of BSE Mathematics includes 11 variations matter. Of the 170 questions contained 0.6% level of C1-factual; 0.6% C1-conceptual level; 2.9% rate of C2-factual; 15% C2-conceptual level; 15% C2-procedural level; 8.2% C3-conceptual level; 30% level of C3-procedural; 4.7% C4-conceptual level; 5.3% rate of C4-procedural; 14% of the C5-conceptual level; 4.1% C6 conceptual level; and the 0% level to another.