Ika Kurniasari
Unknown Affiliation

Published : 31 Documents
Articles

Found 31 Documents
Search

KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS JAMALUDDIN, MUHAMMAD; Johan, Asma; Kurniasari, Ika
MATHEdunesa Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Pemberdayaan Guru dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD Siswono, Tatag Yuli Eko; Rosyidi, Abdul Haris; Astuti, Yuliani Puji; Kurniasari, Ika
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.129 KB) | DOI: 10.17977/jip.v18i2.3623

Abstract

Abstract: Empowering Mathematics Teachers to Improve Creative Thinking of Elementary-School Students. This experimental study is intended to develop mathematics teachers’ competences in designing teaching and learning strategies that enhance students’ creative thinking. In addition, the study portrays teachers’ creative thinking as well as their competences in planning and implementing problem-solving and problem-posing teaching models. Utilizing a pre-test post-test single group design, this study involved mathematics teachers of the third, fourth, and sixth grades of two elementary schools. The results suggest that the teachers’ creative thinking is of good level; they are creative enough in solving and posing mathematical problems as reflected in their mean score of 92.6. Their competences in planning and implementinglie in good category. Overall, it can be concluded that the teachers are professionally empowered in develo ping students’ creative thinking.Abstrak: Pemberdayaan Guru dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD. Implementasi pembelajaran matematika di SD untuk mendorong berpikir kreatif masih lemah. Penelitian ini bertujuan memberdayakan guru-guru SD dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang memberi bekal kemampuan berpikir kreatif dan memberikan gambaran kemampuan berpikir kreatif guru dan kemampuannya merencanakan serta mengimplementasikan model pembelajaran pengajuan dan pemecahan masalah matematika. Penelitian eksperimen rancangan pretes postes kelompok tunggal sekaligus deskriptif dilakukan terhadap masing-masing dua guru kelas III, IV, dan V SD di kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif guru SD berada pada tingkat lebih dari cukup kreatif, dan hasil rata-rata kemampuannya dalam memecahkan dan membuat soal adalah 92,6. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran termasuk kategori lebih dari “baik”. Disimpulkan bahwa guru telah berdaya dan mem iliki kemampuan mengembangkan pembelajaran yang mendorong berpikir kreatif siswa.
IDENTIFIKASI TINGKAT BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA DAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN AHMADI, ; JOHAN, ASMA; KURNIASARI, IKA
MATHEdunesa Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupaka Salah satu bidang studi yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu siswa harus bisa meningkatkan keterampilan berpikirnya. Salah satunya adalah berpikir kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat berpikir kreatif siswa laki-laki dan perempuan dalam memecahkan masalah dilihat dari kemampuan matematika siswa. Sedangkan instrument dalam penelitian ini adalah tes pemecahan soal matematika, dan pedoman wawancara. Subjek dari penelitian ini adalah tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan kelas VIII-A SMP Negeri 6 Sampang dengan rincian satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan berkemampuan tinggi, satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan berkemampuan sedang, satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan berkemampuan rendah. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan siswa laki-laki berkemampuan tinggi diidentifikasi mempunyai tingkat berpikir kreatif 4 (sangat kreatif). Siswa laki-laki berkemampuan sedang diidentifikasi mempunyai tingkat berpikir kreatif 3 (kreatif). Siswa laki-laki berkemampuan rendah diidentifikasi mempunyai tingkat berpikir kreatif 0 (tidak kreatif). Siswa perempuan berkemampuan tinggi diidentifikasi mempunyai tingkat berpikir kreatif 4 (sangat kreatif). Siswa perempuan berkemampuan sedang diidentifikasi mempunyai tingkat berpikir kreatif 3 (kreatif). Siswa perempuan berkemampuan rendah diidentifikasi mempunyai tingkat berpikir kreatif 1 (kurang kreatif). Kata kunci : Identifikasi, tingkat berpikir kreatif, memecahkan masalah, persamaan garis lurus.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO PADA MATERI OPERASI HIMPUNAN TIARA RAHMAWATI, MEGA; KURNIASARI, IKA; , SUTINAH
MATHEdunesa Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran harusnya berpusat pada siswa, sehingga diharapkan siswa bertindak aktif dan guru bertindak sebagai fasilitator. Namun, seringkali yang terjadi adalah siswa hanya berlaku sebagai obyek tanpa keterlibatan aktif di dalam pembelajaran. Untuk itu, dapat diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two yang akan membuat pembelajaran lebih aktif. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan rancangan one shot case study dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran, aktivitas siswa, dan hasil belajar selama penerapan model pembelajaran kooperatif the power of two pada materi operasi himpunan di kelas VII-I SMP Negeri 2 Ngadiluwih-Kediri. Data yang diperoleh adalah data mengenai pengelolaan pembelajaran, aktivitas siswa, dan hasil belajar kognitif serta afektif siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa skor rata-rata dari pengelolaan pembelajaran yaitu sebesar 3,55 dan termasuk kriteria sangat baik, aktivitas siswa yang muncul dominan adalah memperhatikan penjelasan guru/ teman dengan persentase sebesar 31,25% dan aktivitas terendah yaitu mengeluarkan pendapat dengan persentase sebesar 2,35%, hasil belajar kognitif menunjukkan 79,49% mencapai ketuntasan belajar dan untuk hasil belajar afektif, 19 siswa atau sebesar 48,71% termasuk kategori baik.Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif tipe the power of two, operasi himpunan.
ANALISIS PERILAKU PEMECAHAN MASALAH PADA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MATERI SEGIEMPAT KELAS VII SMPN 7 SURABAYA FISCARINA AVINIE, NEZA; JOHAN, ASMA; KURNIASARI, IKA
MATHEdunesa Vol 3, No 2 (2013):
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan utama pembelajaran matematika pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) berdasarkan Standar Isi 2006 yakni siswa mampu memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Penelitian-penelitian yang ada kebanyakan meneliti pemecahan masalah dari cara menemukan solusi dari perspektif pemahaman masalah, tetapi hanya sedikit yang meneliti tentang perilaku pemecahan masalah dari perspektif pemahaman masalah. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan perilaku pemecahan masalah pada siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi segiempat kelas VII. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 6 subjek, yaitu 2 subjek berkemampuan matematika tinggi, 2 subjek berkemampuan matematika sedang, dan 2 subjek berkemampuan matematika rendah. Metode pengumpulan data yang dipakai adalah metode tes dan wawancara.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi segiempat kelas VII, perilaku subjek berkemampuan matematika tinggi mempunyai kecenderungan membaca ulang soal, menuliskan informasi yang diketahui daripada menuliskan informasi yang ditanyakan, menggunakan konteks masalah, menuliskan jawaban akhir, memberikan penjelasan, serta tidak memberikan alasan pada setiap langkah matematisnya. Perilaku subjek berkemampuan matematika sedang mempunyai kecenderungan tidak menuliskan informasi yang ditanyakan dan yang diketahui, terkadang membaca ulang soal, menggunakan konteks masalah, terkadang menuliskan jawaban akhir, memberikan penjelasan tanpa disertai alasan untuk setiap langkah matematisnya. Perilaku subjek berkemampuan matematika rendah mempunyai kecenderungan membaca ulang soal, tidak menuliskan informasi yang ditanyakan dan yang diketahui, tidak menggunakan konteks masalah, menuliskan jawaban akhir tetapi perhitungan yang dilakukan tidak bermakna karena tidak ada kaitannya dengan masalah (tidak dapat menyelesaikan soal), tidak memberikan penjelasan maupun alasan untuk setiap langkah matematisnya.Kata Kunci: pemecahan masalah, masalah nonrutin, kesalahan siswa.
KEEFEKTIFAN ACCELERATED LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAVI PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DI KELAS AKSELERASI RACHMI I, NISA; YULI EKO SISWONO, TATAG; KURNIASARI, IKA
MATHEdunesa Vol 3, No 2 (2013):
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di kelas akselerasi masih menggunakan gaya lama yang monoton dan terkesan konservatif. Pembelajaran tersebut belum mampu mengembangkan secara optimal kemampuan dan kecerdasan luar biasa yang dimiliki oleh siswa kelas akselerasi. Sementara itu Dave Meier, mampu melaksanakan pembelajaran dari waktu normal 90 menit menjadi hanya 50 menit dengan respons positif dari seluruh kelas melalui Accelereated Learning dengan pendekatan SAVI yang juga mampu memaksimalkan kemampuan yang dimiliki siswa. Untuk itu, perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana keefektifan Accelerated Learning dengan pendekatan SAVI ini di kelas akselerasi, dimana pada penelitian ini diterapkan pada materi kubus dan balok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dimana akan dideskripsikan keefektifan pembelajaran yang meliputi kemampuan guru mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, ketuntasan belajar siswa secara klasikal, serta respons siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan kemampuan guru mengelola pembelajaran, lembar pengamatan aktivitas siswa, lembar tes hasil belajar, dan lembar respons siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan guru mengelola pembelajaran adalah 3,95 dan berada pada kategori sangat baik, rata-rata persentase aktivitas siswa adalah 92,58% sehingga berada pada kategoti aktif, persentase hasil belajar siswa sebesar 90,48% sehingga hasil belajar siswa secara klasikal dapat dinyatakan tuntas, serta respons positif siswa dengan persentase 99,66% dan berada pada kriteria sangat positif. Berdasarkan hasil peneltian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika pada materi kubus dan balok melalui Accelerated Learning dengan pendekatan SAVI di kelas akselerasi ini efektif.Kata kunci: Accelerated Learning, pendekatan SAVI, kelas akselerasi
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VII DALAM MEMECAHKAN MASALAH NON RUTIN YANG TERKAIT DENGAN BILANGAN BULAT BERDASARKAN TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIKA DI SMP N 31 SURABAYA MUSDHALIFAH, UMI; , SUTINAH; KURNIASARI, IKA
MATHEdunesa Vol 3, No 2 (2013):
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pemecahan masalah di sekolah umumnya belum dijadikan sebagai kegiatan utama karena guru menghadapi kesulitan dalam mengajarkan bagaimana cara memecahkan masalah dengan baik, di lain pihak siswa menghadapi kesulitan bagaimana memecahkan masalah yang diberikan guru. Sehingga kegiatan pemecahan masalah matematika di sekolah kemungkinan mengalami kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan letak, jenis kesalahan siswa serta faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan masalah nonrutin. Subjek dalam penelitian ini adalah enam orang siswa dari kelas VII C SMP Negeri 31 Surabaya yaitu 2 siswa berkemampuan matematika tinggi, 2 siswa berkemampuan matematika sedang, dan 2 siswa berkemampuan matematika rendah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) letak kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah nonrutin meliputi kesalahan yang terdapat pada memahami masalah, transformasi, perhitungan(komputasi), dan penyimpulan jawaban, (2) jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah nonrutin meliputi kesalahan abstraksi, kesalahan perhitungan (komputasi), dan kesalahan penyimpulan, (3) penyebab siswa melakukan kesalahan yaitu siswa kurang memahami maksud masalah yang diberikan, siswa terbiasa mengerjakan secara langsung pada proses perhitungannya tanpa menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan terlebih dahulu, siswa terbiasa menyelesaikan secara langsung tanpa menuliskan pemisalan model matematika yang dipakai, siswa kurang teliti dalam menuliskan model matematika yang dipakai dalam menyelesaikan masalah, siswa kurang teliti dalam melakukan perhitungan, siswa kurang memahami operasi bilangan bulat, dan siswa menganggap hasil perhitungan sebagai jawaban akhir yang dikehendaki masalah.Kata Kunci: pemecahan masalah, masalah nonrutin, kesalahan siswa.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NUMBER THEORY UNTUK MAHASISWA KELAS INTERNASIONAL SULAIMAN, RADEN; KURNIASARI, IKA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 1 (2012): Vol. 19, No. 1, Juni 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Hasil pengamatan peneliti saat mengajar matakuliah Teori Bilangan diperoleh data bahwa banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan  membuktikan suatu pernyataan, baik berupa teorema ataupun lemma. Salah satu faktor yang mengakibatkan mahasiswa mengalami kesulitan memahami materi dari matakuliah Teori Bilangan adalah kurangnya bahan ajar yang dapat dimanfaatkan mahasiswa serta bahan ajar yang tidak sesuai dengan deskripsi matakuliah pada buku pedoman mahasiswa, sehingga diperlukan bahan ajar yang sesuai dengan deskripsi yang ada pada buku pedoman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matakuliah Number Theory  untuk mahasiswa program studi Pendidikan Matematika kelas Internasional. Rancangan isi dari buku ajarnya  terdiri dari lima bab yang secara garis besar akan disusun sedemikian sehingga: Chapter 1: Divisibility, Chapter 2: Prime Numbers, Chapter 3: Greatest Common Divisor and Least Common Multiple, Chapter 4: Arithmetic Functions, Chapter 5: Congruences. Jenis penelitiannya adalah penelitian pengembangan. Hasil pengembangan bahan ajar matakuliah Number Theory telah selesai sampai draft 1. Draft 1 ini hanya menitikberatkan isi yang sesuai dengan buku pedoman yang dimiliki mahasiswa Kelas Internasional. Oleh karena itu masih perlu perbaikan dalam aspek struktur bahasa, materi dan kelengkapan buku ajar sebagai buku yang akan digunakan dalam perkuliahan oleh mahasiswa jurusan matematika. Sehingga bisa disimpulkan layak untuk digunakan, meskipun banyak revisi yang harus dilakukan. Kata Kunci: Pengembangan bahan ajar dan Number Theory Abstract. Observations the researcher while teaching number theory courses retrieved data that many students have difficulty proving a statement, either in the form of a theorem or lemma. One of the factors that resulted in the students have difficulty understanding the material from the number theory course is the lack of materials that can be utilized as well as student learning materials that do not conform to the description of courses in the student handbook, so that the necessary materials are in accordance with the description found in the student handbook. This research aims to develop learning materials Number Theory courses for students of Mathematics Education study program of international class. Content design of text book consists of five chapters that outline will be structured such that: Chapter 1: Divisibility, Chapter 2: Prime Numbers, Chapter 3: Greatest Common Divisor and Least Common Multiple, Chapter 4: Arithmetic Functions, Chapter 5: Congruences. This type of research is research development. Development of learning materials results Number Theory courses have been completed until the draft 1. This only concerns the 1st Draft of the contents according to the Handbook of student-owned international class. It is therefore still needs improvement in the aspect of the structure of language, content and completeness of the textbook as a handbook to be used in lectures by students majoring in mathematics. So it can be worth to use, though many revisions to be done. Key words: development teaching materials and number theory
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN RMT (RIGOROUS MATHEMATICAL THINKING) PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII SMP RIZKI FATHIA, ANNISA; TEGUH BUDIARTO, MEGA; KURNIASARI, IKA
MATHEdunesa Vol 1, No 3 (2014): MathEdunesa No 3 Vol 1 Tahun 2014
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan hasil pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, dan Lembar Penilaian dengan pendekatan RMT yang dirancang berdasarkan model pengembangan perangkat menurut Plomp, tanpa tahap implementasi. Uji coba terbatas pada penelitian ini dilaksanakan di Kelas VIII-E SMP Negeri 2 Jombang semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 27 siswa sebagai subjek. Hasil Penelitian ini yaitu mendeskripsikan tentang proses pengembangan perangkat dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran. Proses pengembangan perangkat pembelajaran terdiri dari : (1) Fase Investigasi Awal yaitu menentukan teori RMT, analisis kurikulum KTSP, analisis siswa dan anlisisis materi ajar. (2) Fase  Desain yaitu merancang perangkat pembelajaran dan instrumen. (3) Fase Realisasi yaitu penyusunan perangkat pembelajaran (prototipe I) dan Instrumen. (4) Fase Tes, Evaluasi dan Revisi yaitu melakukan validasi perangkat pembelajaran dan uji coba lapangan. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran antara lain : (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran memenuhi kriteria sangat valid (dengan rata-rata total validitas 3,28), Lembar Kegiatan Siswa memenuhi kriteria valid (dengan rata-rata total validitas 3,21), dan Lembar Penilaian memenuhi kriteria valid (dengan rata-rata total validitas 3,22), (2) Perangkat pembelajaran dinyatakan praktis secara teori (dapat digunakan di lapangan dengan revisi kecil) dengan keterlaksanaan pembelajaran tergolong sangat baik dengan rata-rata keterlaksanaan 3,7 pada pertemuan pertama dan 3,85 pada pertemuan kedua, (3) Perangkat pembelajaran dinyatakan efektif karena rata-rata aktivitas RMT yang dilihat dari kinerja siswa pada pertemuan pertama dan kedua memenuhi kriteria sangat aktif, hasil belajar siswa mencapai ketuntasan klasikal dengan persentase 77,78% dan hasil angket respon siswa positif. Kata kunci : Pendekatan Rigorous Mathematical Thinking (RMT), Mediated Learning Experience (MLE), peralatan psikologis
IDENTIFIKASI TINGKAT PERKEMBANGAN KOGNITIF SISWA MENGGUNAKAN TEST OF PIAGET’S LOGICAL OPERATIONS (TLO) DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI 2 MENGANTI AYU ANDHANI, RISTA; , SUTINAH; KURNIASARI, IKA
MATHEdunesa Vol 1, No 3 (2014): MathEdunesa No 3 Vol 1 Tahun 2014
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pengamatan dan wawancara dengan guru mata pelaran matematika yang dilakukan oleh peneliti bahwa sebagian besar siswa SMP mengalami kesulitan saat mempelajari matematika. Hal tersebut terjadi karena karakteristik matematika yang bersifat abstrak. Selain itu dimungkinkan siswa SMP belum seluruhnya berada pada tahap operasi formal. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, seharusnya siswa SMP sudah berada pada tahap operasi formal karena usia mereka sudah diatas 11 tahun. Peneliti juga melihat perkembangan kognitif siswa berdasarkan kemampuan matematikanya karena peneliti ingin mengetahui sampai pada tahap kognitif manakah siswa yang berkemampuan matematika tinggi, berkemampuan matematika sedang, dan berkemampuan matematika rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kognitif siswa menggunakan Test of Piaget’s Logical Operations (TLO) ditinjau dari kemampuan matematika. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-A, IX-D, dan IX-F di SMP Negeri 2 Menganti. Penelitian ini dirancang dengan memberikan tes kemampuan matematika supaya siswa terkelompok berdasarkan kemampuan matematikanya, yaitu kemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah. Setelah itu, siswa diberi TLO yang terdiri dari tujuh tipe operasi logis, yaitu klasifikasi, seriasi, perkalian logis, kompensasi, proporsi, probabilitas, dan korelasi. Data hasil pemberian tes kemampuan matematika menunjukkan bahwa 25,53% siswa memiliki kemampuan matematika tinggi, 24,47% siswa memiliki kemampuan matematika sedang, dan 50% siswa memiliki kemampuan matematika rendah. Data hasil pemberian TLO menunjukkan bahwa siswa yang berkemampuan matematika tinggi sebanyak 10,64% pada tahap formal awal dan 14,89% pada tahap formal akhir, siswa yang berkemampuan matematika sedang sebanyak 5,32% pada tahap konkret akhir, 15,96% pada tahap formal awal, dan 3,19% pada tahap formal akhir, dan siswa yang berkemampuan matematika rendah sebanyak 2,13% pada tahap konkret awal, 26,60% pada tahap konkret akhir, dan 21,28% pada tahap formal awal. Kata kunci: Identifikasi perkembangan kognitif,  Test of Piaget’s Logical Operations, Kemampuan matematika