Anis Tyas Kuncoro
Dosen Fakultas Agama Islam UNISSULA

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP BISNIS MULTILEVEL MARKETING DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Kuncoro, Anis Tyas
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 47, No 119 (2009): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Sept - Nov 2009
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Dalam kajian ekonomi kontemporer, konsep ekonomi alternatif yang berbasiskan pada nash-nash syari dan teori-teori fikih atau al-ushul al-fiqhiyyah telah dipopulerkan oleh para ahli dengan istilah Ekonomi syariah. Sesungguhnya basis mendasar tentang  ekonomi syariah adalah terletak pada tatanan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan.  Ia bertitik tolak dari Tuhan dan memiliki tujuan akhir pada Tuhan, dengan pilar utama keadilan, kehalalan dan kemanfaatan. Ketiganya mempunyai akar dan cabang serta pengaruh bagi aspek-aspek ekonomi dan perdagangan, baik dari segi produksi, konsumsi maupun distribusi berikut transaksi bisnis lainnya.Sesungguhnya di dalam aktifitas bisnis adanya anggapan yang disebut dengan bisnis amoral secara tegas dinafikan dalam Islam, karena bisnis adalah suatu aktifitas yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya yang terkait dengan memproduksi, mendistribusikan, menjual dan membeli barang yang perhatiannya bukan semata-mata pada perolehan keuntungan yang sebesar-besarnya tapi juga memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, yaitu nilai akhlakul karimah.Oleh karenanya, salah satu hal mendasar yang harus senantiasa dikedepankan dalam aktifitas membangun jejaring bisnis dan ekonomi, termasuk di dalamnya bisnis MLM, adalah keadilan dan keseimbangan, yaitu dengan mengedepankan desain kerangka dunia bisnis dan perekonomian yang paralel dengan kohesivitas komunikasi secara vertikal (nilai-nilai ketuhanan) yang mengejewantah dalam nila-nilai kemanusiaan sehingga para pelaku yang terlibat di dalamnya senantiasa berorientasi pada perolehan keseimbangan laba, yaitu fair profit dan just profit.Kata Kunci : Multilevel Marketing, ekonomi syari’ah, gharar, riba, iktilas
KONSEP BISNIS MULTILEVEL MARKETING DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Kuncoro, Anis Tyas
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 45, No 119 (2009): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Sept - Nov 2009
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Dalam kajian ekonomi kontemporer, konsep ekonomi alternatif yang berbasiskan pada nash-nash syari dan teori-teori fikih atau al-ushul al-fiqhiyyah telah dipopulerkan oleh para ahli dengan istilah Ekonomi syariah. Sesungguhnya basis mendasar tentang  ekonomi syariah adalah terletak pada tatanan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan.  Ia bertitik tolak dari Tuhan dan memiliki tujuan akhir pada Tuhan, dengan pilar utama keadilan, kehalalan dan kemanfaatan. Ketiganya mempunyai akar dan cabang serta pengaruh bagi aspek-aspek ekonomi dan perdagangan, baik dari segi produksi, konsumsi maupun distribusi berikut transaksi bisnis lainnya.Sesungguhnya di dalam aktifitas bisnis adanya anggapan yang disebut dengan bisnis amoral secara tegas dinafikan dalam Islam, karena bisnis adalah suatu aktifitas yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya yang terkait dengan memproduksi, mendistribusikan, menjual dan membeli barang yang perhatiannya bukan semata-mata pada perolehan keuntungan yang sebesar-besarnya tapi juga memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, yaitu nilai akhlakul karimah.Oleh karenanya, salah satu hal mendasar yang harus senantiasa dikedepankan dalam aktifitas membangun jejaring bisnis dan ekonomi, termasuk di dalamnya bisnis MLM, adalah keadilan dan keseimbangan, yaitu dengan mengedepankan desain kerangka dunia bisnis dan perekonomian yang paralel dengan kohesivitas komunikasi secara vertikal (nilai-nilai ketuhanan) yang mengejewantah dalam nila-nilai kemanusiaan sehingga para pelaku yang terlibat di dalamnya senantiasa berorientasi pada perolehan keseimbangan laba, yaitu fair profit dan just profit.Kata Kunci : Multilevel Marketing, ekonomi syari’ah, gharar, riba, iktilas
Zakat: Katup Pengaman Keseimbangan Ekonomi Umat Kuncoro, Anis Tyas
Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sultang Agung Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Sesungguhnya ajaran Islam dengan  konsep zakatnya telah memberikan landasan mendasar bagi pertumbuhan dan perkembangan kekuatan sosial ekonomi umatnya. Ajaran ni memiliki dimensi yang kompleks yang tidak dimiliki oleh ajaran agama atau aliran-aliran pemikiran ekonomi klasik maupun modern lainnya. Dari sudur pandang ideologi dan keyakinan, paling tidak, zakat telah memberikan pandangan fundamental terhadap keududkan harta dan kepemilikan. Sedang dari sudut pandang pembangunan kesejahteraan sosial, zakat merupakan salah satu instrumen pemerataan distribusi pendapatan dan kesejahteraaan, karena dengna penglolaan zakat yang baik akan menungkinkan keberlangusnan pembengunan dan pertumbuhan ekonomi yan gjida sekaligus dibarengi dengan pemerataan pendapatan, economic growth equality.